Sunday, 18 October 2009

Sekolah Pendidikan Robotika Indonesia



Indonesian Robotics Education School
Visi

Melahirkan Ahli-ahli Robotika Bertaraf Internasional yang senantiasa Bertafakur, Bertasyakur dan Bertadabur terhadap Keagungan Yang Maha Kuasa


Misi
1. Melahirkan Ahli Robotika Berkualitas Internasional Berkarakteristik Lokal di tiap Kabupaten atau Kota Setiap Tahun Minimal 2 Orang.

2. Kaderisasi yang berkelanjutan dan terarah

Program

1. Mempelajari alat-alat elektronika sederhana di Sekeliling Kehidupan kita

2. Mempelajari bahasa-bahasa pemrograman komputer dengan tekun dan rajin

3. Mengembangkan kurikulum pendidikan Robotika


Langkah Setrategis Sederhana

1. Promosi Kesekolah-sekolah Kejuruan dan Menengah atas untuk membuat club-club kecil penggemar Otomasi, Kendali dan Robotika

2. Mengadakan Ivent-ivent kecil dan sederhana megenai Robotika

3. Istiqomah

Robot adalah sebuah alat mekanik yang dapat melakukan tugas fisik, baik menggunakan pengawasan dan kontrol manusia, ataupun menggunakan program yang telah didefinisikan terlebih dulu (kecerdasan buatan). Robot biasanya digunakan untuk tugas yang berat, berbahaya, pekerjaan yang berulang dan kotor. Biasanya kebanyakan robot industri digunakan dalam bidang produksi. Penggunaan robot lainnya termasuk untuk pembersihan limbah beracun, penjelajahan bawah air dan luar angkasa, pertambangan, pekerjaan "cari dan tolong" (search and rescue), dan untuk pencarian tambang. Belakangan ini robot mulai memasuki pasaran konsumen di bidang hiburan, dan alat pembantu rumah tangga, seperti penyedot debu, dan pemotong rumput.

Jaringan/Networking

1. Jawa Barat

a. Ciamis
Koordinator:

Arip Nurahman & Bambang Achdiyat



b. Banjar

Koordinator: Karizal Muharom



c. Karawang
Koordinator:

Angga Fuja Widiana



d. Tasik
Koordinator:

e. Garut
Koordinator:
Iqbal Robiyana

f. Bandung Raya
Koordinator:
Eka Kadarisman & Maman Tariman



2. Jakarta

Koordinator:

Ridwan Firdaus

3. Banten

Koordinator:

Rizkiyana P. Murbakara & Deden Anugrah


4. Bali

Koordinator: I Gde Eka Dirgayusa



5. Irian Jaya/Papua

6. Sumatra

7. Kalimantan

8. Sulawesi

Hubungan Kerjasama

http://mit4indonesia.blogspot.com/

http://irmmuinsmansaban.blogspot.com/2008/07/staf-of-applied-sciences-technology.html

"Bayangkan bila sebuah konsep yang sangat canggih, cutting edge seperti Nano technology, Robotika, Super Computer, Aero Space Technology tidak cuma dikenal para pakar teknologi, profesor, tapi bahkan bisa mulai dikenal oleh anak-anak Sekolah Dasar. Jutaan anak-anak di seluruh Indonesia."

"Tapi sekali lagi, Hati Manusianya yang harus sangat ditingkatkan agar kebaikan dan kebijaksanaannya membuat lingkungan dan hidup ini jauh lebih baik dan bermakna, Semoga!"

Wallohulam bissawab! Semoga Bermanfaat!

Wasalm wrw.b.

http://www.youtube.com/user/RangerIntTV#p/c/FE19B31010AACC69


http://www.engadget.com/
http://www.rec.ri.cmu.edu/

KEUATAN DARI FOKUS

Orang Italia memiliki pepatah yang sangat bagus, bunyinya: “Often, he who does too much does too little.” Terjemahan bebasnya kira-kira begini: Seseorang yang mengerjakan terlalu banyak (tidak fokus), biasanya mendapatkan hasil yang sangat sedikit.

