Saturday, 5 January 2013

Perumusan Strategi dan Kebijakan Transfer IPTEKS Super Canggih


"Persyaratan Penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Canggih
Pertama, kualitas produk hasil proses nilai tambah tersebut harus senantiasa memenuhi persyaratan minimum kualitas yang dituntut masyarakat pembeli di pasar dalam negeri, regional, dan internasional.
Kedua, dari komoditi teknologi canggih dituntut jadwal penyerahan yang ketat. Produk harus tiba di pasar pada waktunya, tidak terlambat, tidak pula terlalu cepat. Untuk itu, mata rantai perdagangan tidak boleh terlalu panjang.
Ketiga, harganya harus kompetitif. Produk yang dihasilkan harus dapat bersaing di pasar domestik, regional dan internasional."
~Prof. Dr. H. Habibie~ 

Menuju Masyarakat Indonesia yang Berbasis Pengetahuan dan Teknologi Tinggi

1. Modal Pengetahuan Menggunakan pengetahuan untuk mencari terobosan teknologi bagi pembangunan ekonomi yang berdaya saing.

2. Modal Manusia Individu yang mampu berinisiatif dan berkreasi melakukan hal-hal baru dengan semangat kewirausahaan.

3. Modal Sosial Kemampuan membangun kepercayaan, solidaritas sosial, infrastruktur pendidikan, kesehatan dan perekonomian rakyat.

4. Modal Budaya Kemampuan mengembangkan budaya sendiri, serta menyaring dan mengglokalisasikan budaya global.

5. Modal Alam dan Lingkungan Kemampuan menjaga kualitas lingkungan dan sumberdaya alam untuk pembangunan berkelanjutan.

Meskipun peluang ke arah pengalihan dan penguasaan teknologi telah dimungkinkan, tidak berarti bahwa semua teknologi akan dikembangkan di Indonesia. Setiap teknologi yang dialihkan dan dikembangkan harus disesuaikan dengan preferensi budaya, keadaan sosial, dan kondisi-kondisi lingkungan lainnya. Seorang sarjana yang berpendidikan tinggi dalam bidangnya, bila ditempatkan di Alaska teknologinya akan disesuaikan dengan keadaan di Alaska, lain pula halnya bila ditempatkan misalnya di gurun pasir. Demikian pula kalau ahli tersebut ditempatkan di Indonesia, dia harus mengembangkan teknologi dan menerapkannya, sesuai dengan keadaan Indonesia. 

Dalam kaitan ini, sikap hati-hati terhadap setiap masukan teknologi dari luar juga perlu dikembangkan. Sebab, ada kemungkinan bahwa sesuatu negara mau memberikan teknologinya kepada kita dengan tujuan eksperimen dari pengembangan teknologinya sebagaimana halnya terjadi di Timur Tengah, yang telah dipakai oleh beberapa negara sebagai laboratorium untuk menguji sistem persenjataan yang mereka kembangkan. Teknologi yang kita pilih haruslah sesuai dengan situasi dan kondisi masyarakat kita, dan diselaraskan dengan tujuan Pembangunan Nasional secara luas. 

Kesimpulannya, dalam melaksanakan pembinaan serta pengembangan teknologi kita harus meningkatkan, baik teknologi yang bersifat tradisional maupun (mengalihkan) teknologi yang mutakhir. Yang satu harus kita kuasai kembali, yang lainnya harus kita kuasai sebagai hal yang baru. Dalam berbuat kedua-duanya, tujuan pokoknya adalah meningkatkan nilai tambah yang sumber permodalannya berasal dari bumi Indonesia. 

Dalam berupaya demikian, kita harus sadar bahwa justru karena teknologi merupakan sebagian dari keseluruhan bidang kehidupan suatu bangsa, upaya kita dalam mengembangkan serta mengalihkan teknologi itu akan mengalami hambatan-hambatan yang bersifat kultural. Hal ini harus diperhitungkan serta diatasi secara seksama karena jika tidak, maka pengembangan teknologi akan membawa keretakan-keretakan dalam keutuhan kebudayaan tersebut yang mungkin akan dapat menimbulkan keresahan-keresahan dalam masyarakat. 

