Wednesday, 1 May 2013

Mengenal Explosive Material

"Nuclear energy is the scientific achievement of the Iranian nation." 
~Dr. Mahmoud Ahmadinejad, Sang Singa Padang Pasir~


"Getih nu ngocor kudu kabayar 
Hutang getih di bayar getih 
 Cunuk kana mangsana, ninggang kana waktuna 
Pikeun ngabales kanyeri, pikeun ngabayar kangewa 
Hutang uyah di bayar uyah 
Hutang Pati di bayar Pati"

Sebuah lirik hariring yang sangat keras, mengapa ada lirik begitu keras keluar dari budaya Sunda, padahal orang-orang Sunda terkenal akan budi-nya yang ramah tamah dan sangat cinta alam serta perdamaian?

Ternyata ada pergeseran budaya yang tengah terjadi pada budaya kita.

Budaya kekerasan dan permusuhan tengah merasuki masyarakat kita.

Anak-anak dan remaja telah digiring oleh sesuatu untuk membenci kalangan tertentu yang bisa menjadi permusuhan turun-temurun. 

Games, Permaianan anak-anak telah mengubah pola pikir mereka menjadi manusia-manusia yang menyukai peperangan dan pertumpahan darah.

Namun sejatinya masyarakat tanah air adalah bangsa yang cinta damai tapi juga adalah bangsa yang gagah dan tidak mau di jajah oleh bangsa-bangsa asing lagi.

Oleh karena itu setiap potensi ancaman harus di-respon secara cepat dan tepat serta bijaksana.


Akhir-akhir ini media massa dipenuhi dengan berita peledakan bom di mana-mana, mulai dari Suriah, Irak, Pakistan, Amerika bahkan sebagian wilayah Eropa, ada apa ini sebenarnya?

Kisah peledakan yang menghilangkan nyawa banyak orang di Indonesia tahun-tahun lalu jangan sampai terulang kembali. Sistem keamanan yang memungkinkan antisipasi akan datangnya serangan mendadak perlu diperkuat.

Di bahawh ini kami akan sajikan beberapa pengetahuan seputar bahan-bahan yang dapat menimbulkan ledakan dahsyat berbahaya.


Mengenal Bahan-Bahan Peledak

An explosive material, also called an explosive, is a reactive substance that contains a great amount of potential energy that can produce an explosion if released suddenly, usually accompanied by the production of lightheatsound, and pressure. An explosive charge is a measured quantity of explosive material.
This potential energy stored in an explosive material may be:
Explosive materials may be categorized by the speed at which they expand. Materials that detonate (explode faster than the speed of sound) are said to be "high explosives" and materials that deflagrate are said to be "low explosives". Explosives may also be categorized by their sensitivity. Sensitive materials that can be initiated by a relatively small amount of heat or pressure are primary explosives and materials that are relatively insensitive are secondary or tertiary explosives.
A wide variety of chemicals can explode; a smaller number are manufactured in quantity as explosives. The remainder are too dangerous, sensitive, toxic, expensive, unstable, or decompose too quickly for common usage.

Applications:


Military



Civilian


Safety



"Hidup ini saling berbagi & saling memberi. Tak perlu saling menyakiti. Menjadi mulia, jika saling bertenggang rasa."
~Jendral Purn. Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono, M.A.~

Substansi bahan peledak dapat dibedakan berdasarkan efek reaksi, kompisisi dan kegunaannya. Bahan peledak untuk kepentingan militer dibagi menjadi bahan peledak kekuatan tinggi (PKT, efek ledakannya ekstrim ) serta bahan peledak kekuatan rendah (PKR, terdiri dari materi yang mudah terurai). 

Sekalipun disebut PKR, namun dalam beberapa kondisi tertentu jenis bahan peledak ini dapat menimbulkan efek yang setara dengan PKT. Berdasarkan kompisisi bahan peledak dibedakan menjadi bahan peledak campuran (BPC) dan bahan peledak senyawa. 

Sementara itu berdasarkan kegunaannya, bahan peledak dibedakan sebagai : 

Pembakar dan Bahan Peledak Impuls:
Kategori ini menempatkan bahan peledak sebagai pencetus ledakan senjata, roket dan misil, serta torpedo. 

Hasilnya merupakan kebakaran dan masuk kedalam jenis BPR. 

Bahan Peledak Perusak:

Kategori ini menempatkan bahan peledak sebagai alat perusak. Dimanfaatkan sebagai bagian atau keseluruhan dari ranjau, bom, misil dan hulu ledak torpedo. 

Bahan Peledak Pemicu:

Untuk menghasilkan sebuah ledakan, dibutuhkan energi dalam bentuk tertentu. Bagian pembakar akan dipicu oleh pemantik api, hingga hasil bakaran akan membuat bahan peledak menghasilkan ledakan yang dahsyat. 

