Showing posts with label Guru dan Dosen Profesional. Show all posts
Showing posts with label Guru dan Dosen Profesional. Show all posts

Tuesday, 6 August 2013

Menuju Indonesia Super Genius

Kegiatan Belajar Mengajar di Masa Depan 

"A Great Nation is the Nation that Writes"
*Prof. H. A. Chaedar Alwasilah, M.A., Ph.D.*




Apakah anak-anak Indonesia setara kecerdasannya dengan anak-anak bangsa-bangsa maju di dunia?

Ataukah Anak-anak Indonesia bisa lebih unggul lagi dari mereka?

Prof. Habibie gemar Belajar, Einstein senang belajar. Newton senang belajar, Leonardo da Vinci, asyik belajar. Feynman, Michio Kaku, Alan Lightman, Carl Sagan, Stephen Hawking senang belajar, Bill Gates Gila Belajar, Steve Jobs sangat maniak belajar desain dan komputer.

Semua anak-anak yang disebut cerdas, dimanapun, di Indonesia atau di dunia, senang belajar.

Bagi mereka alam semesta adalah keajaiban.

Planet-planet lain di luar angkasa adalah sesuatu yang fantastik. Mungkin ada makhluk lain atau peradaban besar di sana yang tidak kita ketahui.

Bagaimana pesawat raksasa yang berbobot ratusan ton bisa terbang, adalah sesuatu yang ajaib.

Bagaimana seluruh alam bisa berada dalam keteraturan, dari kuark sampai planet dan galaksi adalah sesuatu yang maha-dahsyat?

Bagaimana kecepatan cahaya bisa diukur, atau bagaimana sebuah partikel super kecil bisa berubah menjadi kekuatan energi maha-dahsyat?

E = mc² 
On The Shoulders of Giants  


Semuanya seperti sesuatu yang nyaris tidak masuk akal.

Tapi itulah keajaiban dunia, keajaiban alam semesta, keajaiban sains dan teknologi. 

Mereka jadi senang belajar, karena mereka beruntung mendapat proses belajar yang menyenangkan, dan asyik. 

Mereka mempunyai buku-buku yang menyenangkan dan asyik, ensiklopedia ilmu dengan gambar-gambar yang keren, indah, dan berwarna-warni, bahkan komik-komik sains-fiksi yang seru.

Kalau mereka tidak bisa membelinya, mereka bisa membacanya di perpustakaan sepuas-puasnya.

Mereka juga suka menonton film sains-fiksi, atau benda-benda ”ajaib” yang menstimulasi pikiran mereka. 

Mereka punya pembimbing yang menyenangkan.

Orangtua mereka mengajarkan mereka keasyikan sains, mereka punya teman, kakak, paman, dan guru-guru di sekolah yang juga menyenangkan dan mengajarkan bahwa alam semesta itu penuh dengan keajaiban.

Karena senang, intensitas belajarnya jadi tinggi, itu saja. 

Seluruh dunia jadi terbuka buat mereka, indah, ringan, menyenangkan, dan gampang.

Dan mereka mendapat gelar, anak-anak cerdas, bahkan super genius. 

Semangat Pelajar Indonesia

Sumber: 

Kak Eko Laksono, Imperium Indonesia
Intel Corporation
Arip Nurahman Notes
Universitas Pendidikan Indonesia

Membangun Kualitas Manusia Indonesia



Titik berangkatnya adalah kesadaran bahwa garda terdepan untuk meraih kemenangan adalah kualitas manusia.

Kualitas manusia ini hanya bisa diraih lewat pendidikan yang berkualitas.

Pendidikan berkualitas itu sebab utamanya bukan karena gedung, buku, kurikulum atau bahasa tapi hadir dari guru yang berkualitas. 

Soal pendidikan adalah soal guru. 

Di balik kompleksitas perdebatan yang rumit dan panjang soal sistem pendidikan, soal kurikulum, soal ujian dan semacamnya, terdapat para guru. 

Mereka berdiri di depan anak didiknya; mereka mendidik, merangsang, dan menginspirasi.

Pada pundak guru-guru ini, kita titipkan persiapan masa depan republik ini.

Para guru adalah futurolog yang sebenarnya, dihadapannya duduk anak didik yang akan jadi wajah masa depan Republik ini. 

Cara kita memikirkan, menghormati dan memperlakukan guru hari ini adalah cara kita menghormati masa depan bangsa ini.

Dengan tegas harus saya katakan sebagai bangsa kita secara lisan nyatakan peduli, tapi senyatanya tak peduli pada nasib guru.

Bangsa ini titipkan anak-anaknya pada para guru, tapi kita tak mau peduli nasib mereka.

Libatkan diri kita untuk mempersiapkan masa depan Indonesia.

Mulailah belajar dan mengajar.

Untuk kita, untuk masa depan anak-anak kita dan untuk melunasi janji kemerdekaan:

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa. 

Sumber: 

Prof. Anies Rasyid Baswedan, M.A., Ph.D.
Rektor Universitas Paramadina, dan Founder Indonesia Mengajar.
Arip Nurahman Notes
JTOKU Indonesia

Antara Cita-Cita dan Janji Kemerdekaan

Menjadi pemimpin adalah menjadi pemberi janji. 

Saya tak sepaham dengan pendirian: beri bukti, bukan janji. 

Dengan memberi janji, ada sesuatu yang bisa ditagih. 

Bagaimana mungkin kita menagih sesuatu yang tak pernah dijanjikan sebelumnya?! 

Keberhasilan seorang pemimpin justru terutama dilihat dari keberhasilannya memperpendek jarak antara janji dan kenyataan. 

Semakin pendek jarak, semakin berhasil dia. Demikian sebaliknya. 

Konsitusi menegaskan empat janji, bukan cita-cita. 

Saya lebih suka menyebutnya sebagai Janji Kemerdekaan, bukan Cita-cita Kemedekaan. 

Cita-cita itu sesuatu yang ingin dicapai tapi bisa abstrak. Cita-cita itu jika tercapai akan disyukuri, jika tidak tercapai akan direvisi. 

Janji adalah hutang yang harus dilunasi. Janji tak pantas dan tak boleh direvisi. Republik ini berjanji dan janjinya harus dilunasi. Tanggung jawab melunasi itu menempel pada semua kita, walau beban terbesar adalah pada siapa pun yang menjadi pemimpin di republik ini. 

Janji kemerdekaan kita adalah: melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. 

Kita pasti mafhum, empat janji itu luar biasa berat. 

Setiap pemimpin dan kita semua mestinya menyadari bahwa hal tersebut adalah janji yang harus dibayar lunas. 

Saya kurang sependapat dengan konsep pemimpin yang menawarkan diri: saksikan, saya akan hadir untuk menyelesaikan masalah Anda. Itu kuno. 

Kepemimpinan yang dibutuhkan Indonesia saat ini adalah kepemimpinan yang menggerakan. 

Kepemimpinan yang memberikan semangat, hadir membawa “nyawa”, menyajikan nuansa, dan menyodorkan perasaan tujuan yang sama. 

Pemimpin yang mampu memberi inspirasi sehingga lahir afeksi aktif dari orang-orang yang dipimpinnya. Yang membuat orang yang dipimpin bergerak untuk ikut, untuk turun tangan bekerja dan berkontribusi untuk menyelesaikan masalah. 

Bukan pemimpin yang menumbuhkan afeksi pasif, yang membuat orang-orang yang dipimpin terlena, hanya diminta untuk menonton pemimpinnya bekerja, dan tidak bisa keluar dari jebakan pola hubungan patron-client yang telah menghantui bangsa kita begitu lama. 

Pendekatan yang lebih tepat adalah kepemimpinan yang hadir untuk merangsang semua orang untuk mau menyelesaikan masalah. Mungkin istilah yang pas adalah menggerakkan. Pemimpin bisa menggerakan jika dia DIPERCAYA. 

Tanpa trust maka pemimpin tidak akan mungkin diikuti, apalagi menggerakan. 

Bila rumus Trust itu dibuat dalam sebuah persamaan sederhana, maka angka Trust bisa dirumuskan sbb: 

Nilai Kepercayaan = Kompetensi+ Integritas + Kedekatan – Self-Interest. 

Hari ini kepercayaan kita pada pemimpin-pemimpin mengalami penurunan yang luar biasa bukan karena skor kompetensi yang rendah tapi karena Rendahnya angka Integritas dan rendahnya Angka Kedekatan serta tingginya angka Self-Interest. 

Sehingga skor Kepercayaan jatuh, jadi amat rendah bahkan banyak yang nilai kepercayaannya
sudah minus ! 

Sumber:

Prof. Anies Rasyid Baswedan, M.A., Ph.D.

Rektor Universitas Paramadina dan Founder Indonesia Mengajar.

Monday, 5 August 2013

Mesin Ajaib untuk Menciptakan Revolusi Kecerdasan

Inilah masanya!

Inilah saatnya Eropa melampaui jauh bangsa-bangsa lainnya di dunia! 

