Showing posts with label Nuclear untuk Perdamaian. Show all posts
Showing posts with label Nuclear untuk Perdamaian. Show all posts

Saturday, 3 August 2013

Memahami Status Reaktor Fusi

Pada tahun 1968 ilmuwan Rusia dari Institut Kurchatov mengumumkan keberhasilan mereka mengoperasikan reaktor fusi pertama yang mereka sebut tokamak.
Kurchatov Institute of Atomic Energy, now the Kurchatov Institute Russian Research Centre.

Sukses besar tersebut mendorong negara-negara Eropa, Jepang, dan Amerika untuk membangun fasilitas riset termonuklir sendiri yang juga berbentuk tokamak, yaitu JET di Inggris, JT-60 di Jepang, dan TFTR di Princeton, Amerika. Hingga kini hampir semua reaktor fusi berbentuk tokamak.

Tokamak adalah sebuah mesin yang memproduksi medan magnet berbentuk torus untuk mengurung plasma. Alat ini merupakan salah satu bentuk dari alat pengurung plasma, dan merupakan alat yang paling banyak diteliti untuk memproduksi tenaga fusi termonuklir terkendali.

Istilah tokamak berasal dari bahasa Rusia yang merupakan singkatan dari kata Rusia "тороидальная камера в магнитных катушках" (toroidal'naya kamera v magnitnykh katushkakh) Ruang torus dengan koil magnetik atu "тороидальная камера с аксиальным магнитным полем" (toroidal'naya kamera s aksial'nym magnitnym polem) toroidal chamber with axial magnetic field.

Alat ini diciptakan pada tahun 1950-an oleh fisikawan Soviet Dr. Igor Tamm and Dr. Andrei Sakharov, inspired by an original idea of Oleg Lavrentiev.


Eksperimen pada fasilitas-fasilitas riset fusi tersebut umumnya ditujukan untuk mencapai kondisi breakeven (Q=1), sehingga sifat-sifat plasma yang didominasi oleh partikel alpha (kondisi penyalaan) belum dapat dipelajari. Sampai detik ini semua reaktor fusi masih berada dalam tahap eksperimen, masih jauh dari sisi komersial.

Versi ITER dan DEMO pun diperkirakan baru rampung pada tahun 2020 dan 2030

Meski demikian banyak kemajuan yang telah dicapai. Eksperimen terakhir pada fasilitas JET dan TFTR berhasil mempertahankan confinement dengan daya sebesar 15 MW selama kurang lebih 1 -2 detik.
Pada saat eksperimen berlangsung seluruh fasilitas eksperimen mengkonsumsi daya tak kurang 100 MW, jadi masih jauh dari titik breakeven. 
Untuk mempercepat penelitian negara-negara Eropa, Jepang, Rusia dan Amerika bergabung membangun International Thermonuclear Experimental Reactor (disingkat ITER) yang akan menjadi tokamak terbesar di dunia.

Daya keluaran reaktor ini direncanakan sebesar 500 MW. Meski dengan daya keluaran sebesar itu daya listrik yang dihasilkan dapat mencapai 150 MW, reaktor ini belum direncanakan untuk tujuan komersial.

ITER dibangun masih untuk menyelidiki efisiensi pembakaran termonuklir dan mekanisme pengendalian plasma.

ITER The Great Adventure of Fusion


Untuk tujuan ini, ITER memfokuskan diri pada pembangunan superkonduktor terbesar di dunia, penguasaan teknologi cryogenic, kerapatan tinggi, pembiakan serta penanganan tritium, pemanasan plasma, pengendalian jarak jauh, dan robotika, yang belum pernah ada sebelumnya.

Untuk skala komersial, reaktor sejenis ITER nanti akan direncanakan berdaya sekitar 4000 MW, sehingga listrik yang dapat dihasilkan cukup menjanjikan, yaitu sekitar 1000 MW.
Meski proyek ambisius ini mendapat dukungan negara-negara maju, ITER tetap saja memiliki problem internal. 

Lokasi pembangunan ITER.

 The world's largest experimental tokamak nuclear fusion reactor at the Cadarache facility in the south of France.


Sebelum reaktor dioperasikan, tritium harus disuplai dari luar. ITER harus memperoleh tritium dari negara anggotanya. Rusia dan Amerika memiliki banyak tritium, namun tentu saja mereka tidak mau membuka informasi tentang ini karena tritium dipakai sebagai pemicu bom nuklir.

Informasi jumlah tritium dapat membongkar rahasia cadangan senjata nuklir mereka. 

Banyak juga orang skeptis dengan mega proyek ini.

Bahkan, pertanyaan yang sering terlontar adalah mengapa diperlukan waktu yang sangat lama untuk membangun reaktor fusi komersial? 

Tidak dapat dipungkiri bahwa teknologi termodern sekalipun belum sanggup mempercepat kemajuan di bidang ini.

Pasalnya memang diperlukan waktu untuk riset, membangun reaktor, mendesain peralatan, serta memecahkan permasalahan yang ada. 

Di samping itu, pembangunan reaktor fusi tidak pernah menjadi prioritas seperti proyek nuklir fisi, karena reaktor fusi belum pernah dimasukkan ke dalam agenda program pertahanan negara manapun.

Jadi, tahun 2040 hingga 2050 masih merupakan prakiraan yang realistis untuk permulaan beroperasinya reaktor fusi komersial.

Bisakah Indonesia Membangun Reaktor Fusi Nuklir?

Kunjungi Juga:

National Fusion Laboratory [Sebuah Ide Pembuatan Reaktor Fusi Nuklir Riset di Indonesia] 

Semoga Bermanfaat Sobat

Indonesia Go Nuklir

Sumber:  

Prof. Dr. rer. nat. Terry Mart, M.Sc.
ITER
http://en.wikipedia.org/wiki/Fusion_power
Fisika Modern
http://www.nrcki.ru/e/engl.html
http://www.pppl.gov/

Friday, 2 August 2013

Menyelesaikan Problem Reaksi Fusi Nuklir

Kebutuhan akan energi bertambah semakin cepat dari tahun ke tahun, sementara sumber yang dapat langsung untuk digunakan untuk kebutuhan tertentu semakin terbatas. Meskipun energi yang bersumber pada radiasi matahari (energi surya) sangat berlimpah tetapi sejauh ini belum dapat pemanfaatannya masih belum dapat optimal.