Future SPACE Science and Technology

1. Orbiting space station well developed

2. Planning of manned missions to Mars

3. Start of preliminary Moon-base construction

4. Space planes in practical use

5. Planning of space factories for commercial production

6. Increasingly regular use of space-lines
 

Kepentingan di Balik Transfer Ilmu Pengetahuan dan Teknologi  Canggih



Kami di Indonesia beranggapan bahwa pada hakikatnya alih teknologi adalah pengalihan pengetahuan dan keterampilan dari manusia kepada manusia. Selanjutnya kami berpendapat bahwa karena teknologi merupakan pengetahuan yang diterapkan, ia tidak mungkin dialihkan dengan hanya sekedar ceramah atau kuliah saja, melainkan bahwa agar berlangsung pengalihannya itu perlu diadakan latihan praktek. Pula agar teknologi dapat dialihkan secara efektif, ia harus dipindahkan, ia harus diterima dan yang lebih penting, teknologi itu perlu dikembangkan berulang-ulang dalam keadaan dunia nyata. Agar teknologi itu dapat dialihkan secara efektif, maka pendidikan formal di negara berkembang harus berlangsung sebagaimana di negara yang sudah maju berdasarkan berbagai program beasiswa atau darmasiswa. 

Sekalipun ini sungguh penting namun belumlah mencukupi. Yaitu karena pokoknya pengembangan teknologi adalah pengembangan kemampuan penduduk negara yang berkembang untuk menerapkan metodologi serta prosedur yang berlaku secara universal terhadap masalah-masalah yang kongkret di lingkungan masyarakatnya sendiri dan untuk lebih menyempurnakan metodologi dan prosedur itu agar mampu  memecahkan masalah secara sesuai dengan lingkungan alam, sosial dan budaya di mana dijumpai aneka masalah, yang perlu dipecahkan karena alih teknologi secara efektif dari negara-negara yang maju adalah menciptakan peluang kongkrit untuk melaksanakannya. Pernyataan di atas memberikan sugesti tentang kemungkinan negara berkembang (baca: Indonesia) untuk melakukan program alih teknologi, bahkan yang tercanggih sekalipun. 

Namun, bahwa proses pengalihan teknologi dari seseorang, sebuah kelompok, sebuah organisasi, kumpulan organisasi dan sebuah masyarakat menuju orang, kelompok, organisasi, kumpulan organisasi, dan masyarakat lain itu tidak dengan sendirinya dapat dilakukan dengan begitu saja. Agar proses itu bisa berhasil, perlu ditunjukkan sikap yang sesuai, perlu diserasikan antara kepentingan pengalih dan penerima teknologi, dan perlu dilakukan persiapan-persiapan yang matang guna mengatasi kendala-kendala, baik di pihak pengalih maupun di pihak penerima. Kedua belah pihak harus bersikap bersahabat. 
 
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Canggih tidak mungkin dipindahkan hanya dengan menyelenggarakan konperensi-konperensi internasional yang setelah mencaci-maki negara maju pemilik teknologi, mengeluarkan suatu resolusi bahwa teknologi negara maju harus secepatnya dialihkan ke negara berkembang dengan cuma-cuma. Cara-cara demikian tidak saja tidak menghormati, tetapi bahkan menganggap tidak ada pengorbanan waktu, tenaga, modal, sumber daya dan hal-hal tak ternilai dengan uang lainnya yang dilakukan pemilik teknologi untuk mengembangkannya. 

Cara-cara demikian juga sama sekali tidak memberikan perangsang pada pemilik teknologi untuk mengalihkannya. Sikap bersahabat merupakan landasan bagi upaya menyerasikan kepentingan kedua belah pihak. Dilihat secara umum, perangsang paling besar bagi pemilik teknologi untuk mau mengalihkan apa yang dimiliki-nya adalah terbukanya peluang bagi perluasan pasar, peningkatan volume penjualan serta meningkatnya dana bagi penelitian dan pengembangan untuk memajukan teknologi lebih lanjut. Dan proses pengalihan ini dimungkinkan jika terdapat kerjasama penelitian dan pengembangan antara pihak pengalih dan pihak penerima teknologi. 