Sekitar tahun 1400-an, di Jerman hidup seorang pengusaha miskin yang lumayan kreatif dalam membuat sesuatu. 

Akan tetap, tanpa ia sadari nantinya ia berhasil menciptakan sebuah mesin yang begitu hebatnya sehingga sebuah peradaban besar tercipta sebagai hasil dari penemuannya. 

Mesin ajaib itu membuat para pemikir besar dan paling genius dalam sejarah dunia hidup kembali dan berbicara kepada masyarakat dunia. 

Dengan mesin itu, Plato, Socrates, Aristoteles, Galen, Ptolemy, Cicero, Homer, para sarjana Arab seperti Ibnu Sina dan Ibnu Rusyd mulai menyebarkan ilmu-ilmu hebatnya dan mengubah daratan Eropa dari bangsa terbelakang menjadi peradaban paling hebat dan paling unggul di dunia. 

Nama penemu itu adalah Gutenberg. 

Johann Gutenberg adalah ahi pembuat logam mulia dan penemu yang bekerja di sebuah percetakan buku di Mainz German. 

Selama hidupnya ia bercita-cita membuat mesin yang bisa mencetak buku dalam jumlah banyak dan murah. 

Gutenberg tidak punya cita-cita muluk. 

Ia hanya ingin usaha percetakannya maju. Buku yang tersebar luas membuat ilmu pengetahuan terhebat, pemikiran orang-orang paling genius, dan para pemimpin terbesar sepanjang sejarah dunia bisa dibaca dan dipelajari dengan mudah dan murah, oleh semua orang. 

Pada zaman internet dan Iptek Informasi-komunikasi saat ini ilmu pengetahuan banyak sekali bertebaran tinggal kemauan kita, masyarakat kita untuk belajar secara massive dan terstruktur untuk meningkatkan ilmunya masing-masing yang diminati. 

Komputer-Internet saat ini merupakan mesin ajaib yang dapat meningkatkan kecerdasan masyarakat banyak. 

Kunjungi Project Gutenberg: 

http://www.gutenberg.org/ 

Semoga Bermanfaat, 

Maju Terus Ilmu Pengetahuan Indonesia.

Apa itu Kepemimpinan Strategis dan Visioner?


"Mau jadi juara dalam pertandingan? Siapkan diri baik-baik dan berlatihlah dengan keras. Tidak ada jalan yang lunak"
~SBY at Universitas Pertahanan Indonesia~ 

Beberapa bulan yang lalu Presiden SBY pernah memberikan kuliah umum di Universitas Pertahanan Indonesia mengenai arti penting sebuah kepemimpinan Strategis dan Visioner.

Beberapa garis besarnya adalah:

1. Jaga kesinambungan upaya bangsa menuju Indonesia yang maju, kuat & sejahtera tahun 2045

2. Jaga kondisi nasional yang stabil, demokratis, aman & seimbang dalam dinamika perubahan besar.

3. Gigih perjuangkan kepentingan strategis Indonesia di kancah global, dalam kapasitas sebagai pemimpin dunia.

Kepemimpinan adalah sebuah hubungan yang saling mempengaruhi diantara pemimpin dan yang dipimpin untuk menginginkan perubahan nyata yang mencerminkan tujuan bersamanya. (Joseph C. Rost: 1993 ;Triantoro Safaria)

Apa yang terdapat dalam kepemimpinan?

Pemimpin dan yang dipimpin saling mempengaruhi!

Terjadi perubahan bukan mempertahankan status quo!

Perubahan ditujukan pada tujuan yang dinginkan dan dimiliki bersama Kepemimpinan merupakan aktivitas orang-orang, yang terjadi diantara orang-orang, sehingga kepemimpinan melibatkan pengikut (Followers).

Proses kepemimpinan juga melibatkan keinginan dan niat, keterlibatan yang aktif antara pemimpin dan pengikut untuk mencapai tujuan yang diinginkan bersama Baik pemimpin ataupun pengikut mengambil tanggungjawab pribadi (personal responsibility) untuk mencapai tujuan bersama tersebut.

Kemajuan organisasi dicapai melalui proses yang membutuhkan energi besar dan ketahanan menghadapi hambatan. Tugas pemimpin adalah menciptakan sinergi yang solid melalui visi, misi, strategi, dan bentuk organisasi yang disiapkan sebagai sarana mencapai tujuan tertinggi.

Pemimpin senantiasa dihadapi oleh perubahan yang cepat, kompleks, informasi yang ambigu, globalisasi, kemajuan teknologi yang cepat, perubahan gaya hidup, dll.

Akibatnya pemimpin dibebani permasalah: Stress dan fokus pada internal dan perubahan jangka pendek lupa pada perpekstif jangka panjang.

Kepemimpinan Strategis bertanggung jawab menciptakan harmoni antara tuntutan lingkungan eksternal organisasi (dunia) dengan visi, misi, strategi, dan implementasi organisasi.

Visi menggambarkan wujud organisasi di masa depan.

Misi menggambarkan nilai-nilai pokok (cored valued), tujuan (purpose), dan alasan akan eksistensi organisasi, serta langkah dan cara mewujudkan visi Strategi menyediakan arah yang menerjemahkan visi menjadi aksi dan merupakan dasar bagi pengembangan mekanisme spesifik untuk menolong organisasi mencapai tujuannya.

Paradigma Kepemimpinan

1. Paradigma Lama (Masa Industry):

Stabilitas Kontrol Kompetisi Barang

2. Paradigma Baru (Masa Informasi):

Perubahan Pemberdayaan Kolaborasi Orang dan Hubungan 

Sumber:

Kuliah Umum SBY di Universitas Pertahanan Indonesia
Masicang Blog
Arip Nurahman Notes

Sunday, 4 August 2013

Mengembangkan Self Leadership & Personal Development

Seseorang yang mampu mengembangkan diri dan mengatasi berbagai tantangan, kesulitan dan soal hidup dengan luar biasa (Adversity Quotient).

Beliaulah Nabi Muhammad, S.A.W. adalah sebuah contoh yang sangat dan harus kita teladani, sedari kecil beliau telah ditempa oleh berbagai cobaan dan ujian hidup, tapi dengan itu beliau tumbuh menjadi pemuda super. 

Bayangkan usia 6 tahun beliau sudah yatim piatu, dan diasuh oleh sang kakek. Usia 8 tahun ditinggal oleh sang kakek tercinta dan dititipkan ke sang paman yang kehidupannya sedang-sedang saja bahkan sering kekurangan.

Dalam usia dibawah 10 tahun beliau harus mengais nafkah sendiri menjadi penggembala, mencari kayu bakar, buruh batu dan pasir serta bekerja serabutan untuk penduduk Mekkah. 

Hingga akhirnya menjadi seorang pengusaha tangguh nyaris tanpa modal.

Pelajaran yang harus kita ambil adalah bagaimana ia berjuang melawan semua keterbatasan
(a complex-life difficulties) sehingga menjadi seorang pemuda super hebat.

Semoga di bulan Ramadhan yang mulia ini kita semua diberikan kekuatan dan kesabaran untuk meneladai kanjeng Nabi Muhammad S.A.W.

Meskipun sangat jauh tingkatan beliau untuk diteladani namun semoga saja dengan perjuangan dan ikhtiar dalam Ramadhan kali ini kita semua diberikan hidayah oleh yang Maha Kuasa.

Amin.

Sumber:

Dr. Muhammaad Syafi'i Antonio, M.Ec.
Dr. Muhammad Husain Haekal
Arip Nurahman Notes

Saturday, 3 August 2013

Panggilan Hati Menjadi Seorang Guru

Teaching is a special calling. It is not a job well-suited to everyone. In fact, many new teachers leave within the first 3-5 years of teaching. However, there are many rewards that come with this oft maligned career.
Classroom of the Future: Enabling Imagination
 
 
Here are my top ten reasons why teaching can be a great profession. 
 
1. Student Potential 

2. Student Successes 

3. Teaching a Subject Helps You Learn a Subject 

4. Daily Humor

5. Affecting the Future 

6. Staying Younger 

7. Autonomy in the Classroom

8. Conducive to Family Life 

9. Job Security 

10. Many Holidays  He.,.He.,.He.,.

Sources: 
1. Harvard Graduate School of Education
2. Super Teacher
3. Arip Nurahman Notes
4. Indonesia University of Education
5. HP Corporation

Friday, 2 August 2013

Menyebar Luaskan: Open Access Education

Intro:

Students today are born into a culture of free and open resources. Access to Information and tools has been available since they were born. In the future, students will continue to demand access to free materials both inside the classroom and outside the classroom. Through constructivist education, many will create and contribute to the pool of available educational learning materials.

Content


Kondisi negara Indonesia yang unik, serta perubahan yang terjadi di era global seperti ini mengharuskan kita mengembangkan sistem pendidikan yang lebih terbuka, lebih luwes, dan dapat diakses oleh siapa saja yang memerlukan tanpa memandang usia, jender, lokasi, kondisi sosial ekonomi, maupun pengalaman pendidikan sebelumnya. 

