Saturday, 16 February 2013

Ada Sciences dalam Do'a

Allhamdulilah, hari ini dapat bertemu dengan para sahabat-sahabat, melepas kerinduan dan bercengkrama. Banyak sudah yang telah mereka capai, saya merasa bahagia jika mereka telah memiliki kehidupan dan telah menggapai cita-cita mereka. 

Bangga rasanya melihat hidup mereka berbahagia. 

Hanya secarik goresan do'a yang bisa saya berikan untuk para sahabat dan teman-temanku dari dulu, sekarang dan yang akan datang. 

Dia menyayangi kita tapi bukan kekasih, 
Dia perhatian tapi bukan keluarga kita, 
Dia siap berbagi rasa sakit tapi dia tidak berhubungan darah dengan kita 
Dia adalah... Sahabatmu...Sahabat Kita...Sahabat sejati... 
Marah seperti Ayah 
Peduli seperti Ibu 
Mengganggu seperti Kakak 
Mengesalkan seperti Adik 
Dan terakhir menyayangimu lebih dari kekasih 
Percayalah tiada kata perceraian dan perpisahan dalam Kekeluargaan dalam persahabatan 

Ya Robbana, Tuhanku, Aku ingin berdoa untuk teman-teman dan sahabatku. 
Yang dengan setia menemani dan menghiburku serta telah menjadi bagian hidupku, 
Di mana pun mereka sekarang berada. 

Ampunilah kami kalau kami bersalah.
Jangan marah kalau mereka mengecewakan-Mu. 
Tetap bimbinglah kami. 
Ajarilah mereka untuk selalu berbuat baik. 
Dan selalu saling mengasihi. 

Hindarkan mereka dari malapetaka. 
Betapapun mereka telah mengecewakan-Mu. 
Ingatkan mereka untuk selalu berdo'a. 
Karena jiwa kami dan mereka juga merindukan-Mu.

Semoga kami semua dapat kembali bertemu dan bersatu. 
Kelak Di Surga-Mu
Dalam suasana penuh kasih, sabar dan pengertian. 
Ya Allah Tuhan-ku terimalah do'a-ku. 
Amin.

Paradise: Surga

By: Maher Zain

 

Ada Sciences dalam Do'a

Seorang Ilmuwan, Dr. Masaru Emoto berhasil mendapatkan foto kristal air pertama di dunia bersama sahabatnya Kazuya Ishibashi, M.Sc. (Seorang Ilmuwan yang Ahli dalam Mikroskop). Foto kristal air ini didapat dengan cara membekukan air pada suhu -25 derajat celcius dan difoto dengan alat foto berkecepatan tinggi. Hasilnya adalah air ternyata mampu merespon terhadap kata-kata, gambar serta musik baik secara positif ataupun negatif.

Jika kita mengatakan pada air kata-kata “Cinta dan Terima Kasih” maka hasil foto kristal airnya sungguh dahsyat yakni membentuk kristal air heksagonal yang indah. Sebaliknya, jika kita mengatakan pada air kalimat “Kamu Bodoh” maka tidak akan membentuk kristal bahkan gambarnya jelek sekali. Simak perbedaan fotonya berikut ini :

Kristal air yang terbentuk jika kita mengatakan

“Kamu Bodoh” :


Kristal air yang terbentuk jika kita mengatakan

“Cinta dan Terima Kasih”:



Itulah sebabnya sekarang ini kita harus berahlak terhadap air karena dengan ahlak yang baik pada air berarti kita mengkonsumsi air yang akan berdampak baik pada tubuh kita, sebab air yang mampu membentuk heksagonal merupakan air yang mampu melunturkan racun-racun pada tubuh kita. 

Percobaan terhadap air tidak hanya dilakukan dengan kata-kata namun juga melalui musik. Ternyata musik klasik mampu merubah air membentuk kristal yang sangat indah sedangkan musik heavy metal justru membentuk air yang tidak baik.

Penelitian Dr. Emoto inipun tidak hanya mencakup air melainkan juga makanan lainnya yang ternyata mampu memberikan reaksi positif dan negatif. Inilah rahasianya mengapa kita dianjurkan oleh agama untuk berdoa sebelum makan/minum. 

Do'a yang baik ternyata akan mampu merubah air/makanan menjadi sesuatu yang baik bagi tubuh. Penelitian ini sungguh menyadarkan kita bahwa ucapan, pikiran dan perbuatan yang tidak baik ternyata mampu mengalirkan energi negatif yang merubah segala sesuatunya menjadi tidak baik. 