Secara ekonomis peralatan yang diperlukan untuk mengkonversi energi surya masih relatif mahal dibandingkan sumber-sumber energi yang bersumber pada minyak dan gas bumi serta batu bara.

Reaktor fusi nuklir merupakan salah satu sumber energi alternatif masa depan yang menggunakan bahan bakar yang tersedia melimpah, sangat efisien, bersih dari polusi, tidak akan menimbulkan bahaya kebocoran radiasi dan tidak menyebabkan sampah radioaktif yang merisaukan seperti pada reaktor fisi nuklir.

Sejauh ini reaktor fusi nuklir masih belum dioperasikan secara komersial. Prototip reaktor-reaktor fusi saat ini masih dalam tahap eksperimentasi pada beberapa laboratorium di USA dan di beberapa negara maju lainnya.

Suatu konsorsium dari USA, rusia, Eropa dan Jepang telah mengajukan pembangunan suatu reaktor fusi yang disebut International Thermonuclear Experimental Reactor (ITER) di Cadarache (Perancis) untuk menguji kelayakan dan keberlanjutan penggunaan reaksi fusi untuk menghasilkan energi listrik.

Patut diingat bahwa di atas permukaan bumi sangat sulit untuk memperoleh kondisi tekanan dan kerapatan ekstrim seperti yang dimiliki oleh inti matahari.

Jurus Fusion Ala Dragon Ball

Dengan kondisi ekstrim tersebut, reaksi fusi sudah dapat menyala pada temperatur 10 - 15 juta Celsius. Di lain pihak, reaktivitas proses fusi DT akan maksimal baru pada temperatur 100 juta Celsius, hampir sepuluh kali lipat temperatur inti matahari. Pada temperatur ini seluruh material yang dikenal manusia di permukaan bumi akan cepat menguap. 

Jadi, tidak seperti reaktor konvensional yang material reaktornya dapat memiliki kontak langsung dengan bahan bakar, di sini plasma bahan bakar harus 'diletakkan' di tengah reaktor. Ada dua cara untuk menahan plasma sehingga tidak bersentuhan dengan dinding reaktor. 

Cara pertama adalah dengan mengeksploitasi inersia (massa) partikel. 

Pada metode ini bahan bakar fusi berbentuk pellet ditembaki dengan partikel berenergi tinggi atau dengan sinar laser dari segala arah. Pellet tersebut mengalami gelombang (tekanan) kejut ke arah dalam sehingga temperatur dan kerapatannya meningkat ke batas ekstrim.

Pada kondisi tersebut reaksi fusi dapat mulai menyala dan energi pembakaran termonuklir mulai dilepas. Hasilnya berupa partikel alpha dan neutron bergerak ke arah dinding reaktor untuk diserap energinya. Metode ini dinamakan inertial confinement.

Cara yang kedua memanfaatkan muatan partikel. Partikel-partikel bermuatan (dalam hal ini plasma) dapat dijaga agar mengorbit pada satu lintasan di dalam reaktor dengan menggunakan medan magnet super kuat yang dibangkitkan oleh superkonduktor.
Metode kedua ini dinamakan magnetic confinement.

Karena plasma bermuatan positif maka ia dapat dipanaskan dengan cara mengalirkan arus listrik hingga 7 juta Ampere yang akan mendepositkan energi termal hingga beberapa MegaWatt (MW).

Metode ini memiliki keterbatasan karena plasma dapat dipanaskan hingga suhu sekitar 10 juta Celsius.

Untuk menaikkan suhu plasma ke tingkat yang lebih tinggi (100 juta Celsius merupakan syarat minimal) harus digunakan beberapa cara lain, misalnya dengan menggunakan gelombang elektromagnetik mirip seperti pada oven microwave.

Sekitar 10 MW energi termal dapat didepositkan dengan metode ini.

Metode lain adalah dengan mempercepat bahan bakar D dan T dengan beda potensial sekitar 140 kilovolt. 

Partikel alpha yang dihasilkan dari fusi DT akan tetap berada dalam plasma, sedangkan energi kinetik yang dimilikinya akan membantu menaikkan temperatur plasma.

Jika energi seluruh a sudah cukup untuk mempertahankan temperatur plasma di sekitar 100 juta Celsius, proses fusi dapat berlangsung sendiri tanpa pemanasan dari luar.

Konsorsium Negara-Negara Pengembang Reaktor Fusi Nuklir ITER

Kondisi ini dinamakan kondisi penyalaan (ignition). 

Meski demikian, untuk tujuan komersial reaktor fusi tidak harus mencapai kondisi ini. Jika reaktor fusi dioperasikan pada kondisi sebelum penyalaan, jelas diperlukan daya listrik eksternal ekstra besar untuk mengoperasikan reaktor. 

Reaktor komersial haruslah memiliki daya asupan yang jauh lebih kecil dibandingkan daya keluaran. Untuk itu, didefinisikan faktor penguatan daya (Q) yang sebanding dengan rasio dari daya keluaran terhadap daya asupan. 

Jika efisiensi konversi energi termal ke energi listrik sekitar 35%, sedangkan efisiensi pemanasan plasma dengan energi listrik sebesar 80%, maka efisiensi total sekitar 25%. Dengan demikian Q > 4 adalah suatu keharusan, namun untuk tujuan komersial Q yang sebesar-besarnya tentulah yang diharapkan (diperkirakan antara 30 - 50). 

