Showing posts with label Physics Education. Show all posts
Showing posts with label Physics Education. Show all posts

Monday, 5 August 2013

Mesin Ajaib untuk Menciptakan Revolusi Kecerdasan

Inilah masanya!

Inilah saatnya Eropa melampaui jauh bangsa-bangsa lainnya di dunia! 

Sekitar tahun 1400-an, di Jerman hidup seorang pengusaha miskin yang lumayan kreatif dalam membuat sesuatu. 

Akan tetap, tanpa ia sadari nantinya ia berhasil menciptakan sebuah mesin yang begitu hebatnya sehingga sebuah peradaban besar tercipta sebagai hasil dari penemuannya. 

Mesin ajaib itu membuat para pemikir besar dan paling genius dalam sejarah dunia hidup kembali dan berbicara kepada masyarakat dunia. 

Dengan mesin itu, Plato, Socrates, Aristoteles, Galen, Ptolemy, Cicero, Homer, para sarjana Arab seperti Ibnu Sina dan Ibnu Rusyd mulai menyebarkan ilmu-ilmu hebatnya dan mengubah daratan Eropa dari bangsa terbelakang menjadi peradaban paling hebat dan paling unggul di dunia. 

Nama penemu itu adalah Gutenberg. 

Johann Gutenberg adalah ahi pembuat logam mulia dan penemu yang bekerja di sebuah percetakan buku di Mainz German. 

Selama hidupnya ia bercita-cita membuat mesin yang bisa mencetak buku dalam jumlah banyak dan murah. 

Gutenberg tidak punya cita-cita muluk. 

Ia hanya ingin usaha percetakannya maju. Buku yang tersebar luas membuat ilmu pengetahuan terhebat, pemikiran orang-orang paling genius, dan para pemimpin terbesar sepanjang sejarah dunia bisa dibaca dan dipelajari dengan mudah dan murah, oleh semua orang. 

Pada zaman internet dan Iptek Informasi-komunikasi saat ini ilmu pengetahuan banyak sekali bertebaran tinggal kemauan kita, masyarakat kita untuk belajar secara massive dan terstruktur untuk meningkatkan ilmunya masing-masing yang diminati. 

Komputer-Internet saat ini merupakan mesin ajaib yang dapat meningkatkan kecerdasan masyarakat banyak. 

Kunjungi Project Gutenberg: 

http://www.gutenberg.org/ 

Semoga Bermanfaat, 

Maju Terus Ilmu Pengetahuan Indonesia.

Sunday, 4 August 2013

Memahami Simbol-Simbol dalam Ilmu Fisika dan Matematika II

Apa itu simbol-simbol dalam fisika dan matematika?


Simbol berasal dari kata symballo yang berasal dari bahasa Yunani. Symballo artinya ”melempar bersama-sama”, melempar atau meletakkan bersama-sama dalam satu ide atau konsep objek yang kelihatan, sehingga objek tersebut mewakili gagasan. 

Simbol dapat menghantarkan seseorang ke dalam gagasan atau konsep masa depan maupun masa lalu.

Simbol adalah gambar, bentuk, atau benda yang mewakili suatu gagasan, benda, ataupun jumlah sesuatu.

Meskipun simbol bukanlah nilai itu sendiri, namun simbol sangatlah dibutuhkan untuk kepentingan penghayatan akan nilai-nilai yang diwakilinya. 

Simbol dapat digunakan untuk keperluan apa saja. Semisal ilmu pengetahuan, kehidupan sosial, juga keagamaan.

Bentuk simbol tak hanya berupa benda kasat mata, namun juga melalui gerakan dan ucapan.

Simbol juga dijadikan sebagai salah satu infrastruktur bahasa, yang dikenal dengan bahasa simbol.

Friday, 2 August 2013

Menyebar Luaskan: Open Access Education

Intro:

Students today are born into a culture of free and open resources. Access to Information and tools has been available since they were born. In the future, students will continue to demand access to free materials both inside the classroom and outside the classroom. Through constructivist education, many will create and contribute to the pool of available educational learning materials.

Content


Kondisi negara Indonesia yang unik, serta perubahan yang terjadi di era global seperti ini mengharuskan kita mengembangkan sistem pendidikan yang lebih terbuka, lebih luwes, dan dapat diakses oleh siapa saja yang memerlukan tanpa memandang usia, jender, lokasi, kondisi sosial ekonomi, maupun pengalaman pendidikan sebelumnya. 

Sistem pendidikan tersebut adalah sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh yang merupakan subsistem dari pendidikan nasional. Penekanan akan peran penting sistem pendidikan jarak jauh dan terbuka dalam pendidikan nasional telah dirumuskan dalam undang-undang tentang Sistem Pendidikan Nasional yang merupakan perubahan visi, misi, dan strategi pendidikan nasional dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 

Pengaruh gabungan kondisi geografis, pertumbuhan, dan sebaran penduduk telah mendorong para pengambil kebijakan di bidang pendidikan untuk menjadikan sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh sebagai alternatif untuk mengatasi pemerataan kesempatan, peningkatan mutu dan relevansi serta efisiensi penyelenggaraan pendidikan antarwilayah, antarpulau, dan antarkelompok penduduk usia sekolah maupun penduduk usia diluar sekolah.

Jumlah dan Potensi Pelajar Indonesia
Hanya tinggal menambah sedikit saja, maka jumlah pelajar Indonesia sebanyak 58 juta pelajar akan menyamai jumlah penduduk Inggris Raya. Dari 58 juta siswa itu, 8 juta siswa SLTA, 50 juta siswa SD-SLTP; dan 10 persen dari mereka memerlukan subsidi pendidikan.

Perwakilan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Mukhlis Catio, di Pekanbaru, Riau, mengungkapkan data yang dimiliki kementerian itu.

Menurut dia, dari puluhan juta pelajar itu, lebih dari sepuluh persennya selayaknya mendapatkan subsidi pendidikan atau beasiswa, yang amat penting guna menghindari gambaran buruk masa depan bangsa ini.

Bayangkan Jika Jumlah ini dioptimalkan hingga jenjang perguruan tinggi?

FUTURE E-Learning Experience for 22nd Century



Peran Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Proses Pendidikan Bangsa
Banyak orang diseluruh penjuru dunia mengakui bahwa sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh dapat digunakan sebagai salah satu cara yang efektif untuk mengatasi permasalahan pendidikan yang sulit diatasi dengan cara konvensional. 

Permasalahan itu misalnya banyak anak usia sekolah yang tidak dapat mengikuti pendidikan konvensional karena tinggal di tempat yang jauh dari sekolah, banyak anak maupun orang dewasa yang ingin memperoleh pendidikan tetapi tidak dapat mengikuti pendidikan konvensional karena harus bekerja mencari nafkah pada jam sekolah.

Banyaknya orang pada waktu mudanya mendapatkan kesempatan memperoleh pendidikan dan sekarang ingin mendapatkan kesempatan kedua tetapi tidak meninggalkan pekerjaannya, banyaknya orang yang ingin mendapatkan pendidikan tetapi tidak dapat karena cacat badan, sakit, tinggal di penjara, tidak dapat meninggalkan rumah karena banyaknya urusan dan tanggung jawab keluarga, dan sebagainya. 