Sistem pendidikan tersebut adalah sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh yang merupakan subsistem dari pendidikan nasional. Penekanan akan peran penting sistem pendidikan jarak jauh dan terbuka dalam pendidikan nasional telah dirumuskan dalam undang-undang tentang Sistem Pendidikan Nasional yang merupakan perubahan visi, misi, dan strategi pendidikan nasional dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 

Pengaruh gabungan kondisi geografis, pertumbuhan, dan sebaran penduduk telah mendorong para pengambil kebijakan di bidang pendidikan untuk menjadikan sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh sebagai alternatif untuk mengatasi pemerataan kesempatan, peningkatan mutu dan relevansi serta efisiensi penyelenggaraan pendidikan antarwilayah, antarpulau, dan antarkelompok penduduk usia sekolah maupun penduduk usia diluar sekolah.

Jumlah dan Potensi Pelajar Indonesia
Hanya tinggal menambah sedikit saja, maka jumlah pelajar Indonesia sebanyak 58 juta pelajar akan menyamai jumlah penduduk Inggris Raya. Dari 58 juta siswa itu, 8 juta siswa SLTA, 50 juta siswa SD-SLTP; dan 10 persen dari mereka memerlukan subsidi pendidikan.

Perwakilan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Mukhlis Catio, di Pekanbaru, Riau, mengungkapkan data yang dimiliki kementerian itu.

Menurut dia, dari puluhan juta pelajar itu, lebih dari sepuluh persennya selayaknya mendapatkan subsidi pendidikan atau beasiswa, yang amat penting guna menghindari gambaran buruk masa depan bangsa ini.

Bayangkan Jika Jumlah ini dioptimalkan hingga jenjang perguruan tinggi?

FUTURE E-Learning Experience for 22nd Century



Peran Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Proses Pendidikan Bangsa
Banyak orang diseluruh penjuru dunia mengakui bahwa sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh dapat digunakan sebagai salah satu cara yang efektif untuk mengatasi permasalahan pendidikan yang sulit diatasi dengan cara konvensional. 

Permasalahan itu misalnya banyak anak usia sekolah yang tidak dapat mengikuti pendidikan konvensional karena tinggal di tempat yang jauh dari sekolah, banyak anak maupun orang dewasa yang ingin memperoleh pendidikan tetapi tidak dapat mengikuti pendidikan konvensional karena harus bekerja mencari nafkah pada jam sekolah.

Banyaknya orang pada waktu mudanya mendapatkan kesempatan memperoleh pendidikan dan sekarang ingin mendapatkan kesempatan kedua tetapi tidak meninggalkan pekerjaannya, banyaknya orang yang ingin mendapatkan pendidikan tetapi tidak dapat karena cacat badan, sakit, tinggal di penjara, tidak dapat meninggalkan rumah karena banyaknya urusan dan tanggung jawab keluarga, dan sebagainya. 

Teknologi komunikasi dan informasi sebagai suatu produk dan proses telah berkembang sedemikian rupa sehingga telah merubah kehidupan kita, dalam berbagai bentuk aplikasi. Pengertian teknologi termasuk teknologi komunikasi dan informasi, hendaknya tidak di pandang sebagai hardware atau hanya sebagai fasilitas belaka. 

Semua teknologi pada hakikatnya adalah proses untuk mendapatkan nilai tambah. Proses itu memang menghasilkan produk yang bermanfaat. Sedangkan pemanfaatan produk itu tidak terlepas dari budaya lain atau sistem yang telah ada. 

Teknologi yang tepat guna adalah teknologi yang sesuai dengan budaya masyarakat yang bersangkutan. Bagi masyarakat yang belum terjamah dengan teknologi komunikasi dan informasi berbasis elektronik, maka teknologi cetak mungkin adalah pilihan yang tepat.

Kondisi masyarakat Indonesia yang beragam memerlukan berbagai macam teknologi untuk keperluan penyediaan jasa pendidikan. 

Teknologi sebagai suatu proses meliputi hal-hal sebagai berikut:

1. Proses harus rasional dan efisien; 
2. Harus menyistem, karena dalam pengertian sistem segala sesuatu akan mempunyai dampak dan dipengaruhi oleh hal lain dalam lingkungannya; 
3. Harus bersistem, yaitu mempertimbangkan segala variabel yang mungkin berpengaruh dalam menentukan prosedur tindakan agar proses itu efektif, efisien, dan serasi; 
4. Melibatkan berbagai pihak yang berkepentingan; 
5. Mengarah pada pemecahan masalah bersama; 
6. Memadukan berbagai prinsip, konsep, dan gagasan; 
7. Mempertimbangkan kondisi lingkungan untuk mencapai tujuan.

Sources:

http://en.wikipedia.org/wiki/Open_education
http://wikieducator.org/Main_Page
http://www.ocwconsortium.org/
Arip Nurahman Notes
Seva Nisa Blogspot
Antara News
Institute for Infocomm Research 

Thursday, 1 August 2013

Berkah Ramadhan: Ketika Para Rangers Buka Shaum Bersama

Allhamdulilah seminggu kemarin penulis dapat berjumpa dan buka bersama dengan 
para sahabat Fisika UPI 2007 
Power Rangers he.,.he.,he.,

Ruaarrr Biasa mereka telah hebat dan mantap.
Saya masih menjadi Ranger paling Bungsu.
Duuuhhh heu.,.heu.,heu.,


Bersua kembali dengan para sahabat yang telah menempuh kehidupan masing-masing sungguh sangat bahagia, mendengarkan kisah-kisah kehidupan baru mereka. Penuh Warna dan sangat Indah. Mengenang masa-masa ketika bertarung dengan tugas-tugas fisika yang njelimet dan WoW banget gitu. Hadoooh.,.#_#.

Sebelum kami menikmati santap buka shaum berjamaah, tak lupa Kang H. Bambang Achdiyat, S.Pd. memberikan wejangan kepada kita semua dan memberikan buku karyanya: Find Your Best Teacher: Perjalanan Menemui Guru Terbaik Menuju Puncak Kehidupan.

Memberikan petuah bijak bagaimana menghadapi permasalahan pelik, keluarga, persahabatan dan memberdayakan ummat.

Setelah itu masing-masing dari kami menceritakan pengalaman baru di tempat mereka mengabdi, luar biasa sekali, Allhamdulilah sebagian besar dari mereka tengah melanjutkan pendidikan Master sambil mengajar, ada juga yang sudah siap-siap menikah ha.,ha.,ha., inilah topik yang paling hoooottt yang mereka bicarakan. Wkkwkwkwk.^_^.

Dan tentu saja saya dibantai habis-habisan oleh kawan-kawan mengenai apa saja kegiatan yang selama ini dikerjakan. Hadeuhhh.

Thanks banget kawan-kawan he.,he.,he.,

Banyak sekali mendapat masukan dan nasehat dari kawan-kawan Rangers ini, semoga penulis dapat melaksanakannya, amin.

Melaksanakan shalat berjama'ah bersama, terasa dekat kembali kekeluargaan dan persahabatan ini. 

Dilanjutkan kembali ngobrol-ngobrol bareng meskipun pertanyaannya cendrung ke arah "Perjodohan" he.,he.,he., itu bisa menjadi sangat sensitif bagi sebagian orang yang (mohon maaf) belum mendapatkan jodohnya sementara usia semakin menua umpamanya. [Nunjuk Ke diri Sendiri hi.,.hi.,hi,.]

Untuk masalah yang satu ini hanya dapat menjadi pendengar yang baik, meski kadang-kadang diberondong Kepo Ilmiah, Edukatif dan Religius dari kawan-kawan, Defense aja ah.,.ha.,ha.,ha., 

Semoga segala niat dan cita-cita kalian menjadi berkah kawan.

Enam Tahun yang Lalu Saat Kami Masih Lengkap Bersama di Isola Bumi Siliwangi


Imajinasi Para Mahasiswa Pendidikan Fisika: Power Rangers S.Pd.
 

Kisah The Lone Ranger pertama kali saya baca dari novelnya Mas Andrea Hirata; Sang Pemimpi, ternyata hari ini telah ada diputar di layar lebar. Kisah persahabatan dan perjuangan dalam mengarungi kehidupan serta kepercayaan terhadap kekuatan sebuah mimpi dan pengharapan, bahwa begitu besarnya kekuatan sebuah mimpi sehingga dapat membawa seseorang menerjang kerasnya kehidupan dan batas kemustahilan.

John Reid [Lone Ranger]: "If we ride together, we ride for justice." 
 Tonto: "Justice is what I seek" 


Terima Kasih Kang Bambang atas bukunya, Kang Angga atas tumpangannya kapan nikah nih? Wkwkkw, Nuhun Kang Dzikri tos traktiran he.,he., Teh Siti, Kang Marjan, enggal geura nangtoskeun tanggal, Kang Ruli, Kang Purwa, Kang Bagus, Teh Nina, Teh Fauziah dan semua kawan-kawan Fisika Universitas Pendidikan Indonesia 2007.