Problem reaktor fusi sebenarnya adalah mempertahankan proses reaksi fusi yang membutuhkan kondisi sangat spesial, sementara kondisi tersebut sangat mudah berubah.



To Be Continued

Sumber:

Prof. Dr. rer. nat. Terry Mart, M.Sc.
ITER
http://en.wikipedia.org/wiki/Fusion_power
Fisika Modern

Tuesday, 23 July 2013

Peran Sekolah dan Universitas dalam Mendukung SDM Nuklir


Sangatlah penting memperkenalkan iptek kepada kalangan generasi muda karena mereka merupakan generasi penerus yang akan memajukan dan membawa bangsa ini kepada kemakmuran dan kesejahteraan. Iptek nuklir adalah iptek yang sangat penting untuk diketahui, oleh karena itu Pusat Diseminasi Iptek Nuklir BATAN mengajak kalangan generasi muda, khususnya siswa SMA untuk lebih tekun mempelajari iptek, salah satunya adalah melalui kegiatan Lomba Penulisan Artikel dan Pidato Iptek Nuklir.

Kebutuhan energi listrik di Indonesia dengan penduduk lebih dari 250 juta orang, diperkirakan terus meningkat dengan laju rata-rata sebesar 18% per tahun. Angka tersebut belum memasukkan kebijakan konversi pemanfaatan transport publik memakai energi listrik. 

Energi Nuklir adalah salah satu pilihan yang tepat untuk memenuhi kebutuhan energi besar di masa depan. Namun demikian bagi masyarakat Indonesia, masih ada yang pro dan kontra terhadap energi nuklir. Perguruan tinggi LPTK adalah perguruan tinggi yang langsung berperan dalam menghasilkan calon guru dan berbagai pelatihan bagi guru dan bahkan menjadi pelaku dalam program sertifikasi guru. 

Oleh karena itu sosialisasi tentang nuklir melalui pendekatan akademik oleh LPTK diyakini dapat mempercepat daya terima masyarakat terhadap pemanfatan teknologi nuklir, khususnya dalam memenuhi kebutuhan listrik nasional di masa depan menuju bangsa dengan kemandirian energi.

Sumber: 
BATAN, Bandung.

PERAN FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM (FMIPA) LEMBAGA PENDIDIKAN DAN TENAGA KEPENDIDIKAN (LPTK) MENUJU IMPLEMENTASI PEMANFATAN ENERGI NUKLIR DI INDONESIA

Oleh: Dr. Ariswan, M.Si., DEA.

Dosen Jurdik. Fisika FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta:
Jebolan Doktor Fisika Material Elektronika Universite Montpellier II Prancis.

Friday, 14 June 2013

Optimisme Membangun Industri Nuklir di Indonesia

Allhamdulilah hari ini dapat mengikuti sholat jum'at di Mesjid Dzaratul Ulum, Kompleks Pusat Riset Teknologi Nuklir Bahan dan Radiometri BATAN.

Khatib shalat jum'at tadi berpesan untuk Menjaga, Mata, Telinga dan Hati, kalau dalam bahasa sunda katanya:

Urang Kudu Ngajaga TALITI: Mata, Ceuli Jeung Ati (Hati).

Teringat sebuah artikel mengenai Impian Bangsa Indonesia untuk memiliki Industri Nuklir.

Bisakah diwujudkan?



Bandung (13/06/2013) Bertambah lagi tiga orang profesor riset perempuan di BATAN dengan dikukuhkannya Prof. Muhayatun (Bidang Ilmu-Ilmu Kimia Lainnya), Prof. Zubaidah Irawati (Bidang Ilmu Pangan dan Gizi), dan Prof. June Mellawati  (Bidang Kimia Lingkungan) oleh majelis pengukuhan profesor riset yang dipimpin Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Prof. Dr Lukman Hakim M.Sc. Ph.D Apt. di Gedung Pertemuan Utama Pusat Aplikasi Teknologi Isotop dan Radiasi (PATIR) BATAN, 13 Juni 2013.

Menurut Ibu. Prof. Muhayatun, peneliti Pusat Teknologi Nuklir Bahan dan Radiometri (PTNBR) dalam orasinya yang berjudul “Teknik Analisis Nuklir Dalam Peningkatan Kemampuan Identifikasi Sumber Pencemar Udara di Indonesia”, keunggulan Teknik Analisis Nuklir (TAN) mampu menjadi terobosan dan harapan baru dalam menyelesaikan permasalahan udara di Indonesia. Dengan teknik analisis nuklir, partikular kecil orde 2,5 mikrometer terdeteksi dan diketahui dini, sehingga bisa menjadi early warning serta banyak masyarakat dilindungi dan anak diselamatkan," katanya menjelaskan.



Sementara, Ibu Prof. Zubaidah Irawati dari Pusat Aplikasi Teknologi Isotop dan Radiasi (PATIR) yang menyampaikan judul orasi “Iradiasi Pangan Untuk Pengawetan dan Memperkuat Ketahanan Pangan Nasional” mengatakan bahwa aplikasi iptek nuklir pada pangan dapat dijadikan basis teknologi pengawetan yang handal karena mampu menciptakan nilai pangan yang tinggi, sehingga sangat bermanfaat untuk memperkuat ketahanan pangan nasional seutuhnya.

Peneliti ketiga dari Pusat Pengembangan Energi Nuklir (PPEN) Ibu Prof. June Mellawati dalam orasi pengukuhan bertajuk “Pertimbangan Ekologi dalam Studi Tapak PLTN di Indonesia” menyampaikan bahwa terkait dengan kajian lingkungan pada penyiapan tapak, salah satu program Millenium Development Goals (MDGs), adalah menjamin kelestarian lingkungan hidup, dengan mengintegrasikan prinsip pembangunan berkelanjutan yang ramah lingkungan.



Indonesia, di samping sebagai negara terbesar dalam organisasi negara-negara Asia Tenggara (ASEAN), juga merupakan negara dengan teknologi nuklir paling maju. 

