Friday, 31 May 2013

Media Sosial Sebagai Sarana Distribusi Pendidikan Fisika

Dalam beberapa dasawarsa belakangan ini, penemuan-penemuan baru yang didapatkan dengan menggunakan laboratorium fisika partikel, teleskop optik besar, antena radio raksasa, maupun satelit buatan telah memberikan pengertian dan lapangan baru untuk penelitian. Pengayaan pengetahuan manusia tentang jagat raya itu hanya terjadi karena tuntutan dan kemajuan bidang lain: Optika, Komputer, elektronika, Internet dan lain-lain. Bagian alam yang tadinya tidak "tampak" sekarang menjadi nyata. Nah dengan Pendidikan ini, ilmu pengetahuan dan teknologi terbaru dapat diresap-kan kepada masyarakat luas. Diajarkan di sekolah-sekolah, di Universitas atau pun komunitas belajar lainnya. Ilmu Pengetahuan yang hebat tersebut dapat dikembangkan menjadi lebih luas dan berdaya guna. 

Kak Dzikri Rahmat Romadhon, S.Pd. sebagai Host pada acara Sahabat Mau Tahu? 
Di MQ TV, Bandung.



Hasil-hasil penelitian pendidikan fisika perlu disebarluaskan menggunakan berbagai media, salah satunya media jejaring sosial semacam: facebook, twitter, YouTube, blog dll. Bahkan kita dapat membuat acara-acara menarik semacam film-film pendek yang dapat mengispirasi para siswa sekolah, sehingga ketertarikan mereka akan dunia Sains khususnya Fisika dapat terpacu.


Insha Allah.

Amin.

Sumber:

Arip Nurahman Notes
Pendidikan Fisika, Universitas Pendidikan Indonesia
Science for Fun
MQ TV.


Ucapan Terima Kasih Kepada:

Teman-Teman di:

Science for Fun
Physics Research Consulting
Physics Hobbyist

Semoga Bermanfaat.

Mengenal Mesin Turboprop

Mungkin sahabat-sahabat masih ingat Film Super-Hero anak-anak; Pasukan Turbo?


Bila masih ingat, selamat, Masa Kecil Kita Terselamatkan wkwkwk.

Tapi tulisan ini bukan akan membahas mengenai Team Super Hero itu lho.

Kali ini kita akan belajar mengenai Mesin Turboprop, salah satu mesin canggih yang sempat menjadi buah bibir di masyarakat kita tahun 1990-an, ketika Prof. Habibie mengembangkan mesin ini di IPTN.

Namun kata Turboprop ini berasal dari dua kata yaitu Turbo dan Propulsi, [TURBOPROP] kata TURBO sering merujuk kepada mesin sebuah alat transportasi, baik itu darat, laut dan udara yang mempunyai lubang-lubang dan turbin. bahkan kata TURBO ini tadinya berasal dari sebuah binatang yaitu binatang keong [Operculum: Gastropod] saya pun kadang-kadang memakan sayur keong "tutut" ini, rasanya enak banget apalagi yang dimasak oleh ibu saya. Hmmmmm jadi ngidam @_@.

TURBO: Any one of numerous marine gastropods of the genus Turbo or family Turbinidæ, usually having a turbinate shell, pearly on the inside, and a calcareous operculum.
Propulsi: is a means of creating force leading to movement.
A propulsion system has a source of mechanical power (some type of engine or motor, muscles), and some means of using this power to generate force, such as wheel and axles, propellers, a propulsive nozzle, wings, fins or legs. Other components such as clutches, gearboxes and so forth may be needed to connect the power source to the force generating component. The term propulsion is derived from two Latin words: pro meaning before or forwards and pellere meaning to drive

Mesin TURBOPROP

Mesin turboprop adalah jenis pesawat pembangkit yang menggunakan turbin gas untuk menggerakkan baling-baling. Turbin gas yang dirancang khusus untuk aplikasi ini, dengan hampir semua output yang digunakan untuk menggerakkan baling-baling. Mesin gas buang mengandung energi sedikit dibandingkan dengan mesin jet dan memainkan peran kecil dalam penggerak pesawat. 

Baling-baling ini digabungkan ke turbin melalui gigi reduksi yang mengubah RPM tinggi, torsi output yang rendah untuk RPM rendah, torsi tinggi.Baling-baling itu sendiri biasanya dengan kecepatan konstan (pitch variabel) tipe serupa dengan yang digunakan dengan mesin pesawat yang lebih besar reciprocating. Mesin turboprop umumnya digunakan pada pesawat subsonic kecil, namun beberapa pesawat dilengkapi dengan pesawat turboprop memiliki daya kecepatan melebihi 500 kt (926 km / h, 575 mph).



Pesawat militer dan sipil besar, seperti Lockheed L-188 Electra dan Tupolev Tu-95, juga telah menggunakan kekuatan turboprop. The Airbus A400M ini didukung oleh empat TP400 mesin Europrop, yang kedua mesin turboprop paling kuat yang pernah dihasilkan, setelah Kuznetsov NK-12. Dalam bentuk yang paling sederhana turboprop terdiri dari intake, kompresor, ruang bakar, turbin, dan pendorong nozzle.

Udara ditarik ke dalam intake dan dikompresi oleh kompresor. Bahan bakar ini kemudian ditambahkan ke udara yang dikompresi dalam ruang bakar, di mana campuran bahan bakar dan udara kemudian masuk ke combusts. Pembakaran gas panas diperluas melalui turbin. Beberapa kekuatan yang dihasilkan oleh turbin digunakan untuk menggerakkan kompresor. Sisanya ditularkan melalui pengurangan gearing untuk baling-baling. Perluasan lebih lanjut dari gas terjadi di nozel pendorong, dimana gas buang dengan tekanan atmosfer disatukan. Nozel pendorong menyediakan proporsi yang relatif kecil dari dorongan yang dihasilkan oleh sebuah turboprop.

