Friday, 22 March 2013

Desain Kapal Republik Indonesia Induk Nusantara

Kapal Induk: Benteng Raksasa yang Mendunia


Rencana Pembuatan
Kapal Pertahanan Terbesar di Dunia


Kapal Republik Indonesia Induk Nusantara

Kapal Induk ini menggunakan mesin bertenaga nuklir yang diperoleh dari reaktor nuklir yang berada pada kapal tersebut yang dihubungkan dengan turbin uap. Tenaga uap yang dihasilkan kapal Induk tersebut selain sebagai penggerak kapal juga digunakan sebagai sumber tenaga listrik serta tenaga uapnya digunakan sebagai pengatur tekanan pada catapult kapal induk untuk meluncurkan pesawat. Untuk Armada Amerika serikat kapal ini diberi kode CVN (Carrier Vessel Nuclear) contoh kapal induk nuklir adalah:

USS Ronald Reagan, USS Kitty Hawk, USS Enterprise.




Prototipe KRI Nusantara


Dengan adanya pemusatan populasi di daerah dekat lautan, keberadaan AL dapat mempengaruhi peristiwa dunia. Serangan dari laut merupakan salah satu hal vital dalam strategi militer. AL dapat menyediakan sarana bagi angkatan lain untuk melakukan penyerangan lanjutan, seperti ”tempat tinggal” yang aman bagi tentara, pelabuhan dan lapangan terbang di lautan. 

Hal ini dapat dipenuhi dengan adanya kapal induk. Sebuah kapal induk kelas ini dapat mengangkut lebih dari 100 pesawat dan 8.000 tentara. Sebuah kapal induk dengan 70 pesawat militer dapat mengirimkan lebih dari 250 serangan sehari terhadap target di daerah pesisir.

Akan tetapi, target dengan jarak yang relatif jauh masih dapat diserang, bukan hanya di daerah pesisir. Sebuah kapal induk biasanya membawa stok bom lebih dari 9.000 buah.

Perbandingan Ukuran KRI Nusantara dengan Kapal Raksasa Lainnya.



Strategi Pembuatan KRI Induk Nusantara

1. Mempelajari dan meneliti kapal induk bertenaga nuklir di negara-negara maju dengan cara mengirimkan para pelajar, peneliti dan perwira militer untuk menimba ilmu pengetahuan-teknologi dalam bidang ini.

2. Pembuatan Institusi Pendidikan, Riset dan Pengembangan dalam bidang Perkapalan Modern

3. Pembuatan dan Pengembangan Industri Perkapalan dalam negeri yang melibatkan sektor swasta

4. Sinergi antara pihak militer dan pihak industri pertahanan


General Characteristics:

Class & Type: Giant Double Deck- Nuclear Aircraft Carrier

Displacement :   400.000 Tons

Length :  600 m

Propulsion:    

6 × Mini Nuclear Reactors
12 × Steam turbines

(800 MW)


Speed:     60+ knots

Marine technology is defined by WEGEMT (a European association of 40 universities in 17 countries) as "technologies for the safe use, exploitation, protection of, and intervention in, the marine environment." In this regard, according to WEGEMT, the technologies involved in marine technology are the following: naval architecture, marine engineering, ship design, ship building and ship operations; oil and gas exploration, exploitation, and production; hydrodynamics, navigation, sea surface and sub-surface support, underwater technology and engineering; marine resources (including both renewable and non-renewable marine resources); transport logistics and economics; inland, coastal, short sea and deep sea shipping; protection of the marine environment; leisure and safety.

Sumber:

Kaskuser
Defense Studies
Badan Penelitian dan Pengembangan Kementrian Pertahanan
PT. PAL Indonesia

Kunjungi Juga:

1. Northrop Grumman Shipbuilding
http://nns.huntingtoningalls.com/

2. MTU
http://www.mtu-online.com/
As a leading provider of diesel engines and complete drive systems MTU offers one of the most comprehensive and most modern product program for ships, land and rail-mounted vehicles and industrial applications.

3. MATE: Marine Advanced Technology Education 
http://www.marinetech.org/

"Jangan kita merasa puas dengan wacana maupun berencana, namun ketahuilah bahwa rakyat menunggu aksi nyata dari kita semua, baik para penggiat teknologi, penggiat ekonomi, pemerintah maupun lembaga legislatif. Saya juga menyarankan agar Pemerintah maupun Legislatif perlu lebih proaktip peduli dan bersungguh-sungguh dalam pemanfaatan produk dalam negeri dan “perebutan jam kerja”." 
~Prof. B.J. Habibie~

3 comments:

Eka Bagus said...

apakah efektif kapal sebesar itu mengarungi laut nusantara yang mempunyai kedalaman laut yang tidak seberapa dalam?
coba dipertimbangkan berat kapal dengan daya angkut lebih dari 100 pesawat dan 8.000 tentara?
sehingga memerlukan berapa besar volume/ ruang kosong pada lambung kapal sehingga dapat mengapung dengan baik saat mengangkut berat max ?
itu komentar secara logika. terus perbaiki Gan sehingga kesempurnaan itu bisa dibuat di NKRI ini

go-blog said...

daerah operasional bisa dipikir nanti, sepertinya daerah Timur memiliki luas dan kedalaman laut yang pas. Desain 2 lambung menyatu begini cukup menambah gaya apung. Jangan kuatir, tanah air punya banyak stok SDM dan SDA koq

amirul said...

Korang kena ada DESTROYER,FRIGATE,CORVETTE,NUCLEAR SUBMARINE,LANDING PLATFORM SHIP,
LANDING PLATFORM HELICOPTER,FIGHTER AIRCRAFT,ATTACK HELICOPTER,ASW HELICOPTER,DROID AIRCRAFT,ARMORED VEHICLE,TROOP LANDING BOAT,RADAR TECHNOLOGY SYSYEM,HEAVY NAVAL GUN,AIRCRAFT WEAPON, DAN MISSILE

Belum masuk kos
GAJI PANGLIMA,PRIBET,KAKITANGAN,ENGINEER KAPAL,PILOT,PENGENDALI LEPASAN PESAWAT,INSURAN KEMATIAN ATAU KECEDERAAN.

Sebelum buat kapal kos dia mesti
BESI DAN LOGAM YANG TAHAN KARAT,GAJI PEKERJA,GAJI PEMILIK SYARIKAT PERKAPALAN DAN BANYAK LAGI

JUMLAHNYA IALAH........
800 BILION...!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!LEPAS BUAT ESOK INDONESIA DI ISTIHAR KAN BANKRUP.....MASUK BERITA CCTV(CHINA),BBC(UNITED KINGDOM),AL JAZERRA(UAE),FOX(AMERIKA) DAN TV3(MALAYSIA)......hahahahahahahahahahahahahahahahahaha............!!!!!!!!!hahahahahahahahahahahahahahaha.....!!!!!!!!!!!!!!!!!

#LAIN KALI FIKIR SEBELUM BUAT/RANCANG