Menteri BUMN Dahlan Iskan memutuskan mengganti nama PT Batan Teknologi menjadi PT Industri Nuklir Indonesia. Pergantian nama ini akan direalisasikan awal tahun depan. Dahlan punya alasan sendiri. Menurutnya, pergantian nama ini dilakukan agar Batan Teknologi lebih mencerminkan sebuah perusahaan yang mempunyai bisnis tinggi. 

“Supaya lebih berbau perusahaan dan bisnis makin tiggi. Supaya jangan terlalu dikaitkan nuklir Indonesia. Ini salah satunya untuk persiapan ekspansi ke Amerika,” ucap Dahlan ketika ditemui di Kampus UNIKA Atmajaya, Jakarta.

Di tempat yang sama, Direktur Utama Batan Teknologi, Yudiutomo mendukung rencana Dahlan. Perusahaan yang dikelolanya memang berencana ekspansi ke Amerika dengan membuat perusahaan joint venture dengan Amerika. 

Pabrik pengayaan uranium sistem rendah ini ditargetkan mulai beroperasi pada 2017 di AS. 

“Investasinya USD 170 juta dan saham kita 51 persen. Kapasitas produksi disana mencapai 4000 curie radio isotop,” jelas Yudiutomo. 

Saat ini, pabrik milik Batan Tekno di Indonesia hanya mampu memproduksi sekitar 300 curie radio isotop per minggu yang di supply untuk 16 rumah sakit untuk kepentingan pengobatan. 

“Pabrik di Amerika akan lebih besar karena kebutuhan Amerika 6000 curie per minggu, Amerika 100 persen impor dari Kanada, Belgia. Kebetulan kami kompetitif,” tutupnya.

Kami bermimpi di masa depan, bahwa Indonesia Memiliki minimal 18 Reaktor PLTN, lebih dari 40 pusat riset IPTEK Nuklir, lebih dari 50 jurusan IPTEK nuklir serta lahir pula ribuan pakar dalam bidang Iptek Strategis ini.

Amin.

Maju Terus Iptek Nuklir Indonesia.

Semangat Bisa!

Ucapan Terima Kasih Kepada:

Bpk. Insan Arif Hidayat, S.Pd., M.Sc. (Dosen Fisika Nuklir, UPI Bandung)

Kak Iqbal Robiyana, S.Pd. (Mahaiswa S2 Fisika UI)
Kang Deden Anugrah S.Pd. (Guru di Albina Boarding School)
Teh Nina Widiawati, S.Pd. Bersama Suami (Mahasiswi S2 Bidang Peminatan Fisika Nuklir ITB)
Teh Fitria Miftasani, S.Pd. (Mahasiswi S2 Bidang Peminatan Fisika Nuklir ITB)

Lihat Juga:

1. http://nuclearscienceandtechnology.blogspot.com/ (Sekolah Sains dan Teknologi Nuklir)
2. http://www.sttn-batan.ac.id/ (Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir BATAN)

Kunjungi Juga:

1. http://batanteknologi.wordpress.com/ [PT. BATAN Tekno]
2. http://www.batan.go.id/ [Badan Tenaga Nuklir Nasional]
3. http://www.nei.org/ [Nuclear Energy Institute]
4. http://www.niauk.org/ [Nuclear Industry Association]
5. http://web.mit.edu/nse/ [MIT  Department of Nuclear Science & Engineering]

Semoga Bermanfaat.


Monday, 3 June 2013

Ide Mendirikan JANR: Joint ASEAN for Nuclear Research

The Joint ASEAN for Nuclear Research (JINR) is an international intergovernmental scientific research organisation.

Visi: Menyatukan seluruh Pelajar dan Ilmuwan Nuklir di ASEAN.


Sekarang, ASEAN beranggotakan semua negara di Asia Tenggara (kecuali Papua Nugini . Berikut ini adalah negara-negara anggota ASEAN:

The aims of the Organization are: 

To carry out theoretical and experimental investigations on adopted scientific topics;

To organize the exchange of scientists in carrying out research, of ideas and information by publishing scientific papers, by organizing conferences, symposia etc;

To promote the development of intellectual and professional capabilities of scientific personnel;

To maintain contacts with other national and international scientific organizations and institutions to ensure the stable and mutually beneficial cooperation;

To use the results of investigations of applied character to provide supplementary financial sources for fundamental research by implementing them into industrial, medical and technological developments.

Sumber:

ASEAN

Dr. Petros Aslanyan, M.Sc. (Joint Institute for Nuclear Research, Rusia & Yerevan State University)

Semoga Bermanfaat.

Monday, 27 May 2013

Studi Pendekatan Kontrak Pembangunan PLTN

Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) menilai keberadaan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) sangat penting di Indonesia. 


Energi merupakan suatu kekuatan suatu bangsa (power of nation), terpenuhinya kebutuhan energi akan menjamin pertumbuhan ekonomi, ketahanan dan kemandirian suatu bangsa.

Peningkatan jumlah penduduk, standar hidup dan ekonomi berdampak pada pertumbuhan kebutuhan energi suatu negara. Untuk memenuhi kebutuhan energi Indonesia, pemerintah mengundangkan Peraturan Presiden No. 5 Tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional, yang berisi pemanfaatan semua jenis energi yang tersedia secara optimal yang dikenal sebagai bauran energi optimal (optimum energi mix), disebutkan bahwa porsi EBT pada tahun 2025 mencapai lebih besar dari 17% ( biofuel lebih besar dari 4%, panas bumi lebih besar dari 5%, batubara cair lebih besar dari 2% dan EBT lainnya lebih besar dari 5%).

KONTRAK PEMBANGUNAN PLTN 

Faktor Pertimbangan Keputusan Pembangunan PLTN Pembangunan PLTN sebagai suatu proyek raksasa mempunyai beberapa ciri yang perlu dipahami dengan baik dan benar. Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan adalah: 

o Pertimbangan biaya kontruksi PLTN. 

o Pertimbangan pendekatan kontrak pembangunan PLTN. 

o Pertimbangan periode kontruksi jangka panjang.

o Pertimbangan jenis teknologi PLTN.

o Pertimbangan penerimaan masyarakat. 