Aspek IPTEK Mesin Turboprop

Propellers are not efficient when the tips reach or exceed supersonic speeds. For this reason, a reduction gearbox is placed in the drive line between the power turbine and the propeller to allow the turbine to operate at its most efficient speed. The gearbox is part of the engine and contains the parts necessary to operate a constant speed propeller. This differs from the turboshaft engines used in helicopters, where the gearbox is remote from the engine. While most modern turbojet and turbofan engines use axial-flow compressors, turboprop engines usually contain at least one stage of centrifugal compression. Centrifugal compressors have the advantage of being simple and lightweight, at the expense of a streamlined shape.

Propellers lose efficiency as aircraft speed increases, so turboprops are normally not used on high-speed aircraft. However, propfan engines, which are very similar to turboprop engines, can cruise at flight speeds approaching Mach 0.75. To increase the efficiency of the propellers, a mechanism can be used to alter the pitch, thus adjusting the pitch to the airspeed. A variable pitch propeller, also called a controllable pitch propeller, can also be used to generate negative thrust while decelerating on the runway. Additionally, in the event of an engine outage, the pitch can be adjusted to a vaning pitch (called feathering), thus minimizing the drag of the non-functioning propeller.

Some commercial aircraft with turboprop engines include the Bombardier Dash 8, ATR 42, ATR 72, BAe Jetstream 31, Beechcraft 1900, Embraer EMB 120 Brasilia, Fairchild Swearingen Metroliner, Dornier 328, Saab 340 and 2000, Xian MA60, Xian MA600, and Xian MA700, Fokker 27, 50 and 60

Lihat Juga:

Bagaimana Mengembangkan Mesin Pesawat Terbang?

Membangun Peradaban Dirgantara dan Keantariksaan Nusantara

Kunjungi Juga:

PT. Nusantara Turbin & Propulsi at Bandung, Indonesia
http://www.umcntp.co.id/

NASA Jet Propulsion Laboratory
http://www.jpl.nasa.gov

MTU Aero Engines
http://www.mtu.de

Sumber:

Arip Nurahman Notes
Wikipedia
PT. Dirgantara Indonesia

Semoga Bermanfaat

Ceramah Wisuda Oprah Winfrey di "Pesantren" Harvard

Kisah Legendaris Oprah Winfrey 



Ohhh My Goodness... I'm at Harvard...!!!..

Oprah berkata:

"Inilah kuncinya, jika kita mendorong diri kita secara terus menerus, lebih.,.tinggi.,.lebih hebat.,lebih maju lagi,.belajar dari setiap kesalahan dan doronglah diri kita menjadi lebih.,dan lebih baik,. lagi"

Bermodal keberanian “Menjadi Diri Sendiri”, Oprah menjadi presenter paling populer di Amerika bahkan seluruh Dunia dan menjadi wanita selebritis terkaya versi majalah Forbes, dengan kekayaan lebih dari US $ 2,7 Milyar [Lebih dari 25 Trilyun Rupiah]. 
Copy acara “The Oprah Winfrey Show” telah diputar di hampir seluruh penjuru bumi ini.
TAHUKAH KITA?
Oprah Lahir di Mississisipi dari pasangan Afro-Amerika dengan nama Oprah Gail Winfrey. Ayahnya mantan serdadu yang kemudian menjadi tukang cukur, sedang ibunya seorang pembantu rumah tangga. Karena keduanya berpisah maka Oprah kecil pun diasuh oleh neneknya di dilingkungan yang kumuh dan sangat miskin. Luarbiasanya, di usia 3 tahun Oprah telah dapat membaca dengan keras. 
“Membaca adalah gerai untuk mengenal dunia” 
katanya dalam suatu wawancaranya.
Ayahnya mendidik Oprah dengan disiplin tinggi. 
Dia diwajibkan membaca buku dan membuat ringkasannya setiap pekan. Walaupun merasa tertekan, namun kelak disadari bahwa didikan disiplin inilah yang menjadikannya sebagai wanita yang tegar, percaya diri dan berdisiplin tinggi. Prestasinya sebagai siswi teladan di SMA membawanya terpilih menjadi wakil siswi yang diundang ke Gedung Putih. Beasiswa pun di dapat saat memasuki jenjang perguruan tinggi. Karirnya dimulai sebagai penyiar radio lokal saat di bangku SMA. Karir di dunia TV di bangun diusia 19 tahun. Dia menjadi wanita negro pertama dan termuda sebagai pembaca berita stasiun TV lokal tersebut. Oprah memulai debut talkshow TV-nya dalam acara People Are Talking. 
Dan keputusannya untuk pindah ke Chicago-lah yang akhirnya membawa Oprah ke puncak karirnya.

The Oprah Winfrey Show menjadi acara talkshow dengan rating tertinggi berskala nasional yang pernah ada dalam sejarah pertelevisian di Amerika.

Sungguh luar biasa!

Latar belakang kehidupannya yang miskin, rawan kejahatan dan diskriminatif mengusik hatinya untuk berupaya membantu sesama.


Oprah Bersama Rektor Universitas Harvard, Prof. Catharine Drew Gilpin Faust dan Para Guru Besar Universitas Harvard
Menerima Honorary Doctor of Laws Degree

Tayangan acaranya di telivisi selalu sarat dengan nilai kemanusiaan, moralitas dan pendidikan. 

Oprah sadar, bila dia bisa mengajak seluruh pemirsa televisi, bersama-sama, akan mudah mewujudkan segala impiannya demi membantu mereka yang tertindas. Oprah juga dikenal dengan kedermawanannya. Berbagai yayasan telah disantuni, antara lain, rumah sakit dan lembaga riset penderita AIDs, berbagai sekolah, penderita ketergantungan, penderita cacat dan banyak lagi. Oprah juga pernah menghadiri peresmian sekolah khusus anak-anak perempuan di kota Henley on Klip, di luar Johannesburg, Afrika selatan, yang didirikannya bersama dengan pemirsa acara televisinya. 

Oprah menyisihkan 20 Juta Pound Sterling (1 Pound kira-kira Rp. 15.000,- ) atau 300 Milyar Rupiah dari kekayaannya.

“Dengan memberi pendidikan yang baik bagi anak-anak perempuan ini, kita akan memulai mengubah bangsa ini”.
ujarnya berharap.

Seorang Wisudawati Bersama dengan Putranya



Mrs. Seema M. Rathod, D.Ed.

Studied Education Policy and Management at Harvard Graduate School of Education.

