Friday, 6 February 2009

Nobel Fisika Indonesia

Central for Research and Development for Winning




Nobel Prize in Physics at Indonesia

"Belajar Kepada Tiga Orang Hebat Ini"


"Kolaborasi antara Guru dan Murid yang Mengagumkan"




Nobel Prize® medal - registered trademark of the Nobel Foundation

The Nobel Prize in Physics 1903

"in recognition of the extraordinary services he has rendered by his discovery of spontaneous radioactivity"
"in recognition of the extraordinary services they have rendered by their joint researches on the radiation phenomena discovered by Professor Henri Becquerel"
Antoine Henri BecquerelPierre CurieMarie Curie, née Sklodowska
Antoine Henri BecquerelPierre CurieMarie Curie, née Sklodowska
half 1/2 of the prizequarter 1/4 of the prizequarter 1/4 of the prize
FranceFranceFrance
École Polytechnique
Paris, France
École municipale de physique et de chimie industrielles (Municipal School of Industrial Physics and Chemistry)
Paris, France
b. 1852
d. 1908
b. 1859
d. 1906
b. 1867
(in Warsaw, Poland, then Russian Empire)
d. 1934
Titles, data and places given above refer to the time of the award.
Photos: Copyright © The Nobel Foundation



Antoine Henri Becquerel

Henri Becquerel, French physicist
Born15 December 1852
ParisFrance
Died25 August 1908 (aged 55)
Le CroisicBrittanyFrance
NationalityFrench
FieldsPhysicschemistry
InstitutionsConservatoire des Arts et Metiers
École Polytechnique
Muséum National d'Histoire Naturelle
Alma materÉcole Polytechnique
École des Ponts et Chaussées
Doctoral studentsMarie Curie
Known forRadioactivity
Notable awardsNobel Prize in Physics (1903)
Notes
Note that he is the father of Jean Becquerel, the son of A. E. Becquerel, and the grandson of Antoine César Becquerel.

"Pengakuan terhadap pelayanan yang luar biasa yang telah dilakukannya dalam menemukan spontanitas radioaktivitas".

 Antoine Henri Becquerel (lahir di Paris, 15 Desember 1852 – meninggal di Le Croisic, 25 Agustus 1908 pada umur 55 tahun) adalah salah seorang fisikawan asal Perancis yang menemukan radioaktivitas. Namanya digunakan untuk satuan radioaktivitas.

Kehidupan awal

Becquerel terlahir dari keluarga yang menelurkan 4 generasi ilmuwan, termasuk putranya sendiri Jean. Henri Becquerel belajar ilmu pengetahuan alam di École Polytechnique dan teknik di École des Ponts et Chaussées. Pada tahun 1890, ia menikah dengan Louise Désirée Lorieux.

Karier

Pada tahun 1892, ia menjadi orang ke-3 di keluarganya yang menduduki kursi fisika di Muséum National d'Histoire Naturelle. Pada tahun 1894, ia menjadi ketua insinyur di Departemen Jembatan dan Jalan Raya.

Pada tahun 1896, ketika mengamati fosforesensi garam uranium, tanpa sengaja Becquerel menemukan radioaktivitas. Meneliti karya Wilhelm Conrad Röntgen, Becquerel mengurung zat yang berpijar, kalium uranil sulfat, dalam pelat foto dan bahan hitam untuk mempersiapkan penelitian yang memerlukan cahaya terang. Namun, sebelum melakukan penelitian, Becquerel menemukan pelat foto itu itu sudah terpajan, menunjukkan gambaran zat. Penemuan itu membuatnya meneliti emisi spontan radiasi nuklir.

Pada tahun 1903, ia menerima Nobel Fisika dengan Pierre dan Marie Curie dalam pengakuan jasa luar biasa yang telah dilakukannya dengan penemuan radioaktivitas spontan.



Pierre Curie

Born15 May 1859
ParisFrance
Died19 April 1906 (aged 46)
ParisFrance
NationalityFrench
FieldsPhysics
Alma materSorbonne
Doctoral studentsPaul Langevin
André-Louis Debierne
Marguerite Catherine Perey
Known forRadioactivity
Notable awardsNobel Prize in Physics (1903)
Notes
Married to Marie Curie (m. 1895), their children includeIrène Joliot-Curie and Ève Curie.