Pilihan terhadap pendekatan kontrak pembangunan PLTN merupakan hal yang mendasar dipertimbangkan ketika keputusan rencana pembangunan PLTN pertama diputuskan oleh permerintah. Beberapa faktor utama yang harus dipertimbangkan untuk keputusan pada pendekatan kontrak: 

o Adanya komitmen pemerintah mengenai program nuklir nasional. 

o Kebijakan partisipasi lokal. 

o Ketersediaan personil manajemen proyek yang berkualitas.

o Adanya teknik dan infrastruktur industri yang memadai. 

o Kemampuan untuk membangun infrastruktur pendukung.

o Perijinan otoritas, penanganan bahan bakar nuklir, operasional dan pemeliharaan, penanganan limbah radioaktif / penyimpanan dan dekommisioning. 

o Ketersediaan bantuan teknis dari pemilik PLTN.

o Kemampuan untuk menetapkan dan mempertahankan persiapan tender dan jadwal evaluasi penawaran dengan ketat. 

o Ketersediaan pemasok pra-kualifikasi terkait pengalaman vendor dengan pendekatan. kontrak yang berbeda dan berkaitan dengan manajemen dan pengalaman teknik.

o Pengalaman pemilik PLTN dengan proyek serupa. 

o Standarisasi dan tingkat teknologi untuk jenis reaktor yang diusulkan. 

o Hubungan pemerintah dan industri dengan negara pemasok. 

o Pertimbangan ekonomi. 

o Kemampuan untuk mengoptimalkan hubungan dan manfaat antara transfer teknologi dan strategi proyek pengadaan. 

o Pertimbangan garansi dan kewajiban, termasuk kewajiban nuklir. 

Pendekatan Kontrak 

Pendekatan kontrak merupakan faktor penting dalam rangkaian panjang proyek pembangunan PLTN yang sangat mempengaruhi seluruh aspek, mulai dari tahap pemilihan tapak, desain, kontruksi, komisioning dan dekomisioning. Secara umum di dalam lingkup proyek pembangunan PLTN terdapat 3 jenis pendekatan kontrak yang sering digunakan, yaitu :

(a). Kontrak putar kunci atau turnkey contract (plant approach).

(b). Kontrak paket terbelah atau split-package contract (island approach).

(c). Kontrak paket multi atau multi-package contract (component approach).



Kontrak Putar Kunci atau Turnkey Contract (Plant Approach). 

Pada tipe pendekatan kontrak putar kunci, seluruh kegiatan proyek pembangunan PLTN menjadi tanggung jawab penuh kontraktor utama, mulai dari desain, manufaktur, kontruksi dan komisioning. Secara garis besar seluruh biaya pembangunan dan risiko yang terkait dengan proyek pembangunan PLTN menjadi beban yang harus ditanggung oleh kontraktor utama. Setelah bangunan dan fasilitas selesai dibangun, maka pihak kontraktor utama seakan tinggal menyerahkan kunci kepada pemilik (owner) PLTN.

Adapun kelebihan dari pendekatan kontrak putar kunci, diantaranya yaitu:

o Pengaturan kontrak secara teknis lebih baik.
o Adanya garansi teknis dan jaminan operasional seluruh komponen pembangkit dari kontraktor.
o Pengendalian manajemen pembangunan PLTN lebih sederhana.
o Sedikitnya risiko keterlambatan jadwal.
o Sedikitnya risiko dampak biaya keadaan terkini dari reaktor.
o Upaya koordinasi untuk pengendalian biaya menjadi lebih sederhana.
o Adanya kesempatan yang baik terhadap paket pembiayaan luar negeri.
o Dokumentasi proyek lebih rapi.


Sedangkan kekurangan dari pendekatan kontrak putar kunci, diantaranya yaitu:
o Terbatasnya kendali pembelian komponen terhadap proyek.
o Tingginya harga penawaran pembangkit.
o Terbatasnya pengalaman yang diperoleh.

Sumber:

Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI)
Dr. Yohanes Dwi Anggoro, dan
Dr. Sahala M. Lumbanraja
Pusat Pengembangan Energi Nuklir (PPEN) BATAN .

Saturday, 25 May 2013

Mendesain Pabrik Uranium

Nuclear Fuel Fabrication

Fuel fabrication is the final stage in nuclear fuel preparation prior to use in a reactor.

Nuclear fuel assemblies are specifically designed for particular types of reactors and are made to exacting standards.

Utilities and fabricators have collaborated to greatly improve fuel assembly performance.



ABSTRAK 

EVALUASI KELAYAKAN INVESTASI PABRIK YELLOW CAKE DARI URANIUM HASIL SAMPING PABRIK ASAM FOSFAT PADA TAHAP BASIC DESAIN 

Telah dilakukan evaluasi kelayakan investasi pendirian pabrik yellow cake dari uranium hasil samping pabrik asam fosfat pada tahap basic desain kapasitas 66,182 ton U3O8/tahun. 

Dari parameter seleksi yang telah dihitung dengan menggunakan program profitabilit as analysis xls 1.1 disimpulkan bahwa: periode pengembalian modal 3,76 th; pengembalian atas investasi ( ROI) = 18,9 %; rentabilitas usaha pada harga keekonomian US 205/kg U 3O8 cukup baik, dan menghasilkan laba mulai tahun ketiga ( Th 2022) sebesar US $ 2.693.400 dan akumulasi keuntungan selama 20 tahun adalah US $145.069.10; nilai netto sekarang (NPV) pada capital cost 15% menunjukkan harga positif yaitu sebesar US$ 1.260.700; arus pengembalian internal (IRR) sebesar 15,58 % ; nilai indeks profitabilitas > 1 yaitu sebesar 1,288 yang mengindikasikan pabrik masih menarik untuk dibangun; benefit cost ratio (BCR) bernilai >1 yaitu 1,618 yang menunjukkan bahwa pabrik akan memberikan manfaat dan layak untuk dibangun.

