Thursday, 28 February 2013

Menjadi Bangsa Maju dengan PLTN



"Bahwa sesungguhnya kemajuan dan kemuliaan suatu bangsa tidak terlepas dari penguasaannya terhadap pendidikan, ilmu pengetahuan, sains, dan teknologi. Kemajuan dan kemuliaan suatu bangsa merupakan kristalisasi keringat dan kerja keras dari bangsa tersebut dalam menguasai, memanfaatkan dan mengamalkan pendidikan, ilmu pengetahuan, sains, dan teknologi dalam pembangunan bangsanya."
~Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional~

Maka bila PLTN berhasil dibangun di Indonesia, hal ini akan menjadi tonggak sejarah dan batu ujian bagi kemajuan bangsa kita kedepan. 

Kenapa?
Apakah Iptek Nuklir menempati posisi yang krusial? 

Bukan demikian!

Melainkan, lolosnya pembangunan PLTN yang "sensitif" ini akan menjadi bukti bahwa bangsa Indonesia telah mampu berpikir secara rasional dan proporsional dalam menyikapi perkembangan Iptek masa depan. Bukan hanya menggunakan pendekatan emosional yang tidak kuat argumentasinya. 

Dan lagi, jangan sampai demikian mudahnya kita termakan oleh provokasi pihak-pihak yang tidak suka bangsa ini menjadi bangsa besar dan maju. 

Menurut hemat saya, jika bangsa ini ingin menjadi bangsa maju, sejahtera dan disegani bangsa lain, salah satu syaratnya kita harus menguasai Iptek Canggih dan berteknologi tinggi. 

Kita harus mampu menyediakan pasokan energi yang berlimpah secara stabil dalam jangka panjang. Dan, coba cermati, pasokan energi di masa depan sangat bergantung kepada Teknologi Tinggi. 

Maka bangsa ini harus mempersiapkan Sumber Daya Manusia yang berkualitas di masa depan dengan pendidikan yang hebat. Ilmuwan dan para peneliti dalam bidang PLTN perlu ditingkatkan jumlahnya. 

Pusat-pusat riset Iptek Atomic ini dapat dikembangkan dengan cara membangun jaringan penelitian di tiap universitas yang ada di Indonesia, melibatkan jurusan yang terkait dengan disiplin ilmu ini. 

Para kontraktor dan wirausahawan Iptek maju di tanah air perlu dilibatkan dalam pembangunan PLTN supaya mereka dapat belajar bagaimana membangun dan merencanakan PLTN selanjutnya. 

Bagi mereka yang "Opened Mind", Insha Allah bisa menerima kehadiran PLTN di Indonesia. Karena secara Ilmiah, sesungguhnya manfaat PLTN ini jauh lebih besar dari mudharatnya. 

Thanks to:

Kak Iqbal Robiyana, S.Pd.
[Darul Qur'an International School & Young Theoretical Physicist]
dan
Semua Sahabat Seperjuangan

Sumber: 

Arip Nurahman Notes
Kementrian ESDM
BATAN
IAEA
Indonesia Butuh Nuklir
Kementrian BUMN

Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional

CERN

Photo By: Me

Kunjungi juga Sekolah Online Kami dalam bidang Ilmu Pengetahuan Nuklir

Nuklir Power sebagai pemercepat Kesejahteraan Umat Manusia.

Semangat Semoga Bermanfaat.

Wednesday, 27 February 2013

Mentafakuri Bencana dari Antariksa

"In terms of the nuclear option, people have been watching movies too long. They get the idea that detonating a nuclear weapon cause the asteroid to just evaporate and the parts scatter to the winds. In fact that doesn't happen. An asteroid a half a mile, or mile in diameter is a mountain, and you're trying to move a mountain with a nuclear weapon. Even if you do manage to break it up into smaller fragments, those fragments are still targeted on the Earth and they're now radioactive." 
~Prof. H. Jay Melosh (University of Arizona, Tuscon. USA), Killer Asteroids, National Geographic Channel~




Jatuhnya asteroid di Chelyabinsk, Rusia Tengah, pada Jumat 15 Februari 2013 pukul 09.20 waktu setempat (10.20 WIB) menarik perhatian publik internasional karena mencederai lebih dari 1000 orang. Media massa menyebutnya hujan meteor. Sesungguhnya bukan hujan meteor. Itu asteroid yang masuk ke atmosfer yang tampak sebagai bola api sangat terang, bahkan lebih terang daripada matahari pagi itu.

