Friday, 2 August 2013

Tafakur: Ketika Sang Waktu Terhenti

Seminggu kemarin penulis sempat mengikuti shalat jenajah di Mesjid Al-Furqon UPI, salah seorang guru besar dalam bidang Ilmu Pendidikan Pedagogik telah berpulang kepada-Nya. Kami bersama ikut menyolatkan dan mendoakan beliau.

Kawan ku inilah rahasia besar manusia, kita tidak tahu kapan dan dimana kita akan kembali pada-Nya.

Kita pun tak tahu dengan cara apa dan dengan kondisi bagaimana kita akan menghadap Kepada-Nya.

Bila Waktu Telah Berakhir

Oleh: Opick



Bagaimana kau merasa bangga
Akan dunia yang sementara
Bagai manakah bila semua
Hilang dan pergi meninggalkan diri mu

Bagimanakah bila saat nya
Waktu terhenti tak kau sadari

Masikah ada jalan bagi mu
Untuk kembali mengulang ke masa lalu

Dunia dipenuhi dengan hiasan

Semua dan sgala yang ada akan kembali pada-Nya

Bila waktu tlah memanggil

Teman sejati hanyalah amal

Bila waktu tlah terhenti

Teman sejati tinggalah sepi.


Dear sahabat-sahabat ku semua, dalam momen Ramadhan ini kami sekeluarga memohon maaf atas segala salah dan khilaf.

Semoga kita semua kembali kepada-Nya dalam keada'an Khusnul Khatimah.

Semoga kedamaian dilimpahkan kepada kita diiringi dengan rahmat dari Allah dan juga barakah dari Allah. 


Economics War: Confessions of an Economic Hitman

"There are two to conquer and enslave a nation. One is by sword. The other is by debt"
 *John Adams (1735-1826)* 

John Perkins: Confessions of an Economic Hitman

 

Korporatokrasi adalah suatu sistem pemerintahan yang dikendalikan, dikuasai atau dijalankan oleh beberapa korporat. Para korporat ini biasanya para pengusaha kaya raya atau konglomerat yang memiliki dana lebih dari cukup untuk mengendalikan kebijakan-kebijakan politik, ekonomi, sosial, budaya, dan lain-lain dalam suatu negara. 
Secara praktis biasanya para konglomerat ini merupakan donator atau penyumbang utama yang menghidupi para politikus, pejabat-pejabat militer dan kepala-kepala instansi suatu negara. 
Potensi negatif yang bisa muncul dari korporatokrasi adalah kebijakan-kebijakan dan peraturan-peraturan yang diundang-undangkan oleh pemerintah hanya menguntungkan bagi bisnis para konglomerat saja, sehingga makin menindas golongan ekonomi lemah.

Dalam buku John Perkins yang berjudul Confenssion of an Economic Hit Man ia menjelaskan bahwa Economic Hit Man (EHM) merupakan istilah yang mengambarkan bagaimana profesioanal-profesional ekonom dicetak dan dibayar mahal oleh Amerika Serikat (AS) untuk menipu negara-negara miskin dan berkembang. Dengan cara memberikan utang yang sangat besar diluar kemampuan mereka untuk membayar sehingga pada akhirnya mereka berada dalam cengkraman AS yang bisa memenuhi kepentingan ekonomi, politik, dan militernya. 

Dibuku ini John Perkins menulis pengalaman pribadinya ketika menjadi seorang Economic Hit Man (Perusak Ekonomi). Pemerintah AS ingin mempertahankan dominasi ekonomi nomor satu di dunia dan tidak ingin negara-negara yang kaya dengan sumber daya alam jatuh ke tangan negara lain, terutama komunis.

Setiap negara yang berhasil dibujuk untuk bekerja sama dengan mereka mengalami kerusakan lingkungan yang amat parah, rakyat semakin miskin, dan negara terjerat hutang milyaran dollar yang tidak akan pernah bisa dibayar kembali, akibatnya negara tersebut menjadi negara boneka yang siap diperah dan dikendalikan sesukannya.

