Thursday, 7 March 2013

Mengoptimalkan E-Journal Badan Tenaga Nuklir Nasional




~Penulis Mengunjungi "Lapak" BATAN~ 

E-journal BATAN adalah publikasi dalam format elektronik dan mempunyai ISSN (International Standard Serial Number). Melalui e-journal BATAN, beberapa proses penerbitan seperti pengumuman, permintaan naskah, pengiriman naskah, review, pemberitahuan hasil review, pengiriman perbaikan naskah, pengeditan dan layout, pencetakan, serta distribusi dilakukan secara online.

Sehingga semua dapat dilakukan secara cepat, proses penerbitan bagi pengelola lebih cepat, biaya penerbitan dan pengelolaan murah, distribusi cepat dan murah. Bagi penulis, penantian keputusan penerimaan tulisan dan diseminasi tulisan cepat. Selain itu, lebih banyak orang yang membaca tulisan mereka.

Logo Header Halaman

Jurnal MIKROSKOPI dan MIKROANALISIS



Jurnal Mikroskopi dan Mikroanalisis menyajikan makalah penelitian yang dilakukan di Indonesia dan di luar negeri. Makalah penelitian dalam lingkup logam dengan panduan, makalah penelitian dibidang komposit berbasis polimer dan makalah bahan alam. Mudah-mudahan jurnal Mikroskopi dan mikroanalisis ini dapat memberikan manfaat khususnya di bidangnya.
Lihat Jurnal | Terbitan Terkini | Daftar




Teknoekonomi Jurnal Pendayagunaan Hasil Litbang Iptek Nuklir

 

TEKNOEKONOMI - Jurnal Pendayagunaan Hasil Litbang Iptek Nuklir


Jurnal Teknoekonomi (JTE) meliputi hasil litbangyasa di bidang iptek nuklir. Terbit dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember
Lihat Jurnal | Terbitan Terkini | Daftar



Logo Header Halaman

 

Buletin Limbah



Buletin LIMBAH terdiri dari rubrik atrikel dan info limbah. Rubrik artikel memuat makalah tentang Iptek Limbah meliputi tren teknologi pengolahan limbah serta aspek keselamatan lingkungan. Sedangkan info limbah berisi informasi mutakhir tentang Iptek limbah dari dalam dan luar negeri, serta aktifitas PTLR-BATAN.
Lihat Jurnal | Terbitan Terkini | Daftar


Logo Header Halaman

 

REAKTOR - Buletin Pengelolaan Reaktor Nuklir

 

Buletin Pengelolaan Reaktor Nuklir "REAKTOR" ditebitkan oleh Pusat Serba Guna (PRSG) BATAN, frekuensi terbit enam bulanan. Jurnal ini mempublikasikan naskah-naskah hasil kegiatan riset dan kegiatan teknis pengelolaan perangkat nuklir dan sebagainya.
Lihat Jurnal | Terbitan Terkini | Daftar



Bila kita mampu membangun himpunan-himpunan peneliti kecil di tiap sekolah tinggi/kampus di Indonesia mengenai Iptek Nuklir ini, kemungkinan besar percepatan perkembangan ilmu pengetahuan Nuklir di tanah air akan semakin dahsyat dan masyarakat kita di kemudian hari dapat memetik manfaatnya.

Amin.


Sumber: Badan Tenaga Nuklir Nasional


Kunjungi juga:

http://www.batan.go.id/  (BATAN)

http://www.iaea.org/ (International Atomic Energy Agency)

http://nuclearscienceandtechnology.blogspot.com/  (Sekolah Sains dan Teknologi Nuklir)

http://masyarakatipteksindonesia.blogspot.com/2010/02/nuklir-indonesia_8979.html (Masyarakat Nuklir Indonesia)

http://www.sttn-batan.ac.id/ (Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir BATAN)

http://ocw.mit.edu/courses/nuclear-engineering/ (Nuclear Engineering OpenCourseWare from MIT)

http://fisika.upi.edu/ (Jurusan Pendidikan Fisika, FPMIPA Universitas Pendidikan Indonesia)



Ucapan Terima Kasih Kepada:

