Friday, 5 October 2012

Inovasi IPTEK Nuklir Untuk Mendukung Kebijakan Energi Nuklir Global


Dialog dalam dunia masyarakat

Masyarakat: "Dik, sedang belajar apa?"

Mahasiswa Fisika: "Sedang belajar Fisika Nuklir"

Masyarakat: " Wow, mau menghancurkan dunia donk?"

Mahasiswa Fisika: "Bukan, kami mempelajari fisika nuklir adalah untuk kesejahteraan dan perdamaian umat manusia di dunia"


Inovasi Teknologi PLTN Untuk Mendukung Kebijakan Energi Nuklir Global

Demikian tema Seminar Nasional kerja sama Pusat Teknologi Reaktor dan Keselamatan Nuklir (PTRKN) BATAN dengan Jurusan Pendidikan Fisika FMIPA Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. 

Seminar Nasional Teknologi dan Keselamatan PLTN serta Fasilitas Nuklir ke-18 diselenggarakan Sabtu 29 September 2012, di Hall Auditorium FPMIPA UPI-Bandung, Jurusan Pendidikan Fisika. Seminar TKPFN-18 ini menghadirkan 4 pembicara utama, yaitu Kepala BATAN Prof. Djarot Sulistio Wisnubroto, M.Sc., Ph.D., Dr. Ade Gafar Abdullah, M.Si. (UPI Bandung), Prof. Toshio Wakabayashi, Ph.D. (Prof. Emeritus, Tohoku University), dan Dr. Yutaka Kawakami (Advisor, Nuclear Safety Research Association). 

Seminar dihadiri beberapa tamu undangan dari lingkungan BATAN, UPI, serta para guru dan mahasiswa khususnya jurusan Fisika. Pada seminar ini juga menampilkan 47 makalah dan poster. 

Dalam presentasinya Prof. Djarot Sulistio Wisnubroto, M.Sc., Ph.D. menegaskan bahwa energi nuklir tidak untuk berkompetisi dengan sumber energi yang lain. "Nuklir sangat penting dalam konsep bauran energi. Arah kebijakan nuklir mengikuti arah kebijakan nasional" tambah Djarot. Selain itu mengajak para dosen dan mahasiswa untuk dapat memanfaatkan fasilitas yang dipunyai BATAN, sebagai tempat penelitian. karena tempat kami dibiayai oleh negara untuk itu dapat digunakan oleh peneliti atau periset yang mendalami teknologi nuklir. 

Sementara itu, Dr. Ade Gafar Abdullah, M.Si. menyoroti peran dunia pendidikan dalam memajukan teknologi PLTN di Indonesia. Beliau menyampaikan jika masyarakat memperoleh informasi yang jelas tentang nuklir maka penerimaan publik akan semakin meningkat, dan sebaliknya persepsi resiko akan turun. "Maka dari itu pentingnya memperkenalkan teknologi maju ini sejak dini" tambah Ade. 

Beliau juga mengusulkan untuk memasukkan pelajaran terkait nuklir/PLTN ke kurikulm pendidikan nasional. Agenda Riset Nasional (ARN) telah mencantumkan litbang energi nuklir yang memperjelas arah dan tujuan litbang energi nuklir. 

Salah satu hal terpenting dalam pemanfaatan energi nuklir adalah pengembangan dan inovasi sistem keselamatan nuklir yang mendukung integritas Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) agar aman selama operasi maupun saat terjadinya kecelakaan.

 Penulis, Guru dan Ilmuwan Muda bersama President Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN)
Prof. Djarot Sulistio Wisnubroto, M.Sc., Ph.D.
Beliau merupakan pakar dan ilmuwan Nuklir lulusan Tokyo University yang disegani, namun demikian ia sangat ramah dan murah senyum terhadap para pelajar 

Saat ini layanan yang bisa diakses secara online dari BATAN adalah :
  1. Jasa pengelolaan limbah radioaktif;
  2. Jasa pendidikan dan pelatihan;
  3. Jasa Sertifikasi Personel
  4. Layanan Iradiasi (Neutron, Batu Topaz dan Air Mineral)
  5. Jasa Analisis Pestisida
  6. Layanan Iradiasi (Sterilisasi, Pengawetan dan Mutasi genetik)


Penulis, Guru, Ilmuwan Muda dan Teman-teman bersama Prof. Toshio Wakabayashi, Ph.D. beliau merupakan Profesor Emeritus Fisika Nuklir di Tohoku University, Jepang.