Tubuh kita sendiri ternyata terdiri dari 70% air. Jika kita memiliki pikiran negatif maka air dalam tubuh kita juga akan membentuk pola yang negatif. Akibatnya malah bisa menimbulkan penyakit atau masalah lainnya.

Tidaklah mengherankan jika stress ternyata memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap timbulnya penyakit.
Dengan penemuan yang brilian ini, kini saatnya bagi kita semua memiliki pikiran yang positif! Pikiran positif akan memancarkan gelombang energi dalam diri kita sendiri sehingga kesehatan akan semakin baik karena air dalam tubuh kita akan membentuk pola energi yang baik juga.
Demikian gelombang energi positif ini akan mempengaruhi lingkungan sekitar kita hingga berdampak positif bagi kita. Hasilnya adalah kesuksesan hanya akan terjadi jika kita berpikiran positif! :


Kesehatan Tubuh Terjaga, Rezeki Tambah Lancar, Keluarga Harmonis dll.

Hal yang berkaitan dengan manfaat air sebagai penyembuhan spiritual juga mengagumkan.

"Marilah Kita Berdo'a kepada Sang Pencipta Alam ini semoga segala permohonan dan harap kita di
ridhoi-Nya.”

Amin Ya Allah Ya Robbal Alamin.

Terima Kasih.


Wednesday, 13 February 2013

Mengubah Senjata Nuklir Menjadi Anugrah

"The Ultimate Weapon Is An Educated Mind" 
~Anonymous~ 

Para Pemimpin Dunia dalam Nuclear Security Summit

Korea Utara dipastikan telah meledakkan sebuah perangkat nuklir mini di lokasi uji coba di wilayah utara negeri itu, Selasa waktu setempat. Ledakan di bawah tanah itu bisa membawa Korea Utara satu langkah lagi lebih dekat menuju cita-citanya membangun hulu ledak nuklir berukuran kecil yang bisa dimuat ke misil jarak jauhnya.

Mengabaikan seruan internasional, Korea Utara (Korut) kembali melakukan uji coba nuklir. Menanggapi tindakan Korut tersebut, pemerintah Iran menyerukan penghancuran semua senjata nuklir di dunia.

"Kita perlu sampai ke titik di mana tak ada negara yang memiliki satu senjata nuklir pun dan pada saat yang sama, semua senjata pemusnah massal dan senjata nuklir perlu dihancurkan," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Dr. Ramin Mehmanparas.

"Di saat yang sama, semua negara harusnya berhak menggunakan aktivitas nuklir untuk tujuan damai," tandas pejabat tinggi Iran itu. Iran telah dijatuhi berbagai sanksi internasional dikarenakan program nuklirnya.

Negara-negara Barat bersikeras bahwa lewat program nuklirnya itu, Iran diam-diam berupaya mengembangkan senjata nuklir. Namun hal ini berulang kali dibantah pemerintah Iran yang menegaskan bahwa program nuklirnya semata-mata untuk tujuan damai, yakni sebagai pembangkit energi listrik.

Media resmi Korut, Korean Central News Agency (KCNA) membenarkan pihaknya telah melakukan uji coba nuklir hari itu. Disebutkan KCNA, uji coba ini menggunakan perangkat yang berukuran lebih kecil namun memiliki daya ledak lebih besar dari yang digunakan dalam uji coba sebelumnya.

Program NUKLIR Damai dari BATAN Indonesia 


NUKLIR SAHABAT KITA

Riset Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) telah berhasil mengubah tenaga nuklir dari bahan senjata pemusnah massal menjadi ENERGI dan PANGAN, antara lain, menghasilkan padi varietas unggul, budidaya peternakan dan perikanan. "Banyak manfaat teknologi nuklir bagi peningkatan mutu pangan, dan ketahanan pangan nasional. Sepanjang pengabdian BATAN dalam riset telah menghasilkan nuklir untuk energi dan pangan." kata Kepala BATAN Prof. Djarot Wisnubroto di sela-sela pencanangan "Atomos Day". 

Menurut dia, teknik nuklir iradiasi telah mampu menghasilkan bibit-bibit padi unggul dengan memendek umur, tahan terhadap hama dan kekeringan. "Varietas hasil litbang BATAN telah ditanam pada lebih 3 juta hektare lahan pertanian sejak tahun 2000 dan terdistribusi 24 provinsi," tuturnya. 

Hasil iradiasi lainnya adalah kedelai, kacang hijau, dan kapas. Disusul varietas sorghum untuk mengganti gandum bahan mie instan, pembibitan ikan budidaya yang mempercepat pertumbuhan dan berat melalui teknik penjantanan dengan "hormon methy testosteron". 

