Tuesday, 16 March 2010

Astrofisika



"Imajinasi manusia memberikan peluang pemikiran yang lebih luas terhadap kehidupan dan kesejahteraan"
~Arip~


Lecture 11 - Special and General Relativity (cont.)

 

 

 

Overview:

 

 

The lecture begins with a comprehensive overview of the historical conditions under which Einstein developed his theories. Of particular impact were the urgent need at the turn of the 19th century to synchronize clocks around the world; Einstein's position at a patent office; and a series of experiments that he himself carried out. In 1905 Einstein published three papers that are still considered the greatest papers in the field of physics. The lecture then moves to General Relativity and how it encompasses Newton's laws of gravity. A visual demonstration shows how space-time undergoes curvature when mass is introduced. Class ends with a question-and-answer period on a variety of topics in Special Relativity.

Problem sets/Reading assignment:

 

Resources

 

 

 

Course Media

Transcript

html

Audio

mp3

Low Bandwidth Video

mov [100MB]

High Bandwidth Video

mov [500MB]








Sumber:

1. The University of Yale Open Course Ware



2. Professor Bailyn Websites


http://www.astro.yale.edu/bailyn/
http://www.astro.yale.edu/




Ucapan Terima Kasih:

1. Bapak. Prof. Dr. Ing. H. B. J. Habibie.

2. Departemen Pendidikan Nasional

3. Kementrian Riset dan Teknologi

4. Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional
 


Disusun Ulang Oleh:

Arip Nurahman

Department of Physics, Indonesia University of Education

&

Follower Open Course Ware at MIT-Harvard University, Cambridge. USA.

Semoga Bermanfaat dan Terima Kasih

Monday, 15 March 2010

Astrofisika



"Jika Hidup ini seumpama rel kereta api dalam eksperimen relativitas, maka pengalaman demi pengalaman yang mengempur kita dari waktu ke waktu adalah cahaya yang melesat-lesat di dalam gerebong di atas rel itu. Relativitasnya berupa seberapa banyak kita dapat mengambil pelajaran dari pengalaman yang melesat-lesat itu, maka analoginya adalah jika pengalaman yang sama dapat menimpa siapa saja, namun sejauh mana dan secepat apa pengalaman itu memberi pelajaran pada seseorang, hasilnya akan berbeda, relatif satu sama lain."

~Andrea H.~




 Lecture 10 - Tests of Relativity

 

 

Overview:

 

The lecture begins with the development of post-Newtonian approximations from Newtonian terms. Several problems are worked out in calculating mass, force and energy. A discussion follows about how concepts like mass and velocity are approached differently in Newtonian physics and Relativity. Attention then turns to the discovery that space and time change near the speed of light, and how this realization affected Einstein's theories. Finally, the possibility of traveling faster than the speed of light is addressed, including how physicists might predict from laboratory conditions how this might occur. Muons, unstable particles that form at the top of the Earth’s atmosphere, are used as an example.


Problem sets/Reading assignment:



Thorne, Kip S. "Wormholes." In Black Holes and Time Warps: Einstein's Outrageous Legacy. New York: W.W. Norton, 1994.



Course Media

Transcript

html

Audio

mp3

Low Bandwidth Video

mov [100MB]

High Bandwidth Video

mov [500MB]

Resources:

Class Notes - Lecture 10 [PDF]

Sumber:


1. The University of Yale Open Course Ware



2. Professor Bailyn Websites


http://www.astro.yale.edu/bailyn/
http://www.astro.yale.edu/



Ucapan Terima Kasih:

1. Bapak. Prof. Dr. Ing. H. B. J. Habibie.

2. Departemen Pendidikan Nasional

3. Kementrian Riset dan Teknologi

4. Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional
 


Disusun Ulang Oleh:

Arip Nurahman

Department of Physics, Indonesia University of Education

&

Follower Open Course Ware at MIT-Harvard University, Cambridge, USA.