The Lone Ranger

Semoga penulis dapat sehebat kalian.

Terima Kasih Kawan-Kawan ku.

Semangat.

Kuliah Umum MenDikBud: Prof. Mohammad Nuh

Terima Kasih Ya Robbana, Seminggu yang lalu, tanggal 26-07-2013, Ketika mengikuti shalat Tarawih bersama Kang Saepudin Al-Bantani di Mesjid Salman ITB, Akhirnya Allah mempertemukan saya dengan Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Prof. Dr. Ir. KH. Mohammad Nuh, DEA. 
Beliau berkesempatan memberikan ceramah tarawih kepada jamaah dan sempat juga memberikan beasiswa kepada seorang mahasiswa yang menjadi imam muda di Mesjid Salman yang fasih bacaan Al-Qur'annya.
Subhannallah.
Sedikit Biografi Prof. Mohammad Nuh.

Prof. Dr. Ir. KH. Mohammad Nuh, DEA (lahir di Surabaya, Jawa Timur, 17 Juni 1959; umur 54 tahun) adalah Menteri Pendidikan Nasional Indonesia sejak 22 Oktober 2009. Sebelumnya ia menjabat sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika (2007–2009) dan rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya periode tahun 2003–2006.

Mohammad Nuh adalah anak ketiga dari 10 bersaudara. Ayahnya H. Muchammad Nabhani, adalah pendiri Pondok Pesantren Gununganyar Surabaya. Ia melanjutkan studi di Jurusan Elektro Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, dan lulus tahun 1983.

Mohammad Nuh mengawali kariernya sebagai dosen Teknik Elektro ITS pada tahun 1984. Ia kemudian mendapat beasiswa menempuh magister di Universite Science et Technique du Languedoc (USTL) Montpellier, Perancis. Mohammad Nuh juga melanjutkan studi S3 di universitas tersebut.

Prof. Mohammad Nuh menikah dengan drg. Layly Rahmawati, dan ia dikaruniai seorang puteri bernama Rachma Rizqina Mardhotillah, yang lahir di Perancis.

Pada tahun 1997, Prof. Mohammad Nuh diangkat menjadi direktur Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) ITS. Berkat lobi dan kepemimpinannya, PENS menjadi rekanan tepercaya Japan International Cooperation Agency (JICA) sejak tahun 1990.

Pada tanggal 15 Februari 2003, Prof. Mohammad Nuh dikukuhkan sebagai rektor ITS. Pada tahun yang sama, Nuh dikukuhkan sebagai guru besar (profesor) bidang ilmu Digital Control System dengan spesialisasi Sistem Rekayasa Biomedika. Ia adalah rektor termuda dalam sejarah ITS, yakni berusia 42 tahun saat menjabat. 

Semasa menjabat sebagai rektor, ia menulis buku berjudul Strategi dan Arah Kebijakan Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (disingkat Indonesia-SAKTI).

Selain sebagai rektor, Prof. Mohammad Nuh juga menjabat sebagai Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jawa Timur, Pengurus PCNU Surabaya, Sekretaris Yayasan Dana Sosial Al Falah Surabaya, Anggota Pengurus Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya, serta Ketua Yayasan Pendidikan Al Islah Surabaya.

Prof. Muhammad Nuh juga dikenal sebagai seorang Kiayi, sering memberi ceramah dan khutbah jumat di berbagai masjid di Surabaya dan dikenal sebagai Ulama.

Prof. Mohammad Nuh, Memberikan Wejangan Kepada Para Jama'ah di Mesjid Salman ITB

Turut hadir Dirjen DikTi: Prof. Dr. Ir. Djoko Santoso, M.Sc.


Sedikit Cuplikan Tausyiah Beliau: Membangun Ummat yang Rahmatan Lil Alamin.

Kita lahir di bumi Indonesia dan tumbuh bersama di Nusantara, tentu sudah menjadi kewajiban dan hak kita untuk memajukan dan memebesarkan Indonesia, negeri ini adalah bumi tempat kita lahir dan dibesakan, mari kita bersama membangun Bangsa. Kata beliau.

Mari kita menjadi umat yang Rohmatan Lil alamin yaitu umat yang menjadi rahmat bagi semesta alam, menghidari segala bentuk kekerasan. Tebarkanlah kasih sayang kepada umat manusia, karena Rosul pun mengajarkan kebaikan. Tambah Prof. M. Nuh.

Ia mengajak untuk Mengoptimalkan potensi MASKAM (mesjid kampus) untuk memberdayakan umat, karena Mesjid Kampus memiliki potensi yang tidak dimiliki oleh mesjid-mesjid lainnya.

Seperti jamaah MASKAM yang selalu baru tiap tahunnya, memiliki jumlah kaum intelektual yang banyak juga memiliki kepekaan sosial-kebangsaan yang lebih kuat.

Pak Nuh juga mengajak untuk mengibarkan bendera Rohmatan Lil alamin di segala lini kehidupan; raih sodara-sodara kita yang masih extrem dalam pemahammannya, tegasnya.

Bendera Rohmatan Lil alamin ini terdari dari Tiang yang kokoh berarti: Iman dan Akidah, Tali yang Kuat yaitu: Hablumminalloh dan Habluminanas. Memperbaiki hubungan sesama manusia, menghindari kegersangan sosial yang bermakna meminimalisir tindakan kekerasan-mengedepankan kasih sayang.

Kibaran Bendera Rohmatan Lil alamin ini butuh kompnen ke-3 yaitu kemauan untuk dikibarkan.

Kemauan ini berarti: Ilmu dan Keterampilan kita dalam mengelola masyarakat.

Inilah sebenarnya modal untuk mendirikan bangsa yang Rahman dan Rahim; Masyarakat yang penuh kasih sayang.

Para Nabi kita pun mengajarkan pendekatan Psikososial kasih sayang dalam mengajak umat bukan dengan "Hard Power".

Prof. M. Nuh pun, bercerita bahwa ketika zaman Nabi Muhammad pernah ada seorang warga pedalaman badui yang tiba-tiba mengencingi mesjid, para sahabat lantas marah bukan main dan hendak mengejar orang itu, Rosul melerai para sahabat untuk tak mengejarnya, tapi lekas-lekaslah cuci dan bersihkan bekas "nya" itu. Nabi pun memberikan pemahaman kepada orang pedalaman itu dengan pendekatan personal, bahwa hal itu tak boleh dilakukan.

Sebaliknya kepada para sahabat pun memberikan penjelasan bahwa: orang itu perlu dibina dan diarahkan. Maka di sinilah peran Wudhu sebagai alat sesuci bagi umat, yaitu saling membersihkan dan mensucikan, para wali pun mengajarkan pendekatan kasih sayang tanpa kekerasan dalam berdakwah.

Seperti Petuah Sunan Drajat:

1. Memangun resep teyasing Sasomo: Kita selalu membuat senang hati orang lain.

2. Jroning suko kudu eling Ian waspodo: Didalam suasana riang kita harus tetap ingat dan waspada.

3. Laksitaning subroto tan nyipto marang pringgo bayaning lampah: Di dalam perjalanan untuk mencapai cita-cita luhur kita tidak peduli dengan segala bentuk rintangan.

4. Meper Hardaning Pancadriya: Kita harus selalu menekan gelora nafsu-nafsu.

5. Heneng – Hening – Henung: Dalam keadaan diam kita akan mem­peroleh keheningan dan dalam keadaan hening itulah kita akan mencapai cita-cita luhur.

6. Mulyo guno Panca Waktu: Suatu kebahagiaan lahir bathin hanya bisa kita capai dengan sholat lima waktu.

7. Menehono teken marang wong kang wuto, Menehono mangan marang wong kang luwe, Menehono busono marang wong kang wudo, Menehono ngiyup marang wongkang kodanan:

Ajarkan ilmu pada orang yang tidak tahu, Berilah makan kepada orang yang lapar, Berilah baju kepada orang yang tidak punya baju, serta beri perlindungan orang yang menderita.

Begitu sedikit pesan beliau kepada para jama'ah.

"Kalau kita tidak mampu mengembangkan budaya Nasional sendiri habislah kita. Hancurlah kita"
*Prof. Mohammad Nuh*
Allhamdulilah Ya Robbana Akhirnya Saya dapat Bertemu dan Berjabat Tangan dengan 
Bapak MenDikBud Prof. Mohammad Nuh, Semoga Segala Kecerdasan dan Kebaikannya Terserap. Aamiin
Terima Kasih Ya Allah.

Ya Robbana kami berdo'a semoga kami dan para siswa kami suatu saat nanti ada yang menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan R.I.

Sehingga membawa negeri ini menjadi sebuah bangsa dengan Sistem Pendidikan Terbaik, Terhebat dan Terunggul di Dunia.

Amin.

Semoga do'a dan harapan baik kami bagi negeri ini mendapat Ridha Mu.

Semangat Indonesia Bisa!

Monday, 29 July 2013

Berkah Ramadhan: Ocean Paradigm Study Group

OPSG 


Empowerment studies related with oceanic resources, in general we study Indonesia natural resources empowerment.