 "Science is a way of thinking much more than it is a body of knowledge."
~Alm. Prof. Carl Sagan~

Future TRANSPORT Technology

1. Interactive vehicle highway systems

2. Use of fiber gyros in car navigation

3. Various traffic information systems in use: These will help with navigation, traffic control, ETA, dynamic routing, monitoring, taxation and crime prevention/detection

4. Energy provided by hydrogen fuel cells and/or solar power

5. Nuclear propulsion systems for various transport types

6. Ships with super conductive electromagnetic thrust

7. Fully automatic ships able to navigate and dock automatically

8. Passenger planes with speed beyond Mach 4 and >300 capacity

10. Super conductive magnetic levitation railways at 500km/h 

Di samping itu, lazimnya pihak pemilik teknologi mempunyai beberapa kepentingan khusus sebagai berikut: 
Pertama, guna mengkompensasikan pengorbanan waktu, tenaga, keahlian dan sumber-sumber daya langka lainnya untuk meguasai suatu teknologi, pemilik teknologi berkepentingan untuk diberi balas jasa langsung dan tidak langsung atas pengalihan teknologi tersebut. Balas jasa langsung lazimnya berupa uang jasa lisensi dan royalti. Sebagai bentuk balas jasa tidak langsung, kepadanya dapat diperlihatkan bahwa teknologinya dimanfaatkan secara baik-baik sehingga pihak penerima teknologi tidak saja menjadi lebih kuat dan lebih terampil, tetapi juga menjadi lebih bertenaga beli sehingga dengan peningkatan pembelian barang dan jasa dari pihak pengalih teknologi, dapat ikut menyumbang pada pembiayaan penelitian dan pengem- bangannya. 

Kedua, hak milik pemilik teknologi atas teknologi yang dikembangkannya itu perlu dilindungi. Tersedianya kerangka peraturan perundang-undangan yang cukup memberi jaminan perlindungan hak milik intelektual dan hak paten merupakan salah satu hal yang perlu dipersiapkan pihak penerima teknologi. 
 
Ketiga, pengalih teknologi mengharapkan bahwa pengalihan teknologinya tidak akan berakibat kehilangan pekerjaan. Untuk memenuhi harapan ini perlu dilakukan pembagian kerja antara pengalih dan penerima teknologi ber-dasarkan pertimbangan faktor-faktor makro dan mikro ekonomis ke dua belah pihak. Menurut saya pribadi, empat puluh sampai enam puluh persen dari proses nilai tambah dilakukan di pihak penerima teknologi, sedangkan sisanya dilakukan di pihak pengalih teknologi. Dengan demikian keduanya akan saling mengisi dan saling menyumbang pada biaya penelitian dan pengembangan kemitraannya.

Di samping pembagian kerja dalam proses nilai tambah perlu juga dilakukan pembagian pasar. Kepada pengalih teknologi harus dijamin bahwa penerima teknologi tidak akan menyainginya di dalam pasarnya sendiri, sedangkan penerima teknologi perlu diberi hak tunggal pemasaran di dalam pasar domestiknya dan/atau wilayah yang berde-katan dengan pasar domestiknya. 

Akhirnya, pemilik teknologi hanya akan mengalihkan teknologinya jika ia yakin bahwa antara pihaknya dan pihak penerima akan terjalin hubungan kerjasama jangka panjang yang saling menguntungkan. 

Hanya dalam keadaan demikian ia tergerak untuk berbagi pengetahuan dan sumber daya ekonominya. 


Future Advanced MATERIALS Science

1. Atomic customization of materials

2. Polymers with conductivity  >  copper at room temperature

3. Material, refractive index variable by 0.1 in electric or magnetic field

4. Intelligent materials with sensors, storage and effectors

5. Aerogels that are heat resistant to 3500 degrees Fahrenheit

6. Metals that memorize their original shape to return to if damaged

7. Use of polymer gels for muscles, bio-reactors, information processing

8. Membranes with active transport and receptors

Di lain pihak, pihak penerima teknologi juga mempunyai kepentingan-kepentingan tertentu yang mencakup: 

Pertama, ia perlu diberi jaminan bahwa teknologi yang diperolehnya dengan berbagai persyaratan pembagian kerja dan pembagian pasar itu memang merupakan teknologi mutakhir (state of the art technology). 

