Monday, 1 April 2013

Apa Itu Theoretical Astrophysics?

Buku yang sangat bagus dan lengkap karya Prof. Thanu Padmanabhan, seru dan sangat mengasyikan.


"Beam me up, Scotty ! There is no intelligent life out here"

~Prof. T. Padmanabhan~



Sedikit Curriculum Vitae Beliau:

Thanu Padmanabhan (born 10 March 1957, Thiruvananthapuram, Kerala) (Malayalam: താണു പദ്മനാഭന്‍‍) is an Indian theoretical physicist and Cosmologist whose research spans a wide variety of topics in Gravitation, Structure formation in the universe and Quantum Gravity. He has published more than 230 papers and reviews in international journals and ten books in these areas. 

Many of his contributions, especially those related to the analysis and modelling of dark energy in the universe and the interpretation of gravity as an emergent phenomenon, have made significant impact in the field. He is currently Distinguished Professor at the Inter-University Centre for Astronomy and Astrophysics, (IUCAA) at Pune, India.

Beberapa bab yang ada dalam buku ini adalah:

1. Order-of-magnitude astrophysics
2. Dynamics
3. Special relativity, electrodynamics and optics
4. Basics of electromagnetic radiation
5. Statistical mechanics
6. Radiative processes
7. Spectra
8. Neutral fluids
9. Plasma physics
10. Gravitational dynamics
11. General theory of relativity
12. Basics of nuclear physics


Kunjungi Juga:

1. http://www.iucaa.ernet.in/~paddy/ [Prof. Thanu Padmanabhan]
2. http://www.cfa.harvard.edu/ta/ [HARVARD-SMITHSONIAN CENTER FOR ASTROPHYSICS]
3. http://www-astro-theory.fnal.gov/ [Fermilab Theoretical Astrophysics]
4. http://astro.berkeley.edu/tac/ [Theoretical Astrophysics Center at the University of California, Berkeley]
5. http://anita.edu.au/ [Australian National Institute for Theoretical Astrophysics (ANITA)]

Mengapa Anda Menjadi Scientist?

Allhamdulilah akhirnya setelah sekian lama dapat juga berdiskusi dan bertukar pikiran dengan para pembicara ahli.

Pada hari kemarin penulis diundang oleh seorang sahabat karib Kang Ruli Afian, S.Pd. untuk mengunjungi sekolah tempat ia mengajar di SMP-SMA Nurul Fikri.

Sebuah sekolah yang sangat sejuk, dikelilingi gunung-gunung, kebun sayuran dan berbagai macam pohon yang rindang, sungguh sangat membuat betah.



Pada hari itu diadakan sebuah:
Talk Show Pendidikan, Sains dan Teknologi di Sekolah Nurul Fikri bersama: 

1. Prof. Yukio Hattori, M.D., Ph.D. (Universitas Yamaguchi-Jepang) 
2. Prof. Yasuhiro Yamashiro, Ph.D. (Univ. Yamaguchi-Jepang) 
3. drg. Hj. Laifa Annisa Hendarmin, Ph.D. (Univ. Islam Negeri Jakarta) 
4. Dr. Hj. Rini Puspitaningrum, M.Biomed (Universitas Negeri Jakarta)

Gedung pertemuan sebuah sekolah riuh oleh ribuan siswa peserta talk show. Hari ini di sekolah tersebut diadakan sebuah perbincangan dengan tamu-tamu hebat dari negeri sebrang nun jauh di sana.

Negeri tempat para tokoh kartun berasal, negeri Sakura. 

Tema talkshow Science & Technology kali ini adalah: 

"The Role of Scientific & Technology Research in Developing The Education Quality & Social Prosperity." 

Pembicara utama: Prof. Yukio Hattori, M.D., Ph.D. Memaparkan bagaimana pendidikan di negeri matahari terbit mampu melahirkan ilmuwan-ilmuwan handal, keadaan riset-nya, juga perkembangan Ipteksnya hingga mampu menaikan martabat bangsa tersebut. 

Tiba pada sesi tanya jawab: Seorang siswi kelas X SMA, imut berkerudung bermata "sipit" mengacungkan tangan bertanya, dengan lincahnya sang siswi berbicara dalam bahasa Jepang dan Inggris yang inti dari pertanyaanya adalah: 

Mengapa Anda Menjadi Seorang Ilmuwan? 

Pertanyaan yang langsung diajukan kepada sang pembicara utama: Prof. Hattori

Serentak para hadirin bertepuk tangan dengan riuh.

Sang Profesor Jepang pakar dalam bidang Hematologi itu kaget bukan kepalang. Mungkin dalam benak nya berpikir: 

"Wah ada juga yah pelajar Indonesia yang fasih berbahasa Jepang dan Inggris sekaligus?" 