Senada dengan itu orang terkaya dunia, Bill Gates juga pernah berucap:

“My success, part of it certainly, is that I have focused on a few things.”

Jadi Bill Gates berbagi ilmu, bahwa ternyata ia berhasil menjadi orang terkaya dunia karena dari awal perjalanan bisnisnya (Microsoft) Ia telah memutuskan untuk berfokus hanya pada beberapa hal saja, yakni hal-hal yang sesuai dengan potensi yang ia miliki, khusunya sebagai seorang creator atau pencipta suatu ide/produk.

Semoga Bermanfaat!


Wednesday, 25 March 2009

Indonesian Space Sciences & Technology School


Sekolah Teknologi Antariksa & Kedirgantaraan Indonesia
(IS2TS Indonesian Space Sciences & Technology School)

Vision

"Experiments In The Cosmos, Because Our Laboratory is Universe"

Mission

1. Menjadi Sekolah Sains Teknologi Cyber Keantariksaan dan Kedirgantaraan Terdepan di Indonesia
2. Melahirkan Generasi Impian yang Selalu Bertafakur, Bertadabur dan Bertasayakur terhadap Keseimbangan Semesta yang Telah Tercipta

Program IS2TS: 1 Tahun Mendatang.



1. Penelitian Pendaratan Manusia ke Bulan

Left to right: Armstrong, Collins, Aldrin

2. Penelitian Aerospace Engineering (List of aerospace engineering topics)
3. Pengenalan terhadap anak usia sekolah dasar dan menengah.
4. Mengadakan Ivent-ivent kecil di kota kelahiran para anggota.
5. Mendukung olimpiade-olimpiade ilmiah
6. Mempelajari Industri Keluarangkasaan
7. Memperkenalkan Wisata Luar Angkasa Space tourism (Aerospace BUSINESS)
8. Merenungi Kebesaran Penciptaan

Focus:

1. Academic

AeroAstro Undergraduate Education
a. Objectives & Outcomes
b. Degrees
c. Curriculum & Requirements
d. Freshman Year
e. Undergraduate Research Opportunities Program
f. Internships: The AeroAstro internship program is a strong alliance with aerospace industry that ties students’ campus learning to a work experience
2. Innovation, Research and Development

Research Labs & Facilities from MIT




INSPIRE
(Indonesian Nano-Satellite Platform Initiative for Research and Education)




3. Pengabdian Pada Masyarakat


1. Pengembangan Club Astro Fisika di Daerah-daerah;

a. Kota Cimahi

Team Olimpiade Astronomi dan Fisika Kota Cimahi

Pemimpin Project:

Angga : SMAN 2 Cimahi
Bela : SMPN 1 Cimahi

b. Kabupaten Bandung Barat

Team Olimpiade Astronomi dan Fisika Kabupaten Bandung Barat

Pemimpin Project:

Agan Septian Nugraha : SMA Lab School Universitas Pendidikan Indonesia

c. Kota Banjar Selamat Datang di Tim Olimpiade Astronomi Kami

Pemimpin Project:

Anton Timur J. (Institute Teknologi Bandung)


d. Pangandaran

Team Olimpiade Astronomi dan Fisika Kabupaten Pangandaran


Pemimpin Project:

Widia Prima M. (STT Garut)


e. Garut Tim Olimpiade Kab. Garut
Pemimpin Project:

Iqbal Robiyana (Pendidikan Fisika, FPMIPA UPI)


f. Tasikmalaya Tim Olimpiade Tasik
Pemimpin Project:


g. Ciamis

Team Olimpiade Astronomi dan Fisika Kabupaten Ciamis

Pemimpin Project:

1. Arip Nurahman (Pendidikan Fisika, FPMIPA UPI)

2. Bambang Achdiyat (Pendidikan Fisika, FPMIPA UPI)


h. Cirebon


Pemimpin Project:

Cecepulah


i. Provinsi Banten

Team Olimpiade Astronomi dan Fisika Daerah Banten

Pemimpin Project:

1. Deden Anugrah H. (Pendidikan Fisika, FPMIPA UPI)
2. Rizkiyana Putra M. (Pendidikan Fisika, FPMIPA UPI)

j. Team Olimpiade Astronomi dan Fisika Daerah Karawang

Pemimpin Project: Angga Fuja Widiana

K. Tim Olimpiade Kab. Kuningan

Pemimpin Project: Yoga dan Purwanto






Space Tourism and Tourists





FIRST STEP TO NOBEL PRIZE IN PHYSICS


Central for Research and Development
for Winning Nobel Prize in Physics at Indonesia

International Competition for High School (Lyceum)
Students in Research Projects in Physics


The First Step adalah suatu kompetisi riset ilmiah tahunan dalam bidang Fisika bagi para remaja diseluruh dunia. Ide pembentukan The First Step ini berasal dari Waldemar Gorzkowski seorang guru besar Fisika di Institute of Physics, Polish Academy of Sciences. Sekitar 20 tahun yang lalu Gorzkowski bekerja sama dengan Polish Children’s Fund memulai suatu workshop dalam riset Fisika. Dalam workshop ini siswa-siswa SMA melakukan penelitian bersama dengan para peneliti senior. Ternyata hasil penelitian itu demikian baiknya bahkan beberapa makalah dapat dipublikasikan dalam jurnal-jurnal fisika yang cukup bergengsi. Hasil ini ditambah dengan penemuan bahwa beberapa anak SMA mempunyai semangat meneliti yang tinggi, mendorong. Gorzkowski untuk membuat kompetisi riset untuk anak-anak SMA se Polandia pada tahun 1991/1992. Tujuannya adalah untuk menghargai usaha para murid SMA ini dalam meneliti serta memberikan kesempatan untuk membandingkan hasil penelitian mereka dengan penelitian siswa-siswa lain. Dalam kompetisi ini terkumpul 59 makalah yang ternyata levelnya cukup tinggi. Kemudian dari makalah-makalah ini dipilih 7 pemenang utama (First Prize) dan 19 honorable mentions. Honorable mentions dibagi dalam dua kategori: makalah riset dan kontribusi. Hadiah untuk para pemenang ini adalah berupa riset di Institute of Physics selama 2 minggu.

Sambutan dan hasil kompetisi nasional yang begitu positif ini mendorong Gorzkowski untuk mendirikan kompetisi sejenis tetapi untuk level internasional, lahirlah The First Step to Nobel Prize in Physics Competition di tahun 1992/1993.

History of the
First Step to Nobel Prize in Physics

Introduction

About 15 years ago the Institute of Physics, Polish Academy of Sciences, in co-operation with the Polish Children's Fund started to organise the so-called Research Workshop on Physics. During the Workshop pupils selected by the Fund partook in various "adult" research projects being carried out at the Institute. Some results obtained by the Workshop participants were extremely valuable and were later published [e.g.: K. Giaro, et al., A Correct Description of the Interaction between a Magnetic Moment and Its Image, Physica C, 168 (1990) 479 - 481; M. Braun, et al., Vibration Frequency and Height of a Magnet Levitating over a Type-II Superconductor, Physica C, 171 (1990) 537 - 542].

National Competition

Many scientists employed in the Institute of Physics are involved in both national and international Physics Olympiads since their beginnings and are in permanent touch with pupils and teachers. During our time with the pupils at both the Workshop and the Physics Olympiads we discovered that some of the high school pupils tried to carry out physical research by themselves - at schools, in some laboratories and even at home. It was then - under permission of the Authorities of the Institute of Physics - that I decided to organise the National Competition in Research Projects on Physics for High School Students. The aims of the competition were obvious. We wanted to recognise pupils’ efforts and provide them with an opportunity to compare their own achievements with those of their colleagues. The first competition of this type started in 1991/2. The number of papers submitted was 59 with many of them being of a surprisingly high level. In this first competition 7 papers won prizes and 19 received honourable mentions. Given the difficulty in comparing papers on, for example, chaotic behaviour with the papers on theory of networks, all prizes were deemed to be of equivalent value. The honourable mentions were divided into two categories: research papers and contributions. Similarly, inside each category the honourable mentions were considered equivalent as well. The prizes in our competition were not typical. Instead of buying items for our winners, such as cameras, computers, sport equipment, etc., we decided to invite them to our Institute for a two-week long research stay. It was felt that in the case of those whose main hobby is physics such a prize is more valuable and more instructive than anything else.