Mulai dari pencabutan subsidi, privatisasi-privatisasi perusahaan yang mengelola hajat hidup orang banyak, akses penuh untuk menyedot kekayaan alam dalam bentuk kontrak-kontrak yang sangat tidak menguntungkan negara tertindas.

Presiden negara pengutang akan ditekan untuk mendukung kepentingan-kepentingan AS (misalnya menyediakan lokasi untuk pangkalan militer/mendukung voting pro AS di dewan keamanan PBB/menjual kekayaan alamnya).

Pada dasarnya seorang EHM dilatih untuk membangun imperium AS dengan tujuan semua sumber daya dunia dikuasai demi mempertahankan kebijakan luar negeri AS (yang oleh Perkins disebut Corporatocracy dengan pilar-pilarnya adalah Badan Intelligent, Korporasi Besar, Bank Internasional, dan Pemerintah Amerika).


Dalam hal ini pemerintah AS tidak terjun secara langsung dia berlindung dibalik badan intelligent (Seperti CIA dan NSA)  perusahaan-perusahaan multinasional (Seperti Chevron, Exxon Mobile dll) serta lembaga-lembaga keuangan Internasional (Seperti Bank Dunia dan IMF).

Untuk merekrut orang-orang potensial menjadi EHM yang kemudian mengirim mereka untuk bekerja pada perusahan-perusahaan konsultan swasta yang nantinya dikirim ke berbagai negara miskin atau berkembang untuk memprediksikan perkembangan negara melalui manipulasi ekonomi yang diserti pencurangan dan penipuan agar mereka mau menerima hutang.

Namun apabila EHM tertangkap  pemerintah AS tidak mengalami resiko apapun.

Economic Hit Man (EHM) bekerja laksana seorang konsultan, kerja mereka mirip dengan mafia karena menggunakan segala cara termasuk cara kotor untuk mencapai tujuan politik dan ekonomi AS, kemudian tugas mereka harus membangkrutkan negeri penerima utang.

Setelah tersandera utang setinggi gunung, barulah si negara penerima dijadikan kuda yang dikendalikan sang kusir. Dalam hal ini, EHM berperan sebagai pihak ketiga, antara negara yang butuh bantuan (atau dipaksa membutuhkan bantuan pinjaman uang) dengan AS dan lembaga-lembaga donornya.

Pembentukan imperium terbesar di dunia ini sudah dikerjakan dari tahun 1950-an an sejak Perang Dunia ke II. EHM yang pertama adalah Roosevelt (Salah satu keluarga Teddy Roosevelt) yang berhasil menumbangkan pemerintahan Iran, hal ini menjadi awal era baru imperalisme yang menyalakan lautan api kekuasaan global bagi AS.

Iran dengan pemerintahan Mossadegh diberi label komunis oleh CIA sehingga Roosevelt menumbangkan kekuasaan Mossadegah dan mengembalikan kekuasaan Shan sebagai raja di segala raja Iran. Kekuasaan Sah menjadikan Iran ke era modern dan menjadi boneka CIA.

Namun hal ini ternyata menjadi bomerang tersendiri bagi Shah, karena akibat persahabatanya dengan AS dia dibenci oleh rakyatnya dan negara-negara Muslim lainnya (terkecuali israel yang juga bersahabat dengan AS). Pada akhirnya pemerintahan Shah tumbang akibat ulah pemberontak dari pemerintahannya.

Perkins menjelaskan bagaimana cara EHM merusak ekonomi di negara-negara berkembang dan miskin demi mempertahankan Corporatocracy untuk kekuasaan global AS.

Adapun Cara-Caranya adalah:

1. EHM menyalurkan hutang yang didanai oleh lembaga-lembaga keuangan Internasional (Bank Dunia dan IMF) dengan jumlah yang sangat besar melebihi kemampuan mereka untuk mengembalikan.