Work at: 
Massachusetts Department of Elementary and Secondary Education
Policy Analyst, Office of Planning and Research, and
Strategies for Children, Inc. Research and Policy Analyst


Majulah Dunia Pendidikan Indonesia

Insha Allah

Ucapan Terima Kasih:

Para Siswaku di SMA Budi Luhur dan Al-Wustho
Raih Cita-cita kalian.

Guru dan Dosen di Universitas Pendidikan Indonesia

Keluarga dan Seluruh Teman-temanku.

Dan Para "Sesepuh" yang telah merasakan "enaknya" bangku sekolah di Harvard.

Pak. Gita Irawan Wirjawan, MPA. [Minister of Trade]
Mayor Inf Agus Harimurti Yudhoyono, M.Sc., MPA.
Kang Dadi Darmadi, Ph.D.
Teh Elly Purnamasari
Ibu Sidrotun Naim, M.Sc., Ph.D.
Kang Panji Fortuna Hadisoemarto, Ph.D.

Amin.

Semoga.

Supersonic Strategic Bomber

A strategic bomber is a mid-to-long range heavy bomber aircraft designed to drop large amounts of ordnance onto a distant target for the purposes of debilitating an enemy's capacity to wage war. Unlike tactical bombers and ground attack aircraft, which are used in air interdiction operations to attack troops and military equipment, strategic bombers are built to fly into an enemy's heartland to destroy strategic targets, e.g. major military installations, factories and cities. In addition to strategic bombing, strategic bombers can be used for tactical missions. The United States, Russia and China (leased from Russia) maintain strategic bombers.



Most modern fighter aircraft are supersonic, but there have been supersonic passenger aircraft, namely Concorde and the Tupolev Tu-144. Both these passenger aircraft and some modern fighters are also capable of supercruise, a condition of sustained supersonic flight without the use of an afterburner.

Due to its ability to supercruise for several hours and the relatively high frequency of flight over several decades, Concorde spent more time flying supersonically than all other aircraft combined by a considerable margin. Since Concorde's final retirement flight on November 26, 2003, there are no supersonic passenger aircraft left in service. Some large bombers, such as the Tupolev Tu-160 and Rockwell/Boeing B-1B are also supersonic-capable.


The sound source has now broken through the sound speed barrier, and is traveling at 1.4 times the speed of sound, c (Mach 1.4). Since the source is moving faster than the sound waves it creates, it actually leads the advancing wavefront. The sound source will pass by a stationary observer before the observer actually hears the sound it creates.

Lihat Juga:


Semoga Bermanfaat.

Thursday, 30 May 2013

Harvard University Commencement 2013

Allhamdulilah hari ini bertemu dengan para siswa ku di SMA Budi Luhur.

Mereka semua ternyata lulus, hebat anak-anakku maju terus raih impian kalian.

Dilanjutkan makan Baso bersama di rumah salah seorang siswa untuk mensyukuri kelulusan kami. 

Terima Kasih Ya Robbana, saya mendengarkan cerita-cerita mereka, tentang harapan dan cita-cita mereka bahkan ada yang risau ketika mereka akan berpisah nanti, ya biasa anak muda he.,he.,he., 

Semoga apa-apa yang kalian harapkan dan impikan dapat kalian perjuangkan anak-anakku. 

Yang Maha Kuasa Pasti Akan Memberikan yang Terbaik untuk Kita Semua.




Foto Kenang-Kenangan Saat Kalian Belajar Bersama ku.


Dan hari ini pun adalah acara wisuda Universitas Harvard yang ke 362:

Harvard University 2013 Class Day 


Harvard University Commencement 2013



Terima Kasih Anak-anakku

Semangat

Sampaikan Kami Semua Kepada Impian Itu.

Amin.

Latihan Penerbangan


Test Flight dua Pesawat Tempur Sukhoi SU-30 MK2 yang dilaksanakan selama satu hari , Senin (27/5) dengan Pilot Alexander dan Sergey, yang sebelumnya menjalani perakitan di Skadron Teknik 044 oleh Tim Teknisi dari Rusia yang dibantu Teknisi dari Skadron Teknik 044 berjalan lancar dan sukses.

Pelaksanaan test flight dua Pesawat Tempur Sukhoi pesawat tempur SU-30 MK2 buatan KNAAPO (Komsomolsk-na Amure Aircraft Production Association) Rusia, pesanan pemerintah Indonesia buatan Rusia yang tiba di Lanud Sultan Hasanuddin beberapa hari yang lalu, diawali dengan pelaksanaan briefing penerbangan yang dihadiri Kadisops Kolonel Pnb Widyargo Ikoputra.S.E mewakili Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Marsma TNI Barhim, Pilot Test Flight dari Rusia, Pejabat Skadron Udara 11 serta Petugas PLLU dan Meteo Lanud Sultan Hasanuddin.

Test Flight pesawat tempur canggih yang kurang lebih dua jam dimulai pada pukul 09.00 Wita dilaksanakan di atas udara Lanud Sultan Hasanuddin dan sekitarnya dengan melaksanakan berbagai manuver diudara tersebut disaksikan langsung oleh Para Kepala Dinas serta Pejabat Staf Lanud Sultan Hasanuddin berjalan lancar dan sukses.





The Sukhoi Su-30MKK (NATO reporting name: Flanker-G) is a modification of the Su-30, incorporating advanced technology from the Su-27M variant. Su-30MKK was developed by Sukhoi Company (JSC) in 1997, as a result of a direct Request for Tender between the Russian Federation and the People's Republic of China. It is a heavy class, all-weather, long-range strike fighter, comparable to the American F-15E Strike Eagle.

Su-30MK2 is a further improvement to Su-30MKK with upgraded avionics and maritime strike capabilities. The MKK and MK2 are currently operated by the People's Liberation Army Air Force, Indonesian Air Force, Vietnam People's Air Force, Venezuelan Air Force and the Uganda People's Defence Force.



Engine:

The main power plants are two AL-31F engines that provide great maneuverability and thrust. Range can be extended with the in flight refueling probe. Domestic Chinese resources have claimed that the Chinese engine WS-10 with higher mean time between overhaul can also be used, but this is yet to be confirmed by the official sources and sources outside China. The average mean time between overhaul of AL-31F is only slightly above 500 hours, significantly lower than its western counterparts, the same problem reportedly encountered by Indian Air Force for its Su-30MKI fleet.