Kak Rezy Pradipta, Ph.D. (Alumni Tim Olimpiade Fisika Indonesia, Belajar di Department of Nuclear Engineering at MIT)

Dr. Mohamed Mustafa ElBaradei, J.S.D. (Former Director General of IAEA)

Prof. Mujid S. Kazimi, Ph.D. (Director, Center for Advanced Nuclear Energy Systems MIT)

Prof.Djarot Sulistio Wisnubroto, M.Sc., D.Sc. (Presiden BATAN)

Kak Iqbal Robiyana, S.Pd. (Founder Center for Nuclear Education at Indonesia University of Education)

Dr. Petros Aslanyan, M.Sc. (Joint Institute for Nuclear Research, Rusia & Yerevan State University)

Semangat Semoga Bermanfaat

Wednesday, 6 March 2013

InterContinental Ballistic Missile untuk Perdamaian

"The release of atomic energy has not created a new problem. It has merely made more urgent the necessity of solving an existing one." 
~Albert Einstein~ 



An InterContinental Ballistic Missile (ICBM) is a ballistic missile with a range of more than 5,500 kilometres (3,400 mi) typically designed for nuclear weapons delivery (delivering one or more nuclear warheads). Most modern designs support multiple independently targetable reentry vehicles (MIRVs), allowing a single missile to carry several warheads, each of which can strike a different target.

Modern ICBMs 

Modern ICBMs typically carry multiple independently targetable reentry vehicles (MIRVs), each of which carries a separate nuclear warhead, allowing a single missile to hit multiple targets. MIRV was an outgrowth of the rapidly shrinking size and weight of modern warheads and the Strategic Arms Limitation Treaties which imposed limitations on the number of launch vehicles (SALT I and SALT II).

It has also proved to be an "easy answer" to proposed deployments of ABM systems it is far less expensive to add more warheads to an existing missile system than to build an ABM system capable of shooting down the additional warheads; hence, most ABM system proposals have been judged to be impractical.

The first operational ABM systems were deployed in the U.S. during 1970s. Safeguard ABM facility was located in North Dakota and was operational from 1975 to 1976. The USSR deployed its Galosh ABM system around Moscow in the 1970s, which remains in service. Israel deployed a national ABM system based on the Arrow missile in 1998, but it is mainly designed to intercept shorter-ranged theater ballistic missiles, not ICBMs. The U.S. Alaska-based National missile defense system attained initial operational capability in 2004.


ICBMs can be deployed from multiple platforms:
  • in missile silos, which offer some protection from military attack (including, the designers hope, some protection from a nuclear first strike)
  • on submarines: submarine-launched ballistic missiles (SLBMs); most or all SLBMs have the long range of ICBMs (as opposed to IRBMs)
  • on heavy trucks; this applies to one version of the RT-2UTTH Topol M which may be deployed from a self-propelled mobile launcher, capable of moving through roadless terrain, and launching a missile from any point along its route
  • mobile launchers on rails; this applies, for example, to РТ-23УТТХ "Молодец" (RT-23UTTH "Molodets" SS-24 "Sсаlреl")
The last three kinds are mobile and therefore hard to find.

During storage, one of the most important features of the missile is its serviceability. One of the key features of the first computer-controlled ICBM, the Minuteman missile, was that it could quickly and easily use its computer to test itself.

Mengenal Berbagai Macam RUDAL
Peluru kendali (disingkat: rudal), peluru berpandu atau misil adalah senjata roket militer yang bisa dikendalikan atau memiliki sistem pengendali otomatis untuk mencari target atau menyesuaikan arah. Dalam penggunaan sehari-hari, istilah "misil" merujuk kepada roket dengan sistem kendali, sedangkan "roket" digunakan untuk roket tanpa sistem kendali. 
Perbedaan utama di antara keduanya dianggap sangat sedikit selain perbedaan sistem kendali. Peluru kendali pertama digunakan dalam sebuah operasi adalah peluru kendali Jerman dalam Perang Dunia II. Yang paling terkenal adalah V-1 dan V-2, keduanya menggunakan sistem autopilot sederhana untuk menjaga arah terbang peluru agar tetap pada yang rute telah ditentukan sebelumnya. 

