Tuesday, 18 May 2010

Astrofisika


"Tidak peduli bagaimana Alam Semesta ini berakhir, namun kemanakah kita akan pergi setelah tiada di alam ini?"
 ~Arip~

Frontiers and Controversies in Astrophysics 

 

 

Lecture 19 - Omega and the End of the Universe

 

 

 

Overview:

 

Class begins with a review of the issues previously addressed about the origin and fate of the universe. The role of gravity in the expansion of the universe is discussed and given as the reason why the rate of expansion cannot remain constant and will eventually slow down. The actual density of the universe is calculated using various methods. Finally, the unsolved problem of dark matter is addressed and two explanatory hypotheses are proposed. One is that the universe is comprised of WIMPs (Weakly Interactive Massive Particles) that fulfill two requirements: they have mass and do not interact with light. The second hypothesis is that dark matter is made of MACHOs (Massive Astrophysical Compact Halo Objects), which scientists have attempted to identify through gravitational lenses.

Problem sets/Reading assignment:

 

None assigned

Course Media

Transcript

html

Audio

mp3

Low Bandwidth Video

mov [100MB]

High Bandwidth Video

mov [500MB]







Resources:

Class Notes - Lecture 19 [PDF]


Sumber:

1. The University of Yale Open Course Ware

2. Professor Bailyn Websites

http://www.astro.yale.edu/bailyn/
http://www.astro.yale.edu/



Ucapan Terima Kasih:

1. Bapak. Prof. Dr. Ing. H. B. J. Habibie.

2. Departemen Pendidikan Nasional

3. Kementrian Riset dan Teknologi

4. Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional


Disusun Ulang Oleh:

Arip Nurahman

Department of Physics, Indonesia University of Education

&

Follower Open Course Ware at MIT-Harvard University, Cambridge.USA.

Semoga Bermanfaat dan Terima Kasih

Wednesday, 12 May 2010

Astrofisika


"Kita hidup dalam alam semesta yang terus berubah setiap waktunya, semoga Keyakinan terhadap Yang Maha Pencipta tetap terhujam dalam dada"
 ~Arip~

Frontiers and Controversies in Astrophysics 

 

 

Lecture 18 - Hubble's Law and the Big Bang (cont.)

 

 

 

Overview:

 


Professor Bailyn returns to the subject of the expansion of the universe to offer explanations that do not require belief in the Big Bang theory. One alternative is a theory that, in the past, the entire universe was reduced to an "initial singularity," in which everything was much closer, and therefore denser and hotter. Since the universe is in constant flux, however, it follows that in the future things will drift apart. The Steady State explanation for the expansion of the universe is then explained. Coined as a derogatory term meant to ridicule supporters of the Big Bang theory, Steady State purports that new energy and matter are constantly created as the universe expands, to fill in the void that results from the expansion. The discovery of quasars refuted the Steady State theory. The lecture ends with a discussion of how observing very distant objects allows us to look back in time, and also gives us a glimpse into the future of galaxies and the universe.

Problem sets/Reading assignment:

 

Problem Set 6 [PDF]
Problem Set 6 Solutions [PDF]


 

Course Media

Transcript

html

Audio

mp3

Low Bandwidth Video

mov [100MB]

High Bandwidth Video

mov [500MB]
 






Resources:

Class Notes - Lecture 18 [PDF]


Sumber:

1. The University of Yale Open Course Ware

2. Professor Bailyn Websites

http://www.astro.yale.edu/bailyn/
http://www.astro.yale.edu/


Ucapan Terima Kasih:

1. Bapak. Prof. Dr. Ing. H. B. J. Habibie.

2. Departemen Pendidikan Nasional

3. Kementrian Riset dan Teknologi

4. Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional


Disusun Ulang Oleh:

Arip Nurahman

Department of Physics, Indonesia University of Education

&

Follower Open Course Ware at MIT-Harvard University, Cambridge.USA.