Kedua, penerima teknologi perlu dijamin bahwa dengan membayar uang jasa tertentu, ia akan selalu memperoleh informasi terakhir mengenai perkembangan-perkembangan terbaru dalam teknologi mutakhir tersebut. 

Ketiga, sumberdaya ekonomi dan manusia pihak penerima teknologi perlu diikutsertakan dalam pengembangan lebih lanjut teknologi tadi. 

Dan keempat, seperti halnya di pihak pengalih teknologi, juga pihak penerima teknologi harus yakin bahwa antara pihaknya dan pihak pengalih akan dapat dijalin hubungan kerjasama jangka panjang yang saling menguntungkan. Akhirnya, agar proses pengalihan teknologi berhasil, perlu dilakukan persiapan yang matang. 

Umumnya dapat dikatakan bahwa persiapan berupa resolusi, deklarasi, memorandum saling pengertian dan keputusan saja tidak cukup. Jauh lebih bermanfaat jika persiapan yang dilakukan ditujukan pada upaya mengatasi beberapa kendala tertentu, baik di pihak penerima maupun di pihak pengalih teknologi. 

Future ROBOTICS

1. Robots will be commonplace, 
e.g. robotic teachers, In home, manufacturing, agriculture, building & construction,  undersea, space, mining, hospitals and streets for repair, construction, maintenance, security, entertainment, companionship, care.

2. Domestic robots will be small, specialized and attractive, e.g. cuddly

3. Robotized space vehicles and facilities

4. Totally automated factories commonplace

5. Autonomous robots with environmental awareness sensors

6. Intelligent robots for unmanned plants

7. Anthropomorphic robots used for factory jobs

8. Robots for almost any job in home or hospital

9. Housework robots for cleaning, washing etc

10. Artificial brains with ten thousand or more cells

11. Robots for guiding blind people

12. Self diagnostic self repairing robots 


Silahkan Kunjungi: Sumber Belajar dari MIT School of Engineering

Harmonisasi Antara Imtaq dan Ipteks Super Canggih
Al-Qur’an bukan hanya menekankan pada belajar membaca, dan menulis tetapi juga mendorong manusia untuk menghilangkan berbagai pandangan yang memitiskan alam. Bahkan memerintahkan menusia untuk menyelidiki rahasia-rahasia alam juga sebagai landasan dan petunjuk hidup manusia. Dalam hal ini peran islam melalui Al-Qur’an terhadap perkembangan sains sangatlah besar.
Islam melalui Al-Qur’an telah memotivasi seluruh umat islam untuk berfikir dan merenungkan alam semesta ini untuk mengenal kebesaran Tuhan,sebagaimana tersebut dalam Surat Al-Baqarah ayat 164 yang artinya:  
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi,silih bergantinya siang dan malam, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (keringnya) dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan,dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi, sesungguhnya terdapat tanda-tanda (ke-Esaan dan Kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan”.
Secanggih dan setinggi apa pun kemajuan peradaban yang dicapai umat manusia sudah selayaknya kita tetap beriman dan bertaqwa kepada Sang Pencipta Alam berserta Isinya, amin.

Semoga!

"Belajar, Mendidik dan Memajukan Umat Manusia adalah Tugas Tiap Orang Terdidik, Ketika seseorang mendapatkan sesuatu ilmu, maka sesungguhnya ia langsung mengemban tugas menyebarkan ilmu itu pada yang lain, ketika seseorang terdidik, maka ia punya tugas mendidik yang lain, belajar dan mendidik karenanya tugas setiap orang terdidik"
~Arip Nurahman~

Semangat, Belajar, Bekerja, Berkarya, Berjaya.

Majulah Tanah Airku!