Jenis Peluru Kendali:
Peluru kendali balistik 
Peluru kendali balistik adalah peluru kendali yang memakai lintasan trayektori yang ditentukan oleh balistik dalam sistem pengirimannya. Peluru kendali ini hanya dikendalikan dalam masa peluncuran saja. Peluru kendali balistik yang pertama adalah roket V-2 yang dikembangkan oleh Nazi Jerman pada 1930-an dan 1940-an atas instruksi dari Walter Dornberger. 
Peluru kendali balistik dapat diluncurkan dari lokasi tetap seperti silo misil (Missile launch facility), kendaraan peluncur, pesawat, kapal atau kapal selam. Tahap peluncuran dapat berlangsung dari puluhan detik sampai beberapa menit dan dapat terdiri sampai dengan tiga tingkat roket. 
Trayektori rudal balistik terdiri dari tiga tahap yaitu tahap peluncuran, tahap terbang bebas dan fase memasuki kembali atmosfir Bumi. 

Rudal balistik berhulu ledak nuklir AS. 


*LGM-30 Minuteman, rudal balistik berhulu ledak nuklir AS. 

Land-based ICBMs

Russia, the United States, China and India are the only countries currently known to possess land-based ICBMs.
Peluru kendali jelajah 
Peluru kendali jelajah adalah peluru kendali yang memakai sayap dan menggunakan jet sebagai tenaga penggerak. Peluru kendali jelajah intinya adalah bom terbang. Peluru kendali jelajah dirancang untuk membawa hulu ledak konvensional dalam jumlah besar atau nuklir dan dapat menjangkau ratusan mil dengan tingkat akurasi tinggi.
Peluru kendali jelajah modern dapat terbang mencapai kecepatan supersonik atau di atas subsonik, menggunakan sistem kendali otomatis dan terbang pada ketinggian rendah untuk menghindari radar. Rudal jelajah pertama yang dikembangkan adalah Kettering Bug yang dikembangkan oleh Amerika Serikat pada 1917 untuk digunakan dalam Perang Dunia I.
Rudal ini terbang lurus untuk waktu yang telah ditentukan sebelumnya kemudian sayapnya akan dilepaskan untuk kemudian badan rudal yang mengandung hulu ledak jatuh menghujam tanah. Rudal ini tidak pernah digunakan dalam perang karena Perang Dunia I selesai sebelum rudal ini dapat digunakan. Rudal jenis ini yang terkenal antara lain adalah BGM-109 Tomahawk AS yang dapat mencapai jangkauan 1.100 km.

Peluru kendali anti-kapal 
Peluru kendali anti-kapal adalah rudal yang fungsi utamanya adalah untuk menghancurkan kapal permukaan. Kebanyakan rudal anti-kapal menggunakan sistem pemandu inersial dan pelacak radar aktif. Rudal anti-kapal adalah salah satu dari sekian rudal jarak pendek yang digunakan dalam Perang Dunia II. 
Jerman menggunakannya untuk menenggalamkan banyak kapal sekutu sebelum pihak sekutu menemukan cara untuk mengatasinya (prinsipnya dengan radio jamming). Rudal anti-kapal dapat diluncurkan dari kapal, kapal selam, pesawat, helikopter dan kendaraan darat. Rudal anti-kapal yang terkenal dalam sejarah adalah rudal Jerman, Fritz X dan Henschel Hs 293. 

Peluru kendali darat ke udara 
Peluru kendali darat ke udara adalah peluru kendali yang diluncurkan dari darat untuk menghancurkan pesawat. Istilah terkenal untuk rudal jenis ini adalah SAM yang merupakan singkatan dari rudal darat ke udara dalam bahasa Inggris yaitu suface-to-air missile. 
Rudal darat ke udara dapat diluncurkan dari lokasi tetap atau kendaraan peluncur. SAM terkecil yang dikembangkan oleh Uni Soviet dapat dibawa dan diluncurkan oleh seorang tentara. SAM juga dapat diluncurkan dari kapal, contoh dari jenis ini adalah Aegis. 