Allhamdulilah penulis dapat bergabung dalam sebuah Komunitas Ilmiah yang didirikan oleh Bpk. Dr. Miftachul Hadi, M.Sc. Ocean Paradigm Study Group. Ia adalah peneliti LIPI dan Ketua Persatuan Pelajar Indonesia di Brunei Darussalam.

Potensi Raksasa Benua Maritim Indonesia

Peneliti Senior Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Prof. Dr. Ir. H. Rokhmin Dahuri, MS. menyatakan bahwa total seluruh potensi 11 sektor ekonomi kelautan Indonesia adalah 11,2 triliun dolar AS. [Rp. 1.120.000.000.000.000.000./Satu Juta Seratus Dua Puluh Ribu Trilyun Rupiah] ini berarti hampir menyamai PDB Negeri Super Power Amerika Serikat yang sebesar US$ 14 Triliun. Hanya dengan potensi kelautan, Nusantara dapat menyalip kekuatan ekonomi USA dan China.

Allah Maha Besar.

Namun kontribusinya baru 22 persen karena kebijakan pemerintah bukan berdasarkan kelautan (ocean based).

Berkah Ekonomi Kelautan

Sedikitnya ada 11 sektor ekonomi kelautan yang dapat dikembangkan:

(1) Perikanan tangkap,
(2) Perikanan budidaya,
(3) Industri pengolahan hasil perikanan,
(4) Industri bioteknologi kelautan,
(5) Pertambangan dan energi,
(6) Pariwisata bahari,
(7) Kehutanan daerah Pantai,
(8) Perhubungan laut,
(9) Sumberdaya pulau-pulau kecil,
(10) Industri dan jasa maritim, dan
(11) SDA non-konvensional.

Prof. Rokhmin menjelaskan, potensi ekonomi kelautan Indonesia besar sekali, bukan hanya perikanan, tambak, dan budidaya tetapi juga ada industri bioteknologi kelautan, pertambangan mineral lepas pantai, sumber energi bersih dll. Menurutnya, potensi dari 11 sektor ekonomi kelautan minimal sebanyak 1,2 triliun dolar AS. per tahun “Artinya ini kan lebih besar dibandingkan produk domestik bruto (PDB) kita,” ujarnya kepada wartawan di sela-sela diskusi 'Membangun Ekonomi Kelautan' di Jakarta, Rabu (24/7/2013) malam.

Selain itu, kata Prof. Rokhmin, jika potensi ekonomi kelautan Indonesia kalau bisa dimanfaatkan secara maksimal maka bisa membiayai pengeluaran negara sekaligus menciptakan sedikitnya 40 juta tenaga kerja. 

Dia menerangkan, wilayah darat yang dimiliki Indonesia hanya seperempat bagian, dan sisanya adalah lautan.

Jadi secara geoekonomi maupun geopolitik, Indonesia sebagai negara maritim dan kepulauan terbesar di dunia seharusnya melakukan pembangunan berdasarkan kelautan dan pulau-pulau kecil (ocean based). 

Namun faktanya, nilai kontribusi 11 sektor ekonomi kelautan itu baru sebanyak 22 persen terhadap PDB maupun kesejahteraan masyarakat pesisir dan nelayan.

Menurutnya, banyak pakar ekonomi yang menduga bahwa salah satu yang muncul inefisiensi atau lemahnya daya saing bangsa Indonesia itu karena Indonesia mengingkari fitrah atau jati diri sebagai bangsa kelautan.  


5 F = Food, Fuel, Fluids & Fibers for Fortune


"TATA RUANG KELAUTAN"

Food, Fuel, Fluids and Fibers for Fortune.

Intisari:

(1) Indonesia terletak diantara "dua samudera besar dunia", berikut arus lautnya (temperatur, salinitas, ikan dst).

(2) Alfafa, sumber nutrisi bergizi bagi ternak, pengikat nitrogen.

(3) Perlunya membentuk "hub" pelabuhan penghubung/transit untuk menjembatani transportasi nasional.

(4) Indonesia (2010, 2011) sebenarnya surplus beras dan jagung, problem transportasi.

(5) Indonesia memiliki banyak teluk-teluk unik yang cocok untuk budidaya kelautan.

(6) Hanya Indonesia yang dilalui "arus laut besar dunia" (warm, less salinity, dst): sumber energi hidrokinetik yang melimpah, budidaya algae (syarat hidup optimum algae a.l. suhu hangat).

(7) Selat Malaka sebagai urat nadi lalu lintas perekonomian dunia, Indonesia belum membangun/inves infrastruktur pelabuhan kapal. Singapura menarik keuntungan besar dari port-nya.

(8) Bangsa Indonesia harus memiliki karakter yang kuat, harus percaya diri.

Bersama Para Sahabat Forsalim di Tempat Penangkaran Biota Laut


"Indonesia sejatinya adalah surga dunia, persiapkan kekuatan untuk membangun Indonesia!"

Salam Indonesia!

Sunday, 28 July 2013

Berkah Ramadhan: Antara Ranca Manyar dan History of The World

Berkumpul bersama kawan-kawan lama, buka shaum bareng memang luar biasa menyenangkan ditambah banyak makanan pula he.,he.,dan hiburan seru yang ilmiah serta edukatif.
Bersua kembali dengan sahabat semasa SMA di Desa Ranca Manyar Kecamatan Bale Endah, pengalaman yang seru dan sangat kocak, makan bareng, bercanda ngobrol ngalor-ngidul dan nonton Sky Fall serta A History of The World.
Mungkin arti dari Ranca Manyar itu adalah "Kolamnya Burung Manyar", Ranca itu istilah dalam bahasa sunda yang mungkin merujuk kepada sebuah "Situ Leutik" yang air nya mulai surut, sedangkan Manyar adalah sejenis burung [Manuk Manyar].

Kita akrab mendengar kata-kata: Ranca Kole, Ranca Go'ong, Ranca Ekek dan Lain-lain. Ini menunjukan bahwa dahulu kala daerah Tatar Sunda kaya akan Situ (Danau) sisa dari Danau Raksasa Bandung Purba.

Tikukur jeung Manuk Manyar 
Kadupak ku Manuk Heulang
Hayu Urang Getol Diajar
Sangkan Hirup Bagja-Meunang

Sedangkan A History of The World adalah sebuah Film Dokumenter dari BBC Knowledge yang kebetulan pada episode ini menayangkan mengenai kebangkitan bangsa-bangsa akibat Revolusi Industri.

Digambarkan bagaimana bangsa-bangsa bangkit dan menjadi para Super Power dimulai dengan adanya Revolusi Industri yang dipicu oleh penemuan Mesin Uap oleh James Watt.

Apa Itu Mesin Uap?
 
Mesin uap adalah mesin yang menggunakan energi panas dalam uap air dan mengubahnya menjadi energi mekanis. Mesin uap digunakan dalam pompa, lokomotif dan kapal laut, dan sangat penting dalam Revolusi Industri.

Mesin uap merupakan mesin pembakaran eksternal, dengan cairan yang terpisah dari hasil pembakaran. Sumber panas yang dapat digunakan yaitu tenaga surya, tenaga nuklir, atau tenaga panas bumi. Jika uap berkembang melalui piston atau turbin, akan menyebabkan kerja mekanik.



Hatur Nuhun:
Kang Luki, Om Dian, A Gin-gin dan Kang Dadan.

Sumber: 

Wikipedia


Saturday, 27 July 2013

Hikmah Ramadhan: Melahirkan Para Super Leaders

We were Once, A Great Nation.

Kita sebagai bangsa yang baru lahir kembali, harus dengan cepat sekali, cepat, berlari dan terbang mengejar keterbelakangan kita ini!

Mengejar disegala lapangan.


"Maka rakyat kami (oleh kaum imperialis) dibikin rakyat yang ‘hidup kecil’ dan ‘nrima’, rendah pengetahuannya, lembek kemauannya, sedikit nafsu-nafsunya, dan padam kegagahannya."

Bersama Para Anak Muda, Generasi Masa Depan Indonesia

Apakah Indonesia bangsa kuli? 

Een natie van koelies, en een koeli onder de naties? 

Di suatu masa, Indonesia adalah bangsa yang dihormati seluruh dunia, disegani bahkan oleh bangsa-bangsa Superpowers. 

Kita adalah bangsa yang berdiri tegak sejajar dengan bangsa-bangsa terbesar di dunia.

Mungkin yang kita perlu lakukan adalah kembali mempelajari sumber-sumber kekuatan Indonesia dulu. 

Mungkin kita akan menemukan kembali rahasianya.

Mungkin.