Dengan bijak Sang Profesor menjawab:

"Saya senang belajar, dan menemukan hal-hal baru, bagi saya meneliti bersama pelajar adalah gairah saya, kenikmatan ketika menemukan hal baru yang berguna bagi kemanusiaan adalah motivasi untuk menjadi seorang Ilmuwan. 




Thanks to: Kang Ruli Afian, S.Pd. Guru Fisika di SMP-SMA NURUL FIKRI.

Sunday, 31 March 2013

Keajaiban Dunia ELEKTRON Yang Menakjubkan

The electron (symbol: e) is a subatomic particle with a negative elementary electric charge.



An electron has no known components or substructure. It is generally thought to be an elementary particle.An electron has a mass that is approximately 1/1836 that of the proton.The intrinsic angular momentum (spin) of the electron is a half-integer value in units of ħ, which means that it is a fermion. The antiparticle of the electron is called the positron; it is identical to the electron except that it carries electrical and other charges of the opposite sign. When an electron collides with a positron, both particles may be totally annihilated, producing gamma ray photons.

Electrons, which belong to the first generation of the lepton particle family, participate in gravitational, electromagnetic and weak interactions. Like all matter, they have quantum mechanical properties of both particles and waves, so they can collide with other particles and can be diffracted like light. However, this duality is best demonstrated in experiments with electrons, due to their tiny mass. Since an electron is a fermion, no two electrons can occupy the same quantum state, in accordance with the Pauli exclusion principle.

Symbol e, β
Antiparticle Positron (also called antielectron)
Theorized Richard Laming (1838–1851),
G. Johnstone Stoney (1874) and others.
Discovered J. J. Thomson (1897)
Mass 9.10938291(40)×10−31 kg
5.4857990946(22)×10−4 u
[1,822.8884845(14)]−1 u
0.510998928(11) MeV/c2
Electric charge −1 e
−1.602176565(35)×10−19 C
−4.80320451(10)×10−10 esu
Magnetic moment −1.00115965218076(27) μB
Spin 12


Electrons may be created through beta decay of radioactive isotopes and in high-energy collisions, for instance when cosmic rays enter the atmosphere. Electrons may be destroyed through annihilation with positrons, and may be absorbed during nucleosynthesis in stars. Laboratory instruments are capable of containing and observing individual electrons as well as electron plasma, whereas dedicated telescopes can detect electron plasma in outer space. Electrons have many applications, including in electronics, welding, cathode ray tubes, electron microscopes, radiation therapy, lasers, gaseous ionization detectors and particle accelerators.

Memahami Elektron

Sebuah atom, terlalu kecil untuk dilihat dengan mata telanjang, terdiri dari inti dan elektron yang berputar di sekitar inti. Proton merupakan inti bermuatan positif dan neutron tidak bermuatan, inti itu sendiri selalu bermuatan positif. Sedangkan elektron yang berputar di sekitar inti sebanyak satu juta kali putaran per detik SELALU bermuatan negatif.

Salah satu karakteristik terpenting yang membuat atom begitu menakjubkan adalah putaran dari electron yang tanpa henti. Elektron dalam atom, yang tidak pernah berhenti berputar sejak saat penciptaan mereka, TERUS BERPUTAR TANPA TERPUTUS DENGAN KECEPATAN YANG SAMA, tidak peduli berapa banyak waktu berlalu atau dari bagian apa substansi mereka.

Setiap atom memiliki jumlah elektron yang berbeda. Misalnya, hanya ada 1 elektron dalam atom hidrogen, 2 elektron dalam atom helium dan 92 elektron dalam atom uranium. Elektron-elektron tersebut berputar pada tujuh orbit yang terpisah. Dalam atom yang berat, sekitar 100 elektron didistribusikan di antara tujuh orbit tersebut. Sejumlah elektron berputar dengan kecepatan luar biasa pada orbit yang sama, atau bahkan ada elektron yang menyeberang antar orbit. 

TETAPI MEREKA TIDAK PERNAH bertabrakan. Hal Ini adalah salah satu aspek yang paling menakjubkan dari elektron. Tak ada satupun dari seratus atau lebih elektron pada tujuh orbit berbeda, yang berputar satu juta kali tiap detiknya, yang pernah bertabrakan dengan elektron yang lain, berhenti berputar atau putarannya menjadi lambat. Setiap elektron masing-masing mengontrol gerakannya yang menakjubkan itu agar tetap pada jalannya sendiri, dalam harmoni yang menakjubkan, dan telah melakukannya sejak penciptaan alam semesta.

Wallohualam Bissawab

Sumber:

1. Wikipedia
2. Harun Yahya