Showing posts with label Indonesian Astro Physics Association. Show all posts
Showing posts with label Indonesian Astro Physics Association. Show all posts

Friday, 11 March 2011

“Super Moon” Hanya Wacana Astrologi, Bulan Terdekat ke Bumi Tidak Menyebabkan Bencana

"The distance between the earth and her satellite is a mere trifle, and undeserving of serious consideration. I am convinced that before twenty years are over one-half of our earth will have paid a visit to the moon."
— Jules Verne, From Earth to the Moon, 1890.


Oleh: Prof. T. Djamaluddin, D.Sc.


Profesor Riset Astronomi Astrofisika, LAPAN



(Animasi dari http://hrcst.org.uk/wp/index.php/weather/)

Beberapa media massa memberitakan ramalan astrologi bahwa  “super moon” atau ”extreme super moon” bakal menyebabkan bencana. Kabarnya, Sabtu 19 Maret 2011 bulan akan berada pada posisi terdekat dengan bumi (disebut perigee), hampir bersamaan dengan saat puncak purnama. Itulah yang dinamakan ”super moon” pada saat perigee, dan bila diperkuat kondisi purnama dinamakan ”extreme super moon”. Istilah itu hanya dikenal dalam astrologi, tidak dikenal dalam astronomi. Kita harus faham perbedaan astrologi dan astronomi. Astrologi adalah pemahaman bahwa posisi benda-benda langit berpengaruh pada nasib kehidupan manusia di bumi. Astrologi bukanlah cabang sains. Sedangkan astronomi adalah cabang sains atau ilmu pengetahuan yang mempelajari gerakan dan kondisi fisik benda-benda langit.

Menurut ramalan astrologi, kondisi ”super moon” pada 19 Maret 2011 akan mengakibatkan banyak bencana di bumi. Benarkah? Astronomi membantah ramalan bencana, walau membenarkan bahwa pada tanggal itu bulan berada pada jarak terdekatnya dengan bumi hampir bersamaan dengan puncak purnama. Data astronomi menunjukkan pada 19 Maret 2011 pukul 19:10 GMT/UT (20 Maret pukul 02:10 WIB) bulan berada pada jarak terdekat dengan bumi, pada jarak 356.577 km. Itu berdekatan dengan puncak purnama pada 19 Maret pukul 18:11 GMT/UT (20 Maret pukul 01:11 WIB).

Astronomi membantah ramalan bencana, karena kejadian jarak bulan terdekat dengan bumi (perigee) adalah peristiwa bulanan, walau bervariasi. Periodenya perigee sekitar 27,3 hari. Sedangkan peristiwa purnama juga kejadian bulanan dengan periode sekitar 29,5 hari. Karena perbedaan periode ini, perigee tidak selalu bersamaan dengan purnama. Peristiwa perigee bersamaan dengan purnama baru akan berulang lagi setelah 18 tahun, yaitu kelipatan 241 x 27,3 hari yang sama dengan 223 x 29,5 hari. Tidak ada bukti ilmiah yang mengaitkan peristiwa perigee bersamaan dengan purnama dengan bencana 18 tahun lalu, Maret 1993 atau sebelumnya.

Adakah dampak perigee bersamaan dengan purnama? Ya, ada, tetapi belum tentu berarti bencana. Bulan pada posisi paling dekat dengan bumi berdampak makin menguatnya efek pasang surut di bumi, terutama pada air laut. Air laut akan makin tinggi dalam kondisi ini. Bila itu bersamaan dengan purnama, ada efek penguatan juga dari gaya pasang surut matahari, sehingga efek pasang surut cenderung paling kuat.
Keberulangan perigee dan purnama selama tahun 2011



Jarak Bumi-Bulan dan Fase Bulan selama Maret 2011



Keberulangan perigee dan purnama selama tahun 1993. Periode 18 tahun tampak dengan kemiripan data 1993 dengan 2011.



Potensi bencana tetap harus diwaspadai bila ada efek penguatan dengan faktor lain, baik faktor cuaca maupun faktor geologis. Bila cuaca buruk di laut dan wilayah pantai diperkuat dengan efek pasang maksimum saat perigee dan purnama, harus diwaspadai potensi bahaya di wilayah pantai yang mungkin saja menyebabkan banjir pasang (rob) yang lebih besar dari biasanya.