Alat yang digunakan untuk memantik api disebut "primer". 

Sementara alat yang memicu reaksi ledakan disebut sebagai "detonator" 

Bahan Peledak Pendukung:

Kategori ini memasukkan bahan peledak sebagai alat pembakar yang relatif tidak sensitif dan membutuhkan bantuan untuk menghasilkan reaksi ledakan. 

Bahan Peledak Pendukung beserta alat pembakarnya disebut sebagai pemicu ledakan dan terdiri dari materi penghasil api yang mampu menyelimuti bagian pembakar.

Istilah Booster diberikan kepada Bahan Peledak Pendukung yang digunakan bersama-sama dengan Bahan Peledak Perusak dan menghasilkan jenis bahan peledak yang sangat sensitif. 

Substansi Piroteknik:

Substansi Priteknik biasanya digunakan oleh kalangan militer sebagai alat untuk membantu penglihatan atau sebagai pemicu dari beberapa jenis senjata.

Komposisi yang ada termasuk kedalam PKR karena reaksi pembakaran yang dihasilkan cukup rendah. 

Karakteristik yang dimiliki adalah intensitas cahaya ( pencahayaan), masa pembakaran, warna dan efisiensi cahaya yang diproduksi. Untuk kepentingan militer biasanya ditambahkan bahan peledak dalam takaran tertentu yang disesuaikan dengan jenis bakaran yang diinginkan. 

Bahan kimia untuk kepentingan militer merupakan substansi yang mampu memberikan efek melumpuhkan atau menghalau musuh, reaksi asap, dan efek bakar, bahkan kombinasi dari kesemuanya.

Bahan kimia ini terdiri dari senyawa dan campuran selain substansi piroteknik dan digunakan sebagai pengisi perangkat artileri, mortar, ranjau, granat, roket dan bom.

Bahan kimia tersebut dibedakan berdasarkan tujuan taktis, efek psikologis dan tujuan penggunaan. 

Gas Militer:

Gas militer merupakan bahan kimia atau kombinasi bahan kimia yang mampu menghasilkan efek racun maupun gangguan psikologis. 

Dapat berbentuk padat, cair maupun gas, sebelum maupun setelah digunakan. 

Termasuk kedalam golongan reaksi panjang, apabila masih efektif setelah 10 menit digunakan, atau merupakan golongan reaksi pendek bila menjadi tidak efektif setelah berselang 10 menit dari penggunaannya. Gas militer kan dibedakan lagi berdasarkan reaksi racun serta gangguan yang dihasilkan. 

Selimut Asap:

Merupakan awan asap yang terdiri dari baik partikel padat maupun cair, bahkan keduanya yang memuai di udara. 

Pemantik: 

Sebuah pemantik dapat berbentuk padat, cair maupun gel semiplastik yang dapat menghasilkan api dan membakar bahan bakaran karena sifat dasarnya yang mudah terbakar, yang juga dimanfaatkan untuk melukai atau melumpuhkan musuh. 

Gas Militer Tersimulasi:

Bahan kimia dari gas militer tersimulasi merupakan bahan dasar sebenarnya nontoksik yang biasanya digunakan untuk latihan militer.

Memaknai Kehidupan Sang Lebah


Rasulullah Saw. bersabda, “Perumpamaan orang beriman itu bagaikan lebah. Ia makan yang bersih, mengeluarkan sesuatu yang bersih, hinggap di tempat yang bersih dan tidak merusak atau mematahkan (yang dihinggapinya).” (Ahmad, Al-Hakim, dan Al-Bazzar) Seorang mukmin adalah manusia yang memiliki sifat-sifat unggul.

Sifat-sifat itu membuatnya memiliki keistimewaan dibandingkan dengan manusia lain. Sehingga di mana pun dia berada, kemana pun dia pergi, apa yang dia lakukan, peran dan tugas apa pun yang dia emban akan selalu membawa manfaat dan maslahat bagi manusia lain.

Maka jadilah dia orang yang seperti dijelaskan Rasulullah saw., “Manusia paling baik adalah yang paling banyak memberikan manfaat bagi manusia lain.”

Tidak pernah melukai kecuali kalau diganggu

Lebah tidak pernah memulai menyerang. Ia akan menyerang hanya manakala merasa terganggu atau terancam. Dan untuk mempertahankan “kehormatan” umat lebah itu, mereka rela mati dengan melepas sengatnya di tubuh pihak yang diserang. 

Sikap seorang mukmin: Musuh tidak dicari. Tapi jika ada, tidak lari.

Indonesia Bisa

Semoga Kemanan dan Perdamaian Milik Kita Semua.

Amin.