Warga yang cedera bukan disebabkan oleh kejatuhan puing-puing meteor atau asteroid, tetapi oleh gelombang kejut yang merusakkan bangunan dan berbagai fasilitas di kota itu.

Menurut perhitungan NASA kekuatan daya ledak Asteroid itu bila sampai menghujam bumi adalah sekitar 20 kali kekuatan daya ledak Bom Atom Hiroshima.

Dapat dibayangkan apabila Asteroid tersebut menghantam kota padat penduduk seperti New York, Tokyo, Shanghai, Bombai atau Jakarta, dipastikan nyawa Puluhan Juta Umat Manusia melayang begitu saja.

Apa yang sesungguhnya terjadi?

Sampai saat Ini belum ada Iptek buatan Manusia yang mampu menanggulangi atau mencegah bencana yang datang dari Antariksa


"This is the Earth, at a time when dinosaurs roamed a lush & fertile planet. But the piece of rock just six miles wide changed all that. It hit with the force of ten thousand nuclear weapons. A trillion tons of dirt & rock hurtled into the atmosphere creating a suffocating blanket of dust the Sun was powerless to penetrate for a thousand years. It happened before, it will happen again, it's just a question of when."
~Armageddon~


Kemana lagi kita akan memohon perlindungan dan pertolongan?

Wallohualambissawab.

Thanks To:

1. Prof. H. Thomas Djamaluddin, M.Sc., D.Sc.
Profesor Riset Astronomi-Astrofisika, Deputi Sains, Pengkajian, dan Informasi Kedirgantaraan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN).

2. Mr. Petros Aslanyan, M.Sc., Ph.D.
(Senior Scientist at Joint Institute for Nuclear Research, Moscow and  Yerevan State University Russia)

Saturday, 16 February 2013

Ada Sciences dalam Do'a

Allhamdulilah, hari ini dapat bertemu dengan para sahabat-sahabat, melepas kerinduan dan bercengkrama. Banyak sudah yang telah mereka capai, saya merasa bahagia jika mereka telah memiliki kehidupan dan telah menggapai cita-cita mereka. 

Bangga rasanya melihat hidup mereka berbahagia. 

Hanya secarik goresan do'a yang bisa saya berikan untuk para sahabat dan teman-temanku dari dulu, sekarang dan yang akan datang. 

Dia menyayangi kita tapi bukan kekasih, 
Dia perhatian tapi bukan keluarga kita, 
Dia siap berbagi rasa sakit tapi dia tidak berhubungan darah dengan kita 
Dia adalah... Sahabatmu...Sahabat Kita...Sahabat sejati... 
Marah seperti Ayah 
Peduli seperti Ibu 
Mengganggu seperti Kakak 
Mengesalkan seperti Adik 
Dan terakhir menyayangimu lebih dari kekasih 
Percayalah tiada kata perceraian dan perpisahan dalam Kekeluargaan dalam persahabatan 

Ya Robbana, Tuhanku, Aku ingin berdoa untuk teman-teman dan sahabatku. 
Yang dengan setia menemani dan menghiburku serta telah menjadi bagian hidupku, 
Di mana pun mereka sekarang berada. 

Ampunilah kami kalau kami bersalah.
Jangan marah kalau mereka mengecewakan-Mu. 
Tetap bimbinglah kami. 
Ajarilah mereka untuk selalu berbuat baik. 
Dan selalu saling mengasihi. 

Hindarkan mereka dari malapetaka. 
Betapapun mereka telah mengecewakan-Mu. 
Ingatkan mereka untuk selalu berdo'a. 
Karena jiwa kami dan mereka juga merindukan-Mu.