Sumber:

1. Arip Nurahman Notes
2. Institute for Advanced Study at Indonesia
3. http://engineering.mit.edu 
4. Universitas Rakyat

Friday, 4 January 2013

Menembus Pandang ke Kehidupan di Tahun 2030



"I never think of the future, it comes soon enough."
~Alm. Prof. Albert Einstein~ 

Sosok tahun 2030, apalagi tahun 2050, belum tersingkap jelas, tetapi sejumlah negara tampak bergegas melakukan antisipasi.

Ada apa dengan tahun 2030 atau tahun 2050? 

Dengan mengandalkan ketajaman imajinasi dan visi, perkembangan dan tingkat kemajuan tahun 2030 atau tahun 2050 mulai diproyeksikan secara meyakinkan. 

Gambaran tentang perkembangan dan kemajuan tahun 2030 atau tahun 2050 sebenarnya belum jelas. Makna angka 2030 atau 2050 secara matematis mungkin tidak terlalu penting lagi. 

Sebuah Visi Kehidupan Masa Depan 2020-2030

Microsoft Office Labs Vision





Future IT LITERACY

1. Everyone in advanced nations computer literate

2. IT literacy essential for any employment

3. Widespread Virtual Reality use for recreation and training



Jauh lebih penting sebenarnya bagaimana bangsa-bangsa di dunia mulai mempersiapkan diri dalam menghadapi perkembangan satu generasi ke depan, yang diproyeksikan sampai tahun 2030.

Imajinasi dan visi tentang perkembangan tahun itu telah memengaruhi dan membentuk pikiran, perilaku, dan pergulatan berbagai bangsa di dunia terhadap masa depan yang menjanjikan perubahan besar. Dari balik rongga gelap ketidakjelasan tahun 2030, seakan muncul kekuatan magnetik luar biasa yang menggerakkan pikiran, perhatian, perasaan, dan tindakan banyak bangsa. Banyak negara dan bangsa seolah dibuat gelisah, seolah tidak sabar menunggu datangnya era baru dalam satu generasi mendatang. 

Bagaimanakah sesungguhnya realitas dunia tahun 2030, yang menggetarkan dan mengerakkan banyak bangsa?

Lebih khusus lagi, bagaimanakah nasib bangsa Indonesia pada tahun itu?

Tanda-tanda perkembangan tahun 2030 atau tahun 2050 bagi banyak negara sudah mulai dirasakan sekarang ini. Tidaklah mengherankan, sejumlah negara tergerak memacu percepatan kemajuannya, berlari tunggang langgang, meraih kemajuan di dunia yang digambarkan semakin datar, the world is flat.

Tanpa membiarkan mata terpejam sedikit pun, konsentrasi diarahkan ke depan untuk menatap tujuan hidup yang lebih baik, yang menjamin kesejahteraan hidup, kemerdekaan individu, perlindungan hak asasi dan demokrasi. 

Tidak sedikit bangsa gamang menghadapi tantangan dalam menggapai masa depan yang lebih baik, tetapi lebih rumit. Modal persiapan Sejumlah negara dinilai telah memiliki modal dan pijakan kuat untuk menggapai kemajuan tahun 2030 atau tahun 2050. China, misalnya, disebut-sebut akan menjadi kekuatan ekonomi nomor satu di dunia pada tahun 2050.

Kepemimpinan yang kuat dan berwibawa, ditambah etos kerja yang tinggi, telah mendorong China melesat maju. Angka-angka pertumbuhan ekonomi sangat menggiurkan dari tahun ke tahun, lebih-lebih dalam tiga dasawarsa terakhir. Sodokan kemajuan ekonomi China diperkirakan akan menggeser posisi AS ke posisi kedua, sementara India menikung mengambil posisi ketiga.

Uni Eropa akan berada di urutan keempat dan Jepang pada posisi kelima. Berbagai ramalan menyebutkan China akan kedodoran, tetapi lebih banyak orang berkeyakinan tentang kembalinya kejayaan ekonomi China yang pernah diraih di abad ke-19.