Jayalah Indonesia

Maju Terus 

Sumber:

Imperium Indonesia
Arip Nurahman Notes

Membangkitkan Para Raksasa Indonesia

"Ide Itu Mempunyai Sayap, Tulislah Ia Sebelum Terbang" 
*Prof. H. A. Chaedar Alwasilah, M.A., Ph.D.*

Nanos Gigantum Humeris Insidentes  
     "If I have seen further it is by standing on the shoulders of giants."
*Isaac Newton*

Setiap kebangkitan bangsa-bangsa terbesar dalam panggung sejarah peradaban manusia selalu dipicu oleh kaum muda yang tercerahkan. 
Mereka bepikir, bekerja, dan berjuang mendobrak kebiasaan, menghancurkan kelembaman peradaban yang tak kunjung menampilkan kegagahan dan kehebatan.
Meskipun adakalanya mereka terkucilkan, tak dipercaya bahkan dimusuhi oleh sebagian masyarakatnya. Terkadang para pemuda tersebut dibuang sejarah peradaban. 
Namun demikian mereka sama sekali tak henti menginginkan perubahan ke arah yg lebih baik. Inilah bahan bakar atau energi sebuah bangsa: PEMUDA, ditangan merekalah takdir sebuah bangsa tergenggam.
Maka yang diperlukan saat ini adalah bagaimana supaya sebanyak-banyaknya pemuda kita, tercerahkan, menjadi para "Super Young Leaders". Menjadi para "Super Stars" panggung peradaban dengan cara menjadi orang-orang pemberi solusi.
Penyelesai permasalahan pelik rakyat, dokter bagi penyakit masyarakat, dan guru bagi kebodohan umat. Inilah masanya, inilah saatnya dimana kita semua para pemuda bahu membahu bekerja meneteskan keringat kita untuk membangkitkan "Raksasa Nusantara".
Membangkitkan energi rakyat yg terbuang sia-sia.

Membangkitkan kegagahan dan kewibawaan Sang Saka serta Sang Garuda

di bawah Panji Bhineka Tunggal Ika.

Bangkit Indonesia. 

Semoga Amin.

Sumber:

Imperium Indonesia
Arip Nurahman Notes
Pacific Rim

Friday, 26 July 2013

Hikmah Ramadhan: Dari Bangunharja Hingga Bandung Raya

“Pergilah merantau untuk mencari kemuliaan, karena dalam perjalanan itu ada lima kegunaan; yaitu menghilangkan kesedihan, mendapatkan penghidupan, mendapatkan ilmu, mengagungkan jiwa, dan dapat bergaul dengan orang banyak”. 
*Imam Syafi’i*

Sekitar 6 Tahun yang lalu penulis menginjakkan kaki di tanah Bandung, Paris Van Java, untuk menimba Ilmu di Isola Bumi Siliwangi. Berangkat dari sebuah Desa Indah bertahtakan hutan dan mempunyai permadani alam yang hijau yaitu sawah-ladang yang menghampar.


Ditakdirkan untuk menggumuli Pendidikan Fisika di Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Pendidikan Indonesia.

Semoga perjuangan kami ini mendapatkan berkah-Mu ya Robbana.

Terinspirasi membuat sebuah karya sederhana.

Penyusunan Rencana Induk Metropolitan Bandung Raya.



Sebuah harapan daerah Bandung Raya yang Bersih, Hijau, Berbunga dan Penuh Seni Budaya. Memiliki wawasan daerah yang berpendidikan maju, pusat tumbuh kembangannya IPTEK yang tinggi, juga masyarakat religius penuh kasih sayang ramah tamah.
 Penulis Bersama Para Siswa di Mesjid Al-Furqon Universitas Pendidikan Indonesia

 "Wahai Anak Muda Jelajahi Indonesiamu yang luas lagi indah. Jengkali Benua Amerika yang Menawan, Reguk semua Ilmu Pengetahuan di sana, lalu berlabuhlah di Altar Suci Harvard University yang Megah."

Terima Kasih Kawan-Kawan Semoga Ramadhan kali ini Menjadi Hikmah Bagi Kita Semua.

Amin.

Thursday, 25 July 2013

Mentafakuri Nuzulul Qur'an: Melahirkan Para Super Teacher

Allhamdulilah Malam ini dapat mengikuti terawih berjama'ah dan peringatan Nuzulul Qur'an di mesjid Nurul Fallah. Hadir sebagai penceramah adalah Bpk. Uztadz  H. Mulyana, S.Ag., M.Pd.

Beliau menjelaskan bagaimana Al-Qur'an diturunakan, dan menjadi petunjuk hidup bagi seluruh umat Manusia, bahkan dapat bertahan dari metode pencarian kebenaran ilmiah, yaitu metode Falsifikasi dan Metode Verifikasi.

Semoga kita semua dapat memahami dan menerapkan Al-Qur'an yang Mulia.

Malam Nuzulul Qur'an
 
Nuzulul Qur'an yang secara harfiah berarti turunnya Al Qur'an (kitab suci agama Islam) adalah istilah yang merujuk kepada peristiwa penting penurunan wahyu Allah pertama kepada nabi dan rasul terakhir agama Islam yakni Nabi Muhammad SAW. 

Wahyu, Waktu dan Tempat Kejadian 

Wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad adalah surat Al Alaq ayat 1-5 yang bila diterjemahkan menjadi : 

1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan 

2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. 

3. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, 

4. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam 

5. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya 

Saat wahyu ini diturunkan Nabi Muhammad SAW sedang berada di Gua Hira, ketika tiba-tiba Malaikat Jibril datang menyampaikan wahyu tersebut. Adapun mengenai waktu atau tanggal tepatnya kejadian tersebut, terdapat perbedaan pendapat di antara para ulama, sebagian menyakini peristiwa tersebut terjadi pada bulan Rabiul Awal pada tanggal 8 atau 18 (tanggal 18 berdasarkan riwayat Ibnu Umar).

Sebagian lainnya pada bulan Rajab pada tanggal 17 atau 27 menurut riwayat Abu Hurairah, dan lainnya adalah pada bulan Ramadhan pada tanggal 17 (Al-Bara' bin Azib) , 21 (Syekh Al-Mubarakfuriy) dan 24 (Aisyah, Jabir dan Watsilah bin Asqo' ) Peringatan Nuzulul Qur'an Sebagian muslim, memperingati waktu terjadinya peristiwa tersebut secara khusus. 

Di Indonesia setiap tanggal 17 Ramadhan, biasanya dilakukan ceramah atau pengajian khusus bertemakan Nuzulul Qur'an. Dilihat dari pada bulan yang disuruh kita berpuasa sebulan penuh maka turunnya Al Quran terjadi pada bulan ramadhan. 

Dan dilihat dari pada 10 hari terakhir pada bulan ramadhan turunnya lailatul qadar maka tentunya turunnya al quran terjadi pada 10 malam terakhir pada bulan ramadhan dan diikuti pada bulan-bulan selanjutnya. 

Dan menurut musnad Imam Ahmad, turunnya Al-Qur'an pada tanggal 24 Ramadhan, namun masih ada perbedaan pendapat antara ulama. Namun yang paling masyhur adalah tanggal 17 Ramadhan.

Sang Guru, Find Your Best Teacher: Perjalanan Menemui Guru Terbaik Menuju Puncak Kehidupan

Oleh: Kang H. Bambang Achdiyat, S.Pd.

Sebuah Magnum Opus dari seorang sahabat Pendiri Belajar Menuju Ihsan, Guru Fisika, Motivator Muda, sedang menempuh pendidikan Master di Institut Teknologi Bandung dan Penulis yang sangat produktif.

Bercengkrama dan bertukar pengalaman dengan beliau sungguh mencerahkan.

Mendapatkan sebuah karya luar biasa darinya merupakan sebuah kebanggaan tersendiri.

Terima Kasih Abang.

Inilah sekilas buku karya Kang Bambang. 


Kata Pengantar Tokoh

Prof. Dr. H. Eeng Ahman, M.Si.

Guru Besar UPI, Direktur Pascasarjana UNIKU

Buku ini mendeskripsikan kepada kita sebuah perjalanan yang tidak biasa. Sebuah perjalanan seseorang yang penuh dengan banyak pertanyaan dan kesungguhan untuk menemukan dirinya yang berhak atas kehidupan yang mapan di masa depan dalam banyak segi, yaitu spiritual, sosial, pendidikan, keluarga, karir, dan finansial.

Berbeda dengan buku pengembangan diri yang lain, buku ini menyuguhkan berbagai argumen yang memang ada di masyarakat dan sering menjadi barrier pertumbuhan masyarakat kita. Penulis kemudian membahasnya dengan bahasa yang sederhana sehingga mudah sekali dicerna oleh berbagai kalangan masyarakat. Saya sangat mengapresiasi buku FIND YOUR BEST TEACHER ini, karena pasti sangat dibutuhkan bagi kaum muda yang sedang tumbuh.

Inti dari buku ini adalah sebuah kejujuran seorang manusia yang mengakui bahwa sehebat-hebat dirinya pasti akan ada orang yang jauh lebih hebat dari dirinya. Karena itu, tugas kita adalah menemukan orang itu dan segera belajar darinya sebagai seorang murid kepada gurunya, yang tidak terbatasi oleh perbedaan suku, bangsa, warna kulit, usia, dan status sosial.