Sumber:

TNI AU

http://www.sukhoi.org/eng/

Komsomolsk-na Amure Aircraft Production Association
http://www.knaapo.ru/eng/index.wbp

Wikipedia

AMDR-S: Digital Array Radar

Lockheed Martin's AMDR-S: The AMDR (Air and Missile Defense Radar)



Lockheed Martin's AMDR-S solution will enable significantly improved simultaneous multi-mission operations in stressing environments, balanced with affordable lifecycle costs. The Lockheed Martin team is developing an open-architecture and modular design matured through significant corporate and U.S. Navy investment.

The S band is part of the microwave band of the electromagnetic spectrum. It is defined by an IEEE standard for radio waves with frequencies that range from 2 to 4 GHz, crossing the conventional boundary between UHF and SHF at 3.0 GHz. The S band is used by weather radar, surface ship radar, and some communications satellites, especially those used by NASA to communicate with the Space Shuttle and the International Space Station. The 10-cm radar short-band ranges roughly from 1.55 to 5.2 GHz.

S band is also used in optical communications to refer to the wavelength range 1460 nm to 1530 nm.

Northrop Grumman's AMDR features:

    Design flexibility for easy and cost-effective adaptation to current and future Navy ships and multiple-platform installations.
    Multiple-mission capability resulting from incorporating a sub-array design and unique digital beam former.
    Modularity and scalability that’s built in to both hardware and software designs.
    Low-cost, low-risk upgrade capabilities.
    Simple and efficient maintenance scheme.
    Open architecture that applies to virtually all hardware and software components to significantly reduce risk and cost.
    Open business model to deliver dramatic cost savings to the Navy  now, and for many generations to come.



Sources:

http://www.lockheedmartin.com/us/products/amdr.html
http://www.northropgrumman.com/Capabilities/AMDR/Pages/default.aspx

Wednesday, 29 May 2013

Helikopter Canggih


General characteristics
  • Crew: Four (pilot, copilot and two flight engineers/crew chiefs)
  • Capacity:
    • 24 troops (seated), 32 troops (floor loaded), or
    • 20,000 lb (9,070 kg) of internal cargo, or up to 15,000 lb (6,800 kg) of external cargo (dual hook)
    • Growler light internally transportable ground vehicle
  • Length: 57 ft 4 in (17.5 m)
  • Rotor diameter: 38 ft 0 in (11.6 m)
  • Wingspan: 45 ft 10 in (14 m)
  • Width with rotors: 84 ft 7 in (25.8 m)
  • Height: 22 ft 1 in/6.73 m; overall with nacelles vertical (17 ft 11 in/5.5 m; at top of tailfins)
  • Disc area: 2,268 ft² (212 m²)
  • Wing area: 301.4 ft² (28 m²)
  • Empty weight: 33,140 lb (15,032 kg)
  • Loaded weight: 47,500 lb (21,500 kg)
  • Max. takeoff weight: 60,500 lb (27,400 kg)
  • Powerplant: 2 × Rolls-Royce Allison T406/AE 1107C-Liberty turboshafts, 6,150 hp (4,590 kW) each
Bell-Boeing V-22 Osprey Demonstration 



Performance
Armament




Related development
Aircraft of comparable role, configuration and era
Related lists

For more information, read the V-22 Osprey (PDF) overview.
 
Sources: 

1. Wikipedia
2. http://www.boeing.com/boeing/rotorcraft/military/v22/
3. Advanced Helicopter Project

ADAM: High Energy Liquid Laser Area Defense System

Area Defense Anti-Munitions (ADAM):

The High Energy Liquid Laser Area Defense System (HELLADS), is a Counter-RAM system under development that will use a powerful (150 kW) laser to shoot down missiles, rockets, and artillery shells. The initial system will be demonstrated from a static ground based installation, but in order to eventually be integrated on an aircraft, design requirements are maximum weight of 750 kg (1,650 lb) and maximum envelope of 2 cubic meters (70.6 feet3).

Development is being funded by The Pentagon's Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA).



Enemy surface-to-air threats to manned and unmanned aircraft have become increasingly sophisticated, creating a need for rapid and effective response to this growing category of threats.  High power lasers can provide a solution to this challenge, as they harness the speed and power of light to counter multiple threats. 

Laser weapon systems provide additional capability for offensive missions as well adding precise targeting with low probability of collateral damage.  For consideration as a weapon system on today’s air assets though, these laser weapon systems must be lighter and more compact than the state-of-the-art has produced.



The goal of the HELLADS program is to develop a 150 kilowatt (kW) laser weapon system that is ten times smaller and lighter than current lasers of similar power, enabling integration onto tactical aircraft to defend against and defeat ground threats. With a weight goal of less than five kilograms per kilowatt, and volume of three cubic meters for the laser system, HELLADS seeks to enable high-energy lasers to be integrated onto tactical aircraft, significantly increasing engagement ranges compared to ground-based systems.

The program has completed laboratory testing of a fundamental building block for HELLADS, a single laser module that successfully demonstrated the ability to achieve high power and beam quality from a significantly lighter and smaller laser.  The program is now in the final development phase where a second laser module will be built and combined with the first module to generate 150 kW of power.


Following the final development phase, the plan is for the laser to be transported to White Sands Missile Range for ground testing against rockets, mortars, surface-to-air missiles and to conduct simulated air-to-ground offensive missions.

Sources:

http://www.lockheedmartin.com/adam

http://en.wikipedia.org/wiki/High_Energy_Liquid_Laser_Area_Defense_System

Defense Advanced Research Project Agency Strategic Technology Office  

Tuesday, 28 May 2013

Mewaspadai Perlombaan Pesawat Jet Tempur Canggih


Dengan spesifikasi tempur yang canggih, pesawat-pesawat tempur ini layak disegani.

Wajar jika harga satu unitnya bisa mencapai ratusan juta dollar AS.



Bagi suatu negara, pertahanan militer merupakan salah satu perangkat utama yang harus dimiliki untuk menjaga kedaulatannya. Dari sekian banyak perangkat pertahanan negara, kelengkapan persenjataan termasuk dalam kategori penilaian kekuatan negara itu. 