Teknologi komunikasi dan informasi sebagai suatu produk dan proses telah berkembang sedemikian rupa sehingga telah merubah kehidupan kita, dalam berbagai bentuk aplikasi. Pengertian teknologi termasuk teknologi komunikasi dan informasi, hendaknya tidak di pandang sebagai hardware atau hanya sebagai fasilitas belaka. 

Semua teknologi pada hakikatnya adalah proses untuk mendapatkan nilai tambah. Proses itu memang menghasilkan produk yang bermanfaat. Sedangkan pemanfaatan produk itu tidak terlepas dari budaya lain atau sistem yang telah ada. 

Teknologi yang tepat guna adalah teknologi yang sesuai dengan budaya masyarakat yang bersangkutan. Bagi masyarakat yang belum terjamah dengan teknologi komunikasi dan informasi berbasis elektronik, maka teknologi cetak mungkin adalah pilihan yang tepat.

Kondisi masyarakat Indonesia yang beragam memerlukan berbagai macam teknologi untuk keperluan penyediaan jasa pendidikan. 

Teknologi sebagai suatu proses meliputi hal-hal sebagai berikut:

1. Proses harus rasional dan efisien; 
2. Harus menyistem, karena dalam pengertian sistem segala sesuatu akan mempunyai dampak dan dipengaruhi oleh hal lain dalam lingkungannya; 
3. Harus bersistem, yaitu mempertimbangkan segala variabel yang mungkin berpengaruh dalam menentukan prosedur tindakan agar proses itu efektif, efisien, dan serasi; 
4. Melibatkan berbagai pihak yang berkepentingan; 
5. Mengarah pada pemecahan masalah bersama; 
6. Memadukan berbagai prinsip, konsep, dan gagasan; 
7. Mempertimbangkan kondisi lingkungan untuk mencapai tujuan.

Sources:

http://en.wikipedia.org/wiki/Open_education
http://wikieducator.org/Main_Page
http://www.ocwconsortium.org/
Arip Nurahman Notes
Seva Nisa Blogspot
Antara News
Institute for Infocomm Research 

Tuesday, 30 July 2013

Pendidikan Sebagai Elemen Pertahanan Bangsa

"Membangun sistem pembelajaran yang baik dan menyeluruh serta didampingi dengan konsep wawasan ke-bangsaan akan memperkokoh persatuan-kesatuan sebuah bangsa"

Setiap bangsa dalam mempertahankan eksistensi dan mewujudkan cita-citanya perlu memiliki pemahaman mengenai geopolitik dan geostrategi. Geopolitik bangsa Indonesia diterjemahkan dalam konsep Wawasan Nusantara, sedangkan geostrategi bangsa Indonesia dirumuskan dalam konsep Ketahanan Nasional. 

Sesuai dengan bagan paradigma ketatanegaraan Negara Republik Indonesia, maka Ketahanan Nasional (Tannas) merupakan salah satu konsepsi politik dari Negara Republik Indonesia. Ketahanan Nasional dapat dikatakan sebagai konsep geostrateginya bangsa Indonesia. 

Dengan kata lain, geostrategi bangsa Indonesia diwujudkan melalui konsep Ketahanan Nasional. Untuk meresepkan konsep-konsep ini perlu diadakan upaya edukasi masyarakat yang kreatif dengan berbagai metode, misalnya melalui pendidikan, perfilman dan acara-acara nasional yang bersifat mendidik masyarakat agar mencintai bangsa dan negaranya.

Semoga

Aamiin.

Sumber:

Arip Nurahman Notes

Sunday, 28 July 2013

Yang Muda yang Belajar

Proses belajar mengajar adalah suatu aspek dari lingkungan sekolah yang diorganisasi.

Lingkungan ini diatur serta diawasi agar kegiatan belajar terarah sesuai dengan tujuan pendidikan.

Lingkungan belajar yang baik adalah lingkungan yang menantang dan merangsang para siswa untuk belajar, memberikan rasa aman dan kepuasan serta mencapai tujuan yang diharapkan.



Semangat Belajar

Belajar adalah perubahan yang relatif permanen dalam perilaku atau potensi perilaku sebagai hasil dari pengalaman atau latihan yang diperkuat.  

Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon. 

Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika dia dapat menunjukkan perubahan perilakunya. 

Menurut teori ini dalam belajar yang penting adalah input yang berupa stimulus dan output yang berupa respon.  

Stimulus adalah apa saja yang diberikan guru kepada pelajar, sedangkan respon berupa reaksi atau tanggapan pelajar terhadap stimulus yang diberikan oleh guru tersebut. 

Proses yang terjadi antara stimulus dan respon tidak penting untuk diperhatikan karena tidak dapat diamati dan tidak dapat diukur, yang dapat diamati adalah stimulus dan respon, oleh karena itu apa yang diberikan oleh guru (stimulus) dan apa yang diterima oleh pelajar (respon) harus dapat diamati dan diukur.



Sumber:

Wikipedia
Drs. Syaiful Bahri, M.Ag.
Arip Nurahman Notes
http://belajar.kemdiknas.go.id/ [Rumah Belajar Kemendikbud]

Thursday, 25 July 2013

Hikmah Ramadhan: Memahami Sistem Pendidikan di Indonesia dan Singapura

Sistem Pendidikan di Indonesia Dalam undang-undang Sisdiknas tahun 2003 disebutkan bahwa, pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermatabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. 

Berdasarkan UU Sisdiknas No.20 Tahun 2003, jenjang pendidikan di Indonesia ada 3 yaitu : 

1. Pendidikan dasar 

2. Pendidikan menengah 

3. Pendidikan tinggi

Penulis dan Para Anak Muda dari SMA Lab School UPI sedang Mentoring di Mesjid Al-Furqon
Universitas Pendidikan Indonesia


Top 30 Universitas Terbaik di Indonesia 2013

Universitas Gadjah Mada
Yogyakarta
Universitas Indonesia
Depok ...
Institut Teknologi Bandung
Bandung
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Yogyakarta
Universitas Kristen Petra
Surabaya
Universitas Padjadjaran
Bandung ...
Universitas Brawijaya
Malang
Universitas Sebelas Maret
Surakarta
Universitas Diponegoro
Semarang ...
10  Universitas Sumatera Utara
Medan
11  Institut Pertanian Bogor
Bogor
12  Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
Jakarta
13  Universitas Airlangga
Surabaya
14  Universitas Gunadarma
Depok
15  Universitas Sriwijaya
Indralaya ...
16  Universitas Nusa Cendana
Kupang
17  Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Surabaya
18  Universitas Pendidikan Indonesia
Bandung
19  Universitas Mercu Buana
Jakarta
20  Universitas Bina Nusantara
Jakarta ...
21  Universitas Esa Unggul
Jakarta ...
22  Universitas Negeri Yogyakarta
Yogyakarta
23  Universitas Islam Indonesia 
Yogyakarta
24  Universitas Hasanuddin
Makassar
25  Universitas Muhammadiyah Surakarta
Surakarta
26  Universitas Komputer Indonesia
Bandung
27  Universitas Negeri Jakarta
Jakarta
28  Universitas Negeri Malang
Malang
29  Universitas Muhammadiyah Malang
Malang ...
30  Universitas Negeri Semarang
Semarang

Singapura tidak menyamaratakan bahwa semua warga pasti mampu. Biaya sekolah di Singapura relatif murah. Yang diperlukan adalah biaya di luar uang sekolah seperti penunjang kelancaran sekolah, transportasi, buku-buku, dan lainnya.