Keberadaan dunia tahun 2030-2050 digambarkan akan ditandai oleh perkembangan teknologi luar biasa. Perekonomian akan dipengaruhi oleh teknologi informasi, teknologi material, genetika, dan teknologi energi. 

Perkembangan luar biasa ini dipicu oleh nanoteknologi, teknologi yang berbasis nano. Satuan nano sangatlah kecil. Satu nanometer sama dengan seperlima puluh ribu (1/50.000) tebal rambut. Sekalipun ukurannya sangatlah kecil, kemampuan nanoteknologi sangat dahsyat seperti dapat mengutak-atik molekul untuk memperoleh produk baru yang mengubah dunia. 

Peran besar yang diambil alih oleh teknologi berbasis nano cenderung meningkat tajam. Nanoteknologi diperkirakan akan menguasai dunia mulai tahun 2013. Penggunaan teknologi berbasis nano akan memecahkan berbagai persoalan kemanusiaan seperti dalam bidang kesehatan dan pangan. 

FUTURE DEVICES

1. Self recovering multiprocessor systems

2. Blue semiconductor lasers

3. 3D VLSI with at least 10 layers of devices

4. Optical inter-chip connection

5. Electronics with < 10 nano meters line spacing

6. Optical ICs: optical devices & wave guides on SC substrate

7. Integrated logic devices with switching speed < 1ps (Peta Bytes per sekon [1 PB = 1015 B = 1 million gigabytes = 1 thousand terabytes] )

8. Digital optical binary logic using phase information

9. Three terminal super conductive devices

Bahkan diramalkan, persoalan pangan tidak akan menjadi masalah lagi. Orang boleh makan apa saja, tidak khawatir sakit. Penyakit turunan disembuhkan. Orang buta melihat, dan orang tuli mendengar.

Hanya bangsa dan negara yang memiliki kemampuan menguasai teknologi tinggi dan canggih akan mengambil manfaat. 

Bangsa-bangsa yang tidak mampu mengantisipasi akan terus terpuruk, tetap berada di pinggiran dari panggung dunia yang menghadirkan kemajuan. Pada lapisan yang lebih dalam sangat diperlukan sumber daya manusia yang andal, yang mampu menguasai perkembangan dan kemajuan teknologi untuk peningkatan kesejahteraan manusia.

Arah perkembangan kemajuan setiap bangsa akan sangat tergantung pada kemampuan menyiapkan sumber daya manusia yang unggul dan andal. Maka bisa terjadi, negara yang sudah maju akan bertambah maju, atau sebaliknya. 

Negara yang tidak maju bisa menjadi maju, atau malah semakin terpuruk. Sejarah memperlihatkan, banyak negara yang kejayaannya meredup bahkan hancur seperti dalam kasus Imperium Roma, Inca dan Aztek, atau Ottoman Turki.

Juga dapat dijadikan ilustrasi, Kamboja tahun 1200 termasuk negara kaya di dunia. Tahun 1500, Peru dan Meksiko mencengangkan. Tahun 1960-an, Lebanon dianggap Swiss-nya Timur Tengah dan Uganda Swiss-nya Afrika. Sekarang, ke-mana mereka? 

Tahun 1800, Amerika Serikat lebih miskin daripada Kuba dan Argentina, tetapi AS kini menjadi begitu kaya.

Kenapa? 

Tahun 1960-an Jepang adalah negara miskin, dan barang-barang bikinannya sangat dihina. Namun, kini semua mengakui Jepang sebagai negara hebat. 

Mengapa? 

Jawabannya, negara-negara itu sangat memerhatikan dan mengoptimalkan kemampuan sumber daya manusia. Negara yang kurang memerhatikan pengembangan sumber daya manusia melalui proses pendidikan yang baik akan mudah kedodoran. 

Ketajaman pikiran dan analisis sebagai salah satu hasil pendidikan akan mendorong penguatan visi yang berjangkauan jauh ke depan sampai ke tahun 2030, bahkan ke tahun 2050. 

Dalam menghadapi tantangan masa depan itu, orang tidak cukup lagi hanya masuk ke dalam, melihat kemampuan diri, tetapi juga menengok ke luar dengan memerhatikan kekuatan bangsa-bangsa lain. Kompetisi tidak terhindarkan. Pergerakan ke depan akan berlangsung dalam semangat kompetisi tinggi. Pasti ada yang terempas dan tak sampai. 