Indonesia sebagai salah satu negara maritim yang cukup luas juga tak kalah dari segi kekuatan militer. Kita boleh bangga karena negara ini telah diperkuat oleh sejumlah peralatan artileri dan pesawat tempur yang tidak kalah dengan negara lain.

Pesawat tempur jenis Sukhoi dan F-16 adalah beberapa di antara burung besi yang selalu mengawal keamanan negara Indonesia. Dengan beberapa pesawat tempur yang ada, tak bisa dipungkiri dari segi kecanggihan teknologi pesawat tempur milik Indonesia sedikit tertinggal.

Negara-negara Superpower di dunia juga memiliki burung besi untuk kepentingan tempur dengan spesifikasi yang luar biasa. Ada yang berteknologi jet siluman, bunglon, sampai amfibi. 

Beberapa negara memang dikenal sebagai produsen peralatan tempur yang berkualitas, sebut saja Rusia, Amerika Serikat, dan Jepang. Produk pesawat tempur lansiran negara-negara tersebut selalu menarik untuk diamati. 

Bukan hanya untuk kepentingan perang, namun pesawat tempur seolah dibuat sebagai ajang kecanggihan teknologi militer yang begitu memukau. 

Lupakan dulu isu-isu senjata pemusnah massal yang dituding dibuat oleh Iran atau Korea Utara, namun pesawat-pesawat jet super canggih ini sudah cukup membuat gentar saat maju ke medan perang. 

Disebut juga dengan Sukhoi PAK FA (Prospective Airborne Complex of Frontline Aviation), pesawat tempur ini masuk dalam kategori pesawat bermesin ganda yang dibuat oleh perusahaan Sukhoi untuk memperkuat armada pertahanan Russian Air Force. 




Sukhoi PAK FA merupakan nama proyek pembuatan pesawat-pesawat jet tempur super ganas dan Sukhoi T-50 adalah salah satunya. Pesawat tempur Sukhoi T-50 merupakan salah satu pesawat tempur yang cukup disegani dalam ranah militer internasional. 

Kekuatan fisik serta daya tempurnya begitu mencerminkan karakter militer Rusia yang keras dan tegas.

Kini, Sukhoi T-50 telah dipinang untuk memperkuat armada tempur negara Rusia, Korea Selatan, dan Vietnam.

Harga 1 unit: Lebih dari 100 juta dollar AS

Referensi:

  1. ^ "Fighter —Definition and More from the Free Merriam Webster Dictionary.". Merriam Webster Dictionary. Encyclopædia Britannica. 22 September 2011.
  2. ^ Andreas Parsch (22 September 2011). "Non-Standard DOD Aircraft Designations".
  3. ^ "Mitchell’s Theory". Air & Space Power Course. College of Aerospace Doctrine, Research and Education. 22 September 2011.
  4. ^ Stephen Trimble (22 September 2011). "XCLUSIVE: US Air Force combat fleet's true operational costs revealed". Stephen Trimble's The Dew Line. Flight Global.
  5. ^ Lee, Arthur Gould. No Parachute. London: Jarrolds, 1968. ISBN 0-09-086590-1.
  6. ^ Eric Lawson, Jane Lawson (2002). "The First Air Campaign: August 1914– November 1918". Da Capo Press. p.123. ISBN 0-306-81213-4
  7. ^ Harry Furniss (2000). "Memoirs one: the flying game". Trafford Publishing. ISBN 1-55212-513-0
  8. ^ John Buckley (1998). "Air power in the age of total war". Taylor & Francis. p.43. ISBN 1-85728-589-1

Lomba Pertarungan Dirgantara


A fighter aircraft is a military aircraft designed primarily for air-to-air combat against other aircraft, as opposed to bombers and attack aircraft, whose main mission is to attack ground targets. The hallmarks of a fighter are its speed, maneuverability, and small size relative to other combat aircraft.



Lihat Juga


Source:

http://en.wikipedia.org/wiki/Fighter_aircraft

Monday, 27 May 2013

Studi Pendekatan Kontrak Pembangunan PLTN

Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) menilai keberadaan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) sangat penting di Indonesia. 


Energi merupakan suatu kekuatan suatu bangsa (power of nation), terpenuhinya kebutuhan energi akan menjamin pertumbuhan ekonomi, ketahanan dan kemandirian suatu bangsa.

Peningkatan jumlah penduduk, standar hidup dan ekonomi berdampak pada pertumbuhan kebutuhan energi suatu negara. Untuk memenuhi kebutuhan energi Indonesia, pemerintah mengundangkan Peraturan Presiden No. 5 Tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional, yang berisi pemanfaatan semua jenis energi yang tersedia secara optimal yang dikenal sebagai bauran energi optimal (optimum energi mix), disebutkan bahwa porsi EBT pada tahun 2025 mencapai lebih besar dari 17% ( biofuel lebih besar dari 4%, panas bumi lebih besar dari 5%, batubara cair lebih besar dari 2% dan EBT lainnya lebih besar dari 5%).

KONTRAK PEMBANGUNAN PLTN 

Faktor Pertimbangan Keputusan Pembangunan PLTN Pembangunan PLTN sebagai suatu proyek raksasa mempunyai beberapa ciri yang perlu dipahami dengan baik dan benar. Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan adalah: 

o Pertimbangan biaya kontruksi PLTN. 

o Pertimbangan pendekatan kontrak pembangunan PLTN. 

o Pertimbangan periode kontruksi jangka panjang.

o Pertimbangan jenis teknologi PLTN.

o Pertimbangan penerimaan masyarakat. 