Untuk keluarga yang tidak mampu, pemerintah menyediakan beasiswa jika perlu. Itu disediakan untuk memastikan bahwa kemiskinan bukan hambatan untuk mengenyam pendidikan.

National University of Singapore
 
Meski mobil bukan persoalan bagi kebanyakan warga di Singapura, untuk kelancaran transportasi anak-anaknya tersedia berbagai mode transportasi, mulai dari MRT, dipadu dengan rangkaian bus kota yang memiliki akses ke semua sekolah. Untuk transportasi ke dan dari Nanyang Technological University (NTU), misalnya, tersedia berbagai jalur bus yang membelah masuk ke kompleks universitas di Jurong.

Apa lagi? 

Ruang kelas, perpustakaan, kantin sekolah, dan tempat bersantai juga tersedia. Ruang kelas ditata secara bersih dan membuat murid bisa melihat guru atau dosen dan sebaliknya dosen atau guru bisa memantau semua anak didiknya. Kelas diperlengkapi dengan peralatan yang memudahkan guru melakukan presentasi lewat slide yang sudah melekat di setiap ruang sekolah sehingga tidak perlu repot setiap kali melakukan presentasi.

Janganlah segan makan di kantin-kantin sekolah, jenisnya cukup banyak, relatif sehat, dan murah lagi.

Akses internet hingga ke ruang-ruang kelas juga tersedia dan gratis hanya dengan mendaftar untuk mendapatkan ID dari sekolah dan universitas. 

Hal itu memang sengaja dilakukan untuk membuat murid memiliki akses yang mudah mendapatkan informasi. Terkadang bahan pelajaran juga sudah dipajang di situs internet yang membuat mahasiswa bisa mengakses secara on-line.

Dosen-dosen dan guru di Singapura juga tidak kalah profesionalnya. Dengan gaji yang tergolong memadai, orang- orang terangsang menjadi guru. Tidak semua guru berasal dari Singapura sendiri.

Dengan jumlah penduduk yang sedikit, hanya 5,3 juta jiwa lebih, Singapura memerlukan pasokan guru. Untuk itu terkadang guru didatangkan dari negara lain. Untuk level universitas, misalnya, NTU dan National University of Singapore (NUS) tak segan menawarkan gaji yang tinggi menyamai gaji di Harvard Business School. "Kami memang harus bersaing dan menawarkan rangsangan yang lumayan untuk bisa menarik orang-orang yang punya talenta dunia," demikian dosen di NTU, Ang Poo Wah.

Dosen-dosen di NTU, misalnya, tidak sedikit yang menjadi orang-orang hebat di negara asalnya dan kemudian direkrut menjadi dosen di Singapura. Singapura berniat menjadikan dirinya sebagai pusat pendidikan berkelas internasional, setelah berhasil menjadikan dirinya sebagai pusat pelayanan kesehatan terbagus di Asia Tenggara.

Kegiatan di universitas dan di sekolah-sekolah bukan sebatas acara belajar-mengajar rutin di ruang-ruang kelas. Hampir setiap bulan tampil pembicara tamu berkaliber internasional membawakan topik-topik baru yang ditemukan di dunia.

Pemerintah Singapura tidak segan-segan mendatangkan, misalnya, Michael Porter, Philip Kottler, ahli manajemen terkenal di dunia, serta dosen-dosen kaliber internasional yang memang mahal tarifnya tetapi Singapura tidak pelit soal itu.

Jadi, selain mendapatkan ilmu, mahasiswa juga diberi pencerahan dengan menghadiri seminar-seminar gratis tetapi sangat berkualitas.


Two quantum leaps in two years place NTU at 47th place this year  Nanyang Technological University (NTU) has been ranked among the world's top 50 universities, hitting the No 47 spot this year.

Top 10 Universitas Terbaik di Singapura:

1. National University of Singapore

2. Nanyang Technological University

3. Singapore Management University

4. SIM University

5. Singapore University of Technology and Design

6. Melior International College

7. Cornell-Nanyang Institute of Hospitality Management

8. European Business School

9. Pioneer Junior College

10. Jewellery Design And Management International School

http://web.mit.edu/sma/ [THE SINGAPORE-MIT ALLIANCE]

http://smart.mit.edu/ [SMART: Singapore-MIT Alliance for Research and Technology]

Sekolah di Singapura 
Wajib pendidikan di Singapura berlangsung selama sepuluh tahun, walaupun untuk meneruskan pendidikan universitas di Singapura dibutuhkan 13 tahun pendidikan dasar. 

Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah 
Sekolah dasar dan sekolah menengah berlangsung selama 10 tahun. Di akhir kelas 10, siswa akan menghadapi ujian GCE O-Level atau GCE N-Level. Siswa dapat menyelesaikan pendidikan di Junior College, mendapatkan gelar dan sertifikar diploma di salah satu Polytechnics, atau meninggalkan sekolah dan mulai bekerja. Pre-University akan berlangsung selama 3 tahun dimana siswa mempersiapkan GCE A-Level. 

Program Sarjana 
Setelah menyelesaikan GCE A-Level, siswa akan mengambil kuliah di salah satu universitas di Singapura. Gelar sarjana akan diraih setelah tiga sampai dengan lima tahun. Pilihan jurusan adalah Teknik, Kedokteran Gigi, Hukum, Pembangunan, Musik, dan Arsitektur ataupun Kedokteran. Minimal persyaratan bahasa Inggris adalah IELTS 6.0 

Pasca Sarjana: Master dan Ph.D.
Gelar Master di Singapura bisa didapatkan setelah menyelesaikan satu sampai dengan tiga tahun. Minimal persyaratan bahasa Inggris adalah IELTS 6.5.


Gilanya lagi, sekolah, universitas, dan lembaga pendidikan di Singapura tidak berhenti melirik perkembangan pendidikan di negara lain. Maka, muncullah misalnya aliansi antara sekolah bisnis di NTU dan Sloan School of Management di Massachusetts Institute of Technology.

Aliansi seperti itu dibiarkan dirangsang sendiri oleh masing-masing fakultas. Universitas hanya memberi persetujuan. Otonomi masing-masing fakultas dibuat sedemikian tinggi dan dibiarkan mampu memikirkan pengembangan diri sendiri. Soal pendanaan, tampaknya tidak menjadi masalah. NTU, misalnya, sudah memiliki endowment fund dari pemerintah sebesar 200 juta dollar Singapura.

Maka, tidak heran jika NTU, NUS, dan Singapore Management University dengan mudah membangun aliansi dengan Harvard University, Wharton School, dan universitas kelas satu lainnya di AS. Kerja sama internasional pendidikan juga dilakukan dengan banyak negara. Namun, kemajuan pendidikan di AS membuat Singapura lebih berkiblat ke AS.

Mahasiswa di Singapura sering kali mendapatkan kesempatan untuk melakukan studi tur dengan menjelajah dunia. Bagi mahasiswa yang mampu dibiarkan membayar sendiri, tetapi dengan subsidi universitas. Namun, bagi yang tidak mampu tersedia beasiswa yang memungkinkan mereka tinggal di hotel, seperti JW Marriott.

