Friday, 17 May 2013

Pesan Major Inf. H. Agus Harimurti Yudhoyono, M.Sc., MPA.

Major Inf. Agus Yudhoyono Remarks at The International Conference on Futurology: II




Mayor Agus Memaparkan bagaimana The Future of War akan terjadi.

Mengenal Agus Harimurti Yudhoyono

Mayor Inf Agus Harimurti Yudhoyono (lahir 10 Agustus 1978; umur 34 tahun) adalah anak pertama Presiden Republik Indonesia ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono dan Kristiani Herawati. Ia menikahi Annisa Larasati Pohan pada awal Juli 2005.



Agus menyelesaikan pendidikan SMA di SMA Taruna Nusantara tahun 1997 kemudian selesai dari Akademi Militer tahun 2000. Agus kemudian menyelesaikan gelar Master di bidang Strategic Studies di Institute of Defence and Strategic Studies, Nanyang Technological University (NTU), Singapura pada 2006



Pada Mei 2010, Agus meraih gelar Master of Public Administration pada John F. Kennedy School of Government, Harvard University, Massachusetts AS. Seperti ayahnya, Mayor Agus juga mengabdi di militer. Jabatannya saat ini adalah Wadan Yonif Mekanis 201/Jaya Yudha di Jakarta. 

Agus ikut serta dalam Pasukan Garuda XXIII/C yang telah diberangkatkan sebagai bagian dari Pasukan Perdamaian PBB di Libanon (UNIFIL). Ia tergabung dalam Batalyon Infanteri (Yonif) Mekanis.



Semangat Para Pemuda Indonesia

Thursday, 16 May 2013

Mengenal Lembaga Riset Terbesar di Dunia V



Di tengah keterbatasan dana dari pemerintah, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tetap harus berkarya di bidang riset ilmu pengetahuan dan teknologi. Bahkan, LIPI menargetkan masuk dalam jajaran 100 besar lembaga terbaik di dunia. 

Dan Allhamdulilah Target Tersebut Tercapai bahkan terlampaui.
Sepertinya kita patut berbangga hati terhadap LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia). Pasalnya di tengah berbagai keterbatasan dana dan sumber daya manusia, LIP masuk dalam top 2 persen lembaga riset dunia. 

Indonesia sebagai negara berkembang masih belum memiliki kesadaran pentingnya penelitian. Sebagai Contoh Korea Selatan yang berpenduduk 55 juta jiwa memiliki sebanyak 270 ribu peneliti resmi. 

Bandingkan dengan penduduk Indonesia yang mencapai 237.641 orang hanya memiliki 8.000 peneliti resmi. 

Perbedaan yang sangat mencolok dapat Anda lihat pada perbandingan tersebut. "Anggaran riset di Korea selatan mencapai empat persen dari PDB (product domestic bruto) sedangkan Indonesia hanya 0,03 persen dari PDB," Kata Prof. Lukam Hakim, Kepala LIPI. "Bahkan anggaran penelitian dan jumlah peneliti kita kalah dengan Malaysia dan Singapura," tambahnya. 

Dengan kondisi yang memprihatinkan tersebut maka wajar jika pencapaian tersebut menjadi membanggakan. LIPI mampu bersaing bersama lembaga riset kelas dunia lain. LIPI adalah lembaga resmi milik pemerintah yang khusus mengelola dan membina penelitian. 

Keanekaragaman hayati, kebun raya, pengukuran, pengujian adalah sebagian dari banyak cabang ilmu yang dipegang otoritasnya oleh LIPI. LIPI membina banyak peneliti yang tersebar di berbagai institusi di Indonesia.

LIPI juga telah melahirkan 300 orang profesor riset yang tersebar di Indonesia.


56
Indonesian Institute of Sciences [LIPI]
bandera
128
104
69
34
57
Japan Health & Research Institute
bandera
269
21
19
1242
58
Argonne National Laboratory
bandera
78
64
49
176
59
Russian Academy of Sciences Siberian Branch
bandera
115
128
82
26
60
Fundação Oswaldo Cruz
bandera
126
93
60
60
61
(1) NOAA National Weather Service
bandera
1
33
506
1098
62
Fraunhofer Gesellschaft
bandera
70
70
89
141
63
Chemical Engineering Research Information Center
bandera
166
125
79
30
64
Gesellschaft für Wissenschaftliche Datenverarbeitung Gottingen
bandera
207
99
64
51
65
National Bureau of Economic Research
bandera
521
98
63
21
66
Universities Space Research Association
bandera
450
68
52
78
67
UMR5506 Laboratoire d'Informatique, de Robotique et de Microélectronique de Montpellier
bandera
156
102
67
102
68
Agricultural Research Service
bandera
123
114
103
76
69
UPS2275 Centre pour la Communication Scientifique et Directe
bandera
213
150
93
25
70
Oficina Española de Patentes y Marcas
bandera
369
18
16
2875


Indonesia Bisa!

Amin.

Ucapan Terima Kasih:


Bpk. Dr. Miftachul Hadi, M.Sc.
[Peneliti Fisika di LIPI dan Founder Institute for Theoretical Physics and Mathematics]

Bpk. Dr. Teddy Lesmana, S.E., M.M.
[Peneliti Ekonomi di LIPI] Bersambung. Semoga Bermanfaat

Mengintip Ketersediaan Uranium di Indonesia

 Cascades of gas centrifuges are used to enrich uranium ore to concentrate its fissionable isotopes.

Cadangan energi fosil dunia diperkirakan hanya mampu bertahan memenuhi kebutuhan energi dalam jangka waktu yang tidak lama.

Seperti pada minyak bumi yang hanya mampu mencukupi kebutuhan energi dunia sampai 42 tahun lagi, gas alam cair bertahan hingga 62 tahun kedepan.

Kendati begitu pemenuhan kebutuhan energi masih bisa diantisipasi dengan pemanfaatan sumber energi terbarukan, salah satunya adalah uranium yang merupakan sumber energi nuklir.

Ketersediaan uranium dunia diprediksikan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan energi dunia hingga 3.600 tahun mendatang.

Hal tersebut disampaikan Staf Ahli Menristek Bidang Energi dan Material Maju, Dr. Agus R. Hoetman, M.Sc.

Dr. Agus menuturkan uranium dengan proses recycle atau reprocessing bisa bertahan hingga 3.600 tahun lagi. Dengan demikian uranium sangat potensial digunakan sebagai alternatif dalam pemenuhan kebutuhan energi dunia.” 

Di Indonesia sendiri potensi cadangan uraniumnya tersebar di beberapa daerah luar Pulau Jawa sehinga memungkinkan penggunaan energi nuklir untuk pembangkit listrik jika kedepannya sudah tidak ada lagi suplai dari energi fosil ,” jelasnya. 

Mengenal Uranium

Uranium is a silvery-white metallic chemical element in the actinide series of the periodic table, with symbol U and atomic number 92. A uranium atom has 92 protons and 92 electrons, of which 6 are valence electrons. Uranium is weakly radioactive because all its isotopes are unstable. The most common isotopes of uranium are uranium-238 (which has 146 neutrons) and uranium-235 (which has 143 neutrons).

Uranium has the second highest atomic weight of the primordially occurring elements, lighter only than plutonium. Its density is about 70% higher than that of lead, but not as dense as gold or tungsten. It occurs naturally in low concentrations of a few parts per million in soil, rock and water, and is commercially extracted from uranium-bearing minerals such as uraninite.

References


 http://en.wikipedia.org/wiki/Uranium