Testimoni :

"Saya setuju dengan buku ini, bahwa tugas kita adalah sesegera mungkin menemukan orang yang lebih mampu dari kita dan belajar darinya."
-Prof. Dr. H. Disman M.S.: Guru Besar UPI Bandung-

"Jika Anda memiliki banyak pertanyaan yang belum terjawab dalam hidup, sepertinya buku ini bisa membantu Anda menemukan jawabannya"
-Dr. H. Edi Suryadi, M.Si : Dekan FPEB UPI Bandung-

"Buku ini membahas secara sederhana masalah-masalah di masyarakat kita dengan bahasa yang mudah dicerna oleh banyak kalangan."
-Dr. Marlan Nirsyamsu, M.M.: Kabid SMP Dinas Pendidikan Kab. Bandung-

"Inilah salah satu karya anak bangsa Indonesia yang ditunggu sejak lama. Ribuan anak muda akan memerlukan kisah-kisah dan jawaban dalam buku ini untuk tumbuh dan menjadi mapan semuda mungkin."
-Kakang Harudin, M.Pd.: Ketua MGMP Ekonomi Syariah Kota Tasikmalaya-

“Buku ini menegaskan sebuah statemen lama, bahwa hanya ada dua profesi di dunia ini : “Guru dan bukan Guru”
-Dwi Fahrial : Penulis dan Konsultan Pendidikan-

"Guru yang Mengispirasi lebih baik dari guru yang mengajar sekedarnya. Murid yang sungguh-sungguh belajar lebih baik dari yang sekedar pintar. Buku ini mengajak kita belajar banyak hal mengenai kearifan hidup. Mengispirasi. Segar. Mencerahkan. Membuat hidup lebih bermutu. Baca sampai tuntas agar hidup berkualitas."
-Jauhar Al-Zanky: Penulis, Inspirator Muda-

"Mumtazz… Buku yang sangat menarik, ringkas, dan sarat makna jika terus membacanya menjadikan kita ingat terus akan kekuatan Allah swt."
-Teguh Muhammad F. Lc : Ustadz, Pengusaha Printing-

"Siapapun Anda tanpa pikir panjang, memutuskan untuk membaca buku ini adalah pilihan yang keren sekeren penjelasan dari buku ini. Dengan pendekatan yang sangat spesial saya merasa ada di zona lain, Hidup saya yang baru dibuat setelah membaca naskah ini. menggunakan kacamata ilmu pengetahuan yang amak menarik perspektifnya, sehingga informasi yang tersampaikan tidak setengah-setengah. Kali ini saya harus berkata bahwa buku ini sangat relevan dengan permasalahan yang sering muncul, apalagi untuk anak muda, termasuk saya."
-Hana Izzatul Jannah: Penulis dan Inpirator Muda-

"Buku ini menjelaskan bahwa kita itu membutuhkan seseorang yang mempunyai pengetahuan lebih dan mengupas tuntas atas hal yang kita perlukan."
-Muthmainnah Al-Khoeriyah: Siswa SMAIT Assyifa Boarding School-


"Buku Ini menginspirasi saya untuk terus berubah menjadi lebih baik, juga untuk menjawab berbagai masalah kehidupan yang sering kita temui dan mengubah sudut pandang kita akan sesuatu yang sering kita anggap buruk seperti ‘malas’ ataupun ‘galau’ menjadi kekuatan besar."
-Sidhi Razinda/Siswa SMAN 3 Bandung-

Satu kata untuk buku ini, “SUPER”
-Noria Mardiyani S.Pd: Wakasek SMK Al-Huda Ciamis-

"Jika Anda kekurangan waktu menemui banyak guru untuk bertanya banyak hal, temukan di buku ini. Anda akan dapatkan jawabannya."
-Atep Muhammad: Mahasiswa STAI Al-Ma'arif Ciamis-

Kang Bambang Sedang Memberikan Motivasi Kepada Siswa SMP dan SMA di Mesjid Al-Furqon
Universitas Pendidikan Indonesia

Ini adalah buku yang menggambarkan perjalanan seseorang menemui guru-guru pilihan untuk pertanyaan-pertanyaan yang sering mengganggu kita mengenai masa depan.

1. Mengapa dan bagaimana caranya sebagian orang yang usianya lebih muda dari kita telah berhasil melakukan dan mendapatkan lebih banyak hal dari kita dalam karir, keluarga, pendidikan, finansial, dan spiritual?

2. Mengapa sepertinya ada orang yang begitu lancarnya mencapai posisi-posisi puncaknya semuda mungkin?

Doa menjadi hal yang ajaib bagi dirinya. Jika pada sebagian orang teknik-teknik ini telah bekerja dengan AJAIB, mengapa tidak kita coba?

Hidup itu fungsi waktu, semakin banyak hal yang bisa kita lakukan dan dapatkan dalam rentang hidup kita yang singkat prestasi kita semakin besar.

Mari kita jujur, apakah grafik kehidupan kita sekarang naik?

Atau hidup kita sekarang monoton?

Atau bahkan ternyata sekarang grafik kita sedang turun?

Tugas kita adalah sesegera mungkin menemukan guru-guru pilihan dan belajar darinya.

Karena hukumnya :

PASTI ada orang yang lebih hebat dari kita, tugas kita adalah menemukannya dan belajar darinya.

Kenapa Buku ini Penting bagi Anda?

Karena buku ini menghemat waktu dan uang Anda.

1. Anda tidak perlu menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk menemukan guru-guru tertentu untuk bertanya banyak hal, Anda cukup dalam 1 hari saja membaca buku ini bahkan bisa kurang.

2. Anda tidak perlu mengeluarkan uang jutaan untuk mengikuti seminar, beli buku pengembangan diri, dan pendidikan untuk mendapatkan jawabannya seperti yang penulis lakukan.

3. Saya berikan 6 tahun perjalanan hidup saya dalam 1 buku ini, semog bermanfaat bagi Anda.

Kang Ruli, Kang Angga dan Kang Bambang sedang berdiskusi-bertukar pikiran


Majulah Peradaban Islam

Jayalah Pendidikan Indonesia

Insha Allah

Amin.

Hikmah Ramadhan: Memahami Sistem Pendidikan di Indonesia dan Singapura

Sistem Pendidikan di Indonesia Dalam undang-undang Sisdiknas tahun 2003 disebutkan bahwa, pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermatabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. 

Berdasarkan UU Sisdiknas No.20 Tahun 2003, jenjang pendidikan di Indonesia ada 3 yaitu : 

1. Pendidikan dasar 

2. Pendidikan menengah 

3. Pendidikan tinggi

Penulis dan Para Anak Muda dari SMA Lab School UPI sedang Mentoring di Mesjid Al-Furqon
Universitas Pendidikan Indonesia


Top 30 Universitas Terbaik di Indonesia 2013

Universitas Gadjah Mada
Yogyakarta
Universitas Indonesia
Depok ...
Institut Teknologi Bandung
Bandung
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Yogyakarta
Universitas Kristen Petra
Surabaya
Universitas Padjadjaran
Bandung ...
Universitas Brawijaya
Malang
Universitas Sebelas Maret
Surakarta
Universitas Diponegoro
Semarang ...
10  Universitas Sumatera Utara
Medan
11  Institut Pertanian Bogor
Bogor
12  Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
Jakarta
13  Universitas Airlangga
Surabaya
14  Universitas Gunadarma
Depok
15  Universitas Sriwijaya
Indralaya ...
16  Universitas Nusa Cendana
Kupang
17  Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Surabaya
18  Universitas Pendidikan Indonesia
Bandung
19  Universitas Mercu Buana
Jakarta
20  Universitas Bina Nusantara
Jakarta ...
21  Universitas Esa Unggul
Jakarta ...
22  Universitas Negeri Yogyakarta
Yogyakarta
23  Universitas Islam Indonesia 
Yogyakarta
24  Universitas Hasanuddin
Makassar
25  Universitas Muhammadiyah Surakarta
Surakarta
26  Universitas Komputer Indonesia
Bandung
27  Universitas Negeri Jakarta
Jakarta
28  Universitas Negeri Malang
Malang
29  Universitas Muhammadiyah Malang
Malang ...
30  Universitas Negeri Semarang
Semarang

Singapura tidak menyamaratakan bahwa semua warga pasti mampu. Biaya sekolah di Singapura relatif murah. Yang diperlukan adalah biaya di luar uang sekolah seperti penunjang kelancaran sekolah, transportasi, buku-buku, dan lainnya.

Untuk keluarga yang tidak mampu, pemerintah menyediakan beasiswa jika perlu. Itu disediakan untuk memastikan bahwa kemiskinan bukan hambatan untuk mengenyam pendidikan.

National University of Singapore
 
Meski mobil bukan persoalan bagi kebanyakan warga di Singapura, untuk kelancaran transportasi anak-anaknya tersedia berbagai mode transportasi, mulai dari MRT, dipadu dengan rangkaian bus kota yang memiliki akses ke semua sekolah. Untuk transportasi ke dan dari Nanyang Technological University (NTU), misalnya, tersedia berbagai jalur bus yang membelah masuk ke kompleks universitas di Jurong.