Namun demikian, Prof. Djarot mengakui masih banyak produsen pangan yang menyangsikan keselamatan penggunaan iradiasi pangan, yang disebabkan kurangnya sosialisasi manfaat teknologi nuklir bagi peningkatan mutu pangan, terutama pembinaan kepada usaha-usaha kecil menengah (UKM). 

Oleh karena itu, BATAN telah melaksanakan workshop Makanan Iradiasi untuk Meningkatkan Mutu Pangan dan Ketahanan Pangan Nasional, di Dinas Koperasi dan UMKM.

Selain itu BATAN juga terus berusaha untuk membangun dan mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir.

Nuklir Untuk Kesejahteraan Umat Manusia


Penulis dan Teman dari BATAN

Do'a Adalah Senjata Pamungkas-nya Orang Yang Beriman

Kunjungi juga Sekolah Online Kami dalam bidang Ilmu Pengetahuan Nuklir
Nuklir Power sebagai pemercepat Kesejahteraan Umat Manusia.

Semangat Semoga Bermanfaat.

Monday, 7 January 2013

Grand Unification Theory: Memahami Teori Pamungkas Tentang Alam Semesta

"Selalu ingat untuk memandang tinggi ke bintang, bukan melihat ke bawah, coba untuk mencerna apa yang kamu lihat dan tentang apa yang membuat semesta ada. Selalu penasaran. Dan betapapun sulit kehidupan, selalu ada sesuatu yang bisa dilakukan dan sukses" 
~Prof. Stephen Hawking, Ph.D., Fisikawan Legendaris~

Prof. Stephen William Hawking
Fields
Institutions
Alma mater
Doctoral advisor Dennis Sciama
Other academic advisors Robert Berman
Notable student
Known for
Notable awards


Keterbatasan Tidak Menjadi Penghalang Untuk Berkarya

Prof. Hawking  kembali bangkit dan bermimpi, “Saya akan mengorbankan hidup saya untuk menyelamatkan hidup orang lain”. kata penerus Black Hole Theory (teori lubang hitam) yang ditemukan Einstein.

Saat itu ia kembali melakukan penelitian. Dan sepertinya, kehadiran Hawking di dunia sudah ditunggu-tunggu untuk meneruskan pekerjaan Newton dan Einstein dalam mengupas tabir semesta.

Seluruh riset Hawking dilakukan di dalam kepalanya, karena proses kelumpuhan tangannya yang berjalan berangsur-angsur. Secara perlahan pula dia melatih pikirannya untuk berpikir dengan cara yang berbeda dengan fisikawan pada umumnya.
Selama 50 tahun dari usianya yang kini 70 tahun, Prof. Hawking menghabiskan waktunya di kursi roda. Saat ini Hawking membutuhkan perawatan 24 jam. Diyakini pikirannya yang tajam yang mampu membuatnya bertahan hidup meski raganya sudah sangat tak berdaya.

Grand Unification Theory: Teori Kemanunggalan Agung
Sekelompok mahasiswa di Universitas Wisconsin, Madison, USA pernah menampilkan Drama Singkat. Mereka mengangkat sebuah peti mati besar yang ditutup selembar kain hitam. 
Ketika kain disingkap, tampak tulisan besar: 
PHYSICS HAS DONE. Ya, Fisika sudah selesai, telah berakhir. 
Namun benarkah demikian? 
Untuk sampai pada jawaban "Benar-Tidak", telah dilakukan pergulatan selama berabad-abad. Mulai dari Newton sampai Einstein hingga saat ini Stephen W. Hawking. Dari era klasik sampai zaman super modern nan canggih saat ini.
Bahkan mendiang Prof. A. Einstein pernah memimpikan apa yang dinamakan PENYATUAN gaya atau interaksi alamiah di alam semesta menjadi sebuah persamaan gabungan TUNGGAL. 

Kala itu mendiang Prof. Einstein berusaha melebur dua gaya alamiah yang telah sangat dikenal, Elektromagnetik dan Gravitasi. Sampai akhir hayat, beliau belum berhasil melakukannya. Rintisan yang telah dimulai oleh para fisikawan dan ilmuwan terdahulu tidaklah berlalu begitu saja. Banyak sudah yang telah dikerjakan para penerus mereka, dengan penuh kesabaran dan ketekunan mempelajari keindahan alam serta keagungan penciptaNya. 

Saat ini justru usaha penyatuan gaya-gaya alamiah itu tidak hanya menyangkut gravitasi dan elektromagnetik saja, namun juga merambah ke gaya Nuklir Lemah dan gaya Nuklir Kuat. 