Selain itu untuk mendirikan pabrik yellow cake dari uranium hasil samping pabrik asam fosfat diperlukan total biaya investasi permanen sebesar US $ 32.035.000,-, modal kerja sebesar US $ 2.052.700,- serta biaya produksi sebesar US $ 7.463.993/tahun.

Kata kunci: 

Pabrik yellow cake, pengembalian atas investasi, nilai netto sekarang, arus pengembalian internal, U3O8 

Sumber:

Dr. Bambang G. Susanto, M.Sc., MBA.
Pusat Rekayasa Perangkat Nuklir (PRPN)-BATAN Kawasan PUSPIPTEK Serpong.

World Nuclear Association

Thursday, 16 May 2013

Mengintip Ketersediaan Uranium di Indonesia

 Cascades of gas centrifuges are used to enrich uranium ore to concentrate its fissionable isotopes.

Cadangan energi fosil dunia diperkirakan hanya mampu bertahan memenuhi kebutuhan energi dalam jangka waktu yang tidak lama.

Seperti pada minyak bumi yang hanya mampu mencukupi kebutuhan energi dunia sampai 42 tahun lagi, gas alam cair bertahan hingga 62 tahun kedepan.

Kendati begitu pemenuhan kebutuhan energi masih bisa diantisipasi dengan pemanfaatan sumber energi terbarukan, salah satunya adalah uranium yang merupakan sumber energi nuklir.

Ketersediaan uranium dunia diprediksikan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan energi dunia hingga 3.600 tahun mendatang.

Hal tersebut disampaikan Staf Ahli Menristek Bidang Energi dan Material Maju, Dr. Agus R. Hoetman, M.Sc.

Dr. Agus menuturkan uranium dengan proses recycle atau reprocessing bisa bertahan hingga 3.600 tahun lagi. Dengan demikian uranium sangat potensial digunakan sebagai alternatif dalam pemenuhan kebutuhan energi dunia.” 

Di Indonesia sendiri potensi cadangan uraniumnya tersebar di beberapa daerah luar Pulau Jawa sehinga memungkinkan penggunaan energi nuklir untuk pembangkit listrik jika kedepannya sudah tidak ada lagi suplai dari energi fosil ,” jelasnya. 

Mengenal Uranium

Uranium is a silvery-white metallic chemical element in the actinide series of the periodic table, with symbol U and atomic number 92. A uranium atom has 92 protons and 92 electrons, of which 6 are valence electrons. Uranium is weakly radioactive because all its isotopes are unstable. The most common isotopes of uranium are uranium-238 (which has 146 neutrons) and uranium-235 (which has 143 neutrons).

Uranium has the second highest atomic weight of the primordially occurring elements, lighter only than plutonium. Its density is about 70% higher than that of lead, but not as dense as gold or tungsten. It occurs naturally in low concentrations of a few parts per million in soil, rock and water, and is commercially extracted from uranium-bearing minerals such as uraninite.

References


 http://en.wikipedia.org/wiki/Uranium

Tuesday, 14 May 2013

Kumpulan Makalah Iptek PLTN

Peneliti memantau di atas kolam teras reaktor nuklir penelitian di fasilitas Reaktor Serbaguna GA Siwabessy, yang dikelola Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan).



di Kompleks Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek) Serpong, Tangerang, Banten.



1. ANALISIS TEGANGAN PIPA COLD LEG PADA SISTEM PENDINGINPRIMER REAKTOR TIPE PWR,
Oleh: Dr. Alim Mardhi dan Roziq Himawan, p.  pdf (575K)


2. PENGUJIAN TEGANGAN MEKANIK PADA SISI SEKUNDER DESAINKONDENSOR TIPE KOMPAK,
Oleh: Dr. Dedy Haryanto, Kiswanta, Sagino, Riswan Djambiar, p.  pdf (1032K)

3. PEMODELAN KEANDALAN SISTEM PENDINGIN PRIMER UNTUKESTIMASI PROBABILITAS KEJADIAN KEHILANGAN ALIRANPENDINGIN UNTUK REAKTOR RISET RSG-GAS,
Oleh: Dr. Deswandri dan Johnny Situmorang, p.  pdf (1466K)

4. EVALUASI KETERSEDIAAN SISTEM BERBASIS KEANDALANKOMPONEN REAKTOR RISET RSG-GAS DENGAN PENDEKATAN DEA (DATA ENVELOPMENT ANALYSIS),
Oleh: Dr. Johnny Situmorang dan Deswandri, p.  pdf (1009K)

5. ANALISIS DOSIS GAMMA DI LUAR DINDING PERISAI RADIASIREAKTOR RISET,
Oleh: Dr. Ardani, p.  pdf (111K)

6. ANALISIS FASA DAN SIFAT KEKERASAN PADUAN ZRNBMoGe UNTUK KELONGSONG BAHAN BAKAR NUKLIR,
Oleh: Dr. Parikin, B. Bandriyana dan A.H. Ismoyo, p.  pdf (230K)

7. STUDI PENDAHULUAN PROGRAM KOMPUTER ”HOTSPOT” UNTUKANALISIS DAMPAK RADIOLOGIS LINGKUNGAN AKIBATKECELAKAAN REAKTOR NUKLIR,
Oleh: Dr. Diah Hidayanti, p.  pdf (204K)

8. PEMANFAATAN METODA RELATIVE VOLATILITY UNTUKPERHITUNGAN SUKU SUMBER REAKTOR DAYA TIPE PWR,
Oleh: Dr. Jupiter Sitorus Pane dan Surip Widodo, p.  pdf (316K)