Bayangkan, misalnya, selama satu setengah bulan mahasiswa pascasarjana di Nanyang MBA Fellowship Programme tinggal di apartemen yang dikelola JW Marriott di Boston.

Jadi, persoalan bukanlah pada fasilitas dan beasiswa.

Mahasiswa tinggal menyediakan waktu dan niat untuk belajar tekun tanpa harus diganggu oleh ketiadaan biaya. Bukan hanya itu, Pemerintah Singapura tidak saja bersedia mendidik warganya, tetapi juga bersedia merekrut calon-calon siswa dan mahasiswa dari negara tetangga dan dengan beasiswa serta tawaran kesempatan kerja di Singapura.

Karena itu, tidak heran jika ada warga melayu dari Padang hingga Klaten belajar di Singapura dengan bantuan, termasuk ongkos pesawat pergi pulang saat liburan.

Singapura sadar akan potensi kekurangan tenaga kerja. Niat Singapura untuk menawarkan beasiswa bukan sekadar menjadikan mereka sebagai tenaga di Singapura suatu saat. Bagi mahasiswa yang kembali bekerja di negara asalnya, setidaknya diharapkan bisa menjadi orang yang kenal dan sayang dengan Singapura dan bisa menjadi jaringan Singapura di kemudian hari.

Bukan itu saja, dengan mengundang mahasiswa dari luar, Pemerintah Singapura otomatis membuat warganya terbiasa bergaul secara internasional ketika masih berada di sekolah. Itu sesuai dengan posisi Singapura sebagai hub regional sehingga warganya tidak menjadi seperti katak di bawah tempurung.

Bicara soal silabus dan kurikulum, departemen pendidikan di Singapura setiap kali bekerja untuk melakukan evaluasi. 

Setiap perkembangan baru selalu disisipkan pada silabus baru.

Jadi, itulah pendidikan di Singapura, bukan sekadar menyediakan sarana dan prasarana yang baik, tetapi terus melakukan up-dating dari tahun ke tahun.

Itu semua dilakukan sebagai pengejawantahan visi dan misi pendidikan di Singapura. 

Bisakah Kualitas Pendidikan di daerah-daerah kita di Indonesia dapat lebih baik dari Negeri Singa?

Semoga Bermanfaat

Indonesia Bisa!

Sumber:

1. Kemendikbud
2. Universitas Pendidikan Indonesia
3. Kementrian Pendidikan Singapura
4. Dr. Simon Saragih
5. http://www.4icu.org/id/

Tuesday, 23 July 2013

Hikmah Ramadhan: Dari Singaparna Hingga Singapura

Mari Belajar Ke Negeri Tetangga

Siapa tak kenal Negeri Singapura?

Salah satu Negeri Kecil Tersukses di Dunia.

Singapura nama resminya Republik Singapura, adalah sebuah negara pulau di lepas ujung selatan Semenanjung Malaya, 137 kilometer (85 mil) di utara khatulistiwa di Asia Tenggara.

Dengan total luas wilayahnya sebesar 710 Km^2 negeri ini mampu mengendalikan perdagangan di Asia Tenggara.

Negara ini terpisah dari Malaysia oleh Selat Johor di utara, dan dari Kepulauan Riau, Indonesia oleh Selat Singapura di selatan.

Lambang Kekuatan Ekonomi Negeri Singa

Singapura adalah pusat keuangan terdepan keempat di dunia dan sebuah kota dunia kosmopolitan yang memainkan peran penting dalam perdagangan dan keuangan internasional.

Pelabuhan Singapura adalah satu dari lima pelabuhan tersibuk di dunia.

Singapura memiliki sejarah imigrasi yang panjang.

Penduduknya yang beragam berjumlah 5,4 juta jiwa, terdiri dari Cina, Melayu, India, berbagai keturunan Asia, dan Kaukasoid.

42% penduduk Singapura adalah orang asing yang bekerja dan menuntut ilmu di sana.

Pekerja asing membentuk 50% dari sektor jasa.

Negara ini adalah yang terpadat kedua di dunia setelah Monako.

A.T. Kearney sebuah perusahaan konsultasi manajemen terkemuka dunia, menyebut Singapura sebagai negara paling terglobalisasi di dunia dalam Indeks Globalisasi tahun 2006.

Sebelum merdeka tahun 1965, Singapura adalah pelabuhan dagang yang beragam dengan PDB per kapita $511, tertinggi ketiga di Asia Timur pada saat itu.

Pada Tahun 2012 lalu pendapatan perkapita Singapura adalah: US$ 61.046.

Setelah merdeka, investasi asing langsung dan usaha pemerintah untuk industrialisasi berdasarkan rencana bekas Deputi Perdana Menteri Dr. Goh Keng Swee membentuk ekonomi Singapura saat ini.

Economist Intelligence Unit dalam "Indeks Kualitas Hidup" menempatkan Singapura pada peringkat satu kualitas hidup terbaik di Asia dan kesebelas di dunia.

Singapura memiliki cadangan devisa terbesar kesembilan di dunia.

Negara ini juga memiliki angkatan bersenjata yang maju.

Setelah PDB-nya berkurang -6.8% pada kuartal ke-4 tahun 2009.

Singapura mendapatkan gelar pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia, dengan pertumbuhan PDB 17.9% pada pertengahan pertama 2010.

Mengapa "Kota Singa" dapat sehebat itu?

Bagaimana Agar Kota-Kota di Indonesia Sehebat Singapura?

Singaparna

Singaparna adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Indonesia.

Kecamatan ini merupakan pusat pemerintahan Kabupaten Tasikmalaya.

Kecamatan Singaparna berdiri sejak puluhan tahun yang lalu.

Indonesia memiliki sekitar 409 kabupaten, 1 kabupaten administrasi, 93 kota, dan 5 kota administrasi:

Berdasarkan data 2012, terdapat 6.793 kecamatan dan 79.075 kelurahan/desa di seluruh Indonesia.

 Bersama Kawan-Kawan di Pesantren Suryalaya, Tasikmalaya. Jawa Barat, Indonesia.

Penduduk 

Jumlah Penduduk Kecamatan Singaparna sampai dengan bulan Mei 2002 mencapai 56.445 jiwa terdiri dari

Laki-laki : 27.856 jiwa,
Perempuan : 28.592 jiwa dan
jumlah Kepala Keluarga : 13.145 KK.

Pendidikan

SD / MI : 10.967 Orang
SLTP / MTS : 4.929 Orang
SLTA / MA : 3.554 Orang
PERGURUAN TINGGI : 996 Orang

Bisakah Kita Membangun 1000 Kota Setara Singapura di Nusantara?

Peran Sekolah dan Universitas dalam Mendukung SDM Nuklir


Sangatlah penting memperkenalkan iptek kepada kalangan generasi muda karena mereka merupakan generasi penerus yang akan memajukan dan membawa bangsa ini kepada kemakmuran dan kesejahteraan. Iptek nuklir adalah iptek yang sangat penting untuk diketahui, oleh karena itu Pusat Diseminasi Iptek Nuklir BATAN mengajak kalangan generasi muda, khususnya siswa SMA untuk lebih tekun mempelajari iptek, salah satunya adalah melalui kegiatan Lomba Penulisan Artikel dan Pidato Iptek Nuklir.