Semoga kami semua dapat kembali bertemu dan bersatu. 
Kelak Di Surga-Mu
Dalam suasana penuh kasih, sabar dan pengertian. 
Ya Allah Tuhan-ku terimalah do'a-ku. 
Amin.

Paradise: Surga

By: Maher Zain

 

Ada Sciences dalam Do'a

Seorang Ilmuwan, Dr. Masaru Emoto berhasil mendapatkan foto kristal air pertama di dunia bersama sahabatnya Kazuya Ishibashi, M.Sc. (Seorang Ilmuwan yang Ahli dalam Mikroskop). Foto kristal air ini didapat dengan cara membekukan air pada suhu -25 derajat celcius dan difoto dengan alat foto berkecepatan tinggi. Hasilnya adalah air ternyata mampu merespon terhadap kata-kata, gambar serta musik baik secara positif ataupun negatif.

Jika kita mengatakan pada air kata-kata “Cinta dan Terima Kasih” maka hasil foto kristal airnya sungguh dahsyat yakni membentuk kristal air heksagonal yang indah. Sebaliknya, jika kita mengatakan pada air kalimat “Kamu Bodoh” maka tidak akan membentuk kristal bahkan gambarnya jelek sekali. Simak perbedaan fotonya berikut ini :

Kristal air yang terbentuk jika kita mengatakan

“Kamu Bodoh” :


Kristal air yang terbentuk jika kita mengatakan

“Cinta dan Terima Kasih”:



Itulah sebabnya sekarang ini kita harus berahlak terhadap air karena dengan ahlak yang baik pada air berarti kita mengkonsumsi air yang akan berdampak baik pada tubuh kita, sebab air yang mampu membentuk heksagonal merupakan air yang mampu melunturkan racun-racun pada tubuh kita. 

Percobaan terhadap air tidak hanya dilakukan dengan kata-kata namun juga melalui musik. Ternyata musik klasik mampu merubah air membentuk kristal yang sangat indah sedangkan musik heavy metal justru membentuk air yang tidak baik.

Penelitian Dr. Emoto inipun tidak hanya mencakup air melainkan juga makanan lainnya yang ternyata mampu memberikan reaksi positif dan negatif. Inilah rahasianya mengapa kita dianjurkan oleh agama untuk berdoa sebelum makan/minum. 

Do'a yang baik ternyata akan mampu merubah air/makanan menjadi sesuatu yang baik bagi tubuh. Penelitian ini sungguh menyadarkan kita bahwa ucapan, pikiran dan perbuatan yang tidak baik ternyata mampu mengalirkan energi negatif yang merubah segala sesuatunya menjadi tidak baik. 

Tubuh kita sendiri ternyata terdiri dari 70% air. Jika kita memiliki pikiran negatif maka air dalam tubuh kita juga akan membentuk pola yang negatif. Akibatnya malah bisa menimbulkan penyakit atau masalah lainnya.

Tidaklah mengherankan jika stress ternyata memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap timbulnya penyakit.
Dengan penemuan yang brilian ini, kini saatnya bagi kita semua memiliki pikiran yang positif! Pikiran positif akan memancarkan gelombang energi dalam diri kita sendiri sehingga kesehatan akan semakin baik karena air dalam tubuh kita akan membentuk pola energi yang baik juga.
Demikian gelombang energi positif ini akan mempengaruhi lingkungan sekitar kita hingga berdampak positif bagi kita. Hasilnya adalah kesuksesan hanya akan terjadi jika kita berpikiran positif! :


Kesehatan Tubuh Terjaga, Rezeki Tambah Lancar, Keluarga Harmonis dll.

Hal yang berkaitan dengan manfaat air sebagai penyembuhan spiritual juga mengagumkan.

"Marilah Kita Berdo'a kepada Sang Pencipta Alam ini semoga segala permohonan dan harap kita di
ridhoi-Nya.”

Amin Ya Allah Ya Robbal Alamin.

Terima Kasih.