Demikian juga bila penumpukan energi di wilayah rentan gempa dan gunung meletus, efek penguatan pasang surut bulan mungkin berpotensi menjadi pemicu pelepasan energi. Tetapi kondisi perigee bulan bersamaan dengan purnama bukan sebagai sebab utama bencana, tetapi bisa menjadi pemicu efek penguatan faktor lain.

Artinya, kalau tidak ada indikasi cuaca buruk di wilayah pantai atau tidak ada penumpukan energi di wilayah rawan gempa dan wilayah rawan gunung meletus, maka tak ada yang perlu dikhawatirkan dengan posisi perigee bulan bersamaan dengan purnama.

Tautan terkait:
1. http://tdjamaluddin.wordpress.com/2010/07/01/superkonjungsi-bedakan-astronomi-dan-astrologi/
2.http://tdjamaluddin.wordpress.com/2010/11/05/faktor-kosmogenik-waspadai-potensi-bencana-sekitar-bulan-baru-dan-purnama/

"Bulan akan segera menjadi tempat tinggal peradaban manusia"
~Arip~

Tuesday, 4 January 2011

Daftar Atraksi Angkasa di 2011


(Pelantikan Anggota Baru Cakrawala UPI Bandung)

Penulis: Yunanto Wiji Utomo
 
Tahun 2010 bumi telah dimeriahkan dengan serangkaian pertunjukan angkasa. Ada gerhana bulan yang baru saja terjadi di beberapa belahan bumi, ada pula hujan meteor Geminids dan Orionids. Nah, apa yang akan terjadi pada 2011 nanti?

Selain siklus bulan yang secara teratur terjadi setiap bulannya, berikut ini adalah daftar pertunjukan angkasa yang akan terjadi di 2011 yang beberapa jam lagi akan bersua dengan kita:  

3 - 4 Januari 2011 - Puncak hujan meteor Quadranids
Puncak hujan meteor Quadranids dan kurang lebih 40 meteor bisa dilihat setiap jamnya.


4 Januari 2011 - Gerhana matahari sebagian
Gerhana ini akan bisa dilihat di beberapa wilayah Afrika, Amerika dan Asia. Cek situs NASA untuk keterangan daerah yang lebih spesifik


3 April 2011 - Oposisi saturnus
Saat ini, Saturnus akan ada pada titik terdekatnya dengan bumi. Inilah saat terbaik untuk mengabadikan Saturnus dan bulannya dalam foto.

21 - 22 April 2011 - Hujan Meteor Lyrids
Sebanyak 20 meteor akan terlihat dalam hujan meteor ini. Meski memuncak pada tanggal 21 - 22, namun hujan meteor sudah bisa dinikmati sejak 16 April 2010.

5 - 6 Mei 2011 - Hujan meteor Eta Aquarids
Hujan meteor Eta Aquarids adalah hujan meteor tingkat rendah. Mulai terlihat sejak tanggal 4 Mei 2011, hujan meteor ini akan memuncak tanggal 5 - 6 Mei 2011.

1 Juni 2011 - Gerhana matahari sebagian
Gerhana matahari kali ini akan terlihat di sebagian besar wilayah asia Timur, Alaska, dan bagian utara Kanada dan Greenland.

15 Juni 2011 - Gerhana bulan total
Gerhana bulan akan terjadi di sebagian besar wilayah Amerika Selatan, Eropa, Afrika, Asia dan Australia. Warga negara Indonesia termasuk yang bisa melihatnya.

1 Juli 2011 - Gerhana matahari sebagian.
Memang, akan terjadi lagi gerhana matahari sebagian. Sayangnya, gerhana matahari ini hanya bisa disaksikan di pantai Antartika.

28 - 29 Juli 2011 - Hujan Meteor Delta Aquarids Selatan
Sebanyak 20 meteor bisa dilihat setiap jamnya pada malam puncaknya, 28 - 29 Juli 2011.

12 - 13 Agustus 2011 - Hujan meteor Perseids
Hujan meteor ini adalah salah satu hujan meteor terbaik yang bisa disaksikan. Kurang lebih 60 meteor bisa disaksikan setiap jamnya.

22 Agustus 2011 - Oposisi Neptunus
Saat ini, Neptunus akan mencapai posisi terdekatnya dengan bumi. Inilah saat terbaik untuk mengabadikan Neptunus, walaupun planet ini biasanya hanya akan tampak sebagi bintik biru di angkasa.

25 September 2011 - Oposisi Uranus
Ini adalah saat Uranus mencapai posisi terdekatnya dengan bumi. Bisa dijadikan kesempatan untuk mengabadikannya.