2. Apabila Negara-negara sasaran menolak menerima hutang tersebut, EHM mengeluarkan “The Jackals” (serigala-serigala) yaitu para agen CIA (Dinas Rahasia Amerika) dengan mengirimkan orang-orangnya masuk kesuatu negara tersebut, kemudian mencoba menggerakkan sebuah kudeta atau revolusi.

3. Apabila langkah ketiga tersebut tidak berhasil, maka yang akan dilakukan oleh The Jackals ialah operasi pembunuhan terhadap pemimpin negara seperti yang terjadi pada Ekuador (Jaime Roldos) dan presiden Panama (Omar Torrijos).

Jaime Roldos yang menyerang perusahaan minyak yang dikuasai oleh AS di Equador, dia menetapkan suatu Undang-Undang hidrokarbon yang akan mereformasi hubungan negara dengan perusahaan minyak, dia juga mengusir Summer Institute of Linguistics yang dianggap berkolusi dengan perusahaan minyak.

4. Apabila langkah-langkah diatas juga tidak berhasil, maka yang akan dilakukan ialah mengirimkan pasukan (tentara) untuk membunuh dan terbunuh atau menyatakan perang.

Seperti kasus Irak dimana Saddam Husein menolak untuk bekerjasama dengan AS dalam masalah perminyakan, "serigala-serigala" (agen CIA) mengirimkan pasukannya masuk Irak untuk melakukan kudeta dan revolusi.

Sadam Husein yang memiliki bodyguards tangguh dan berlapis-lapis membuat kegagalan kudeta sehingga CIA melakukan cara terakhir yaitu perang.

Semoga Bangsa-Bangsa Muslim Semakin Tangguh dalam segala bidang kehidupan, terutama Pendidikan, Ekonomi dan Pertahanan serta memperbaiki persatuan-kesatuan internal umatnya.

Amin.

Wallohualambissawab.

Sumber:

1. http://en.wikipedia.org/wiki/John_Perkins_(author)
2. Siti Istiqomah
3. Prime Idea
4. Zeitgeist: Addendum

Menyebar Luaskan: Open Access Education

Intro:

Students today are born into a culture of free and open resources. Access to Information and tools has been available since they were born. In the future, students will continue to demand access to free materials both inside the classroom and outside the classroom. Through constructivist education, many will create and contribute to the pool of available educational learning materials.

Content


Kondisi negara Indonesia yang unik, serta perubahan yang terjadi di era global seperti ini mengharuskan kita mengembangkan sistem pendidikan yang lebih terbuka, lebih luwes, dan dapat diakses oleh siapa saja yang memerlukan tanpa memandang usia, jender, lokasi, kondisi sosial ekonomi, maupun pengalaman pendidikan sebelumnya. 

Sistem pendidikan tersebut adalah sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh yang merupakan subsistem dari pendidikan nasional. Penekanan akan peran penting sistem pendidikan jarak jauh dan terbuka dalam pendidikan nasional telah dirumuskan dalam undang-undang tentang Sistem Pendidikan Nasional yang merupakan perubahan visi, misi, dan strategi pendidikan nasional dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 

Pengaruh gabungan kondisi geografis, pertumbuhan, dan sebaran penduduk telah mendorong para pengambil kebijakan di bidang pendidikan untuk menjadikan sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh sebagai alternatif untuk mengatasi pemerataan kesempatan, peningkatan mutu dan relevansi serta efisiensi penyelenggaraan pendidikan antarwilayah, antarpulau, dan antarkelompok penduduk usia sekolah maupun penduduk usia diluar sekolah.

Jumlah dan Potensi Pelajar Indonesia
Hanya tinggal menambah sedikit saja, maka jumlah pelajar Indonesia sebanyak 58 juta pelajar akan menyamai jumlah penduduk Inggris Raya. Dari 58 juta siswa itu, 8 juta siswa SLTA, 50 juta siswa SD-SLTP; dan 10 persen dari mereka memerlukan subsidi pendidikan.

