Wednesday, 26 June 2013

Biofisika Tubuh Man of Steel

Soldier of Steel: Bagaimana Membentuk Tubuh Seperti Henry Cavill?



Henry Cavill shares his experience training with Mark Twight (Gym Jones), as he made his own personal transformation to portraying the MAN OF STEEL.

Physics of the Human Body

By: Prof. Irving P. Herman, Ph.D.

http://apam.columbia.edu/irving-herman

Research Interests

Nanocrystals, optical spectroscopy of nanostructured materials, laser diagnostics of thin film processing, mechanical properties of nanomaterials

Education

Ph.D. Massachusetts Institute of Technology, 1977.




Physics of the Human Body comprehensively addresses the physical and engineering aspects of human physiology by using and building on first-year college physics and mathematics.

Topics include the mechanics of the static body and the body in motion, the materials properties of the body, muscles in the body, the energetics of body metabolism, fluid flow in the cardiovascular and respiratory systems, the acoustics of sound waves in speaking and hearing, vision and the optics of the eye, the electrical properties of the body, and the basic engineering principles of feedback and control in regulating all aspects of function.

The goal of this text is to understand physical issues concerning the human body, in part by developing and then using simple and subsequently more refined models of the macrophysics of the human body. Many chapters include a brief review of the necessary physical principles.

There are problems at the end of each chapter; solutions to selected problems are also provided. This text is geared to undergraduates interested in physics, medical applications of physics, quantitative physiology, medicine, and biomedical engineering.

Tertarik membentuk tubuh kita se-berotot Superman?

Sumber:

1. National Guard
2. Man of Steel
3. Columbia University
4. Springer

Bahan Bakar Alternatif Potensial

Minat menggunakan bahan bakar alternatif untuk mobil atau truk yang terus tumbuh pada dasarnya dimotivasi oleh tiga pertimbangan berikut ini:

1. Bahan bakar alternatif umumnya menghasilkan lebih sedikit emisi kendaraan yang berkontribusi terhadap kabut asap, polusi udara dan pemanasan global;

2. Sebagian besar bahan bakar alternatif tidak diturunkan dari bahan bakar fosil yang merupakan sumber daya yang terbatas.

3. Bahan bakar alternatif dapat membantu negara memenuhi kebutuhan energi secara lebih mandiri.
 
"Tempat Pengisian Mobil Listrik Masa Depan Bertenaga Matahari"

Ada delapan bahan bakar alternatif yang paling potensial. Beberapa darinya sudah banyak digunakan, dan yang lainnya masih berupa bahan bakar eksperimental atau belum tersedia secara luas.

Semuanya memiliki potensi yang tinggi sebagai bahan bakar alternatif murni atau campuran untuk bensin dan diesel.

1. Etanol Sebagai Bahan Bakar Alternatif

Etanol adalah bahan bakar alternatif berbasis alkohol yang dibuat dengan cara fermentasi dan penyulingan dari tanaman seperti jagung atau gandum. Etanol dapat dicampur dengan bensin untuk meningkatkan kadar oktan bahan bakar dan meningkatkan kualitas emisi.

2. Gas Alam Sebagai Bahan Bakar Alternatif

Gas alam merupakan bahan bakar alternatif yang bersih dan sudah tersedia bagi banyak orang di banyak negara melalui berbagai fasilitas penyedia gas alam untuk di rumah dan bisnis. Ketika digunakan pada kendaraan bertenaga gas - mobil atau truk yang dirancang khusus - gas alam menghasilkan jauh lebih sedikit emisi berbahaya daripada bensin atau diesel.


3. Listrik Sebagai Bahan Bakar Alternatif

Listrik dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif, seperti dengan menggunakan baterai. Kendaraan listrik mendapatkan sumber tenaganya dari baterai yang dapat diisi ulang menggunakan sumber listrik standar. Bahan bakar ini menghasilkan tenaga tanpa ada pembakaran ataupun polusi, namun sebagian dari sumber tenaga ini masih tercipta dari batu bara dan meninggalkan gas karbon.