Bangsa yang kehilangan gairah akan kehabisan tenaga dan akan tertinggal jauh di belakang. Bangsa-bangsa yang hidup dari oportunitas kekinian dan berpikiran pendek dengan mengandalkan the art of the possible belaka akan cepat kehilangan napas menghadapi perjalanan jauh ke depan. 



FUTURE DEVICES 

10. Quantum effect interferometer for flux measurement

11. High performance non linear optical 3rd order devices

12. Super lattice 2D or 3D controlled semiconductor devices

13. x-ray free electron lasers with few dozen angstroms wavelength

14. Self organizing adaptive integrated circuits

15. Continuous sheet production of LSI semiconductor substrate 


Maka, yang diperlukan imajinasi dan visi yang kuat ke masa depan, yang harus diikat dalam komitmen kerja sebagai agenda yang konkret dan jelas.

Tidak kalah pentingnya peran pemimpin dan kepemimpinan, yang memberikan arahan dan kawalan terhadap proses perubahan agar masa depan lebih baik ketimbang masa kini. Namun, jelas pula, pilihan-pilihan besar dan strategis tidaklah muncul dari ketajaman pikiran para politisi, melainkan dari penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan menguasai pengetahuan dan teknologi, bangsa Indonesia dapat melangkah maju bersama bangsa-bangsa lain. 

Apa pun tantangannya, Indonesia tidak bisa melangkah mundur lagi atau kembali ke masa lampau karena harus menemukan solusi baru dalam mengatasi berbagai persoalan masa depan. Tentu saja Indonesia belum kehabisan seluruh potensinya untuk melakukan perbaikan dan perubahan. Sejarah telah memberikan sejumlah tugas khusus kepada bangsa dan negara Indonesia untuk melakukan transformasi yang berjangkauan jauh ke depan.

Tidaklah ketinggalan pengembangan kualitas diri dan keluarga Indonesia mesti terus ditingkatkan.

5 Falsafah Dasar Peningkatan Kualitas Diri

1. Kualitas Berpikir

2. Kualitas Bekerja

3. Kualitas Berkarya

4. Kualitas Imtaq

5. Kualitas Kehidupan

Semangat anak-anak muda Indonesia, belajar dengan rajin dan raih cita-cita kita bersama. Mari kita buat maha karya untuk-Nya, untuk orang-orang yang kita sayangi dan bangsa Besar Indonesia.

Semangat Maju Bangsa Indonesia

Kita Semua Bisa!

Sumber:

1. Dr. Rikard Bagun
2. Imperium Indonesia: Zaman Kebangkitan Besar
3. Microsoft Corporation
4. Arip Nurahman Notes


Wallohualam bissawab.

Thursday, 3 January 2013

Soal-Soal Tingkat Dewa dalam World Physics Olympiad

 
Please find out the Final problem for WoPhO 2012:

- Theoretical_1_Monopole.pdf
- Theoretical_2_Petroleum.pdf
- Theoretical_3_Tornado.pdf
- Theoretical_3_Tornado-answersheet.pdf


Akhir Desember kemarin, Presiden Wopho Dr. Herry Kwee (alumni Tim Olimpiade Fisika Indonesia 1995) di Tangerang Banten, telah resmi membuka Turnamen World Physics Olympiad.

Turnamen ini adalah turnamen yang sangat bergengsi di dunia olimpiade fisika. http://www.wopho.org Gimana tidak bergengsi pesertanya adalah 30 peraih medali emas IPhO (International Physics Olympiad) dan APhO (Asian Physics Olympiad) termasuk the absolute winner IPhO dan APhO ditambah para penantang yang jumlahnya sekitar 40 yang diseleksi dari seluruh dunia lewat internet. 

Para penantang ini kebanyakan adalah orang yang penasaran ingin mengalahkan sang peraih emas IPhO/APhO. 

Soalnya? 

Luar biasa sulit! 

