Monday, 25 March 2013

Membangun Benua Maritim Indonesia Sebagai Tumpuan Masa Depan Bangsa

"Bak untaian zamrud di katulistiwa. Begitulah julukan yang diberikan bagi Indonesia, 
Sebuah Peradaban Benua Maritim Terbesar di Muka Dunia" 


Negeri kepulauan ini memang sekitar 70 persen wilayahnya berupa laut, dengan luas sekitar 3,2 juta km^2, dan luas zona ekonomi eksklusifnya 2,7 juta km^2. Sedangkan luas daratannya sendiri hanya kurang lebih 2 juta km^2 yang terdiri dari 17.508 buah pulau. Tak heran garis pantainya bisa mencapai sekitar 81.000 km juga beriklim Tropis, Subhanallah dan Allhamdulillah.

Sebuah Karunia Besar Bagi Kita Semua.

Di samping luas, Benua Maritim Indonesia (BMI) juga mempunyai kekayaan yang berlimpah seperti biota laut, terutama ikan, udang dan rumput laut, juga diperkaya dengan kandungan berbagai sumber daya energi serta mineral yang melimpah ruah.

Membangun Visi

Menyadari kondisi geografis negara kita sebagai negara kepulauan (maritime continent), Bung Karno memberikan perhatian khusus kepada penguasaan Iptek perkapalan dan pesawat udara. Beliau mendorong lahirnya PT PAL dan Nurtanio. Pak Harto kemudian meneruskan dan memperkuat visi negara kepulauan itu menjadi Konsep Wawasan Nusantara.

Potensi 1: Gudang Protein Dunia

Potensi 2: Wisata Dunia Berbasis Hutan, Matahari dan Laut

Potensi 3: Posisi Silang Benua Maritim Indonesia

Potensi 4: Mineral dan Energi

Potensi 5: Wilayah Pesisir

Dukungan Pendidikan dan Riset dalam bidang Iptek Kelautan

Riset di bidang Maritim:

Penelitian tentang kondisi oseanografi di perairan Indonesia telah lama dimulai semenjak zaman kolonialisme. Penelitian tersebut bertujuan untuk mengetahui alur pelayaran kapal niaga yang efisien ataupun untuk tujuan perang laut. Pada perkembangannya saat ini, penelitian tentang laut bertujuan untuk keperluan kesejahteraan manusia. Secara garis besar  tujuan tersebut yaitu sebagai berikut:

   1. Pemahaman Proses di Laut
   2. Pemanfaatan Sumberdaya Laut
   3. Pelestarian Laut

Pemberdayaan Nelayan

Kami Persembahkan sebuah syair untuk  para Nelayan Pahlawan Keluarga

Debur gelombang samudera yang tak pernah lelah menyapa butir-butir pasir.

Bintang gemintang gemerlapan di langit malam untuk menerangi jalan mu

Semilir bayu mengantar mu melaut

Engkau malam ini berjibaku menjaring penghidupan

Anak dan keluargamu menanti dengan terharu

Aku malu tak sekuat dan tak sehebat dirimu

Aku hanya dapat mengagumi dirimu

Semoga aku mewarisi semangat mu



Ucapan Terima Kasih Kepada:

1. Andri Yudhi Prawira, Studied Marine Engineering at Sepuluh November Institute of Technology in Surabaya, Indonesia.

2. Ridwan Firdaus, S.Pd., Studied Geography Education at Jakarta State University in Jakarta, Indonesia.

2 comments:

Ratnaa Kurnia said...

Indonesia memang hebat,,, maju terus Indonesia
ST3Telkom

hilda said...

Sukses Terus buat indonesia . . Terimakasih sudah berbagi
ST3Telkom