Menembus Pandang Ke Tahun 2045

Indonesia Memiliki lebih dari 100.000 Orang Pakar dan Profesional dalam IPTEK Nuklir

30 Pusat Pendidikan IPTEK Nuklir di Universitas dan Perguruan Tinggi

Saat itu Indonesia memiliki minimal 20 Pusat Riset, Inovasi, dan Pengembangan IPTEK Nuklir

25 Reaktor Nuklir Komersial Pembangkit Energi Listrik

1 Reaktor Fusi Nuklir

Annual Session of IAEA General Conference



Dr. Yukiya Amano (天野 之弥 born 9 May 1947) is the current Director General of the
 International Atomic Energy Agency (IAEA), having been elected to the position in July 2009.

Alma mater:


International Atomic Energy Agency Publications

The 56th annual session of the IAEA General Conference in Vienna. More than 3.000 delegates from 155 IAEA Member States, international organizations, NGO's and the media attended the event held at the Austria Center, Vienna from 17-22 September 2012. 

NUCLEUS is the IAEA’s web portal for providing public access to over 100 scientific, technical and regulatory resources, including databases, websites, applications, publications, safety standards, training materials, and more. NUCLEUS makes it easy to search and browse the large number of resources made available online by the IAEA.

Kunjungi juga:
3. http://nuclearscienceandtechnology.blogspot.com/  (Sekolah Sains dan Teknologi Nuklir)
6. http://ocw.mit.edu/courses/nuclear-engineering/ (Nuclear Engineering OpenCourseWare from MIT)

7. http://fisika.upi.edu/ (Jurusan Pendidikan Fisika, FPMIPA Universitas Pendidikan Indonesia)


Ucapan Terima Kasih:

1. Kak Rezy Pradipta, Ph.D. (Alumni Tim Olimpiade Fisika Indonesia, Nuclear Engineering at MIT)

2. Dr. Mohamed Mustafa ElBaradei, J.S.D. (Former Director General of IAEA)

3. Prof. Mujid S. Kazimi, Ph.D. (Director, Center for Advanced Nuclear Energy Systems MIT)

4. Kak Iqbal Robiyana, S.Pd. (Founder Center for Nuclear Education at Indonesia University of Education)

5. Dr. Petros Aslanyan, M.Sc. (Joint Institute for Nuclear Research, Rusia & Yerevan State University)

Monday, 1 October 2012

Conference on Theoretical Physics and Non Linear Phenomena

~Symmetry, Geometry, and Physics~




Background
Theoretical physics is the first step for the development of science and technology. Since more than 100 years ago it has delivered new and sophisticated discoveries which have changed human view on their surroundings and universe. Theoretical physics has also revealed that the governing law in our universe is not deterministic, and it is undoubtedly the foundation of our modern civilization.
Contrary to its importance, research in theoretical physics has not well developed in some developing countries such as Indonesia. This workshop and conference provides the formal meeting in Indonesia devoted to the field of theoretical physics and is organized to cover all subjects of theoretical physics as well as nonlinear phenomena in order to create a gathering place for the theorists in Indonesia and surrounding countries, to motivate young physicists to keep doing active researches in the field and to encourage constructive communication among the community members.
Following the success of the eight previous meetings in this conference series, the ninth conference  held again in UGM Yogyakarta, Indonesia this year. The conference is also held in conjunction with the 2nd Particle Physics School in South-East Asia 2012 supported by KEK on September 16th-22nd, 2012 at the nearby Gadjah Mada University Club.




