Tuesday, 28 May 2013

Mewaspadai Perlombaan Pesawat Jet Tempur Canggih


Dengan spesifikasi tempur yang canggih, pesawat-pesawat tempur ini layak disegani.

Wajar jika harga satu unitnya bisa mencapai ratusan juta dollar AS.



Bagi suatu negara, pertahanan militer merupakan salah satu perangkat utama yang harus dimiliki untuk menjaga kedaulatannya. Dari sekian banyak perangkat pertahanan negara, kelengkapan persenjataan termasuk dalam kategori penilaian kekuatan negara itu. 

Indonesia sebagai salah satu negara maritim yang cukup luas juga tak kalah dari segi kekuatan militer. Kita boleh bangga karena negara ini telah diperkuat oleh sejumlah peralatan artileri dan pesawat tempur yang tidak kalah dengan negara lain.

Pesawat tempur jenis Sukhoi dan F-16 adalah beberapa di antara burung besi yang selalu mengawal keamanan negara Indonesia. Dengan beberapa pesawat tempur yang ada, tak bisa dipungkiri dari segi kecanggihan teknologi pesawat tempur milik Indonesia sedikit tertinggal.

Negara-negara Superpower di dunia juga memiliki burung besi untuk kepentingan tempur dengan spesifikasi yang luar biasa. Ada yang berteknologi jet siluman, bunglon, sampai amfibi. 

Beberapa negara memang dikenal sebagai produsen peralatan tempur yang berkualitas, sebut saja Rusia, Amerika Serikat, dan Jepang. Produk pesawat tempur lansiran negara-negara tersebut selalu menarik untuk diamati. 

Bukan hanya untuk kepentingan perang, namun pesawat tempur seolah dibuat sebagai ajang kecanggihan teknologi militer yang begitu memukau. 

Lupakan dulu isu-isu senjata pemusnah massal yang dituding dibuat oleh Iran atau Korea Utara, namun pesawat-pesawat jet super canggih ini sudah cukup membuat gentar saat maju ke medan perang. 

Disebut juga dengan Sukhoi PAK FA (Prospective Airborne Complex of Frontline Aviation), pesawat tempur ini masuk dalam kategori pesawat bermesin ganda yang dibuat oleh perusahaan Sukhoi untuk memperkuat armada pertahanan Russian Air Force. 




Sukhoi PAK FA merupakan nama proyek pembuatan pesawat-pesawat jet tempur super ganas dan Sukhoi T-50 adalah salah satunya. Pesawat tempur Sukhoi T-50 merupakan salah satu pesawat tempur yang cukup disegani dalam ranah militer internasional. 

Kekuatan fisik serta daya tempurnya begitu mencerminkan karakter militer Rusia yang keras dan tegas.

Kini, Sukhoi T-50 telah dipinang untuk memperkuat armada tempur negara Rusia, Korea Selatan, dan Vietnam.

Harga 1 unit: Lebih dari 100 juta dollar AS

Referensi:

  1. ^ "Fighter —Definition and More from the Free Merriam Webster Dictionary.". Merriam Webster Dictionary. Encyclopædia Britannica. 22 September 2011.
  2. ^ Andreas Parsch (22 September 2011). "Non-Standard DOD Aircraft Designations".
  3. ^ "Mitchell’s Theory". Air & Space Power Course. College of Aerospace Doctrine, Research and Education. 22 September 2011.
  4. ^ Stephen Trimble (22 September 2011). "XCLUSIVE: US Air Force combat fleet's true operational costs revealed". Stephen Trimble's The Dew Line. Flight Global.
  5. ^ Lee, Arthur Gould. No Parachute. London: Jarrolds, 1968. ISBN 0-09-086590-1.
  6. ^ Eric Lawson, Jane Lawson (2002). "The First Air Campaign: August 1914– November 1918". Da Capo Press. p.123. ISBN 0-306-81213-4
  7. ^ Harry Furniss (2000). "Memoirs one: the flying game". Trafford Publishing. ISBN 1-55212-513-0
  8. ^ John Buckley (1998). "Air power in the age of total war". Taylor & Francis. p.43. ISBN 1-85728-589-1

Lomba Pertarungan Dirgantara


A fighter aircraft is a military aircraft designed primarily for air-to-air combat against other aircraft, as opposed to bombers and attack aircraft, whose main mission is to attack ground targets. The hallmarks of a fighter are its speed, maneuverability, and small size relative to other combat aircraft.



Lihat Juga


Source:

http://en.wikipedia.org/wiki/Fighter_aircraft

Monday, 27 May 2013

Studi Pendekatan Kontrak Pembangunan PLTN

Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) menilai keberadaan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) sangat penting di Indonesia. 


Energi merupakan suatu kekuatan suatu bangsa (power of nation), terpenuhinya kebutuhan energi akan menjamin pertumbuhan ekonomi, ketahanan dan kemandirian suatu bangsa.