Pilihan terhadap pendekatan kontrak pembangunan PLTN merupakan hal yang mendasar dipertimbangkan ketika keputusan rencana pembangunan PLTN pertama diputuskan oleh permerintah. Beberapa faktor utama yang harus dipertimbangkan untuk keputusan pada pendekatan kontrak: 

o Adanya komitmen pemerintah mengenai program nuklir nasional. 

o Kebijakan partisipasi lokal. 

o Ketersediaan personil manajemen proyek yang berkualitas.

o Adanya teknik dan infrastruktur industri yang memadai. 

o Kemampuan untuk membangun infrastruktur pendukung.

o Perijinan otoritas, penanganan bahan bakar nuklir, operasional dan pemeliharaan, penanganan limbah radioaktif / penyimpanan dan dekommisioning. 

o Ketersediaan bantuan teknis dari pemilik PLTN.

o Kemampuan untuk menetapkan dan mempertahankan persiapan tender dan jadwal evaluasi penawaran dengan ketat. 

o Ketersediaan pemasok pra-kualifikasi terkait pengalaman vendor dengan pendekatan. kontrak yang berbeda dan berkaitan dengan manajemen dan pengalaman teknik.

o Pengalaman pemilik PLTN dengan proyek serupa. 

o Standarisasi dan tingkat teknologi untuk jenis reaktor yang diusulkan. 

o Hubungan pemerintah dan industri dengan negara pemasok. 

o Pertimbangan ekonomi. 

o Kemampuan untuk mengoptimalkan hubungan dan manfaat antara transfer teknologi dan strategi proyek pengadaan. 

o Pertimbangan garansi dan kewajiban, termasuk kewajiban nuklir. 

Pendekatan Kontrak 

Pendekatan kontrak merupakan faktor penting dalam rangkaian panjang proyek pembangunan PLTN yang sangat mempengaruhi seluruh aspek, mulai dari tahap pemilihan tapak, desain, kontruksi, komisioning dan dekomisioning. Secara umum di dalam lingkup proyek pembangunan PLTN terdapat 3 jenis pendekatan kontrak yang sering digunakan, yaitu :

(a). Kontrak putar kunci atau turnkey contract (plant approach).

(b). Kontrak paket terbelah atau split-package contract (island approach).

(c). Kontrak paket multi atau multi-package contract (component approach).



Kontrak Putar Kunci atau Turnkey Contract (Plant Approach). 

Pada tipe pendekatan kontrak putar kunci, seluruh kegiatan proyek pembangunan PLTN menjadi tanggung jawab penuh kontraktor utama, mulai dari desain, manufaktur, kontruksi dan komisioning. Secara garis besar seluruh biaya pembangunan dan risiko yang terkait dengan proyek pembangunan PLTN menjadi beban yang harus ditanggung oleh kontraktor utama. Setelah bangunan dan fasilitas selesai dibangun, maka pihak kontraktor utama seakan tinggal menyerahkan kunci kepada pemilik (owner) PLTN.

Adapun kelebihan dari pendekatan kontrak putar kunci, diantaranya yaitu:

o Pengaturan kontrak secara teknis lebih baik.
o Adanya garansi teknis dan jaminan operasional seluruh komponen pembangkit dari kontraktor.
o Pengendalian manajemen pembangunan PLTN lebih sederhana.
o Sedikitnya risiko keterlambatan jadwal.
o Sedikitnya risiko dampak biaya keadaan terkini dari reaktor.
o Upaya koordinasi untuk pengendalian biaya menjadi lebih sederhana.
o Adanya kesempatan yang baik terhadap paket pembiayaan luar negeri.
o Dokumentasi proyek lebih rapi.


Sedangkan kekurangan dari pendekatan kontrak putar kunci, diantaranya yaitu:
o Terbatasnya kendali pembelian komponen terhadap proyek.
o Tingginya harga penawaran pembangkit.
o Terbatasnya pengalaman yang diperoleh.

Sumber:

Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI)
Dr. Yohanes Dwi Anggoro, dan
Dr. Sahala M. Lumbanraja
Pusat Pengembangan Energi Nuklir (PPEN) BATAN .

Long Range Anti-Ship Missile

The Long Range Anti-Ship Missile (LRASM) is an anti-ship missile being developed by DARPA for the US Navy.




LRASM represents a mature tactical missile, leveraging the JASSM-ER platform, for next generation offensive anti-surface warfare weapons capability that can be either air or surface launched. LRASM offers new strike weapon capability that enables deep strike in previously-denied battle environments and effectiveness against robust target defense systems.

LRASM-A is a subsonic cruise missile based on Lockheed Martin's 500 nm-range AGM-158 JASSM-ER - Lockheed Martin was awarded initial development contracts. LRASM-B was planned to be a high-altitude supersonic missile along the lines of the Indo-Russian Brahmos, but it was cancelled in January 2012. Captive carry flight tests of LRASM sensors began in May 2012; a missile prototype is planned to fly in "early 2013" and the first canister launch is intended for "end 2014".

LRASM is designed to be compatible with the Mk 41 Vertical Launch System used on many US Navy ships and to be fired from aircraft, including the B-1 bomber.

On October 1, 2012, Lockheed received a contract modification to perform risk reduction enhancements in advance of the upcoming flight test of the air-launched LRASM A version.

On March 5, 2013, Lockheed received a contract to begin conducting air and surface-launch tests of the LRASM. Three air-launched tests are scheduled for 2013, with one from a B-1 Lancer. Two surface-launch tests are scheduled for 2014. The contract includes risk reduction efforts, such as electromagnetic compatibility testing of the missile and follow-on captive carry sensor suite missions.


Sources:

Wikipedia

http://www.lockheedmartin.com/us/products/LRASM.html


Defense Advanced Research Project Agency Tactical Technology Office


US Navy 

Sunday, 26 May 2013

Dari Virus Udang Menuju Harvard University

Allhamdulilah segala puji memang milik Mu Ya Robbana.

Yeaaaaahhhh akhirnya saya dapat berteman dengan Ibu Sidrotun Naim, M.Sc., Ph.D.
di jejaring sosial facebook, malah saya dapat komen dari beliau sungguh sangat senaaaaaaang hati ini.

Yessssss akhirnya.

Beliau merupakan seorang Ilmuwan yang sedang melakukan penelitian di:

Harvard Medical School 


Sedikit biodata beliau:

Lahir: Sukoharjo, JawaTengah, 29 Mei 1979

Suami: Dedi Priadi

Anak: Elhurr Muthahari



Pendidikan:

SD Makam Haji Sukoharjo

SMP Negeri 9 Surakarta

SMA Negeri 3 Surakarta

Jurusan Biologi, Sekolah Ilmu Teknologi dan Hayati, Institut Teknologi Bandung.