Since the first competition was a success we decided to repeat the national competition every year. The second competition was organised in 1992/3. Its level was also very high, perhaps even higher than the previous year. The number of participants and winners increased also: 81 papers, 8 winners, 21 honourable mentions in two categories.





Astrophysics School for Children



Astrophysics School for Children
View Blog just click it!


Pengenalan Alat-alat Sederhana Astro Fisika, bekerjasama dengan Cakrawala
Universitas Pendidikan Indonesia

Naked Sciences

Menjadi Ahli

Saya sangat meyakini bahwa untuk tampil sebagai pemenang di era persaingan ini, Anda harus menjadi seorang ahli di bidang yang Anda geluti. Kebenaran ini berlaku untuk individu , Sekolah, Universitas maupun perusahaan! Karena itu, berusahalah sungguh-sungguh untuk mengenali potensi dan bakat terbaik Anda.

Kenali pekerjaan, profesi atau bidang usaha yang Anda senangi. Kemudian, bila hal-hal yang diperlukan sudah siap, ambil langkah pertama.
Pada mulanya tidak akan mudah, namun bila Anda tekun dan sabar, dalam tahun yang ketiga Anda akan mulai memanen hasil jerih payah Anda.



Angkasa Magazine Online - Majalah Kedirgantaraan

ABOUT US

Salam Angkasa,

Diantara sekian puluh majalah terbitan dalam negeri, percaya atau tidak Angkasa adalah yang tertua. Angkasa diterbitkan pertama kali oleh Dinas Penerangan TNI AU pada Mei 1950. Presiden Soekarno bahkan berkenan memberikan kata pengantar untuk edisi pertama. Presiden antara lain berpesan: "Tanah Air kita bersifat kepulauan. Dan letaknya pun amat penting sekali dalam hubungan internasional! Saya harap tiap-tiap orang Indonesia menginsafi pentingnya penerbangan bagi bangsa kita itu. Dengan gembira saya sambut terbitnya majalah Angkasa ini."


INDONESIAN AEROSPACE

PT Dirgantara Indonesia/Indonesian Aerospace (IAe) is one of the indigenous aerospace company in Asia with core competence in aircraft design, development and manufacturing of civilian and military regional commuter aircraft.

Since being established in 1976, the company has successfully exploited its ability as industry of manufacture and have diversified its product not only in the field of aircraft but also other area such as Information Technology, Automotive, Maritime, Simulation Technology, Industrial Turbine, and Engineering Services.

In production line, Dirgantara Indonesia has delivered more than 300 units of aircraft & helicopters, defence system, aircraft components and other services. Through the implementation of restructuring program in the beginning of 2004, Dirgantara Indonesia now is supported by 3.720 employees formerly 9.670; while the 18 business units, become:

  • Aircraft (Airplane & Helicopter)
  • Aircraft Services (Maintenance, Overhaul, Repair and Alteration)
  • Aerostructure (Parts & Components, Sub Assemblies, Assemblies Tools & Equipment).
  • Engineering Services (Communication Technology, Simulator Technology, Information Technology Solution, Design Center)

    Hopefully, this aircraft industry will become an efficient and adaptable business institution. Dirgantara Indonesia cover an area of 86,98 hectares of building. The production activities of the company are sustained by 232 units of various machinery and equipment. Apart from this, there are some other equipment spread over in various assembly lines, laboratories, and service & maintenance units.

    Vision & Mission

    Vission:

    To be the world class aerospace company based on high technology mastery and cost competitiveness in the global market

    Mission:

    • Conduct business activities with the orientation on producing competitive cost products and services.

    • As the Center of Competency in Aerospace Industry especially in engineering, design, manufacturing, production, and maintenance for both commercial and military mission aircrafts.

    • As a major player in the global industries which has strategic alliance with other world class Aerospace Industries.