 Prof. Muhammad Nuh, MENDIKBUD dan Dr. Budi Santoso DIRUT PT. Dirgantara Indonesia
Berfoto dengan Gang Car, sebuah Mobil Listrik karya Anak Bangsa

4. Hidrogen Sebagai Bahan Bakar Alternatif

Hidrogen dapat dicampur dengan gas alam untuk membuat bahan bakar alternatif untuk kendaraan. Hidrogen juga digunakan pada kendaraan yang menggunakan listrik sebagai bahan bakarnya. Walaupun begitu, harga untuk penggunaan hidrogen masih relatif mahal.

5. Propana Sebagai Bahan Bakar Alternatif

Propana yang juga disebut sebagai bahan bakar gas cair atau LPG adalah produk sampingan dari pengolahan gas alam dan penyulingan minyak mentah. Propana sudah banyak digunakan sebagai bahan bakar untuk kegiatan memasak dan pemanas, propana juga merupakan bahan bakar alternatif yang populer bagi kendaraan. Propana menghasilkan emisi yang lebih sedikit dibandingkan bensin, dan sudah tersedia infrastruktur yang sangat maju untuk transportasi, penyimpanan dan distribusi propana.

6. Biodiesel Sebagai Bahan Bakar Alternatif

Biodiesel merupakan bahan bakar alternatif yang berbasis minyak nabati atau lemak hewan, salah satu bahkan bakunya berupa limbah minyak makan dari restoran. Mesin kendaraan dapat dikonversi untuk dapat membakar biodiesel dalam bentuk murni, dan biodiesel juga dapat dicampur dengan diesel konvensional untuk digunakan pada mesin yang tidak dimodifikasi. Biodiesel aman, biodegradable, dan dapat mengurangi polusi udara.

7. Methanol Sebagai Bahan Bakar Alternatif

Metanol juga dikenal sebagai alkohol kayu, dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif pada kendaraan yang didesain berbahan bakar M85, campuran 85 persen metanol dan 15 persen bensin, tapi saat ini perusahaan mobil sudah banyak yang tidak lagi memproduksi kendaraan berbahan bakar metanol. Namun, metanol bisa menjadi bahan bakar alternatif yang penting di masa depan.

8. P-Series Sebagai Bahan Bakar Alternatif

P-Series merupakan perpaduan bahan bakar etanol, gas alam cair dan methyltetrahydrofuran (MeTHF). P-Series merupakan bahan bakar yang bersih dan beroktan tinggi. Penggunaannya pun sangat mudah jika ingin dicampurkan tanpa ada proses dengan teknologi lain. Akan tetapi, hingga sekarang belum ada produsen kendaraan yang menciptakan kendaraan dengan bahan bakar fleksibel.

 Pak. Dahlan Iskan Berdialog dengan Masyarakat dalam Kereta Listrik

Sumber:

1. Kementrian ESDM
2. Indonesia Energi
3. Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia
4. Kementrian BUMN

Tuesday, 25 June 2013

Impian-Impian Eyang Habibie

Daya geraknya adalah jiwa manusia: yang tergerak oleh aspirasi masyarakat yang menghendaki kehidupan baru. Sedang aspirasi itu sendiri timbul dari adanya kesengsaraan dalam hidupnya.
 



Demikian juga halnya dengan revolusi perjuangan nasional kita yang lahir dari semangat bangsa yang hidup sengsara dan tertindas di bawah belenggu penjajahan, dan karena itu mendambakan suatu kehidupan baru, yang tidak mungkin bisa diraihnya dalam konstelasi masyarakat pada masa penjajahan.

Semangat bangsa itu dipersiapkan pada zaman Boedi Oetomo 1908, dilanjutkan dalam zaman Sumpah Pemuda 1928, lantas bergerak maju menuju Proklamasi Kemerdekaan 1945 dan berlanjut terus hingga kini.