9. PERHITUNGAN PARAMETER TRANSPORT FISIK UNTUK LEPASANRADIONUKLIDA AKTINIDA KE ATMOSFER,
Oleh: Dr. Pande Made Udiyani, p.  pdf (295K)

10. STUDI PENDEKATAN KONTRAK PEMBANGUNAN PLTN DI BANGKA BELITUNG,
Oleh: Dr. Yohanes Dwi Anggoro, Sahala M. Lumbanraja, p.  pdf (189K)

11. IDENTIFIKASI KANDUNGAN UNSUR PADA SEDIMEN DI KALI BOYONG DAN KALI KUNING PASCA ERUPSI MERAPI 2010 DENGAN METODE AANC,
Oleh: Dr. Nita Handayani, Herlyana Setya Puspitasari, Sunardi dan Y.Sardjono, p.  pdf (338K)

12. EVALUASI KELAYAKAN INVESTASI PABRIK YELLOW CAKE DARIURANIUM HASIL SAMPING PABRIK ASAM FOSFAT PADA TAHAPBASIC DESAIN,
Oleh: Dr. Bambang G. Susanto, p.  pdf (5691K)

14. TINJAUAN TEKNIS PERANCANGAN PENGGERAK MEKANIK TUASKENDALI KOLIMATOR SUMBER RADIASI Cs-137 PADA PERANGKAT PORTAL MONITOR
Oleh: Dr. Sanda dan Nur Khasan, p.  pdf (667K)

15. DESAIN DASAR SISTEM MEKANIK PENGGERAK SUMBER RADIASI GAMMA 60Co 200 kCi PADA IRADIATOR VULKANISASI LATEK
Oleh: Dr. Edy Karyanta, Sutomo, Petrus Z., Putut Hery Setiawan, p.  pdf (5937K)

16. EFEK PERUBAHAN SUDUT KEMIRINGAN UNTAI SIRKULASI ALAMIAH TERHADAP RUGI TEKANAN SEPANJANG PIPA
Oleh: Dr. Yogi Sirodz Gaos, Mochammad Farid, Budi Gusnawan Juarsa, Rizqi Faizal Muttaqin, Edi Marzuki, Mulya Juarsa, p.  pdf (604K)


Photo by: BATAN

Semoga Bermanfaat

Ucapan Terima Kasih Kepada:

Bpk. Insan Arif Hidayat, S.Pd., M.Sc. (Dosen Fisika Nuklir)


Kak Iqbal Robiyana, S.Pd. (Guru di Darul Qur'an International)
Kang Deden Anugrah S.Pd. (Guru di Albina Boarding School)
Teh Nina Widiawati, S.Pd. (Mahasiswa S2 Bidang Peminatan Fisika Nuklir)
Teh Fitria Miftasani, S.Pd. (Mahasiswa S2 Bidang Peminatan Fisika Nuklir)

Sumber:

1. http://www.batan.go.id/ptrkn/
2. http://fpmipa.upi.edu/
3. http://nuclearscienceandtechnology.blogspot.com/ (Sekolah Sains dan Teknologi Nuklir)
4. http://www.sttn-batan.ac.id/ (Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir BATAN)

Thursday, 9 May 2013

Kumpulan Makalah Iptek dan Keselamatan PLTN



"Seorang sahabat sedang membaca makalah ilmiah Iptek Nuklir"

  1. DESAIN FAKTOR KANAL PANAS UNTUK MODEL PERHITUNGAN TERMOHIDROLIKA REAKTOR RISET INOVATIF,
    Oleh: Dr. Endiah Puji Hastuti, M. Darwis Isnaini dan M. Subekti, p. pdf (338K)
  2. PERHITUNGAN KRITIKALITAS GUDANG URANIUM FASILITAS INSTALASI PABRIKASI ELEMEN BAKAR REAKTOR RISET (IPEBRR),
    Oleh: Dr. Azizul Khakim, p. pdf (314K)
  3. INVESTIGASI KRITIKALITAS REAKTOR RGTT200K SEBAGAI IMPAK VARIASI RADIUS BAHAN BAKAR PEBBLE DAN KERNEL DENGAN BERBAGAI FRAKSI BAKAR,
    Oleh: Dr. Zuhair dan Suwoto, p. pdf (439K)
  4. ANALISIS SISTEM KESELAMATAN PASIF DAN INHEREN PADA KECELAKAAN PLTN GENERASI LANJUT,
    Oleh: Dr. Ade Gafar Abdullah, p. pdf (3502K)
  5. PERHITUNGAN DEPLESI DAN PEMBENTUKAN PU-239 PADA REAKTOR DAYA TIPE BWR,
    Oleh: Dr. Daddy Setyawan, p. pdf (191K)
  6. PENGARUH TAMPANG LINTANG DATA NUKLIR TERBARU DALAM PERHITUNGAN DESAIN NEUTRONIK TERAS RGTT200K,
    Oleh: Dr. Suwoto dan Zuhair, p. pdf (502K)
  7. ANALISIS PENGARUH LAJU ALIR MASSA PENDINGIN TERHADAP KINERJA SISTEM KONVERSI ENERGI RGTT200K,
    Oleh: Dr. Ign. Djoko Irianto, p. pdf (4682K)
  8. ANALISIS PENGARUH TEMPERATUR OKSIDASI KARBONMONOKSIDA PADA KONTROL INVENTORI HELIUM RGTT200K,
    Oleh: Dr. Sumijanto, Ign. Djoko Irianto, Sriyono, p. pdf (5419K)
  9. ANALISIS DAN PEMODELAN CYCLONE SEPARATOR SEBAGAI PREFILTER DEBU KARBON PADA SISTEM PEMURNIAN HELIUM REAKTOR RGTT200K,
    Oleh: Dr. Sriyono, p. pdf (5102K)
  10. ANALISIS KOMPRESOR AKSIAL MULTI-STAGE UNTUK SISTEM PENDINGIN TERAS RGTT200K,
    Oleh: Dr. Sri Sudadiyo, p. pdf (701K)
Photo by: A.N. at Nuclear Energy Conference