Kebutuhan energi listrik di Indonesia dengan penduduk lebih dari 250 juta orang, diperkirakan terus meningkat dengan laju rata-rata sebesar 18% per tahun. Angka tersebut belum memasukkan kebijakan konversi pemanfaatan transport publik memakai energi listrik. 

Energi Nuklir adalah salah satu pilihan yang tepat untuk memenuhi kebutuhan energi besar di masa depan. Namun demikian bagi masyarakat Indonesia, masih ada yang pro dan kontra terhadap energi nuklir. Perguruan tinggi LPTK adalah perguruan tinggi yang langsung berperan dalam menghasilkan calon guru dan berbagai pelatihan bagi guru dan bahkan menjadi pelaku dalam program sertifikasi guru. 

Oleh karena itu sosialisasi tentang nuklir melalui pendekatan akademik oleh LPTK diyakini dapat mempercepat daya terima masyarakat terhadap pemanfatan teknologi nuklir, khususnya dalam memenuhi kebutuhan listrik nasional di masa depan menuju bangsa dengan kemandirian energi.

Sumber: 
BATAN, Bandung.

PERAN FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM (FMIPA) LEMBAGA PENDIDIKAN DAN TENAGA KEPENDIDIKAN (LPTK) MENUJU IMPLEMENTASI PEMANFATAN ENERGI NUKLIR DI INDONESIA

Oleh: Dr. Ariswan, M.Si., DEA.

Dosen Jurdik. Fisika FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta:
Jebolan Doktor Fisika Material Elektronika Universite Montpellier II Prancis.

Sunday, 21 July 2013

Mengenal Arsène Wenger: Sang Profesor

Biasanya minggu pagi menonton anak-anak SSB Arsenal berlatih di stadion Bumi Siliwangi, Universitas Pendidikan Indonesia, berhubung Ramadhan, latihan mereka diundur menjadi sore hari, tentu latihannya tidak terlalu berat. Mari Kita kenali salah satu pelatih sepak bola terhebat yaitu Arsene Wenger. Beliau berkesempatan mengunjungi Indonesia Seminggu kemarin.

Indonesia menyerah 0-7 dari Arsenal dalam laga yang dihelat Ahad (14/7), di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Team Garuda dibantai habis oleh Team Sepak Bola "Gudang Senjata".

Pelatih Arsenal, Arsene Wenger menyoroti kemampuan fisik pemain Indonesia. Ia menilai, tim Indonesia memiliki stamina yang jauh dibawah anak-anak asuhnya. Hal itu disebut Wenger sebagai salah satu faktor yang membuat timnya menang.

"Saya tidak bisa menilai tim Indonesia hanya dari satu pertandingan saja. Tetapi jelas bedanya, "POWER" tim Indonesia kurang," kata Wenger, usai pertandingan, saat ditanya pendapatnya mengenai tim Indonesia.

Kelebihan Arsenal: Terletak pada pemain mudanya, walau banyak yang bilang pelit tapi sekalinya dapat, pemain tersebut benar akan menjadi bintang.

Contohnya Robin van Persie, Fabregas, Arshavin dll. di Arsenal juga dihuni banyak pemain muda dengan skill tinggi.

Siapa yang tak kenal dengan Arsene Wenger? Pelatih Arsenal ini menorehkan Banyak Prestasi bersama Club Arsenal. dan akibat pencapainnya prestasinya itu Arsene Wenger mendapatkan Julukan "The Professor".

Berikut ini 11 Alasan Kenapa Arsene Wenger di Juluki  "Le Professeur/The Professor" 

1. Ia adalah seorang Master Ekonomi dan Sarjana Elektro jebolan Universitas Strasbourg di Perancis.

2. Beliau Fasih dalam beberapa bahasanya diantarnya Perancis, Inggris, Jerman, Italia, Spanyol dan Jepang. Wooow Pinter banget engga tuh Arsene Wenger?

Saya belajar Bahasa Inggris ajah masih engga karuan. Heu.,heu.,heu..,Curhat.

3. Dia direkrut Arsenal Pada tahun 1996 atas rekomendasi Gerard Houllier ke pemilik saham dan wakil Arsenal David Dein. Banyak orang meragukan Arsene Wenger, apakah dia bisa membawa Arsenal meraih prestasi?

Tapi Wenger menepisnya, di musim pertama dalam melatih dia memang tak meraih gelar.

Tapi musim keduanya 1997/98 dia berhasil meraih double winer setelah menjuarai primer league dan FA cup dan dialah pelatih pertama orang non-british yang meraih double winner di kancah Liga Inggris.

4. Beliau juga mendapat gelar kehormatan Officer of the Most Excellent Order of the British Empire (OBE) dan masuk di English Fotball Half of Fame sebagai orang yang sangat berjasa memberi kesuksesan klubnya.

5. Ia juga menjadikan London Colney sebagai pusat latihan Arsenal

6. Beliau sangat bijak dan tegas terhadap para pemainnya, jika bermain buruk dan melakukan tindakan yang buruk. Tahu kan Tony Adams dan Paul Merson? Mereka adalah pemain yang pecandu alkohol/minuman keras, setelah mereka disadarkan dengan bimbingan konselingnya mereka berdua menjadi pemain hebat di Arsenal dan mereka berdua dianggap sebagai Legenda Arsenal.

7. Om Wenger Hebat dalam mendidik pemain muda, oleh karena itu Acedemy Arsenal Merupakan Acedemy sepak bola terbanyak yang menciptakan pemain-pemain hebat terkenal.

8. Karena Om Wenger berhasil membuat permainan Arsenal indah dengan permainan cepat dan permainan yang menawan, berkat ini Arsenal dijuluki Arsenal Way.

 Anak-Anak Sekolah Sepak Bola Internasional Arsenal sedang Berlatih di Stadion
Universitas Pendidikan Indonesia


Arsenal Soccer Schools Philosophy  

A– Attitude 
To progress to your full potential as a football player it is vital to have the correct attitude both on and off the football pitch. You need to be as positive and dedicated as possible to fully master your skills and you need to be cool and composed when under pressure to keep control of the moment you’re in. 

R– Respect 
Always respect your team mates, your opponent, your coach and the referee. In order to get the best out of your team it’s important to appreciate the efforts of those around you. If you fail to respect the opponent you underestimate their potential, which can make your own standards fall below your usual level. Football should be played in the spirit of fair play, encouragement and fun. Take advice from your coach to help your game improve and remember self-respect is key for your own development as a player and a person. 

S– Skills 
At Arsenal we believe that skills and technique are essential to inspire creativity, flair, excitement and entertainment. Skills can help make football fun, help you improve as a player and help you beat your opponent. Be inventive with the turns and tricks you use to move the ball, use both feet and don’t forget to work on the basic skills such as control and passing. 

E– Energy 
You need to have lots of energy to get the most out of playing football. The longer you can maintain a high level of fitness for, the more this will benefit you in games. If you’re not as fit as you can be, it becomes difficult to play to your maximum level. Drink plenty of water, avoid junk food and be as active as you can in your day to day lives. 

N– New thinking 
Embrace your coach’s ideas and always think about different ways you can improve tactically and technically. Be creative with your thoughts and express them on the field whenever you can. 

A– All for One 
As much as you can work on your own development, football is a team game. The more you work with your team mates the better you will become as a player and a team. It doesn’t matter who you are or where you’re from football is a game that can be played by everyone. Enjoy the feeling of belonging to a team and do all you can to help your team mates. 