Pierre Curie (lahir di Paris, 15 Mei 1859 – meninggal di Paris, 19 April 1906 pada umur 46 tahun) adalah seorang pionir dalam bidang kristalografi, magnetisme, dan radioaktivitas berkebangsaan Perancis.

Setelah menyelesaikan pendidikan sarjananya pada usia 18 tahun, ia bekerja sebagai seorang instruktur laboratorium. Pada tahun 1881, Pierre dan saudara lelakinya, Jacques berhasil mendemonstrasikan bahwa kristal-kristal dapat meleleh saat dialiri medan listrik. Hampir seluruh sirkuit listrik digital saat ini menggunakan langkah ini dalam bentuk osilator kristal.

Pierre Curie mempelajari ferromagnetisme, paramagnetisme, dan diamagnetisme untuk tesis doktoratnya, dan menemukan pengaruh suhu terhadap paramagnetisme yang kini dikenal sebagai Hukum Curie. Ia bekerja dengan istrinya, Marie Curie dalam mengisolasikan polonium dan radium. Mereka berdua adalah orang-orang pertama yang menggunakan istilah 'radioaktivitas', dan merupakan penggagas dalam bidang tersebut.

Pierre dan salah seorang muridnya juga adalah orang pertama yang menemukan tenaga nuklir, melalui identifikasi terhadap pengeluaran panas yang berkelanjutan dari partikel-partikel radium.

Bersama dengan istrinya, Marie, Pierre dianugerai Penghargaan Nobel dalam Fisika pada tahun 1903 sebagai "pengakuan terhadap jasa-jasa luar biasa yang telah mereka lakukan dalam penelitian mereka mengenai fenomena radiasi yang ditemukan oleh Professor Henri Becquerel." Pierre meninggal dunia akibat kecelakaan kendaraan di Paris pada 19 April 1906. Putri Pierre dan Marie Curie, Irène Joliot-Curie, serta menantu mereka, Jean Joliot-Curie juga adalah fisikawan-fisikawan yang terlibat dalam penelitian radioaktivitas.



Marie Skłodowska–Curie

Born7 November 1867
WarsawVistula LandRussian Empire
Died4 July 1934 (aged 66)
Passy, France
CitizenshipRussian, later French
NationalityPolish
Fieldsphysicschemistry
InstitutionsUniversity of Paris
Alma materUniversity of Paris
ESPCI
Doctoral advisorHenri Becquerel
Doctoral studentsAndré-Louis Debierne
Óscar Moreno
Marguerite Catherine Perey
Known forradioactivitypoloniumradium
Notable awardsNobel Prize in Physics (1903)
Davy Medal (1903)
Matteucci Medal (1904)
Nobel Prize in Chemistry (1911)
Notes
She is the only person to win Nobel Prizes in twosciences.
She was the wife of Pierre Curie, and the mother ofIrene Joliot-Curie and Ève Curie.


"Pengakuan terhadap pelayanan yang luar biasa yang telah dilakukan mereka dalam riset mereka dalam fenomena radiasi yang ditemukan oleh Professor Henri Becquerel".

Maria Skłodowska-Curie (lahir di Warsawa, Polandia, 7 November 1867 – meninggal 4 Juli 1934 pada umur 66 tahun) adalah perintis dalam bidang radiologi dan pemenang Hadiah Nobel dua kali, yakni Fisika pada 1903 dan Kimia pada 1911. Ia mendirikan Curie Institute. Bersama dengan suaminya, Pierre Curie, ia menemukan unsur radium.

Curie adalah salah satu dari sedikit orang yang memenangi dua Hadiah Nobel dalam dua bidang, adalah salah satu peneliti terpenting dalam bidang radiasi dan efeknya sebagai perintis radiologi. Catatan miliknya bersifat radioaktif, sampai baru-baru ini seorang cucu perempuannya mendekontaminasinya.