Tuesday, 30 April 2013

Mempelajari Ipteks Nuklir ke Negeri Eiffel

Peta Pembangkit Tenaga Nuklir di Prancis

Dalam bidang energi, saat ini Pemerintah Perancis berusaha mengalihkan ketergantungan terhadap minyak ke pemanfaatan energi nuklir dan berhasil menurunkan proporsi minyak bumi dalam konsumsi energi final dari 71% (1973) menjadi 39% (2003). Perancis merupakan negara dengan pemanfaatan pembangkit listrik tenaga nuklir terbesar di dunia dan peringkat dua dunia dalam kapasitas total nuklir terinstal.


Nuclear Power in France

   *France derives over 75% of its electricity from nuclear energy. This is due to a long-standing policy based on energy security.
   *France is the world's largest net exporter of electricity due to its very low cost of generation, and gains over EUR 3 billion per year from this.
   *France has been very active in developing nuclear technology. Reactors and fuel products and services are a major export.
   *It is building its first Generation III reactor and planning a second.
   *About 17% of France's electricity is from recycled nuclear fuel.


Perancis merupakan negara yang memiliki reaktor nuklir paling banyak kedua di dunia, yaitu sebanyak 59 reaktor nuklir. Perancis dipaksa memiliki banyak reaktor nuklir, karena negara ini tidak memiliki sumber daya energi yang berupa minyak, sebagai sumber energi tersebut. 

Pembangkit Tenaga Nuklir Perancis menghasilkan energi 540,6 Twh (540,6 Milyar Watt Jam) dan telah memenuhi sebanyak 78,8 % kebutuhan energi listrik di Perancis, angka ini adalah persentase tertinggi di dunia. Sehingga tarif listrik di Perancis merupakan yang termurah di Eropa. 

Sedangkan Amerika Serikat, mempunyai 104 reaktor nuklir, Amerika adalah negara yang paling banyak memiliki reaktor nuklir, yaitu sebanyak 104 reaktor nuklir komersial. Sebanyak 69 merupakan reaktor air bertenaga dan 35 reaktor air mendidih. 

Ada sebanyak 65 pembangkit listrik tenaga nuklir yang telah memiliki lisensi untuk beroperasi. Pembangkit tersebut menghasilkan energi listrik sebesar 806,2 Twh dan telah mensuplai 19,6 % kebutuhan listrik total di seluruh AS pada tahun 2008.



Bagaimana Bisa Negeri Eiffel ini Maju dalam Bidang Iptek Nuklir?

Sejarah

France has a long relationship with nuclear power, starting with Henri Becquerel's discovery of natural radioactivity in the 1890s and continued by famous nuclear scientists like Pierre and Marie Curie.

Before World War II, France had been heavily involved in nuclear research through the work of the Joliot-Curies. In 1945 the Provisional Government of the French Republic (GPRF) created the Commissariat à l'Énergie Atomique (CEA) governmental agency, and Nobel prize winner Frédéric Joliot-Curie, member of the French Communist Party (PCF) since 1942, was appointed high-commissioner.

He was relieved of his duties in 1950 for political reasons, and would be one of the 11 signatories to the Russell-Einstein Manifesto in 1955. The CEA was created by Charles de Gaulle on October 18, 1945. Its mandate is to conduct fundamental and applied research into many areas, including the design of nuclear reactors, the manufacturing of integrated circuits, the use of radionucleides for medical treatments, seismology and tsunami propagation, and the safety of computerized systems.

Nuclear research was discontinued for a time after the war because of the instability of the Fourth Republic and the lack of finances available. However, in the 1950s a civil nuclear research program was started, a by-product of which would be plutonium.

In 1956 a secret Committee for the Military Applications of Atomic Energy was formed and a development program for delivery vehicles started. In 1957, soon after the Suez Crisis and the diplomatic tension with both the USSR and the United States, French president René Coty decided the creation of the C.S.E.M. in the then French Sahara, a new nuclear tests facility replacing the C.I.E.E.S. See France and nuclear weapons.


The first nuclear power plant in France was opened in 1962.

Strategi dan Rencana Messmer 

As a direct result of the 1973 oil crisis, on March 6, 1974 Prime Minister Pierre Messmer unexpectedly announced what became known as the 'Messmer Plan', a huge nuclear power program aimed at generating all of France's electricity from nuclear power. At the time of the oil crisis most of France's electricity came from foreign oil, and while it was strong in heavy engineering capabilities, France had few indigenous energy resources.


The announcement of the Messmer Plan, which was imposed without public or parliamentary debate, also led to the foundation of the Groupement des scientifiques pour l'information sur l'énergie nucléaire (Association of Scientists for Information on Nuclear Energy), formed after around 4,000 scientists signed a petition of concern over the government's action, known as the Appeal of the 400 after the 400 scientists who initially signed it.