Saya yakin tidak banyak professor/doktor fisika yang mampu menyelesaikan soal-soal ini. Soal-soal WoPhO diambil dari pemenang Lomba Membuat Soal WoPhO. Orang-orang pintar fisika sejagad yang merancang soal ini. 

Mereka yang soalnya terpilih sebagai soal Wopho mendapat hadiah US $ 20.000 untuk soal teori dan US $ 25.000 untuk soal eksperimen.

Jawabannya? 

untuk satu soal bisa 4 -10 halaman.

Jadi bisa dibayangkan untuk 3 soal teori dan 2 soal eksperimen berapa tebal jawaban itu yang harus dibuat dalam waktu 12 jam itu. 

Jurinya adalah mereka yang dianggap orang (leader) terbaik dalam APhO/IPhO seperti Prof. Gyula Honyek (Hongaria), Prof. Andrei Kotlicki (Canada), Prof. Cyril Isenberg (Inggris), Prof. Wang Ruo Peng (China), Prof. Shang Fang Tsai (Taiwan), Dr. Hendra Kwee (Indonesia) ditambah beberapa dosen-dosen hebat fisika STKIP Surya/Surya Univ (Dr. Zainul Abidin, Dr. Alexander Silalahi, Dr. Jong Anly dan  Dr. Herry Kwee) Pemenangnya (orang yang mampu menyelesaikan soal maha sulit ini) akan dianugerahkan gelar The Real best winner of Physics Olympiad dan berhak mendapat hadiah US $ 20.000. 

Pembuat soal wopho Dr. Oki Gunawan berhasil meraih medali emas sebagai pembuat soal wopho teori : Tornado.

Ia berhak mendapat hadiah US $ 20.000 

Medali emas soal teori lainnya diraih masing-masing oleh Prof. Pavel Levchenko dan Prof. Viktor Ivanov Untuk soal eksperimen : Pencil in a Magnetic Trap.

Dr. Oki Gunawan dan Yudistira Virgus meraih medali emas. Mereka berhak mendapat hadiah US $ 25.000 

Dr. Oki Gunawan adalah mantan TOFI 1993 (peraih perunggu pertama Indonesia), lulus S3 dari Princeton University dengan yudisium Cum Laude. 

Yudistira Virgus adalah peraih medali emas TOFI 2004 di Korea dan emas APhO 2003. 

Sekarang sedang mengambil Ph.D. di William and Mary, Virginia USA. 

Selamat untuk Dr. Oki dan Kak Yudistira, M.Sc.!

Anda sangat kreatif dan inovatif! 

Membuat bangga Indonesia! 

Anda membuat Indonesia dipuji-puji oleh juri-juri Internasional! 

Luar biasa!!! 

Mau tahu seperti apa soalnya?

Inilah contoh soal-soal fisika "Tingkat Dewa" dan "Maha Sulit" itu:

Introduction

Tornado is one of the deadliest atmospheric phenomena known to man. It is a violent vortex (rotating column) of air connecting the base of cumulonimbus1 cloud and the ground. A distinct feature of the tornado is its funnel-like core or condensation funnel (Region II) which is made of small water droplets that condense as they are sucked into the core as shown in Fig. 1(b).

This region is defined by the core radius rC(z) which generally increases with altitude forming the signature funnel-shape of the tornado. Region I is the region outside tornado core. Region I and II have different velocity distribution profile as we will explore later.



Let us explore the interesting physics of tornado.Using a simple model as shown in Fig.1(b) and few basic principles, you will try to estimate the rotating speed of tornado,calculate the pressure and temperature inside the tornado and most interestingly derive the equation for the shape of a tornado rC(z).

1Cumulonimbus cloud is a towering vertical cloud that is very tall, dense,and involved in thunderstorms and other rainy weather.



1. The Calm Weather

2. The Shape of Tornado

3. The Core of Tornado

4. Shall You Open or Close the Windows?

Unduh Soalnya secara lengkap: Theoretical_3_TORNADO.pdf

Sumber:

1. http://www.wopho.org/
2. Prof. Yohnes Surya, Ph.D.