Peluru kendali udara ke udara 




Peluru kendali udara ke udara adalah rudal yang dipasang di pesawat terbang dengan target menghancurkan pesawat musuh. Rudal udara ke udara yang terkenal antara lain adalah AIM-9 Sidewinder buatan Amerika Serikat. Rudal jenis ini dapat mendeteksi target dengan menggunakan pelacak radar, inframerah atau laser. 
Rudal udara ke udara umumnya berbentuk panjang, silinder tipis untuk mengurangi efek gesekan pada kecepatan tinggi. Rudal ini umumnya digerakkan oleh satu atau lebih roket berbahan bakar padat atau cair. 
Contohnya: MBDA Meteor buatan Britania Raya menggunakan ramjet dan dapat mencapai kecepatan Mach 4. 

Peluru kendali anti-tank 
Peluru kendali anti-tank adalah rudal yang fungsi utamanya untuk menghancurkan tank atau kendaraan lapis baja lainnya. Rudal anti-tank generasi pertama seperti AG-3 Sagger dikendalikan dengan menggunakan joystick. Rudal anti-tank generasi kedua seperti BGM-71 TOW dan AGM-114 Hellfire menggunakan radio, penanda laser atau kamera di ujung rudal.
Rudal anti-tank generasi ketiga seperti FGM-148 Javelin buatan AS dan Nag buatan India adalah dari jenis "tembak dan lupakan". Nag menggunakan pelacak inframerah serta gelombang milimeter.


 Peluru kendali anti-balistik MIM-104 Patriot

Peluru kendali anti-balistik 
adalah peluru kendali dengan fungsi utama untuk menyergap dan menghancurkan peluru kendali balistik lawan. Rudal anti-balistik jarak pendek antara lain Arrow buatan Israel dan MIM-104 Patriot buatan AS. Sedangkan rudal anti-balistik yang dirancang untuk melawan ICBM sebelumnya hanya ada dua yaitu Safeguard AS yang menggunakan LIM-49A Spartan dan Sprint serta A-35 Rusia. A-35 kemudian dikembangkan menjadi A-135 yang menggunakan Gorgon dan Gazelle. Amerika Serikat kemudian mengembangkan Ground-Based Midcourse Defense. 

Peluru kendali anti-satelit 
Peluru kendali anti-satelit adalah rudal yang memiliki fungsi untuk menghancurkan satelit buatan musuh. Rudal jenis ini antara lain adalah Anti-satellite weapons (ASAT) yang diluncurkan dari pesawat. Rudal jenis ini relatif masih dalam tahap pengembangan. 

Torpedo 
Torpedo adalah proyektil berpenggerak sendiri yang diluncurkan dari atas permukaan atau di bawah permukaan air yang kemudian meluncur di bawah permukaan air, dirancang untuk meledak pada kontak atau jarak tertentu dengan target. Torpedo dapat diluncurkan dari kapal, kapal selam, helikopter, pesawat dan ranjau laut. 
Beberapa contoh torpedo modern antara lain MK 48 AS yang diluncurkan dari tabung torpedo kapal selam dan menggunakan sonar pasif atau aktif, serta VA-111 Shkval buatan Rusia yang menggunakan efek superkavitasi dapat mencapai kecepatan 200 knot atau 370 km/jam.

 
"War does not determine who is right - only who is left."
~Bertrand Russell~

Bagaimana kalau rudal-rudal atau  InterContinental Ballistic Missile ini digunakan untuk menghancurkan benda-benda antariksa (Asteroid, Meteorit dll) yang akan menghujam bumi?


Dr. Mahmoud Ahmadinejad, M. Eng.
Presiden Iran yang Sederhana dan Kharismatik 
Dosen Peraih Gelar Doktor dalam bidang teknik dan perencanaan lalu lintas dan transportasi di Universitas Sains dan Teknologi Iran (IUST)

Gajinya sebagai dosen di sebuah universitas hanya senilai US$ 250. Presiden  Ahmadinejad masih tinggal di rumahnya. Hanya itulah yang dimilikinya, seorang presiden dari negara yang penting baik secara strategis, ekonomis, politis, belum lagi secara minyak dan pertahanan. Bahkan ia tidak mengambil gajinya, alasannya adalah bahwa semua kesejahteraan adalah milik negara dan ia bertugas untuk menjaganya.