Marie Curie dibesarkan di Polandia dalam keluarga guru. Karena krisis di Polandia, ia jatuh miskin dan harus hidup hemat. Yang lebih menyedihkan lagi, ia harus sembunyi-sembunyi untuk belajar ilmunya. Pada tahun 1891 Marie melanjutkan studinya tentang Fisika dan Matematika di Universitas Sorbonne. Baru setelah dia pergi ke Paris untuk sekolah di Universitas Sorbonne maka dia dapat lebih leluasa untuk melakukan riset sampai akhirnya dari bekalnya itu dia mampu mengisolasi radium dari laboratorium tuanya yang sederhana; dari sinilah awal kepopulerannya.

Dedikasinya yang tinggi terhadap ilmu pengetahuan sangatlah tinggi. Sampai saat ini, belum ada lagi seorang perempuan dengan talenta dan dedikasi yang demikian besar terhadap ilmu pengetahuan. Marie Curie terus bekerja dan menyelediki nuklir dan radioaktif hanya di dalam laboratorium sederhana tanpa mau memikirkan diri sendiri. Bahkan ia tidak mau mendaftarkan penemuannya ke paten karena terlalu berpegang teguh pada prinsip, "ilmu pengetahuan adalah untuk umat manusia".


A scientist in his laboratory is not a mere technician: he is also a child confronting natural phenomena that impress him as though they were fairy tales.
Marie Curie 

After all, science is essentially international, and it is only through lack of the historical sense that national qualities have been attributed to it.
Marie Curie 

All my life through, the new sights of Nature made me rejoice like a child.
Marie Curie 

Be less curious about people and more curious about ideas.
Marie Curie 

I am one of those who think like Nobel, that humanity will draw more good than evil from new discoveries.
Marie Curie 

I have frequently been questioned, especially by women, of how I could reconcile family life with a scientific career. Well, it has not been easy.
Marie Curie 

I have no dress except the one I wear every day. If you are going to be kind enough to give me one, please let it be practical and dark so that I can put it on afterwards to go to the laboratory.
Marie Curie 

I was taught that the way of progress was neither swift nor easy.
Marie Curie 

In science, we must be interested in things, not in persons.
Marie Curie 

Life is not easy for any of us. But what of that? We must have perseverance and above all confidence in ourselves. We must believe that we are gifted for something and that this thing must be attained.
Marie Curie 

Nothing in life is to be feared, it is only to be understood. Now is the time to understand more, so that we may fear less.
Marie Curie 

One never notices what has been done; one can only see what remains to be done.
Marie Curie 

There are sadistic scientists who hurry to hunt down errors instead of establishing the truth.
Marie Curie 



Oleh: Prof. Yohanes Surya, M.Sc., Ph.D.


Marie Curie merupakan nama yang tidak asing lagi di telinga kita. Ia adalah wanita pertama yang pernah memenangkan Nobel. Ia pun tidak tanggung-tanggung, karena ia memenangkan dua Nobel, Nobel Fisika dan Nobel Kimia.

Penelitiannya mengenai bahan radioaktif menghadiahkan Marie dan suaminya, Pierre Curie, setengah dari total hadiah Nobel Fisika pada tahun 1903. Setengahnya lagi dimenangkan oleh Henri Becquerel, penemu radioaktivitas.

Ternyata bahan radioaktif jugalah yang kemudian menuntun Marie hingga akhirnya menjadi pemenang tunggal Nobel Kimia pada tahun 1911. Marie memang wanita luar biasa! Cerita hidupnya pun sangat luar biasa, bagaikan kisah drama yang penuh dengan kesedihan, kesusahan, dan penderitaan.

Marie lahir pada tanggal 7 November 1867 di Warsawa, Polandia. Oleh kedua orangtuanya yang merupakan guru SMA, ia diberi nama Maria Sklodowska. Karena orangtuanya adalah guru, mereka sangat mengerti betapa pentingnya  pendidikan bagi anak-anaknya. Maria pun disekolahkan di sekolah lokal, tetapi ayahnya sendirilah yang pertama kali mengajarkannya fisika dan kimia.

Maria sangat pandai dan cepat menyerap semua pelajaran. Sayangnya, pada saat itu kaum wanita di Polandia tidak punya kesempatan sama sekali untuk meneruskan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi. Maria yang begitu haus akan pengetahuan bermimpi untuk pergi ke Perancis dan belajar di Sorbonne, Paris.