Program Master Studi Kelautan, Universitas Queensland, Australia.

Program Master dan Doktor [Ph.D.] Ilmu Lingkungan, Universitas Arizona

Researcher at Harvard Medical School and

Faculty member/Founding Director, Center for Sustainable Aquaculture and Pathology Studies
(AquaPath) at Surya University, Indonesia.


Ibunda Sidrotun Naim melaksanakan investigasi pada udang dalam studi kedokteran di Universitas Harvard, Amerika Serikat. Padahal, selazimnya studi itu dilaksanakan pada program studi biologi atau budidaya kelautan.

"Kenapa saya malah diterima di studi kedokteran, padahal yang saya teliti hanya udang? 

Itu karena virus yang menginfeksi ternak udang memiliki anatomi sama dengan rotavirus yang menyebabkan 600.000 anak balita di dunia setiap tahun tewas dengan gejala diare," katanya.

Penelitian itu dilakukan Ibu Naim atas keprihatinannya terhadap produksi udang yang terus merosot selama empat tahun terakhir di Indonesia akibat serangan virus. Padahal, Indonesia pernah menjadi produsen udang terbesar keempat di dunia. Penelitian ini terbilang jarang dilakukan karena memakan waktu lama dan perlu ketelatenan. ia memperoleh dukungan dana penelitian dari berbagai sponsor.

Salah satunya L'Oreal-Unesco for Women in Science yang diperolehnya lewat proses seleksi ketat. Ibu Naim adalah salah satu dari 15 perempuan peneliti muda dunia yang memperoleh beasiswa 40.000 dollar AS dari internasional L'Oreal-Unesco for Women in Science, Paris, Perancis.


 

Namun, jumlah itu belum cukup untuk membiayai penelitiannya selama dua tahun karena syarat deposit pendidikan per tahun di Universitas Harvard sebesar 40.000 dollar AS.

"Saya pikir Harvard hanya ingin menguji mental mahasiswa, bukan karena lembaga ini mau mencari keuntungan. Beruntung ada beasiswa dari Fullbright dan perusahaan pengeboran minyak Schlumberger," ujarnya.

Ketertarikan Ibunda Naim meneliti infeksi virus pada udang bermula tahun 2006 saat terjadi serangan infectious myonecrosis virus (IMNV) pada udang vaname (penaeus vannamei) di Indonesia. Padahal, saat itu virus tersebut baru ditemukan pada ternak udang vaname di Brasil.

"Serangan virus IMNV itu menjadi pertanyaan saya sampai kini. Kenapa semula hanya di Brasil, kemudian muncul di Indonesia?" ujarnya.


Dari pertanyaan itu, ia mulai mengamati interaksi virus IMNV pada udang. Dari hasil pengamatannya sementara ini, rasio serangan IMNV menyebabkan 70 persen udang mati dan 30 persen hidup. Udang yang bertahan hidup akan diamati. Di sisi lain, IMNV memiliki anatomi yang sama dengan rotavirus, penyebab kematian anak balita dengan gejala diare terus-menerus.

Oleh karena itu, hasil investigasi ini akan berguna untuk memahami infeksi rotavirus pada anak balita. Itu pula sebabnya penelitiannya dijalani pada studi kedokteran di Harvard. Penelitian Ibu Naim akan melengkapi hasil penelitian sebelumnya tentang pengendalian penyakit white spot syindrome virus (WSSV) pada udang yang dialkukan di Universitas Arizona selama dua tahun terakhir.

Dari hasil penelitiannya di Universitas Arizona, Ibunda Naim menemukan infeksi WSSV pada udang dapat dikendalikan. Caranya, menerapkan sistem polikultur paa budidaya udang yang sudah diterapkan sebelumnya di salah satu lembaga penelitian di Jawa Timur. Ternak udang dipelihara dalam satu kolam bersama ikan nila, ditambah rumput laut untuk meningkatkan nilai ekonomi.

"Temuan ini hasil observasi saya dibantu pembimbing saya, Profesor Kevin Fitzsimmons, ahli ikan nila di Universitas Arizona," katanya.

Terima Kasih Ibu, Semoga Kami Semua dapat mengikuti jejak ibu.

Amin.

Allhamdulilah.

Misi Masa Depan Ke Planet Mars

Destination Mars 



Belajar dan Bekerja Keras Mungkin Suatu Saat Nanti Anda yang Sedang Berada di Kelas Akan Menjadi Manusia Pertama yang Mengunjungi Planet Mars.

Follow two childhood friends from the moment Curiosity's landing on Mars captures their imaginations to the time not so far away when they become the first humans to walk on the red planet. 


Sources:

Northrop Grumman 

NASA

Saturday, 25 May 2013

Mendesain Pabrik Uranium

Nuclear Fuel Fabrication

Fuel fabrication is the final stage in nuclear fuel preparation prior to use in a reactor.

Nuclear fuel assemblies are specifically designed for particular types of reactors and are made to exacting standards.

Utilities and fabricators have collaborated to greatly improve fuel assembly performance.



ABSTRAK 

EVALUASI KELAYAKAN INVESTASI PABRIK YELLOW CAKE DARI URANIUM HASIL SAMPING PABRIK ASAM FOSFAT PADA TAHAP BASIC DESAIN 

Telah dilakukan evaluasi kelayakan investasi pendirian pabrik yellow cake dari uranium hasil samping pabrik asam fosfat pada tahap basic desain kapasitas 66,182 ton U3O8/tahun. 

Dari parameter seleksi yang telah dihitung dengan menggunakan program profitabilit as analysis xls 1.1 disimpulkan bahwa: periode pengembalian modal 3,76 th; pengembalian atas investasi ( ROI) = 18,9 %; rentabilitas usaha pada harga keekonomian US 205/kg U 3O8 cukup baik, dan menghasilkan laba mulai tahun ketiga ( Th 2022) sebesar US $ 2.693.400 dan akumulasi keuntungan selama 20 tahun adalah US $145.069.10; nilai netto sekarang (NPV) pada capital cost 15% menunjukkan harga positif yaitu sebesar US$ 1.260.700; arus pengembalian internal (IRR) sebesar 15,58 % ; nilai indeks profitabilitas > 1 yaitu sebesar 1,288 yang mengindikasikan pabrik masih menarik untuk dibangun; benefit cost ratio (BCR) bernilai >1 yaitu 1,618 yang menunjukkan bahwa pabrik akan memberikan manfaat dan layak untuk dibangun.