Apa lagi? 

Ruang kelas, perpustakaan, kantin sekolah, dan tempat bersantai juga tersedia. Ruang kelas ditata secara bersih dan membuat murid bisa melihat guru atau dosen dan sebaliknya dosen atau guru bisa memantau semua anak didiknya. Kelas diperlengkapi dengan peralatan yang memudahkan guru melakukan presentasi lewat slide yang sudah melekat di setiap ruang sekolah sehingga tidak perlu repot setiap kali melakukan presentasi.

Janganlah segan makan di kantin-kantin sekolah, jenisnya cukup banyak, relatif sehat, dan murah lagi.

Akses internet hingga ke ruang-ruang kelas juga tersedia dan gratis hanya dengan mendaftar untuk mendapatkan ID dari sekolah dan universitas. 

Hal itu memang sengaja dilakukan untuk membuat murid memiliki akses yang mudah mendapatkan informasi. Terkadang bahan pelajaran juga sudah dipajang di situs internet yang membuat mahasiswa bisa mengakses secara on-line.

Dosen-dosen dan guru di Singapura juga tidak kalah profesionalnya. Dengan gaji yang tergolong memadai, orang- orang terangsang menjadi guru. Tidak semua guru berasal dari Singapura sendiri.

Dengan jumlah penduduk yang sedikit, hanya 5,3 juta jiwa lebih, Singapura memerlukan pasokan guru. Untuk itu terkadang guru didatangkan dari negara lain. Untuk level universitas, misalnya, NTU dan National University of Singapore (NUS) tak segan menawarkan gaji yang tinggi menyamai gaji di Harvard Business School. "Kami memang harus bersaing dan menawarkan rangsangan yang lumayan untuk bisa menarik orang-orang yang punya talenta dunia," demikian dosen di NTU, Ang Poo Wah.

Dosen-dosen di NTU, misalnya, tidak sedikit yang menjadi orang-orang hebat di negara asalnya dan kemudian direkrut menjadi dosen di Singapura. Singapura berniat menjadikan dirinya sebagai pusat pendidikan berkelas internasional, setelah berhasil menjadikan dirinya sebagai pusat pelayanan kesehatan terbagus di Asia Tenggara.

Kegiatan di universitas dan di sekolah-sekolah bukan sebatas acara belajar-mengajar rutin di ruang-ruang kelas. Hampir setiap bulan tampil pembicara tamu berkaliber internasional membawakan topik-topik baru yang ditemukan di dunia.

Pemerintah Singapura tidak segan-segan mendatangkan, misalnya, Michael Porter, Philip Kottler, ahli manajemen terkenal di dunia, serta dosen-dosen kaliber internasional yang memang mahal tarifnya tetapi Singapura tidak pelit soal itu.

Jadi, selain mendapatkan ilmu, mahasiswa juga diberi pencerahan dengan menghadiri seminar-seminar gratis tetapi sangat berkualitas.


Two quantum leaps in two years place NTU at 47th place this year  Nanyang Technological University (NTU) has been ranked among the world's top 50 universities, hitting the No 47 spot this year.

Top 10 Universitas Terbaik di Singapura:

1. National University of Singapore

2. Nanyang Technological University

3. Singapore Management University

4. SIM University

5. Singapore University of Technology and Design

6. Melior International College

7. Cornell-Nanyang Institute of Hospitality Management

8. European Business School

9. Pioneer Junior College

10. Jewellery Design And Management International School

http://web.mit.edu/sma/ [THE SINGAPORE-MIT ALLIANCE]

http://smart.mit.edu/ [SMART: Singapore-MIT Alliance for Research and Technology]

Sekolah di Singapura 
Wajib pendidikan di Singapura berlangsung selama sepuluh tahun, walaupun untuk meneruskan pendidikan universitas di Singapura dibutuhkan 13 tahun pendidikan dasar. 

Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah 
Sekolah dasar dan sekolah menengah berlangsung selama 10 tahun. Di akhir kelas 10, siswa akan menghadapi ujian GCE O-Level atau GCE N-Level. Siswa dapat menyelesaikan pendidikan di Junior College, mendapatkan gelar dan sertifikar diploma di salah satu Polytechnics, atau meninggalkan sekolah dan mulai bekerja. Pre-University akan berlangsung selama 3 tahun dimana siswa mempersiapkan GCE A-Level. 

Program Sarjana 
Setelah menyelesaikan GCE A-Level, siswa akan mengambil kuliah di salah satu universitas di Singapura. Gelar sarjana akan diraih setelah tiga sampai dengan lima tahun. Pilihan jurusan adalah Teknik, Kedokteran Gigi, Hukum, Pembangunan, Musik, dan Arsitektur ataupun Kedokteran. Minimal persyaratan bahasa Inggris adalah IELTS 6.0 

Pasca Sarjana: Master dan Ph.D.
Gelar Master di Singapura bisa didapatkan setelah menyelesaikan satu sampai dengan tiga tahun. Minimal persyaratan bahasa Inggris adalah IELTS 6.5.


Gilanya lagi, sekolah, universitas, dan lembaga pendidikan di Singapura tidak berhenti melirik perkembangan pendidikan di negara lain. Maka, muncullah misalnya aliansi antara sekolah bisnis di NTU dan Sloan School of Management di Massachusetts Institute of Technology.

Aliansi seperti itu dibiarkan dirangsang sendiri oleh masing-masing fakultas. Universitas hanya memberi persetujuan. Otonomi masing-masing fakultas dibuat sedemikian tinggi dan dibiarkan mampu memikirkan pengembangan diri sendiri. Soal pendanaan, tampaknya tidak menjadi masalah. NTU, misalnya, sudah memiliki endowment fund dari pemerintah sebesar 200 juta dollar Singapura.

Maka, tidak heran jika NTU, NUS, dan Singapore Management University dengan mudah membangun aliansi dengan Harvard University, Wharton School, dan universitas kelas satu lainnya di AS. Kerja sama internasional pendidikan juga dilakukan dengan banyak negara. Namun, kemajuan pendidikan di AS membuat Singapura lebih berkiblat ke AS.

Mahasiswa di Singapura sering kali mendapatkan kesempatan untuk melakukan studi tur dengan menjelajah dunia. Bagi mahasiswa yang mampu dibiarkan membayar sendiri, tetapi dengan subsidi universitas. Namun, bagi yang tidak mampu tersedia beasiswa yang memungkinkan mereka tinggal di hotel, seperti JW Marriott.

Bayangkan, misalnya, selama satu setengah bulan mahasiswa pascasarjana di Nanyang MBA Fellowship Programme tinggal di apartemen yang dikelola JW Marriott di Boston.

Jadi, persoalan bukanlah pada fasilitas dan beasiswa.

Mahasiswa tinggal menyediakan waktu dan niat untuk belajar tekun tanpa harus diganggu oleh ketiadaan biaya. Bukan hanya itu, Pemerintah Singapura tidak saja bersedia mendidik warganya, tetapi juga bersedia merekrut calon-calon siswa dan mahasiswa dari negara tetangga dan dengan beasiswa serta tawaran kesempatan kerja di Singapura.

Karena itu, tidak heran jika ada warga melayu dari Padang hingga Klaten belajar di Singapura dengan bantuan, termasuk ongkos pesawat pergi pulang saat liburan.

Singapura sadar akan potensi kekurangan tenaga kerja. Niat Singapura untuk menawarkan beasiswa bukan sekadar menjadikan mereka sebagai tenaga di Singapura suatu saat. Bagi mahasiswa yang kembali bekerja di negara asalnya, setidaknya diharapkan bisa menjadi orang yang kenal dan sayang dengan Singapura dan bisa menjadi jaringan Singapura di kemudian hari.

Bukan itu saja, dengan mengundang mahasiswa dari luar, Pemerintah Singapura otomatis membuat warganya terbiasa bergaul secara internasional ketika masih berada di sekolah. Itu sesuai dengan posisi Singapura sebagai hub regional sehingga warganya tidak menjadi seperti katak di bawah tempurung.

Bicara soal silabus dan kurikulum, departemen pendidikan di Singapura setiap kali bekerja untuk melakukan evaluasi. 

Setiap perkembangan baru selalu disisipkan pada silabus baru.

Jadi, itulah pendidikan di Singapura, bukan sekadar menyediakan sarana dan prasarana yang baik, tetapi terus melakukan up-dating dari tahun ke tahun.

Itu semua dilakukan sebagai pengejawantahan visi dan misi pendidikan di Singapura. 

Bisakah Kualitas Pendidikan di daerah-daerah kita di Indonesia dapat lebih baik dari Negeri Singa?

Semoga Bermanfaat

Indonesia Bisa!

Sumber:

1. Kemendikbud
2. Universitas Pendidikan Indonesia
3. Kementrian Pendidikan Singapura
4. Dr. Simon Saragih
5. http://www.4icu.org/id/