21 - 22 Oktober 2011 - Hujan meteor Orionids
Hujan meteor ini akan memungkinkan warga bumi melihat 20 meteor per jamnya. Lain dari biasanya, pada tahun 2011 hujan meteor ini akan mulai terlihat dari tanggal 20 September 2011.

29 Oktober 2011 - Oposisi Jupiter
Saat ini, Jupiter berada di posisi terdekatnya dengan bumi. Kesempatan baik untuk memotret Jupiter dan planetnya.

17 - 18 November 2011 - Hujan meteor Leonids
Seperti yang terjadi tahun ini, hujan meteor Leonids pada tahun 2011 akan menampakkan 40 meteor per jamnya.

25 November 2011 - Gerhana matahari sebagian
Pun, akan terjadi lagi gerhana matahari sebagian. Sayangnya, hal ini hanya bisa dilihat di Antartika.

10 Desember 2011 - Gerhana bulan total
Gerhana akan terjadi di sebagian besar wilayah Asia, Afrika Timur, Australia dan Pasifik. Indonesia juga bisa menyaksikannya.

13 - 14 Desember 2011 - Hujan meteor Geminids
Di hujan meteor ini, 60 meteor berwarna-warni akan bisa dilihat per jamnya. Puncak hujan meteor memang akan terjadi tanggal 13 - 14, namun hujan meteor sudah bisa disaksikan sejak 6 Desember 2011.



Sumber:

http://www.seasky.org/

Sunday, 1 August 2010

Indonesian Astrophysics Association

Indonesian Astrophysics Association 

The mission of the  Indonesian Astrophysics Association (IAA) is to advance our knowledge and understanding of the universe through research and education in astronomy and astrophysics. 
Indonesian  Astrophysics Association on Education

Pusat Pengembangan Kompetisi Olimpiade 

Astronomi dan Astrofisika


Mission

1. DI SETIAP KABUPATEN ATAU KOTA DI INDONESIA
MEMPUNYAI KLUB ASTRO FISIKA

2. PUTRA-PUTRI TERBAIK BANGSA MAMPU MENJUARAI
IVENT-IVENT ATAU KOMPETISI ILMIAH
DALAM BIDANG ASTRO FISIKA DI TINGKAT INTERNATIONAL



The International Astronomy Olympiad Web Site








  • 2nd International Olympiad On Astronomy and Astrophysics Part I










  • 2nd International Olympiad On Astronomy and Astrophysics Part II


  • Astrophysics (Greek: Astro - meaning "star", and Greek: physisφύσις - meaning "nature") is the branch of astronomy that deals with the physics of the universe, including the physical properties of celestial objects, as well as their interactions and behavior. Among the objects studied are galaxies, stars, planets, exoplanets, the interstellar medium and the cosmic microwave background. Their emissions are examined across all parts of the electromagnetic spectrum, and the properties examined include luminosity, density, temperature, and chemical composition. Because astrophysics is a very broad subject, astrophysicists typically apply many disciplines of physics, including mechanics, electromagnetism, statistical mechanics, thermodynamics, quantum mechanics, relativity, nuclear and particle physics, and atomic and molecular physics. In practice, modern astronomical research involves a substantial amount of physics. The name of a university's department ("astrophysics" or "astronomy") often has to do more with the department's history than with the contents of the programs. Astrophysics can be studied at the bachelors, masters, and Ph.D. levels in aerospace engineering, physics, or astronomy departments at many universities.


    Friday, 11 September 2009

    Indonesian Astrophysics Association

    Indonesian Astrophysics Association 

    The mission of the  Indonesian Astrophysics Association (IAA) is to advance our knowledge and understanding of the universe through research and education in astronomy and astrophysics. 
     
    Indonesian  Astrophysics Association on Education

    Pusat Pengembangan Kompetisi Olimpiade 

    Astronomi dan Astrofisika


    Mission

    1. DI SETIAP KABUPATEN ATAU KOTA DI INDONESIA
    MEMPUNYAI KLUB ASTRO FISIKA

    2. PUTRA-PUTRI TERBAIK BANGSA MAMPU MENJUARAI
    IVENT-IVENT ATAU KOMPETISI ILMIAH
    DALAM BIDANG ASTRO FISIKA DI TINGKAT INTERNATIONAL

    The International Astronomy Olympiad Web Site







  • 2nd International Olympiad On Astronomy and Astrophysics Part I









  • 2nd International Olympiad On Astronomy and Astrophysics Part II



  •  

    Friday, 1 August 2008

    Indonesian Astrophysics Association

    Indonesian Astrophysics Association 

    The mission of the  Indonesian Astrophysics Association (IAA) is to advance our knowledge and understanding of the universe through research and education in astronomy and astrophysics.