Satu hal yang membuat kagum staf kepresidenan adalah tas yang selalu dibawa sang presiden tiap hari selalu berisikan sarapan; roti isi atau roti keju yang disiapkan istrinya dan memakannya dengan gembira, ia juga menghentikan kebiasaan menyediakan makanan yang dikhususkan untuk presiden.

Bahkan ketika suara azan berkumandang, ia langsung mengerjakan sholat dimanapun ia berada meskipun hanya beralaskan karpet biasa.

Ya Robbana, semoga Bangsa Kami suatu saat nanti dikaruniai Pemimpin yang Amanah dan Mencintai-Mu.

Amin.


Sumber:

1. Wikipedia
2. http://lemjiantek.mil.id/ [Sekolah Tinggi Teknologi TNI-AD/Lembaga Pengkajian Teknologi KODIKLAT TNI-AD]

Tuesday, 5 March 2013

Agenda Pengembangan Energi Indonesia


"My physics teacher, Thomas Miner was particularly gifted. To this day, I remember how he introduced the subject of physics. He told us we were going to learn how to deal with very simple questions such as how a body falls due to the acceleration of gravity."
~Prof. Steven Chu, Ph.D. Peraih Nobel Fisika dan Mantan Menteri Energi AS~ 

At the time of his appointment as Energy Secretary, he was a professor of physics and molecular and cellular biology at the University of California, Berkeley and the director of the Lawrence Berkeley National Laboratory, where his research was concerned primarily with the study of biological systems at the single molecule level.

Previously, he had been a professor of physics at Stanford University. He is a vocal advocate for more research into renewable energy and nuclear power, arguing that a shift away from fossil fuels is essential to combating climate change. For example, he has conceived of a global "glucose economy", a form of a low-carbon economy, in which glucose from tropical plants is shipped around like oil is today.

Energi Terbarukan

Indonesia juga mempunyai potensi yang luar biasa dengan energi terbarukan seperti panas bumi, tenaga air, tenaga surya, tenaga angin dan biofuel. Indonesia memiliki potensi panas bumi terbesar di dunia yaitu 29,038 GW. Namun demikian pemanfaatannya masih kecil yaitu sebesar 1.189 MW.

Pemanfaatan energi terbarukan lainnya yang berasal dari tenaga air, tenaga surya dan tenaga angin masih terbatas. Tenaga air dimanfaatkan hanya 7,54% dari potensi sebesar 75,670 MW. Biomass digunakan hanya 3,25% dari sumber daya 49,810 MW.


Sedangkan kapasitas terpasang dari tenaga surya sebesar 13.5MW dan tenaga angin hanya 1.87 MW. Untuk biodiesel hanya dimanfaatkan sekitar 10% dari kapasitas produksi. Sedangkan bioetanol produksinya masih relatif kecil.

Kekayaan Energi Indonesia dan Pengembangannya


Kebutuhan energi dunia terus mengalami peningkatan. Menurut proyeksi Badan Energi Dunia (International Energy Agency-IEA), hingga tahun 2030 permintaan energi dunia meningkat sebesar 45% atau rata-rata mengalami peningkatan sebesar 1,6% pertahun. Sekitar 80% kebutuhan energi dunia tersebut dipasok dari bahan bakar fosil, utamanya BBM.

Pertambahan laju pertumbuhan penduduk dan peningkatan GDP menyebabkan permintaan energi dunia semakin meningkat. Di sisi lain cadangan BBM dunia semakin berkurang. Hal ini menimbulkan ketidakseimbangan permintaan dan penawaran. Akibatnya harga minyak dunia berfluktuasi. Duniapun mencari alternatif energi baru untuk mengatasi ketergantungan pada BBM.

Dalam batas tertentu keadaan ini juga dialami Indonesia. Saat ini Indonesia masih mengandalkan BBM untuk memasok kebutuhan dalam negeri. Sayangnya sebagian kebutuhan BBM harus diimpor. Padahal Indonesia sesungguhnya diberkahi anugerah energi lain yang melimpah. Indonesia memiliki energi baru dan terbarukan dalam berbagai macam, antara lain batubara, coal bed metane (CBM), shale gas, panas bumi, tenaga surya dan biofuel juga Potensi Pengembangan Energi Nuklir.