L– Learning 
Learn how to play the Arsenal way. Football based around passing and movement, technique and skill. Incorporating the principles of fair play, teamwork, expression and fun! 

Untuk keahliannya dalam bidang master ekonomi, berkat beliau keuangan Arsenal stabil dan jarang mengalami bangkrut/krisis. Masih Ingat Financial Fair Play? Saat ini arsenal adalah club yang paling siap dalam Financial Fair Play yang diterapkan FIFA. 

9. Ia juga satu-satunya pelatih yang mengantarkan Arsenal Juara Liga Inggris tanpa terkalahkan pada musim 2003/2004 atau Unbeaten. 

10. Karena saking Geniusnya banyak supporter Arsenal membawa banner Bertuliskan 

"IN ARSENE WE TRUST"

11. Om Arsene Wenger mendapatkan Gelar Pelatih terbaik dunia dari 2001-2010 versi IFFHS menyisihkan pelatih tenar lainnya seperti: Sir Alex Ferguson, Pep Guardiola, Jose Mourinho, Fabio Cappello, Rafel Banitez, Gus Hiddink, dll.
Itulah Kawan Alasan Kenapa Arsene Wenger Dijuluki The Professor.

 Dream Team Anak-Anak TPA Al-Wustho Geger Kalong
Semangat Anak Muda

Anak-Anak Muda Indonesia juga bisa se-hebat dan se-keren mereka dalam bermain sepak bola.

Indonesia Bisa!

Sumber:

Sekolah Sepak Bola Internasional Arsenal
Mas Novan Prasetyo
Sekolah Sepak Bola Internasional 
Universitas Pendidikan Indonesia  

Saturday, 20 July 2013

Bisakah Indonesia Membangun Banyak Laboratorium Nasional?

Laboratorium Nasional Departemen Energi Amerika Serikat adalah sebuah sistem fasilitas riset dan laboratorium yang dibiayai dan dikontrol oleh Departemen Energi Amerika Serikat (United States Department of Energy, DOE) dengan tujuan untuk meningkatkan sains dan membantu dalam bidang ekonomi dan pertahanan nasional Amerika Serikat.



"The atoms become like a moth, seeking out the region of higher laser intensity."
*Prof. Steven Chu, Ph.D. Nobel Prize Laureate in Physics and Former US Secretary of Energy*

Sistem terpusat laboratorium nasional tumbuh karena kebutuhan akan sains tingkat tinggi dalam Perang Dunia II, di mana teknologi baru seperti radar, komputer, "proximity fuze", dan bom atom terbukti penting dalam menentukan kemenangan Sekutu. 

Meskipun pemerintah Amerika Serikat telah mulai menginvestasikan dana besar dalam riset sains untuk keamanan nasional sejak Perang Dunia I, namun baru pada akhir 1930-an dan 1940-an jumlah sumber daya nasional ditingkatkan dan dilaksanakan serta diatur untuk masalah saintifik perang.

Di bawah bantuan National Defense Research Committee, dan kemudian oleh Office of Scientific Research and Development, maka laboratorium-laboratorium Nasional ini diatur dan diadministrasi oleh seorang teknisi MIT Alm. Prof. Vannevar Bush, D.Eng.

Alm. Prof. Vannevar Terkenal akan Kontribusinya dalam Pertumbuhan Sains di USA:
Beberapa Penemuannya:

Selama perang dunia ke-II, lokasi terpusat seperti Laboratorium Radiasi di MIT dan laboratorium Ernest O. Lawrence di University of California, Berkeley mengizinkan dan mengorganisasi ilmuwan ahli dalam jumlah besar bekerja sama menuju tujuan yang sangat jelas, dan menyediakan sumber daya pemerintah yang nyaris tak terbatas bagi para Ilmuwan. 

Dalam masa perang, usaha penelitian Iptek Nuklir Sekutu, yaitu Proyek Manhattan, menciptakan beberapa lokasi rahasia dengan tujuan penelitian bom dan pengembangan material, termasuk sebuah laboratorium di padang gurun New Meksiko yang dipimpin oleh Prof. Robert Oppenheimer di Los Alamos National Laboratory dan di Hanford, Washington dan Oak Ridge National Laboratory. 

Laboratorium Hanford dan Oak Ridge diadministrasi oleh universitas negara (Universitas California). 

Sukses pengembangan Laboratorium Nasional lainnya ada pada University of Chicago difokuskan dalam riset reaktor nuklir, dan pada institusi akademi lainnya yang tersebar di seluruh AS.

Prof. Bush attending a meeting at the University of California, Berkeley in 1940. From left to right: Ernest O. Lawrence,Arthur H. Compton, Bush, James B. Conant,Karl T. Compton, and Alfred L. Loomis

The United States Department of Energy currently operates 17 national laboratories:
Prof. Ernest Jeffrey Moniz (born December 22, 1944) is an American nuclear physicist, MIT Professor and the current and the 13th United States Secretary of Energy, serving under President Barack Obama since May, 2013.

Prof. Moniz received a Bachelor of Science degree summa cum laude in Physics from Boston College,
 a Doctorate in Theoretical Physics from Stanford University

Technology Centers

* GOCO (Government-Owned, Contractor-Operated)
** GOGO (Government-Owned, Government-Operated)

Saat ini Indonesia baru memiliki PUSPIPTEK | Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
di Serpong.



Bisakah Indonesia Membangun Banyak Laboratorium Nasional?

Friday, 12 July 2013

Ekspedisi Ilmiah Ramadhan I: Pesona Parahyangan

Hari rabu seminggu kemarin tanggal 3 Juli 2013, penulis berkesempatan pulang kampung, bersua dengan keluarga, sahabat dan kerabat serta menghadiri acara "Walimatul Ursy" seorang sahabat semasa SMA yang pernah berguru di Universitas Padjajaran.

"Munggahan" kata umat muslim Sunda mah, menyusuri alam "Endah" Parahiyangan dari kota Kembang hingga kampung tercinta Bangunharja, sungguh pesona Alam yang tiada dua, tatar Sunda, Tanah Siliwangi, Parahiyangan.

Sepanjang perjalanan terlihat sawah, hutan menghijau meskipun ada sebagian yang sudah gundul, pertanda alam sudah tidak asri lagi. Kabupaten Bandung dan Garut begitu sangat luas, di kanan kiri jalan banyak terpampang para wajah Caleg-Caleg yang menjajakan visi-misinya.

Semoga mereka semua berniat amanah dan memajukan daerahnya masing-masing menjadi sebuah tempat yang "merenah" bagi masyarakatnya.

"Pesawat" Budiman mendarat dengan selamat di Kota Resik, Kota Para Santri, sempat melihat kemajuan yang sangat signifikan di kota ini berkat kerajinan serta keuletan para penduduknya.

Legenda Parahiyangan

Parahyangan atau Priangan (Bahasa Belanda: Preanger) adalah daerah kebudayaan Sunda di Jawa Barat yang luasnya mencakup wilayah Ciamis, Banjar, Tasikmalaya, Garut, Sumedang, Cimahi, Bandung, Cianjur, Sukabumi dan Bogor. 