Perwakilan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Mukhlis Catio, di Pekanbaru, Riau, mengungkapkan data yang dimiliki kementerian itu.

Menurut dia, dari puluhan juta pelajar itu, lebih dari sepuluh persennya selayaknya mendapatkan subsidi pendidikan atau beasiswa, yang amat penting guna menghindari gambaran buruk masa depan bangsa ini.

Bayangkan Jika Jumlah ini dioptimalkan hingga jenjang perguruan tinggi?

FUTURE E-Learning Experience for 22nd Century



Peran Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Proses Pendidikan Bangsa
Banyak orang diseluruh penjuru dunia mengakui bahwa sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh dapat digunakan sebagai salah satu cara yang efektif untuk mengatasi permasalahan pendidikan yang sulit diatasi dengan cara konvensional. 

Permasalahan itu misalnya banyak anak usia sekolah yang tidak dapat mengikuti pendidikan konvensional karena tinggal di tempat yang jauh dari sekolah, banyak anak maupun orang dewasa yang ingin memperoleh pendidikan tetapi tidak dapat mengikuti pendidikan konvensional karena harus bekerja mencari nafkah pada jam sekolah.

Banyaknya orang pada waktu mudanya mendapatkan kesempatan memperoleh pendidikan dan sekarang ingin mendapatkan kesempatan kedua tetapi tidak meninggalkan pekerjaannya, banyaknya orang yang ingin mendapatkan pendidikan tetapi tidak dapat karena cacat badan, sakit, tinggal di penjara, tidak dapat meninggalkan rumah karena banyaknya urusan dan tanggung jawab keluarga, dan sebagainya. 

Teknologi komunikasi dan informasi sebagai suatu produk dan proses telah berkembang sedemikian rupa sehingga telah merubah kehidupan kita, dalam berbagai bentuk aplikasi. Pengertian teknologi termasuk teknologi komunikasi dan informasi, hendaknya tidak di pandang sebagai hardware atau hanya sebagai fasilitas belaka. 

Semua teknologi pada hakikatnya adalah proses untuk mendapatkan nilai tambah. Proses itu memang menghasilkan produk yang bermanfaat. Sedangkan pemanfaatan produk itu tidak terlepas dari budaya lain atau sistem yang telah ada. 

Teknologi yang tepat guna adalah teknologi yang sesuai dengan budaya masyarakat yang bersangkutan. Bagi masyarakat yang belum terjamah dengan teknologi komunikasi dan informasi berbasis elektronik, maka teknologi cetak mungkin adalah pilihan yang tepat.

Kondisi masyarakat Indonesia yang beragam memerlukan berbagai macam teknologi untuk keperluan penyediaan jasa pendidikan. 

Teknologi sebagai suatu proses meliputi hal-hal sebagai berikut:

1. Proses harus rasional dan efisien; 
2. Harus menyistem, karena dalam pengertian sistem segala sesuatu akan mempunyai dampak dan dipengaruhi oleh hal lain dalam lingkungannya; 
3. Harus bersistem, yaitu mempertimbangkan segala variabel yang mungkin berpengaruh dalam menentukan prosedur tindakan agar proses itu efektif, efisien, dan serasi; 
4. Melibatkan berbagai pihak yang berkepentingan; 
5. Mengarah pada pemecahan masalah bersama; 
6. Memadukan berbagai prinsip, konsep, dan gagasan; 
7. Mempertimbangkan kondisi lingkungan untuk mencapai tujuan.

Sources:

http://en.wikipedia.org/wiki/Open_education
http://wikieducator.org/Main_Page
http://www.ocwconsortium.org/
Arip Nurahman Notes
Seva Nisa Blogspot
Antara News
Institute for Infocomm Research