Semangat itu adalah semangat untuk mencapai kehidupan yang lebih baik.

Tugas kita sebagai pemikir adalah memberi bentuk nyata pada semangat itu. 

Kita harus mempunyai ideal-ideal, bukan untuk diri kita tetapi untuk bangsa kita.

Kita wajib bermimpi tentang masa depan bangsa kita.

Kita wajib bermimpi tentang kehidupan yang lebih baik untuk seluruh bangsa kita.

Tetapi sebagai orang yang berpendidikan, kita harus sadar bahwa mewujudkan impian itu membutuhkan kerja keras.

Melakukan transformasi teknologi dan industri berarti bergerak ke arah dimensi baru dalam kehidupan kita sebagai bangsa.

Cepat atau lambat dimensi baru bangsa Indonesia itu akan diakui dunia internasional.

Dimensi inilah yang sering tidak terlihat jika mengadakan perhitungan mikro dan makro ekonomi yang lazim digunakan untuk menilai layak-tidaknya pendirian industri.

Memang, bergerak ke dimensi baru dalam kehidupan suatu bangsa mengandung risiko:

Risiko pemikiran baru, risiko inovasi dalam pemikiran.

Sebagai bangsa, kita harus pandai melakukan kedua macam pemikiran:

Berpikir untung-rugi, biaya-manfaat dan berpikir baru.

Menggunakan analisis biaya-manfaat sangat berguna untuk menghindari dilakukannya investasi yang merugikan. Sedang melakukan inovasi memang dapat mendatangkan kerugian besar.

Namun, menghindar dari kemungkinan rugi juga dapat berarti melepaskan kesempatan beralih ke dimensi baru dan tetap terpaku pada posisi lama yang jelas akan merugikan dari sudut idealisme dan semangat perjuangan.

Untuk mencapai tingkat kemahiran industri yang memadai secara internasional diperlukan waktu:
Waktu untuk mengikuti suatu kurva belajar (learning curve).

Hidup tidak mungkin menggantungkan harapan pada jatuhnya jenius dari langit.

Lazimnya, Meister von Himmel gefallen tidak ada.

Pada umumnya, semua manusia di dunia ini harus menjalani suatu proses belajar, belajar dari pengalaman, belajar dari kesalahan dan keberhasilan sendiri.

Dan dalam belajar, lazimnya dibutuhkan energi yang lebih banyak dan investasi lebih besar dari energi dan investasi yang dilakukan oleh yang sudah mahir.

Pendekatan kita kepada wahana transformasi industri harus dan akan selalu pragmatis.

Namun, di dalam wahana yang sedang ditumbuhkan itu, kita berada dalam gerakan ke atas. Dan seperti galibnya, suatu gerakan ke atas selalu membutuhkan energi yang lebih banyak.

Untuk itu, masyarakat seyogyanya rela memberi pada industri-industri nasionalnya yang sedang tumbuh, waktu untuk belajar, waktu untuk memperoleh pengalaman, membuat kesalahan, dan mengatasi berbagai penyakit anak.


Di tahun 1994, kita mulai memasuki era tinggal landas. Di tahun 2026, industri-industri wahana transformasi Indonesia insya Allah sudah akan beroperasi dengan sangat efisien, produktif, dan optimum.

Pada saat itu, daya penggerak industrialisasi kita tidak akan terbatas pada pasaran domestik kita saja. Daya penggerak industrialisasi kita akan mencakup pula pasaran regional dan pasaran internasional.

Apakah suatu hal yang berlebihan jika para produsen Indonesia diberi waktu sesingkat itu untuk mengejar dimensi baru kehidupan bangsanya?

 

 ''Sebagai insinyur maupun ilmuwan seharusnya kita mampu untuk berperan dalam memajukan bangsa ini,''
*Dr. Ing. Ilham Akbar Habibie, M.B.A.* 
CEO dan Direktur Ilthabi Rekatama

Selamat Milad Bapak.

Sumber: 

The Habibie Center

Institute for Advanced Study at Indonesia