Tetapi keluarganya tidak punya cukup uang untuk membiayainya. Enam tahun lamanya ia menunggu keberuntungan yang bisa memberinya kesempatan untuk pergi ke Paris. Kesabarannya tidak sia-sia. Kakaknya, Bronya, menikah dengan seorang doktor dan tinggal di Paris. Maria pun diundang untuk pindah ke Paris dan tinggal bersama kakaknya di sana supaya ia bisa bersekolah di Sorbonne.


Dimulailah perjuangan Maria sebagai seorang ilmuwan penuh bakat. Maria mengganti ejaan namanya menjadi Marie, mengikuti bahasa Perancis. Perjuangannya di Perancis dimulai saat usianya sudah mencapai 24 tahun.

Kecintaannya pada ilmu pengetahuan membuatnya mampu mengalahkan semua kesulitan, termasuk kesulitan berbahasa Perancis, sehingga dalam waktu dua tahun Marie pun berhasil lulus dari jurusan Fisika pada tahun 1893 sebagai lulusan terbaik.

Setahun kemudian ia lulus dari jurusan Matematika pada peringkat kedua dari lulusan terbaik. Sorbonne juga merupakan tempat perkenalannya dengan seorang fisikawan terkenal Pierre Curie. Minat yang sama pada ilmu pengetahuan menyatukan keduanya sehingga akhirnya mereka menikah pada bulan Juli 1895.

Uang yang mereka dapatkan dari hadiah pernikahan mereka gunakan untuk membeli dua sepeda. Marie dan suaminya, Pierre, sangat menyukai petualangan bersepeda yang bagi mereka merupakan cara menyegarkan diri. Kehidupan Marie dan Pierre terus dipenuhi dengan penelitian, dan tidak lama kemudian Marie pun mulai mencari-cari topik untuk tesis doktoralnya.

Pada tahun 1896 Henri Becquerel, secara tidak sengaja, menemukan radioaktivitas. Ia sedang meneliti garam uranium yang sengaja dijemur di bawah sinar matahari untuk mengetahui pengaruh cahaya terhadap radiasi sinar-X yang ditemukan oleh Wilhelm Conrad Röntgen pada 8 November 1895.

Ternyata sewaktu Becquerel melaksanakan penelitian ini, cuaca di sana terus saja berawan selama beberapa hari, padahal ia membutuhkan sinar matahari untuk penelitiannya. Tetapi kemudian ia memperhatikan suatu hal yang tidak biasa.

Ternyata garam uraniumnya memancarkan radiasi secara spontan, walaupun tidak diberi cahaya! Radiasi yang dihasilkan ini merupakan radiasi jenis baru, yang mampu menembus lempengan logam dan menghitamkan pelat foto. Becquerel langsung mengumumkan penemuannya ini di suatu pertemuan l’Académie des Sciences.

Tetapi penemuannya ini tidak banyak mengundang perhatian ilmuwan-ilmuwan yang hadir di sana saat itu karena para ilmuwan masih terpesona dengan penemuan sinar-X oleh Röntgen. Hanya Marie Curie sajalah yang tampaknya tertarik dengan sinar misterius yang dipancarkan uranium tersebut.

"Nothing in life is to be feared, it is only to be understood. Now is the time to understand more, so that we may fear less."
~Marie Curie~

Marie pun mulai menyelidiki radiasi misterius tersebut. Ia menggunakan elektrometer, yaitu sebuah alat yang bisa mengukur arus listrik yang lemah. Alat ini dibuat oleh Pierre dan adiknya, Jacques Curie. Pierre dan Jacques sebelumnya sudah pernah menemukan efek piezoelektrik, dan efek inilah yang menjadi dasar kerja elektrometer. Dengan elektrometer, Marie hanya membutuhkan beberapa hari saja sebelum menemukan bahwa  thorium memancarkan cahaya yang sama dengan uranium.