Priangan atau Parahyangan sering diartikan sebagai tempat para rahyang atau hyang. Masyarakat Sunda kuna percaya bahwa roh leluhur atau para dewa menghuni tempat-tempat yang luhur dan tinggi, maka wilayah pegunungan dianggap sebagai tempat hyang bersemayam. 

Berasal dari gabungan kata para-hyang-an; para menunjukkan bentuk jamak, sedangkan akhiran -an menunjukkan tempat, jadi Parahyangan berarti tempat para hyang bersemayam. 

Sejak zaman Kerajaan Sunda, wilayah jajaran pengunungan di tengah Jawa Barat dianggap sebagai kawasan suci tempat hyang bersemayam. 

Menurut legenda Sunda, tanah Priangan tercipta ketika para dewa tersenyum dan mencurahkan semua berkah, kasih sayang dan restu-Nya. 

Sehingga masyarakatnya terkenal akan kelemah lembutannya, kecantikan bahkan karakter perdamaiannya yang konon satu-satunya daerah kerajaan di Nusantara yang tidak suka berperang serta bersifat non expansive[Bukan Kerajaan Penakluk/Penjajah]. 

Kisah Legenda Tatar Parahiyangan tersebut mungkin  bermaksud untuk menunjukkan keindahan dan kemolekan alam Tatar Sunda yang subur, makmur, gemah, ripah, repeh, rapih, tata, tentram, kerta raharja, adil palamarta.

Kota Banjar Somahna Bagja di Buana

Melewati Situs Karangkamulyan, Kecamatan Cisaga dan akhirnya mendarat di Kota tempat penulis menuntut ilmu sedari SMP dan SMA. Banjar sebuah kota kecil yang luar biasa pertumbuhan kemajuannya yang dipimpin oleh Bpk. Dr. dr. H. Herman Sutrisno, M.M.

Karena penulis jarang pulang kampung dan melihat kota ini, maka saya menyimpulkan kota ini sudah jauh berbeda sejak 1 Dekade [10 Tahun] yang silam, bahkan telah meraih adipura. Apabila kebijakan baik tersebut terus dipelihara dan ditingkatkan maka 25 tahun kedepan Kota ini siap menjadi kota yang maju.

[cat: Pertumbuhan ekonomi daerah harus diatas 10% per-tahun secara konsisten selama 25 tahun itu: Dengan Prioritas Pembangunan SDM dan Infrastruktur]

Berjumpa dengan seorang sahabat karib Kang Deni Nugraha yang sedang belajar di STISIP Bina Putra dan mengabdi di Desanya serta bertemu dengan Abang Kurniawan yang telah menjadi Dosen di STIKES Bina Putra Banjar, sungguh hebat mereka, saya bangga sekali melihat keberhasilan teman-teman yang sudah jauh melampaui penulis. 

Akhirnya kami berangkat ke acara "Walimatul Ursy" sahabat kami, mendoakannya semoga menjadi keluarga Sakinah, Mawadah, Warohmah.

Semoga saja kami pun "ketularan" berkahnya he.,.he.,he., amin. Semangat.

Sekertariat Forsalim Sebagai Tempat Mengembangkan Ilmu
Karena hari sudah gelap dan cuaca cendrung hujan saya memutuskan untuk menginap di Sekertariat FORSALIM yang didirikan oleh Kang Agus Haeruman, S.Si. di dalamnya tentu penuh dengan buku-buku yang membuat penulis betah berlama-lama, asyik banget kalau udah ketemu buku he.,he., sebelum pulang kampung halaman tentunya.


Sempat membaca buku: 

When China Rules the World: Ketika China Menguasai Dunia 
Karya Dr. Martin Jacques
Habibie: Kecil Tapi Otak Semua 
Karya: Dr. Andi Makmur Makka
Serta buku-buku Kejayaan Peradaban Islam masa lalu.
  

Kami mempunyai impian bahwa suatu saat Sekertariat ini mampu berkembang menjadi sebuah Kompleks Sekolah Islami di Kota ini dan menyekolahkan anak-anak hebat dari daerah ini ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Amin.

Saya pun mempunyai ide untuk mengadakan sebuah Ekspedisi Ilmiah selama Bulan Suci Ramadhan di sekitar daerah Periangan ini yang bertujuan menambah pengalaman dan wawasan.

Lalu apakah Ekspedisi Ilmiah Itu?

To Be Continued

Tuesday, 9 July 2013

Bisakah AstroFisika Menyatukan Umat?

Polemik perbedaan penetapan awal Ramadhan yang kerap terjadi antara sejumlah ORMAS Islam menurut Peneliti Astronomi-Astrofisika, LAPAN, Prof. H. Thomas Djamaluddin, M.Sc., D.Sc. terjadi karena ketiadaan pedoman hilal yang jelas. 
Dalam setiap sidang isbat awal Ramadhan, Prof. Djamaluddin meminta Kementerian Agama untuk memfasilitasi dialog antar ormas Islam guna mendapatkan kesepatkan prihal kriteria hilal. Menurut Prof. Djamaluddin, kesepatakan kriteria hilal tidak semata bertujuan untuk menentukan hari besar islam saja. Lebih dari itu, ia melihat ada tujuan yang lebih besar lagi, yakni menuju kalendar islam yang mempersatukan umat. 


From Left to Right
Prof. Thomas, Arip, Bpk. Dr. Judhistira Aria Utama, M.Si. 
At FPMIPA Universitas Pendidikan Indonesia


Profesor yang satu ini terkenal akan kritikannya yang tajam, bahkan cendrung tegas. Bila berdiskusi dan berdebat terlihat dalam acara televisi beliau sangat tegas, lugas dan langsung ke sasaran.

Bahkan salah satu ORMAS Islam legendaris di Indonesia sering mendapat kritikan-kritikan yang membangun dari beliau.

Bahkan Prof. KH Yunahar Ilyas seorang ulama senior pernah berujar:
“Bahasa dia (Prof. Thomas) bukan lagi cerminan bahasa seorang saintis.”

Meskipun demikian sebenarnya pribadi beliau sangatlah rendah hati, sering tersenyum bahkan jauh dari Arogan. Penulis sering bertemu beliau dan mengikuti diskusi-diskusinya di dunia maya atau jejaring sosial milik beliau.

Kritikan membangunnya adalah semata-mata Kritikan Ilmiah, jelas Prof. Thomas Djamaluddin.

Berikut pemikirannya tentang kalendar Islam pemersatu umat, Sistem kalender yang mapan mensyaratkan tiga hal: 

1. Ada batasan wilayah keberlakukan (nasional atau global). 

2. Ada otoritas tunggal yang menetapkannya. 

3. Ada kriteria yang disepakati

Mari kita niatkan bersama untuk mewujudkan kalender hijriyah menjadi kalender pemersatu ummat. Suatu kalender yang mapan yang setara dengan kalender Masehi.

Untuk mewujudkannya, kita lakukan secara bertahap, dimulai dari tingkat nasional, kemudian diperluas menjadi regional, dan akhirnya global. Untuk tingkat nasional kita tinggal selangkah lagi. 

Otoritas tunggal kita sudah mempunyainya, yaitu pemerintah yang diwakili Menteri Agama. Batas wilayah keberlakukan kita sepakati, yaitu batas wilayah NKRI. Tinggal satu lagi yang kita upayakan, menyamakan kriteria. 