Semoga Bermanfaat dan Terima Kasih

Wednesday, 10 March 2010

Earth & Space Science Digital Laboratory



Visi

Untuk Menciptakan Kemajuan dalam Bidang Ilmu Pengetahuan, Teknologi Kebumian dan Antariksa demi Keselamatan serta Kesejahteraan Umat Manusia


Misi

1. Inovasi dalam IPTEK Laboratorium Digital Kebumian dan Keantariksaan

2. Penelitian dalam IPTEK Laboratorium Digital Kebumian dan Keantariksaan

3. Pengembangan dalam IPTEK Laboratorium Digital Kebumian dan Keantariksaan

4. Pendidikan dalam IPTEK Laboratorium Digital Kebumian dan Keantariksaan


Program

1. Pembelajaran Teknik Geologi

2. Pembelajaran Geografi dan Lingkungan

3. Pembelajaran Fisika Antariksa


Fokus

Sumber: Wikipedia oleh Ade Akhyar.

Mineralogi merupakan ilmu bumi yang berfokus pada sifat kimia, struktur kristal, dan fisika (termasuk optik) dari mineral. Studi ini juga mencakup proses pembentukan dan perubahan mineral.

Pada awalnya, mineralogi lebih menitikberatkan pada sistem klasifikasi mineral pembentuk batuan. International Mineralogical Association merupakan suatu organisasi yang beranggotakan organisasi-organisasi yang mewakili para ahli mineralogi dari masing-masing negara. Aktifitasnya mencakup mengelolaan penamaan mineral (melalui Komisi Mineral Baru dan Nama Mineral), lokasi mineral yang telah diketahui, dsb. Sampai dengan 2004 telah terdapat lebih dari 4000 spesies mineral yang diakui oleh IMA. Dari kesemua itu, 150 dapat digolongkan “umum”, 50 lainnya “terkadang”, dan sisanya “jarang” sampai “sangat jarang” Belakangan ini, dangan disebabkan oleh perkembangan teknik eksperimental (seperti defraksi neutron) dan kemampuan komputasi yang ada, telah memungkinkan simulasi prilaku kristal berskala atom dengan sangat akurat, ilmu ini telah berkembang luas hingga mencakup permasalahan yang lebih umum dalam bidang kimia anorganik dan fisika padat. 

Meskipun demikan, bidang ini tetap berfokus pada struktur kristal yang umumnya dijumpai pada mineral pembentuk batuan (seperti pada perovskites, mineral lempung dan kerangka silikat). Secara khusus, bidang ini telah mencapai kemajuan mengenai hubungan struktur mineral dan kegunaannya; di alam, contoh yang menonjol berupa akurasi perhitungan dan perkiraan sifat elastic mineral, yang telah membuka pengetahuan yang mendalam mengenai prilaku seismik batuan dan ketidakselarasan yang berhubungan dengan kedalaman pada seismiogram dari mantel bumi. Sehingga, dalam kaitannya dengan hubungan antara fenomena berskala atom dan sifat-sifat makro, ilmu mineral (seperti yang umumnya diketahui saat ini) kemungkinan lebih berhubungan dengan ilmu material daripada ilmu lainnya.

dari uraian di atas akan dijabarkan beberapa uraian yang edittor anggap sangat penting dalam mempelajari mineralogi, diantaranya:

Earth Science Technology


Advanced technologies play a major role in Earth science research and applications. The robust, ongoing development of new sensors, instruments, space systems, and information technologies is critical to improved observations of Earth and to a better understanding of the Earth system.

ESTO Page Image NEW
From remote sensing instruments to data access, ESTO technologies enable the full range of Earth science measurements.

ESTO employs a unique and highly-successful approach to technology development:
  • Technology investments are fundamentally science-driven: careful planning and engagement with the science community help ensure an ever-evolving set of useful, mature technologies and tools for Earth science.
  • Technology investments are competitively selected: ESTO awards are selected by peer-reviewed, competitive solicitations.
  • Technology investments are actively managed and infused: progress is measured against established goals and benchmarks and ESTO seeks every opportunity for the demonstration, validation, and infusion of maturing technologies.

Founder by:

1. Ade Akhyar Nurdin
The Last Geolog in the World

2. Arip Nurahman

3. Ridwan Firdaus


Thanks To:



3.Earth - NASA Science  

Powered by:

1. Museum Geologi Bandung

2. Laboratorium Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa, Pendidikan Fisika. FPMIPA. UPI Bandung

3. Departemen Teknik Geologi UNSOED

4. Departemen Pendidikan Geografi Universitas Negeri Jakarta