Ia pun kemudian menyelidiki lagi senyawa-senyawa kimia lainnya. Ternyata, kekuatan radiasi yang  dihasilkan tidak bergantung pada jenis senyawanya, tetapi hanya bergantung pada jumlah uranium atau thorium yang terkandung di dalam senyawa tersebut. Marie langsung menyimpulkan bahwa kemampuan radiasi uranium tidak bergantung pada susunan atom di dalam molekul, tetapi pada bagian dalam (interior) dari atomnya itu sendiri.

Ia melanjutkan meneliti semua elemen dalam Susunan Berkala Unsur-unsur. Ternyata hanya uranium dan thorium sajalah yang bisa memancarkan radiasi ini. Langkah berikut yang diambil oleh Marie adalah meneliti mineral/bebatuan alam yang mengandung uranium dan thorium. Dari semua mineral alam tersebut, ia menemukan  bahwa pitchblende memancarkan radiasi secara lebih aktif, bahkan empat sampai lima kali lebih kuat dari uranium. Marie pun membuat hipotesa bahwa ada sebuah elemen baru yang terkandung di dalam mineral tersebut, dan elemen ini jauh lebih aktif dari uranium.

Melihat serunya penelitian yang dilakukan oleh istrinya, Pierre pun menjadi tertarik dan kemudian memutuskan untuk bergabung dengan penelitian Marie tersebut. Pierre menghentikan semua penelitiannya tentang kristal dan sifat simetri di alam yang semula merupakan ketertarikan utamanya. Kerjasama keduanya dengan cepat membawa hasil. Pada akhir Juni 1898, mereka berhasil mendapatkan sebuah zat yang 300 kali lebih  aktif dari uranium. Mereka yakin bahwa zat tersebut merupakan sejenis logam yang baru yang belum pernah ditemukan sebelumnya, dan logam ini memiliki sifat-sifat analitik yang mirip dengan bismuth. Mereka pun mengusulkan  supaya logam baru ini disebut Polonium, sesuai nama negara asal Marie, Polandia. Dalam publikasinya ini mereka untuk pertama kalinya menggunakan istilah radioaktivitas.

Beberapa bulan kemudian, yaitu pada tanggal 26 Desember 1898, mereka kembali menghasilkan penemuan baru. Marie dan Pierre menemukan suatu zat lain lagi yang juga sangat aktif dan memiliki sifat kimia yang sangat mirip dengan barium murni. Mereka mengusulkan supaya zat baru ini diberi nama Radium. Keduanya pun melanjutkan penelitian mereka untuk membuktikan bahwa radium benar-benar merupakan suatu elemen baru. Keduanya bekerja tanpa henti di sebuah gudang besar yang tidak terpakai. 

Walaupun gudang itu begitu panas di musim panas dan kering dan dingin saat musim dingin, tetapi gudang itu menjadi tempat yang memberikan kebahagiaan terbesar bagi pasangan Curie. Marie akhirnya berhasil mengisolasi satu desigram radium klorida yang hampir murni dan menentukan berat atom radium. Hasil penelitiannya ini dilaporkannya dalam tesis doktoralnya pada tanggal 25 Juni 1903. Tesisnya tersebut pun dinyatakan sebagai kontribusi ilmiah terbesar yang  pernah disumbangkan oleh suatu tesis doktoral.


‎"Hidup tidak mudah bagi siapapun. Tapi kita harus mempunyai kegigihan dan percaya pada diri sendiri. Kita harus percaya bahwa kita diberi suatu bakat dan berapapun pengorbanannya, kita harus mendapatkannya ." ~Marie Curie~

 
Ucapan Terima Kasih;
1. DEPDIKNAS Republik Indonesia
2. Kementrian Riset dan Teknologi Indonesia
3. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)
4. Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia
5. Tim Olimpiade Fisika Indonesia



Sumber:

Wikipedia

Nobel Prize Org.

Disusun Ulang Oleh;

Arip Nurahman

Pendidikan Fisika, FPMIPA. Universitas Pendidikan Indonesia
&
Follower Open Course Ware at MIT-Harvard University, Cambridge. USA.

Semoga Bermanfaat dan Terima Kasih

Sunday, 1 February 2009

Optics

A physics lab demo of a light box

Tuesday, 27 January 2009

Annular Solar Eclipse on January 26, 2009

Annular Solar Eclipse on January 26, 2009

The year 2009 will feature a range of eclipses, starting with an annular solar eclipse on January 26. This particular eclipse will be visible from an area that covers the Indian Ocean and western Indonesia.