Indonesia perlu mengelola sumber energi dengan efisien dan efektif dalam mencapai bauran energi di masa mendatang. Agar tujuan ini tercapai, ada sejumlah agenda penting dalam pengembangan kekayaan energi di Indonesia. 

Pertama, perlunya kebijakan dan regulasi yang mendukung pengembangan pemanfaatan energi di Indonesia. Kebijakan ini utamanya berkaitan dengan pemanfaatan energi for what and how dan aksi implementasi konkrit yang sistematis. Regulasi pendukung juga diperlukan seperti tumpang tindih lisensi, hutan lindung, kepastian investasi, Domestic Market Obligation (DMO), pengawasan produksi dan ekspor. 

Kedua, dalam pengembangan energi dibutuhkan infrastruktur pendukung distribusi terutama angkutan kereta api, jalan dan pelabuhan. Karena keterbatasan anggaran APBN, skema PPP (Public Private Pertnership) bisa dijadikan pertimbangan. Peran pemerintah dibutuhkan dalam hal Perijinan dan kepastian investasi, pembebasan lahan, serta penyiapan dokumen proyek dan penjaminan. 

Ketiga, pemerintah mendorong pemanfaatan teknologi lebih efisien dan bersih. Dalam pemanfaatan batubara misalnya, teknologi yang diperlukan berkaitan dengan pemanfaatan langsung (listrik dan industri), CWM (coal water mixture), konversi menjadi BBM, BBG atau kokas serta upgrading dari low rank menjadi high rank (Steam Tub Dryer, dan Geo Coal). Jika kebutuhannya mendesak, dapat dipertimbangkan penggunaan teknologi proses Sasol yang sudah terbukti berhasi di Afrika Selatan. 

Keempat, diperlukan insentif fiskal berorientasi perspektif jangka menengah dan panjang. Insentif fiskal diperlukan untuk pengembangan energi sesuai dengan keperluannya. Disamping itu diperlukan insentif untuk pembangunan industri energi dan pengembangan sumber-sumber baru, terutama di daerah remote dan terbatas infrastruktur.

Kelima, perlu adanya kelembagaan yang dimiliki oleh pemerintah pusat yang khusus menangani produksi energi tertentu. Agar tidak membebani keuangan negara, disarankan ditugaskan BUMN yang ada untuk menangani khusus produksi, misalnya Batubara dicairkan, pembangunan pembangkit listrik baru, dan penambahan jumlah perusahaan pengelola energi di tanah air.

Menurut hemat penulis bahwasannya untuk memperkuat kedaulatan energi tanah air perlu juga dikembangkan kemampuan para ilmuwan, teknisi dan pusat-pusat penelitian energi di Indonesia dengan cara melibatkan Institusi pendidikan di setiap Universitas dan juga peran masyarakat serta pemerintahan daerah. 

"Orang yang hebat tidak dihasilkan melalui kemudahan, kesenangan dan kenyamanan, mereka dibentuk melalui kesukaran, tantangan dan air mata."
~Dahlan Iskan, Menteri BUMN Fenomenal Indonesia~

Sumber: 

Prof. Dr. Jusuf
Staf Khusus Presiden Bidang Pangan dan Energi

 
Ucapan Terima Kasih:


Guru, Dosen, Keluarga dan Sahabat Seperjuangan


Juga Kepada : 

1. Kementrian ESDM
http://www.esdm.go.id

2. BATAN
http://www.batan.go.id

3. Universitas Pendidikan Indonesia
http://www.upi.edu

4. Bapak Darmawan Prasodjo, M.Sc., Ph.D.
Dosen, Profesor Ekonomi dan Direktur Indonesia Center for Green Economy di Surya University, Alumni Texas A & M University, Nicholas Institute for Environmental Policy Solutions, Duke University, USA.
Chief Editor and Founder Petronomist
http://petronomist.com


Kunjungi Sekolah Online Kami di:
 
Nuclear Science & Technology School: Nuklir Power sebagai pemercepat Kesejahteraan Umat Manusia.

http://nuclearscienceandtechnology.blogspot.com