Peningkatan jumlah penduduk, standar hidup dan ekonomi berdampak pada pertumbuhan kebutuhan energi suatu negara. Untuk memenuhi kebutuhan energi Indonesia, pemerintah mengundangkan Peraturan Presiden No. 5 Tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional, yang berisi pemanfaatan semua jenis energi yang tersedia secara optimal yang dikenal sebagai bauran energi optimal (optimum energi mix), disebutkan bahwa porsi EBT pada tahun 2025 mencapai lebih besar dari 17% ( biofuel lebih besar dari 4%, panas bumi lebih besar dari 5%, batubara cair lebih besar dari 2% dan EBT lainnya lebih besar dari 5%).

KONTRAK PEMBANGUNAN PLTN 

Faktor Pertimbangan Keputusan Pembangunan PLTN Pembangunan PLTN sebagai suatu proyek raksasa mempunyai beberapa ciri yang perlu dipahami dengan baik dan benar. Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan adalah: 

o Pertimbangan biaya kontruksi PLTN. 

o Pertimbangan pendekatan kontrak pembangunan PLTN. 

o Pertimbangan periode kontruksi jangka panjang.

o Pertimbangan jenis teknologi PLTN.

o Pertimbangan penerimaan masyarakat. 

Pilihan terhadap pendekatan kontrak pembangunan PLTN merupakan hal yang mendasar dipertimbangkan ketika keputusan rencana pembangunan PLTN pertama diputuskan oleh permerintah. Beberapa faktor utama yang harus dipertimbangkan untuk keputusan pada pendekatan kontrak: 

o Adanya komitmen pemerintah mengenai program nuklir nasional. 

o Kebijakan partisipasi lokal. 

o Ketersediaan personil manajemen proyek yang berkualitas.

o Adanya teknik dan infrastruktur industri yang memadai. 

o Kemampuan untuk membangun infrastruktur pendukung.

o Perijinan otoritas, penanganan bahan bakar nuklir, operasional dan pemeliharaan, penanganan limbah radioaktif / penyimpanan dan dekommisioning. 

o Ketersediaan bantuan teknis dari pemilik PLTN.

o Kemampuan untuk menetapkan dan mempertahankan persiapan tender dan jadwal evaluasi penawaran dengan ketat. 

o Ketersediaan pemasok pra-kualifikasi terkait pengalaman vendor dengan pendekatan. kontrak yang berbeda dan berkaitan dengan manajemen dan pengalaman teknik.

o Pengalaman pemilik PLTN dengan proyek serupa. 

o Standarisasi dan tingkat teknologi untuk jenis reaktor yang diusulkan. 

o Hubungan pemerintah dan industri dengan negara pemasok. 

o Pertimbangan ekonomi. 

o Kemampuan untuk mengoptimalkan hubungan dan manfaat antara transfer teknologi dan strategi proyek pengadaan. 

o Pertimbangan garansi dan kewajiban, termasuk kewajiban nuklir. 

Pendekatan Kontrak 

Pendekatan kontrak merupakan faktor penting dalam rangkaian panjang proyek pembangunan PLTN yang sangat mempengaruhi seluruh aspek, mulai dari tahap pemilihan tapak, desain, kontruksi, komisioning dan dekomisioning. Secara umum di dalam lingkup proyek pembangunan PLTN terdapat 3 jenis pendekatan kontrak yang sering digunakan, yaitu :

(a). Kontrak putar kunci atau turnkey contract (plant approach).

(b). Kontrak paket terbelah atau split-package contract (island approach).

(c). Kontrak paket multi atau multi-package contract (component approach).



Kontrak Putar Kunci atau Turnkey Contract (Plant Approach). 

Pada tipe pendekatan kontrak putar kunci, seluruh kegiatan proyek pembangunan PLTN menjadi tanggung jawab penuh kontraktor utama, mulai dari desain, manufaktur, kontruksi dan komisioning. Secara garis besar seluruh biaya pembangunan dan risiko yang terkait dengan proyek pembangunan PLTN menjadi beban yang harus ditanggung oleh kontraktor utama. Setelah bangunan dan fasilitas selesai dibangun, maka pihak kontraktor utama seakan tinggal menyerahkan kunci kepada pemilik (owner) PLTN.

Adapun kelebihan dari pendekatan kontrak putar kunci, diantaranya yaitu:

o Pengaturan kontrak secara teknis lebih baik.
o Adanya garansi teknis dan jaminan operasional seluruh komponen pembangkit dari kontraktor.
o Pengendalian manajemen pembangunan PLTN lebih sederhana.
o Sedikitnya risiko keterlambatan jadwal.
o Sedikitnya risiko dampak biaya keadaan terkini dari reaktor.
o Upaya koordinasi untuk pengendalian biaya menjadi lebih sederhana.
o Adanya kesempatan yang baik terhadap paket pembiayaan luar negeri.
o Dokumentasi proyek lebih rapi.


Sedangkan kekurangan dari pendekatan kontrak putar kunci, diantaranya yaitu:
o Terbatasnya kendali pembelian komponen terhadap proyek.
o Tingginya harga penawaran pembangkit.
o Terbatasnya pengalaman yang diperoleh.

Sumber:

Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI)
Dr. Yohanes Dwi Anggoro, dan
Dr. Sahala M. Lumbanraja
Pusat Pengembangan Energi Nuklir (PPEN) BATAN .