This illustration is not to scale and shows a general annular solar eclipse, not the January 2009 eclipse.

Where is the Eclipse Visible?

Sources such as NASA say that the eclipse will be seen in the larger path of the moon's penumbral shadow, which includes the southern third of Africa, Madagascar, many parts of Australia (except Tasmania), south-east India, south-east Asia and Indonesia, on January 26, 2009.
According to Harrington (1997), the cities of Kotabumi and Telukbetung in Indonesia will experience more than six minutes of annularity while Krakatoa (or Krakatau), which will be closer to the shadow’s edge, will experience less than five minutes of annularity. The town of Sampit, in Indonesia’s central Kalimantan province, and Samarinda, the capital of the Indonesian province of East Kalimantan, will witness a lopsided ring-of-fire sunset eclipse as they will be located near the southern extreme of annularity.

The Eclipse’s Path

The annular eclipse’s path first begins in the south Atlantic at 06:06 Coordinated Universal Time (UTC) when the moon’s antumbral shadow meets Earth and forms a 363-kilometer wide corridor. Traveling eastward, the shadow quickly sweeps south of the African continent, missing it by about 900 kilometers. Slowly curving to the northeast the path crosses the southern Indian Ocean. The image below shows the solar eclipse’s annular path on January 26, 2009. Timeanddate.com also created an animation for this eclipse.

This image shows the solar eclipse’s annular path on January 26, 2009. The different shades of red depict the eclipse's visibility, with the strongest and innermost shade depicting 75 percent visibility, followed by 50 percent visibility, 25 percent visibility, and down to as low as zero percent visibility. The maximum eclipse is visible at various locations.
The point of greatest eclipse, with seven minutes and 54 seconds of annularity, occurs where the Indian Ocean is, about halfway between Madagascar and Australia. It takes place at 07:58:39 UTC. The path width is about 280 kilometers at this point and the sun is 73 degrees above the flat horizon formed by the open ocean.
The central track continues north-east where it finally encounters land in the form of the Cocos Islands and onward to southern Sumatra and western Java in Indonesia. At 09:40 UTC, the central line duration is six minutes and 18 seconds and the sun's altitude at 25 degrees.
In its final minutes, the antumbral shadow cuts across central Borneo and clips the northwestern edge of Celebes before ending just short of Mindanao, Philippines at 09:52 UTC. During a three-hour and 46-minute trajectory across earth, the moon's antumbra travels about 14,500 kilometers and covers 0.9 percent of the planet’s surface area. An antumbra refers to the moon’s “negative” shadow that appears when the moon is on the far side of its orbit and its umbral shadow is not long enough to reach the earth. The eclipse’s partial phases are visible primarily from southern Africa, Australia, Southeast Asia and Indonesia.
This is the 50th eclipse of Saros 131. The Saros cycle refers to a period of about 18 years, 11 days and eight hours when eclipses would recur. A number of eclipses occur within the series. The Saros 131 family began with a long series of 22 partial eclipses that started in the northern hemisphere on August 1, 1125.
The first annular eclipse of Saros 131 occurred on August 4, 1720. The series will produce 29 more annular eclipses, with the last of these types of eclipses on June 18, 2243. Saros 131 will finish on September 2, 2369.

Eclipses in 2009

The eclipse set for January 26 is not the only eclipse that will occur in 2009. The list of eclipses for 2009 includes:
  • An annular solar eclipse on January 26.
  • A penumbral lunar eclipse on February 9.
  • A penumbral lunar eclipse on July 7.
  • A total solar eclipse on July 22.
  • A penumbral lunar eclipse on August 6.
  • A partial lunar eclipse on December 31.
Timeanddate.com will provide information about the other eclipses closer to the time of their occurrence and as more details about them come on hand.
Note: Eclipse information courtesy of Fred Espenak, NASA/Goddard Space Flight Center, and P. Harrington, author of Eclipse! The What, Where, When, Why & How Guide to Watching Solar and Lunar Eclipses.

Astronomy calculators

More information

Calendar tools

Related time zone tools

External links