Semoga Bermanfaat

Ucapan Terima Kasih Kepada: 

Bpk. Insan Arif Hidayat, S.Pd., M.Sc. (Dosen Fisika Nuklir)
Kak Iqbal Robiyana, S.Pd. (Guru di Darul Qur'an International)
Kang Deden Anugrah S.Pd. (Guru di Albina Boarding School)
Teh Nina Widiawati, S.Pd. (Mahasiswa S2 Bidang Peminatan Fisika Nuklir)
Teh Fitria Miftasani, S.Pd. (Mahasiswa S2 Bidang Peminatan Fisika Nuklir)

Sumber:

1. http://www.batan.go.id/ptrkn/

2. http://fpmipa.upi.edu/

3. http://nuclearscienceandtechnology.blogspot.com/  (Sekolah Sains dan Teknologi Nuklir)




Maju Terus Ilmu Pengetahuan Bangsa

Monday, 6 May 2013

Kumpulan Makalah-Makalah Ilmiah Iptek Nuklir


"Mengikuti Sesi Pemaparan dan Diskusi Makalah Ilmiah Iptek Nuklir"

Makalah Peserta

EVALUASI KESELAMATAN TERHADAP BAHAYA EKSTERNAL PADA KONDISI PADAM UNTUK AP1000 DAN VVER1200,

Oleh: Dr. D. T. Sony Tjahyani, p57-66.  pdf (259K)


EVALUASI PARAMETER NEUTRON KASIP REAKTOR PWR AP1000,

Oleh: Dr. T.M. Sembiring dan S. Pinem, p.  pdf (233K)

ANALISIS DISTRIBUSI FLUKS DAN SPEKTRUM NEUTRON REAKTOR PLTN PWR 1000 MWe MENGGUNAKAN PROGRAM MCNP,

Oleh: Dr. Amir Hamzah, p.  pdf (329K)


ANALISIS KARAKTERISTIKA KOEFISIEN REAKTIVITAS TEMPERATUR RGTT200K DENGAN BERBAGAI PENGAYAAN BAHAN BAKAR,

Oleh: Dr. Hery Adrial, p.  pdf (687K)



ANALISIS DISTRIBUSI LAJU ALIR DESAIN TERAS REAKTOR RISET BERBAHAN BAKAR TINGKAT MUAT TINGGI,

Oleh: Dr. Muh. Darwis Isnaini, Endiah Puji Hastuti dan Muh. Subekti, p.  pdf (187K)


Photo by: A.N. at Nuclear Energy Conference

Ucapan Terima Kasih Kepada:

Bpk. Insan Arif Hidayat, S.Pd., M.Sc.
Kak Iqbal Robiyana, S.Pd.
Kang Deden Anugrah S.Pd.

Sumber:

1. http://www.batan.go.id/ptrkn/

2. http://fpmipa.upi.edu/

3. http://nuclearscienceandtechnology.blogspot.com/  (Sekolah Sains dan Teknologi Nuklir)



Maju Terus Ilmu Pengetahuan Bangsa

Semoga Bermanfaat

Friday, 3 May 2013

Inovasi IPTEK Reaktor dan Keselamatan Nuklir


"Seorang Ilmuwan Sedang Menjelaskan Karya Poster Ilmiahnya Kepada Para Pengunjung"



Makalah Undangan:
  1. “Arah Kebijakan Penelitian dan Pengembangan Teknologi Nuklir”,
    Prof. Dr. Djarot S. Wisnubroto (Kepala BATAN)  pdf (3051K)
  2. “Peran Dunia Pendidikan Dalam Memajukan Teknologi PLTN di Indonesia”,
    Dr. Ade Gaffar Abdullah (UPI - Bandung)  pdf (8962K)
  3. “Nuclear Power Accident at TMI, Chernobyl and Fukushima Daiichi”
    Dr. Toshio WAKABAYASHI (JAIF International Cooperation Center) pdf (12285K)
  4. “Management of Radioactive Waste Generated by Fukushima NPP Accident”
    Mr. Yutaka KAWAKMI (JAIF International Cooperation Center) pdf (13548K)


Visi 

Menjadi inovator dan pendukung teknis bidang teknologi dan keselamatan reaktor nuklir 

Misi 

Melaksanakan litbang desain reaktor riset inovatif 
Melaksanakan litbang desain reaktor daya maju kogenerasi 
Melaksanakan kajian desain teknis dan keselamatan PLTN tipe PWR 
Mengoptimalkan fasilitas dan infrastruktur litbang

Video: Nuclear Power Plant Safety, Tomorrow-Today


Photo by: A.N at Nuclear Energy Conference

Ucapan Terima Kasih Kepada:


Kak Rezy Pradipta, Ph.D.


(Alumni Tim Olimpiade Fisika Indonesia, Belajar di Department of Nuclear Science & Engineering at MIT)

Prof. Mujid S. Kazimi, Ph.D. (Director, Center for Advanced Nuclear Energy Systems MIT)

Prof. Djarot Sulistio Wisnubroto, M.Sc., D.Sc. (Presiden BATAN)

Kak Iqbal Robiyana, S.Pd. (Founder Center for Nuclear Education at Indonesia University of Education)

Teh Nina Widiawati, S.Pd. (Mahasiswa S2 Bidang Peminatan Fisika Nuklir)

Teh Fitria Miftasani, S.Pd. (Mahasiswa S2 Bidang Peminatan Fisika Nuklir)


Kunjungi Juga:



http://nuclearscienceandtechnology.blogspot.com/  (Sekolah Sains dan Teknologi Nuklir)


http://ocw.mit.edu/courses/nuclear-engineering/ (Nuclear Engineering OpenCourseWare from MIT)


Sumber:

1. http://www.batan.go.id/ptrkn/

2. http://fpmipa.upi.edu/