Penulis dan Ilmuwan Muda di The 2nd Particle Physics School in South - East Asia


Objectives
The conference is expected to provide distinguished experts and students from various research fields of theoretical physics and nonlinear phenomena in Indonesia as well as from other continents the opportunities to present their works and to enhance contacts among them.
- Astrophysics
- Biophysics
- Cosmology
- Condensed Matter Physics
- High Energy Physics
- Computational Physics
- Mathematical Physics
- Non-linear Physics
- Nuclear Physics

Invited Speakers
The Scientific Program of CTPNP 2012 will include plenary talks given by the following invited speakers:
  • Satoshi Iso (KEK, JAPAN) : Implication of 126 GeV Higgs for Planck scale physics
  • Takeo Higuchi (KEK, JAPAN) : New Physics Search at SuperKEKB
  • Arief Hermanto (UGM): The Philosophical Analysis of The Structure of Theoretical Physics
  • Wispar Sunu Brams Dwandaru (UNY) Non Equilibrium Statistical Mechanics
  • Husin Alatas (IPB) Bifurcation of Fluxon at 0-Phi Crossover in Superconductor/Ferromagnet/Superconductor Josephson Junction with External Current

It is also planned that in each of the parallel sessions there will be a lead talk given by the young scientists.

Participants

Researchers and students of theoretical physics and nonlinear phenomena from Indonesia as well as from other parts of the world are kindly invited to participate in this conference.

Scientific Program

  • invited plenary talks
  • selected parallel talks
  • poster presentations

Penulis dan Ilmuwan Muda bersama para Begawan Fisika Tanah Air.

Dari Kiri ke Kanan:
Mr. Iqbal Robiyana, S.Pd.,
(Pendidikan Fisika, Universitas Pendidikan Indonesia dan Guru di Darul Qur'an International School )
Dr. rer. nat. Muhammad Farchani Rosyid, M.Sc.
(Doctor of Physics, Technical University of Clausthal, Germany)
Mr. Wispar Sunu Brams Dwandaru, M.Sc., Ph.D.,
(Doctor of Science from University of Bristol, UK.)
dan
Mr. Mirza Satriawan, M.Sc., Ph.D.
(Doctor in Theoretical Physics, University of Illinois at Chicago. USA.)


Prominent theoretical physicists

Famous theoretical physicists include:
Mainstream theories (sometimes referred to as central theories) are the body of knowledge of both factual and scientific views and possess a usual scientific quality of the tests of repeatability, consistency with existing well-established science and experimentation. There do exist mainstream theories that are generally accepted theories based solely upon their effects explaining a wide variety of data, although the detection, explanation and possible composition are subjects of debate.

Examples


Proposed theories

The proposed theories of physics are usually relatively new theories which deal with the study of physics which include scientific approaches, means for determining the validity of models and new types of reasoning used to arrive at the theory. However, some proposed theories include theories that have been around for decades and have eluded methods of discovery and testing. Proposed theories can include fringe theories in the process of becoming established (and, sometimes, gaining wider acceptance). Proposed theories usually have not been tested.