    A Brief History





    Awalnya kunjungan ke Observatorium Bosscha Lembang Bandung


    Observatorium Bosscha merupakan satu - satunya tempat pengamatan bintang di Indonesia. Sebagai negara yang memiliki tiga zona waktu, akan lebih baik jika Indonesia memiliki tiga buah Observatorium.

    Observatorium Bosscha Sendiri memiliki sejarah yang panjang hingga sekarang dan masih terus melakukan aktifitas penelitiannya.

    Profil Bosscha

    Observatorium Bosscha adalah sebuah Lembaga Penelitian dengan program-program spesifik. Dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung, obervatorium ini merupakan pusat penelitian dan pengembangan ilmu astronomi di Indonesia. Sebagai bagian dari  Fakultas MIPA - ITB, Observatorium Bosscha memberikan layanan bagi pendidikan sarjana dan pascasarjana di ITB, khususnya bagi Program Studi Astronomi, FMIPA - ITB. 

    Penelitian yang bersifat multidisiplin juga dilakukan di lembaga ini, misalnya di bidang optika, teknik instrumentasi dan kontrol, pengolahan data digital, dan lain-lain. Berdiri tahun 1923, Observatorium Bosscha bukan hanya observatorium tertua di Indonesia, tapi juga masih satu-satunya obervatorium besar di Indonesia.
    Observatorium Bosscha adalah lembaga penelitian astronomi moderen yang pertama di Indonesia. Observatorium ini dikelola oleh Institut Teknologi Bandung dan mengemban tugas sebagai fasilitator dari penelitian dan pengembangan astronomi di Indonesia, mendukung pendidikan sarjana dan pascasarjana astronomi di ITB, serta memiliki kegiatan pengabdian pada masyarakat.


    Observatorium Bosscha juga mempunyai peran yang unik sebagai satu-satunya observatorium besar di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara sampai sejauh ini. Peran ini diterima dengan penuh tanggung-jawab: sebagai penegak ilmu astronomi di Indonesia.

    Dalam program pengabdian masyarakat, melalui ceramah, diskusi dan kunjungan terpandu ke fasilitas teropong untuk melihat objek-objek langit, masyarakat diperkenalkan pada keindahan sekaligus deskripsi ilmiah alam raya. Dengan ini Observatorium Bosscha berperan sebagai lembaga ilmiah yang bukan hanya menjadi tempat berpikir dan bekerja para astronom profesional, tetapi juga merupakan tempat bagi masyarakat untuk mengenal dan menghargai sains. Dalam terminologi ekonomi modern, Observatorium Bosscha berperan sebagai public good.

    Tahun 2004, Observatorium Bosscha dinyatakan sebagai Benda Cagar Budaya oleh Pemerintah. Karena itu keberadaan Observatorium Bosscha dilindungi oleh UU Nomor 2/1992 tentang Benda Cagar Budaya. Selanjutnya, tahun 2008, Pemerintah menetapkan Observatorium Bosscha sebagai salah satu Objek Vital nasional yang harus diamankan
    Observatorium Bosscha berperan sebagai homebase bagi penelitian astronomi di Indonesia.



     
    Bandung Astro Physics Association
    Vision2020



    Banjar Astro Physics Association
    Vision 2035



    Mission

    "Berupaya Membantu Pembangunan Club Astro Fisika di Setiap Kabupaten/Kota di Indonesia"





     

    Indonesian  Astrophysics Association on Education

    Pusat Pengembangan Kompetisi Olimpiade 

    Astronomi dan Astrofisika


    Mission

    1. DI SETIAP KABUPATEN ATAU KOTA DI INDONESIA
    MEMPUNYAI KLUB ASTRO FISIKA

    2. PUTRA-PUTRI TERBAIK BANGSA MAMPU MENJUARAI
    IVENT-IVENT ATAU KOMPETISI ILMIAH
    DALAM BIDANG ASTRO FISIKA DI TINGKAT INTERNATIONAL

    The International Astronomy Olympiad Web Site






  • 2nd International Olympiad On Astronomy and Astrophysics Part I








  • 2nd International Olympiad On Astronomy and Astrophysics Part II






  • Terima Kasih Semoga Bermanfaat