Kriteria yang kita tetapkan harus bisa mempertemukan hisab dan rukyat, sehingga aplikasinya senantiasa sejalan dengan kebutuhan ibadah yang bagi sebagian kalangan mensyaratkan adanya rukyatul hilal. Itu mudah, kita gunakan kriteria imkanur rukyat atau visibilitas hilal. 

Dengan kriteria itu kita bisa menentukan kalender dengan hisab sekian puluh atau sekian ratus tahun ke depan, selama kriterianya belum diubah. Seandainya, kriteria itu sudah kita sepakati, satu tahapan dapat kita capai: kita akan mempunyai satu kalender hijriyah nasional yang baku. 

Sistem kalender yang berlaku untuk semua ormas dan menjadi acuan pemerintah dalam menetapkan hari-hari besar Islam. Awal Ramadhan, Idul Fitri, dan Idul Adha insya-allah akan seragam, karena hasil rukyat pun insya-allah akan sejalan. 

Sidang isbat, kalau masih diperlukan, hanya untuk menetapkan hasil rukyat dan menetapkan keputusan ketika ada permasalah dengan hasil rukyat dalam kondisi mendung, dengan tetap merujuk pada kriteria hisab-rukyat yang disepakati. 

Marilah kita bermimpi untuk kemudian memperluasnya ke tingkat regional dan global. 

Mungkinkah? 

Sangat mungkin. 

Sumber: 

Prof. H. Thomas Djamaluddin, M.Sc., D.Sc.

Thursday, 4 July 2013

Mengenang Jati Diri Imperium Nusantara

"Nyukcrug Galur Nu Kapungkur, Mapay Raratan Nu Baheula

Nu Kungsi Di Teundeun Na Handeuleum Sieum

Nu Nyorang Di Tunda Na Hanjuang Siang Kiwari Mangsa Alaeun

PUN SA’PUN DINA JAJANTUNG BISMILLAH DIUCAP LAMPAH

Paralaun Mun Kumalangkung Palias Lukak Campelak

Amit Muka Tutungkusan BUDAYA SUNDA NU PINUH KU SASMITA

DINA WADAH RATNA MUTIARA PERMATA BUDAYA NUSANTARA"

 Tangga di Lokasi Cagar Budaya Karangkamulyan

Jika kita kembali kepada jati diri dan sejarah Nusantara, bahkan sebelum masa Kolonialisme, leluhur elit Nusantara sudah mampu membangun Borobudur yang lebih teliti dan detail daripada Piramida Mesir.
Maha Karya itu adalah sebuah pertanda sejarah bahwa nenek moyang kita adalah para Genius Linuhung Pilitanding tiada banding di antara peradaban manusia manapun.
Penemuan Situs Gunung Padang di Cianjur, menegaskan bahwa peradaban elit Nusantara telah berkembang jauh sebelum masehi.
Apalagi jika kita meyakini Teori Peradaban Atlantis pernah Eksis di Nusantara.
Ini berarti induk peraban seluruh dunia pernah hadir di wilayah Indonesia.
Situs Gunung Padang merupakan situs prasejarah peninggalan kebudayaan Megalitikum di Jawa Barat. Tepatnya berada di perbatasan Dusun Gunungpadang dan Panggulan, Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur.
Lokasi dapat dicapai 20 kilometer dari persimpangan kota kecamatan Warung Kondang, dijalan antara Kota Kabupaten Cianjur dan Sukabumi. Luas kompleks "bangunan" kurang lebih 900 m², terletak pada ketinggian 885 m dpl, dan areal situs ini sekitar 3 ha, menjadikannya sebagai kompleks punden berundak terbesar di Asia Tenggara.

Untuk apa dibangun? 

Siapa yang membangun? 

Mengapa dibangun di lokasi itu? 

Dari mana saja material bangunannya dan bangunan apa saja? 

Itulah yang menjadi bagian misteri dari Gunung Padang. Lokasi yang dibuat sebanyak lima pelataran itu 2000 tahun SM artinya dibangun 2800 tahun sebelum Borobudur didirikan.

Hebat bukan? 

Bahkan menurut beberapa sumber Situs Gunung Padang ini 3 kali lebih luas dibanding Borobudur. Gunung Padang lahir dari kearifan dan keunggulan masyarakat Nusantara. Pembangunan Gunung Padang sangat memerhatikan berbagai aspek demi tercapainya harmoni bumi dan langit, artinya pembangunan Situs Gunung Padang memerhatikan aspek geologis. Media lain pernah menyebutkan bahwa pembangunan situs ini terutama teras bagian bawah sangat memerhatikan masalah kelabilan area ini dengan cara menyusun tiang-tiang batu secara mendatar dan saling tumpuk menumpuk untuk penguatan. 

Nusantara Atlantis yang Hilang

Atlantis, mungkin anda sudah tak asing mendengar nama itu. Percaya atau tidak, Benua Atlantis yang telah lama hilang selama berabad-abad itu terletak di Asia Tenggara, tepatnya di Indonesia.

Dahulu kala di zaman peradaban pulau Sumatra, Jawa, Kalimantan, Negara Singapura juga Malaysia bagian barat dan Selat Sunda menyatu daratannya. Dulu wilayah tersebut sering disebut-sebut Sunda Island.

Adalah Profesor Arysio Santos yang menyimpulkan bahwa setelah melakukan penelitian selama 30 tahun terakhir, dirinya meyakini benua Atlantis adalah Indonesia.

“Profesor Santos memperoleh keyakinan setelah melakukan penelitian kalau Indonesia adalah Atlantis yang hilang,” jelas Prof. Jimly Asshiddiqie.

Prof. Arysio Santos menerbitkan sebuah buku sensasional: 
Secara eksplisit dalam buku ini dia mengatakan bahwa lokasi Atlantis yang telah hilang sejak sekitar 11.600 tahun yang lalu itu di Indonesia. 
Selama ini, Plato menggambarkan benua 2500 tahun yang lalu itu adalah benua yang dihuni oleh bangsa yang memiliki peradaban Atlantis yang sangat tinggi dengan sifat yang sangat kaya, yang kemudian hilang tenggelam ke dasar laut oleh bencana banjir dan gempa bumi sebagai hukuman dari para dewa. 
Kisah Atlantis dibahas dari waktu ke waktu, dan melanjutkan upaya pencarian dilakukan untuk menemukan sisa-sisa peradaban tinggi yang telah dicapai oleh bangsa Atlantis Pencarian dilakukan di Atlantik, Laut Mediterania, Caribea, ke Kutub Utara. 
Pencarian ini tidak berhasil, sehingga beberapa orang beranggapan bahwa Plato menggambarkan itu hanya dongeng. 
Arysio Santos, seorang Profesor ahli Fisika Nuklir menyatakan bahwa Atlantis tidak pernah ditemukan karena mencari di tempat yang salah. Lokasi yang benar dan sangat meyakinkan adalah Indonesia, katanya. Dia mengatakan bahwa ia telah mempelajari kemungkinan lokasi Atlantis selama 30 tahun terakhir. 
Prof. Santos menggunakan berbagai disiplin ilmu dalam mencari lokasi Atlantis diantanya adalah Geofisika, Astronomi, Paleontologi, Archeologi, Linguistik, Ethnologi, dan Perbandingan Mitologi.

Wallohualambissawab

Sumber:

Diolah dari berbagai sumber

Photo by: Arip Nurahman