Examples


Philosophical Analysis of Theoretical Physics

"Pemahaman Filosofi Bisa Membebaskan Ilmuwan dari Berbagai Praduga yang Membelenggu sehingga dia tidak hanya sekedar menjadi spesialis melainkan benar-benar menjadi seorang pencari kebenaran" 
~Alm. Prof. Einstein~
Diadaptasi dari karya Prof. Arief Hermanto, M.Sc., Ph.D., Department of Physics, FMIPA. UGM 
Pernyataan dan sikap fisikawan terkenal kadang (atau mungkin bahkan sering) tidak begitu bersahabat terhadap filosofi, seperti misalnya Prof. Steven Weinberg yang menyatakan bahwa kegunaan filosofi bagi fisikawan hanyalah sekedar untuk melindunginya dari prekonsepsi filosof lain atau maksimal hanya sebagai pulasan pemanis bagi sejarah dan penemuan sains. 
"The insight of philosophers have occasionally benefited physicists, but generally in a negative fashion- by protecting them from the preconceptions of other philosophers..Philosophy of science at its best seems to me a pleasing gloss on the history and discoveries of science." (Weinberg, 1994)
Akan tetapi sebaliknya para filosof juga tak kalah kerasnya dalam menanggapi sikap fisikawan yg seperti ini, misalnya filosof Biologi Daniel Dennett yang menyatakan bahwa semua sains pasti mengandung filosofi yang sering tidak disadari oleh para saintis. 
"There is no such thing as philosophy-free science: there is only science whose philosophical baggage is taken on board without examination. (Dennett, 1996)
Pertentangan seperti di atas tentu saja tak akan bermanfaat bagi semua pihak. Di dalam era kita sekarang ini, di mana hanya KERJA SAMA DARI SEMUA PIHAK akan dapat menelurkan hasil yang besar.
Seperti misalnya yang dinyatakan dalam komentar Prof. Rolf Heuer, Direktur Jendral CERN terhadap penemuan partikel Higgs baru-baru ini. 
"Maka sikap yang terbaik bagi kita sebagai fisikawan adalah menghargai khasanah karya keilmuwan para filosof. Kita bisa mempelajarinya dan mengambil bagian mana saja dari karya itu yang bermanfaat bagi fisika.
Bahkan lebih luas luas dari hanya filosofi, fisikawan bisa menimba ilmu dari perbendaharaan ilmu-ilmu humanoria untuk membantu menyelesaikan berbagai masalah dalam fisika, misalnya dalam hal pendidikan fisika."


Penulis dan Ilmuwan Muda Bersama Prof. Satoshi Iso, Ph.D. Ilmuwan dari KEK (Laboratorium Fisika Partikel) dan Alumni University of Tokyo. 
Bidang keahlian Profesor yang satu ini adalah:
String Theory and Quantum Field Theory
Semoga pinter dan cerdasnya menular kepada penulis dan yang membacanya Amin.
Ya Allah ya Rabbal Alamin.


Sumber:
Conference on Theoretical Physics and Non Linear Phenomena. 
Kota Pelajar dan Budaya.
Ucapan Terima Kasih Kepada:
Sahabat-sahabat Seneby dan Keluarga Forsalim serta kawan-kawan di Jama'ah Salahuddin Masjid Kamus UGM yang sangat ramah serta menyenangkan, mohon maaf telah merepotkan. 
Semoga Allah SWT memberikan yang terbaik bagi kita semuanya.
Amin. 
at The Train of Thought
Terima Kasih. 


Kunjungi Juga:
(HIGH ENERGY ACCELERATOR RESEARCH ORGANIZATION)
(Indonesian Theoretical Physicist Group)
(Physics and Mathematics of Nonlinear Phenomena 2013, 22 - 29 June 2013, Gallipoli. Italy)
(Jurusan FISIKA FMIPA UGM)

Wednesday, 12 September 2012

Webminar: Future Technology

Allhamdulilah Akhirnya Penulis dapat menyaksikan Webminar pertama dari Prof. Yohanes Surya, Ph.D. yang berjudul:

Future Technology



Mengenal  Profesor Yohanes Surya, M.Sc., Ph.D.



Founder Surya University 

Prof. Yohanes Surya lahir di Jakarta pada tanggal 6 November 1963. Ia mulai memperdalam fisika pada jurusan Fisika MIPA Universitas Indonesia hingga tahun 1986, mengajar di SMAK I Penabur Jakarta hingga tahun 1988 dan selanjutnya menempuh program master dan doktornya di College of William and Mary, Virginia, Amerika Serikat. Program masternya diselesaikan pada tahun 1990 dan program doktornya di tahun 1994 dengan predikat cum laude. Setelah mendapatkan gelar Ph.D., Yohanes Surya menjadi Consultant of Theoretical Physics di TJNAF/CEBAF (Continous Electron Beam Accelerator Facility) Virginia – Amerika Serikat (1994). Walaupun sudah punya Greencard (ijin tinggal dan bekerja di Amerika Serikat), Yohanes Surya pulang ke Indonesia dengan tujuan ingin mengharumkan nama Indonesia melalui olimpiade fisika (semboyannya waktu itu adalah “Go Get Gold”) serta mengembangkan fisika di Indonesia.