Penghargaan Atas Karya Agung Usaha ini telah membuahkan hasil dan diganjar dengan penghargaan Nobel Fisika pada tahun 1979 Kepada Tiga orang Ilmuwan Legendaris yakni: Prof. Sheldon Lee Glashow dari Universitas Harvard, Prof. Abdus Salam dari Universitas Cambridge pendiri International Center for Theoretical Physics (ICTP) dan Prof. Steven Weinberg dari MIT atas karyanya menyatukan Teori Gabungan Interaksi Nuklir Lemah, Nuklir Kuat dan Elektromagnetisme antarpartikel dasar termasuk perkiraan arus netral.

The fact that the electric charges of electrons and protons seem to cancel each other exactly to extreme precision is essential for the existence of the macroscopic world as we know it, but this important property of elementary particles is not explained in the Standard Model of particle physics. While the description of strong and weak interactions within the Standard Model is based on gauge symmetries governed by the simple symmetry groups SU(3) and SU(2) which allow only discrete charges, the remaining component, the weak hypercharge interaction is described by an abelian symmetry U(1) which in principle allows for arbitrary charge assignments. 

The observed charge quantization, namely the fact that all known elementary particles carry electric charges which appear to be exact multiples of 13 of the "elementary" charge, has led to the idea that hypercharge interactions and possibly the strong and weak interactions might be embedded in one Grand Unified interaction described by a single, larger simple symmetry group containing the Standard Model. This would automatically predict the quantized nature and values of all elementary particle charges. Since this also results in a prediction for the relative strengths of the fundamental interactions which we observe, in particular the weak mixing angle, Grand Unification ideally reduces the number of independent input parameters, but is also constrained by observations.

Grand Unification is reminiscent of the unification of electric and magnetic forces by Maxwell's theory of electromagnetism in the 19th century, but its physical implications and mathematical structure are qualitatively different.

Pengaruh Fisika Terapan
Applied physics is a general term for physics research which is intended for a particular use. An applied physics curriculum usually contains a few classes in an applied discipline, like geology or electrical engineering. It usually differs from engineering in that an applied physicist may not be designing something in particular, but rather is using physics or conducting physics research with the aim of developing new technologies or solving a problem.

The approach is similar to that of applied mathematics. Applied physicists can also be interested in the use of physics for scientific research. For instance, people working on accelerator physics might seek to build better particle detectors for research in theoretical physics.

Physics is used heavily in engineering. For example, statics, a subfield of mechanics, is used in the building of bridges and other structures. The understanding and use of acoustics results in better concert halls; similarly, the use of optics creates better optical devices. An understanding of physics makes for more realistic flight simulators, video games, and movies, and is often critical in forensic investigations.

With the standard consensus that the laws of physics are universal and do not change with time, physics can be used to study things that would ordinarily be mired in uncertainty. For example, in the study of the origin of the earth, one can reasonably model earth's mass, temperature, and rate of rotation, over time. It also allows for simulations in engineering which drastically speed up the development of a new technology.

But there is also considerable interdisciplinarity in the physicist's methods and so many other important fields are influenced by physics, e.g. the fields of econophysics and sociophysics.

Main branches
Related fields
Interdisciplinary fields incorporating physics

Renungan
Usaha mencari dan memahami tingkah laku Alam Semesta lewat pendalaman ilmu memang sangat menggelitik dan menarik, sesungguhnya usaha ini adalah tidak lain untuk mengungkap keindahan dan kemuliaan jagat raya cosmos dan tentu saja Ke-Maha'an Penciptanya. Dengan demikian pergulatan dan perenungan ini akan senantiasa ada hingga akhir batas usia umat manusia serta tapal batas semesta dengan berbagai macam dimensi yang terkandung di dalamnya.

Semoga kita senantiasa dijadikan manusia yang dekat kepada-Nya.

Mari Belajar Belajar dan Belajar Para Pelajar Indonesia

Semangat!

Wallohualam bissawab.

"Berhenti mengecam dan mengutuki kegelapan, mari segera nyalakan cahaya, sekedar mengecam dan memaki kegelapan tak akan mengubah apapun. Nyalakan cahaya lakukan sesuatu"
~Arip Nurahman~

Sumber: 

1. Arip Nurahman Notes
2. Seabad Pemenang Hadiah Nobel Fisika 
3. Theory of Everything: Gelegar Teori Pamungkas Tentang Alam Semesta 
4. Dari Atomos Hingga Quark 
5. String Theory and M-Theory