Semoga Bermanfaat dan Terima Kasih

Monday, 10 May 2010

Sekolah Pendidikan Robotika Indonesia

(Peneliti Muda, Sedang Berada di Politeknik Negeri Bandung. Menyaksikan Kontes Robot Indonesia/KRI dan Kontes Robot Cerdas Indonesia/KRCI )
Minggu, 09-05-2010

Indonesian Robotics Education School
Visi

Melahirkan Ahli-ahli Robotika Bertaraf Internasional yang senantiasa Bertafakur, Bertasyakur dan Bertadabur terhadap Keagungan Yang Maha Kuasa


Misi
1. Melahirkan Ahli Robotika Berkualitas Internasional Berkarakteristik Lokal di tiap Kabupaten atau Kota Setiap Tahun Minimal 2 Orang.

2. Kaderisasi yang berkelanjutan dan terarah

Program

1. Mempelajari alat-alat elektronika sederhana di Sekeliling Kehidupan kita

2. Mempelajari bahasa-bahasa pemrograman komputer dengan tekun dan rajin

3. Mengembangkan kurikulum pendidikan Robotika


Langkah Setrategis Sederhana

1. Promosi Kesekolah-sekolah Kejuruan dan Menengah atas untuk membuat club-club kecil penggemar Otomasi, Kendali dan Robotika

2. Mengadakan Ivent-ivent kecil dan sederhana megenai Robotika

3. Istiqomah


(Team Robot Universitas Pendidikan Indonesia/ Sikunang)

Pertandingan yang begitu seru dan menegangkan ini, melibatkan berbagai universitas terbaik di Indonesia. Masing-masing team menunjukan kebolehannya dalam ajang ini, saya sendiri yang menyaksikan pertandingan ini begitu terhanyut dan sangat antusias, sangat membanggakan sekali.

Sebelum tahun 2008 pelaksanaan KRI hanya dipusatkan pada suatu tempat saja dengan satu kali lomba. Dimulai KRI 2008 diberlakukan sistem regional.
Pemenang dari masing-masing regional akan bertanding kembali di tingkat Nasional dan pemenang tingkat Nasional akan mewakili Indonesia untuk berlaga di tingkat Internasional.

Sambutan Dirjen DIKTI
Salah satu tujuan pendidikan tinggi adalah menumbuh-kembangkan dan memperkaya khasanah ilmu Pengetahuan dan Teknologi untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat. Untuk itu kegiatan penumbuhan dan pengembangan kreativitas dan inovasi dosen dan mahasiswa menjadi kata kunci untuk menghantarkan tercapainya tujuan tersebut. 

Dalam penumbuhan dan pengembangan kreativitas dan inovasi tidaklah cukup hanya sampai pada wacana teoritis saja, akan tetapi harus dilatih untuk mengimplementasikan ide, gagasan dalam wacana-teoritis tersebut ke dalam dunia nyata. Kegiatan pengembangan gagasan teoritis menjadi penerapan teknologi yang nyata harus dibuat sedemikian rupa agar menjadi menarik, dinamis dan tidak membosankan, dimana dosen dan mahasiswa perlu dilibatkan secara multidisiplin.

Sehubungan dengan itu, kami menyambut baik penyelenggaraan Kontes Robot Indonesia KRI & KRCI), karena dalam KRI setiap Peserta harus mengeksplorasi kemampuannya dalam erancangan, implementasi, dan strategi serta harus mengembangkan ide-idenya untuk dapat embuat dan merancang suatu wahana bergerak berbentuk robot dengan berbagai bentuk an struktur serta kecerdasan agar dapat memenuhi tema dan aturan main yang telah itentukan, sehingga mahasiswa dapat berkompetisi secara sportif dalam arena yang telah ditentukan. 

Dalam Kontes Robot Seni (KRSI) yang diselenggarakan bersamaan dengan KRI, robot yang dibuat mahasiswa harus menitikberatkan unsur seni-budaya setempat, Disinilah etak pentingnya kemampuan kreativitas, inovasi dan strategi yang dikembangkan oleh setiap tim peserta. Oleh sebab itu, sejak awal dimulainya KRI, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi selalu memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan KRI tersebut. 
(Dirjen DIKTI)

Semoga Bermanfaat dan Terima Kasih