Pulang dari Amerika, disamping melatih dan memimpin Tim Olimpiade Fisika Indonesia (TOFI), Yohanes Surya menjadi pengajar dan peneliti pada program pasca sarjana UI untuk bidang fisika nuklir (tahun 1995 –1998). Dari tahun 1993 hingga 2007 siswa-siswa binaannya berhasil mengharumkan nama bangsa dengan menyabet 54 medali emas, 33 medali perak dan 42 medali perunggu dalam berbagai kompetisi Sains/Fisika Internasional. Pada tahun 2006, seorang siswa binaannya meraih predikat Absolute Winner (Juara Dunia) dalam International Physics Olympiad (IphO) XXXVII di Singapura.

Sejak 2000, Yohanes Surya banyak mengadakan pelatihan untuk guru-guru Fisika dan Matematika di hampir semua kota besar di Indonesia, di ibukota kabupaten/kotamadya, sampai ke desa-desa di seluruh pelosok Nusantara dari Sabang hingga Merauke, termasuk pesantren-pesantren. Untuk mewadahi pelatihan-pelatihan ini Yohanes Surya mendirikan Surya Institute. Surya Institute kini sedang membangun gedung TOFI center yang akan menjadi pusat pelatihan guru maupun siswa yang akan bertanding di berbagai kejuaraan sains/fisika.





Yohanes Surya merupakan penulis produktif untuk bidang Fisika/Matematika. Ada 68 buku sudah ditulis untuk siswa SD sampai SMA. Selain menulis buku, ia juga menulis ratusan artikel Fisika di jurnal ilmiah baik nasional maupun internasional, harian KOMPAS, TEMPO, Media Indonesia dan lain-lain. Ia juga pencetus istilah MESTAKUNG dan tiga hukum Mestakung, serta pencetus pembelajaran Gasing (Gampang, Asyik, Menyenangkan).

Selain sebagai penulis, Yohanes Surya juga sebagai narasumber berbagai program pengajaran Fisika melalui CD ROM untuk SD, SMP dan SMA. Ia juga ikut memproduksi berbagai program TV pendidikan diantaranya “Petualangan di Dunia Fantasi”, dan “Tralala-trilili” di RCTI.

Di luar aktifitasnya di atas, Yohanes Surya berkiprah dalam berbagai organisasi internasional sebagai Board member of the International Physics Olympiad, Vice President of The First step to Nobel Prize (1997-sekarang); Penggagas dan President Asian Physics Olympiad (2000-sekarang); Chairman of The first Asian Physics Olympiad, di Karawaci, Tangerang (2000); Executive member of the World Physics Federation Competition; Chairman of The International Econophysics Conference 2002; Chairman the World Conggress Physics Federation 2002; Board of Experts di majalah National Geographic Indonesia serta menjadi Chairman of Asian Science Camp 2008 di Denpasar, Bali. 


Selama berkarir di bidang pengembangan fisika, Yohanes Surya pernah mendapatkan berbagai award/fellowship antara lain CEBAF/SURA award AS ’92-93 (salah satu mahasiswa terbaik dalam bidang fisika nuklir pada wilayah tenggara Amerika), penghargaan kreativitas 2005 dari Yayasan Pengembangan Kreativitas, anugerah Lencana Satya Wira Karya (2006) dari Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono. 

Pada tahun yang sama, ia terpilih sebagai wakil Indonesia dalam bidang pendidikan untuk bertemu dengan Presiden Amerika Serikat, George W. Bush. Pada tahun 2007, beliau menulis buku "Mestakung: Rahasia Sukses Juara Dunia" yang mendapatkan penghargaan sebagai penulis Best Seller tercepat di Indonesia.

Dan tahun 2008 mendapat award sebagai Pahlawan Masa Kini pilihan Modernisator dan majalah TEMPO. Yohanes Surya juga mendapatkan banyak penghargaan dari Menpora, Radio Elshinta, Harian Merdeka, Metro TV Award, Penghargaan "Icon anak Muda" dari Radio Trax FM, Koran Jakarta Award dan Penghargaan Harian Republika sebagai "Tokoh perubahaan 2009.