The plan envisaged the construction of around 80 nuclear plants by 1985 and a total of 170 plants by 2000. Work on the first three plants, at Tricastin, Gravelines, and Dampierre started the same year and France installed 56 reactors over the next 15 years.



Para Pelajar Mengunjungi Fasilitas Penelitian Nuklir dan Fisika Partikel di CERN

Ekonomi dan Manajemen Energi Nuklir Prancis

Électricité de France (EDF) the country's main electricity generation and distribution company — manages the country's 59 nuclear power plants. EDF is substantially owned by the French Government, with around 85% of EdF shares in government hands . 78.9% of Areva shares are owned by the French public sector company CEA and are therefore in public ownership EdF remains heavily in debt. Its profitability suffered during the recession which began in 2008. It made €3.9 billion in 2009, which fell to €1.02 billion in 2010, with provisions set aside amounting to €2.9 billion.

The Nuclear industry has been accused of significant cost overruns and failing to cover the total costs of operation, including waste management and decommissioning.

In 2001, nuclear construction and services company Areva was created by the merger of CEA Industrie, Framatome and Cogema (now Areva NC). Its main shareholder is the French owned company CEA, but the German government also holds, through Siemens, 34% of the shares of Areva's subsidiary, Areva NP, in charge of building the EPR (third-generation nuclear reactor).


EdF said its third-generation nuclear reactor EPR project at its Flamanville, northern France, plant will be delayed until 2016, due to "both structural and economic reasons," which will bring the project's total cost to EUR8.5 billion.

Similarly, the cost of the EPR to be built at Olkiuoto, Finland has escalated. Areva and the utility involved "are in bitter dispute over who will bear the cost overruns and there is a real risk now that the utility will default. In contrast, the other reactors at Taishan in Guangdong, China are ahead or on schedule. The estimated completion is expected at 46 months, considerably faster then in France or Finland.

EdF has suggested that if the political environment causes the EPR costs to overrun, the design would be replaced with a cheaper and simpler Franco-Japanese design, the Atmea for which the design will be completed by 2013, or the already operating Franco-Chinese design, the CPR-1000.

Reaktor-Reaktor Fusi 
While fusion power is not expected to be feasible for many more decades, France has shown promise to be a forerunner in the technology by winning the bid to host the ITER reactor in Cadarache. The ITER should start actual fusion around 2018. However, ITER does not plan to generate any commercially available energy. Instead the construction of another plant, named DEMO, will test the feasibility of commercial fusion, before it is integrated into the energy grid.



Video Pembuatan Reaktor Fusi Nuklir di Prancis

Semoga Bermanfaat

Menuju Kemerdekaan Energi di Indonesia 

Sumber:

http://en.wikipedia.org/wiki/Nuclear_power_in_France
http://www.iter.org/
http://www.esdm.go.id/
http://www.world-nuclear.org/
http://home.web.cern.ch/

Bagaimana Mengembangkan Mesin Pesawat Terbang?

"Ketika ayah saya meninggal sedang shalat, Ibu Saya bersumpah bahwa anak-anaknya kelak akan berguna bagi masyarakat, bangsa dan agama" 
~Prof. Habibie~


Sebuah Cita-cita mengembangkan Permesinan untuk Pesawat Terbang


An aircraft engine is the component of the propulsion system for an aircraft that generates mechanical power. Aircraft engines are almost always either lightweight piston engines or gas turbines.



Aircraft Engine Manufacturing Industry

In 2012, the size of the aircraft engine manufacturing market was almost $40 billion. There are over 350 manufacturing companies in the United States employing over 70 thousand. For a list of all manufacturers in the world see the List of aircraft engines.

Turbojet Engine


Turbojets consist of an air inlet, an air compressor, a combustion chamber, a gas turbine (that drives the air compressor) and a nozzle. The air is compressed into the chamber, heated and expanded by the fuel combustion and then allowed to expand out through the turbine into the nozzle where it is accelerated to high speed to provide propulsion.


Photo by: Me at PT. Dirgantara Indonesia

Kunjungi Juga:

1. PT. Aero Internasional Teknologi Bandung: Aircraft Piston Engine Repair, Overhaul and Test.
http://www.aerointek.com/

2. MTU Aero Engines GmbH is Germany's leading aircraft engine manufacturer. MTU develops, manufactures and provides service support for military and civil aircraft engines.
http://mtu.de/de/

3. Welcome to the Michigan Tech Aerospace Enterprise
http://www.aerospace.mtu.edu/

4.Official corporate site, featuring information about the corporation and its products and services, including airplanes, space systems, and integrated defense
http://www.boeing.com/boeing/


Semoga Bermanfaat

Maju Terus Indonesia