Selain itu untuk mendirikan pabrik yellow cake dari uranium hasil samping pabrik asam fosfat diperlukan total biaya investasi permanen sebesar US $ 32.035.000,-, modal kerja sebesar US $ 2.052.700,- serta biaya produksi sebesar US $ 7.463.993/tahun.

Kata kunci: 

Pabrik yellow cake, pengembalian atas investasi, nilai netto sekarang, arus pengembalian internal, U3O8 

Sumber:

Dr. Bambang G. Susanto, M.Sc., MBA.
Pusat Rekayasa Perangkat Nuklir (PRPN)-BATAN Kawasan PUSPIPTEK Serpong.

World Nuclear Association

AMDR: Air & Missile Defense Radar

Northrop Grumman: Air & Missile Defense Radar






A next generation radar system planned for the Navy's Future Surface Combatant, AMDR is designed as a scalable, multi-mission radar system. AMDR comprises an X-band and an S-band radar along with a radar suite controller and is intended to provide unprecedented situational awareness to easily detect, track and engage ballistic missiles in high clutter environments. 

Northrop Grumman's Air & Missile Defense Radar evolved from the combined technologies of our large-scale AESA (Active Electronically Scanned Array) and the U.S. Marine Corps’ AN/TPS-80 G/ATOR (Ground/Air Task-Oriented Radar) program to become the industry's lowest-risk, lowest-cost AMDR solution.


Technology
The AMDR system consists of two primary radars and a radar suite controller (RSC) to coordinate the sensors. An S-band radar is to provide volume search, tracking, ballistic missile defense discrimination and missile communications while the X-band radar is to provide horizon search, precision tracking, missile communication and terminal illumination of targets. The S-band and X-band sensors will also share functionality including radar navigation, periscope detection, as well as missile guidance and communication.

Source: 

http://www.northropgrumman.com/Capabilities/AMDR/Pages/default.aspx

Friday, 24 May 2013

Mengenal Lembaga Riset Terbesar di Dunia VI

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian


 


Sejak didirikan pada tahun 1974, Badan Litbang Pertanian telah mengalami banyak perubahan, baik dari sisi organisasi maupun kepemimpinan. Penambahan maupun pengurangan Unit Kerja (UK) maupun Unit Pelaksana Teknis (UPT) beberapa kali dilakukan. Pimpinan Badan Litbang Pertanian datang dan pergi silih berganti, begitu pula program dan kebijakan strategisnya sebagai tuntutan dari dinamika lingkungan strategis sektor pertanian. 

71
Information and Library Network Centre
bandera
496
78
56
80
72
Lunar and Planetary Institute
bandera
492
73
55
108
73
Commissariat a l'Ënergie Atomique
bandera
220
63
48
338
74
Institut National de l'Environnement Industriel et des Risques
bandera
418
39
31
903
75
European Bioinformatics Institute EMBL
bandera
37
45
142
1029
76
National Radio Astronomy Observatory
bandera
172
86
59
214
77
Instituto de Salud Carlos III
bandera
186
265
151
11
78
Transportation Research Board
bandera
151
365
240
6
79
National Central Library
bandera
86
61
46
883
80
Los Alamos National Laboratory
bandera
132
115
86
148
81
US National Science Foundation
bandera
148
41
87
847
82
International Research Center for Japanese Studies
bandera
361
48
38
691
83
(1) Indonesian Agency for Agricultural Research and Development
bandera
250
141
91
68
84
Joint Institute for Nuclear Research
bandera
109
184
110
69
85
National Research Council Canada
bandera
36
149
548
58


Indonesia Bisa!

Amin.

Ucapan Terima Kasih:

Bpk. Dr. Miftahul Hadi, M.Sc.
[Peneliti Fisika di LIPI dan Founder Institute for Theoretical Physics and Mathematics]

Bpk. Dr. Teddy Lesmana, S.E., M.M.

[Peneliti Ekonomi di LIPI]

Bersambung.

Semoga Bermanfaat

Defense Space Security


Prototipe Helikopter Masa Depan Buatan seseorang warga Indonesia bernama Ridwan Chandra Choa yang pernah bekerja sebagai seniman digital Lucasfilm Animation di Singapura.

Hypersonic Speed: The Warp Speed of Today 

In aerodynamics, a hypersonic speed is one that is highly supersonic (even though the origin of the words is the same: "super" is just the Latin version of the Greek "hyper"). Since the 1970s, the term has generally been assumed to refer to speeds of Mach 5 and above.
The precise Mach number at which a craft can be said to be flying at hypersonic speed varies, since individual physical changes in the airflow (like molecular dissociation and ionization) occur at different speeds; these effects collectively become important around Mach 5. The hypersonic regime is often alternatively defined as speeds where ramjets do not produce net thrust.


Experience Boeing 



While the definition of hypersonic flow can be quite vague and is generally debatable (especially due to the lack of discontinuity between supersonic and hypersonic flows), a hypersonic flow may be characterized by certain physical phenomena that can no longer be analytically discounted as in supersonic flow. The peculiarity in hypersonic flows are as follows:
  1. Shock layer
  2. Aerodynamic heating
  3. Entropy layer
  4. Real gas effects
  5. Low density effects
  6. Independence of aerodynamic coefficients with Mach number.



The X-43 is an unmanned experimental hypersonic aircraft with multiple planned scale variations meant to test various aspects of hypersonic flight. It was part of NASA's Hyper-X program and has set several airspeed records for jet-propelled aircraft. The X-43 is the fastest aircraft on record at approx. 7000 miles per hour (10,461 km/h).

A winged booster rocket with the X-43 placed on top, called a "stack", is drop launched from a larger carrier plane. After the booster rocket (a modified first stage of the Pegasus rocket) brings the stack to the target speed and altitude, it is discarded, and the X-43 flies free using its own engine, a scramjet.

Sources:

1. Wikipedia
2. Boeing Corporation
3. NASA