Pelopor & Inovator
TOFI
APhO
IPhO
IJSO
Kelas Super
The First Step to Nobel Prize
WoPhO 2011

Pendidik
STKIP Surya
Tanya Yohanes Surya
Pelatihan Guru
Surya Institute
SURE Center

Peneliti
Ekonofisika
Fisika GASING
Matematika Gasing-GIPIKA
Game Learning

Motivator
Mestakung

Penulis
Asyiknya Fisika
Ayo Bermimpi
Bercerita tentang Peraih Nobel
Cerita Seputar Lomba
Olahraga dengan Fisika
Teknologi dan Masa Mendatang

Kegiatan Lain
Entrepreneur
ASC 2008
ICYS

Miscellaneous
Soal-soal Latihan UAN





Deskripsi: 

Ada 4 jenis teknologi yang sedang dan akan menguasai dunia di masa sekarang dan masa akan datang. 

Ke empat teknologi ini mempunyai aplikasi yang bermanfaat bagi kehidupan manusia dari mulai makanan, kesehatan, pertahanan negara hingga perjalanan luar angkasa. Dalam seminar ini Prof. Yohanes Surya, Ph.D. akan mengajak para peserta webinar untuk melihat poin-poin penting dari 4 teknologi ini dan aplikasinya di dunia modern khususnya di Indonesia.





Sesi Tanya Jawab:

Apabila para pelajar di Universitas Rakyat ini menginginkan BAHAN materi web-minar dan sebagainya bisa kirimkan permintaan ke:

unggul@stkipsurya.ac.id

Bpk. Akhmad Unggul Priantoro, M.Eng., D.Eng.
Menyelesaikan pendidikan S1 di Kobe University, Jepang, dan pendidikan S2 dan S3, di Nara Insititute of Science and Technology, Jepang, di bidang komunikasi nirkabel.

Salah satu pertanyaan:

Arip Nurahman : "Dear Prof. Yohanes Surya, Bagaimana mengembangkan IPTEK mutakhir di sekolah-sekolah?"

Prof. Yohanes Surya : "Ajak para siswa sekolah untuk melakukan proyek-proyek ilmiah di sekitar lingkungan sekolah"





  • Nanotechnology (sometimes shortened to "nanotech") is the manipulation of matter on an atomic and molecular scale. Generally, nanotechnology works with materials, devices, and other structures with at least one dimension sized from 1 to 100 nanometres. Quantum mechanical effects are important at this quantum-realm scale. With a variety of potential applications, nanotechnology is a key technology for the future and governments have invested billions of dollars in its research. Through its National Nanotechnology Initiative, the USA has invested 3.7 billion dollars. The European Union has invested 1.2 billion and Japan 750 million dollars.

  • Biotechnology (sometimes shortened to "biotech") is the use of living systems and organisms to develop or make useful products, and it is usually seen in agriculture, food production and medicine production. Modern use of similar terms includes genetic engineering as well as cell and tissue culture technologies. The concept encompasses a wide range of procedures (and history) for modifying living organisms according to human purposes — going back to domestication of animals, cultivation of plants, and "improvements" to these through breeding programs that employ artificial selection and hybridization.

  • Information and communications technology or information and communication technology (ICT), is often used as an extended synonym for information technology (IT), but is a more specific term that stresses the role of unified communications and the integration of telecommunications (telephone lines and wireless signals), computers as well as necessary enterprise software, middleware, storage, and audio-visual systems, which enable users to access, store, transmit, and manipulate information.

  • Neuroscience is the scientific study of the nervous system. Traditionally, neuroscience has been seen as a branch of biology. However, it is currently an interdisciplinary science that collaborates with other fields such as chemistry, computer science, engineering, linguistics, mathematics, medicine and allied disciplines, philosophy, physics, and psychology. The term neurobiology is usually used interchangeably with the term neuroscience, although the former refers specifically to the biology of the nervous system, whereas the latter refers to the entire science of the nervous system.


    Semoga Kami bisa lebih baik dan lebih hebat dari beliau, amin Ya Allah Ya Rabbalalamin, Insha Allah 
    Tetap Semangat



    Penulis dan Peneliti Muda "Menggengam" Sang Surya
  •