Sunday, 26 May 2013

Dari Virus Udang Menuju Harvard University

Allhamdulilah segala puji memang milik Mu Ya Robbana.

Yeaaaaahhhh akhirnya saya dapat berteman dengan Ibu Sidrotun Naim, M.Sc., Ph.D.
di jejaring sosial facebook, malah saya dapat komen dari beliau sungguh sangat senaaaaaaang hati ini.

Yessssss akhirnya.

Beliau merupakan seorang Ilmuwan yang sedang melakukan penelitian di:

Harvard Medical School 


Sedikit biodata beliau:

Lahir: Sukoharjo, JawaTengah, 29 Mei 1979

Suami: Dedi Priadi

Anak: Elhurr Muthahari



Pendidikan:

SD Makam Haji Sukoharjo

SMP Negeri 9 Surakarta

SMA Negeri 3 Surakarta

Jurusan Biologi, Sekolah Ilmu Teknologi dan Hayati, Institut Teknologi Bandung.

Program Master Studi Kelautan, Universitas Queensland, Australia.

Program Master dan Doktor [Ph.D.] Ilmu Lingkungan, Universitas Arizona

Researcher at Harvard Medical School and

Faculty member/Founding Director, Center for Sustainable Aquaculture and Pathology Studies
(AquaPath) at Surya University, Indonesia.


Ibunda Sidrotun Naim melaksanakan investigasi pada udang dalam studi kedokteran di Universitas Harvard, Amerika Serikat. Padahal, selazimnya studi itu dilaksanakan pada program studi biologi atau budidaya kelautan.

"Kenapa saya malah diterima di studi kedokteran, padahal yang saya teliti hanya udang? 

Itu karena virus yang menginfeksi ternak udang memiliki anatomi sama dengan rotavirus yang menyebabkan 600.000 anak balita di dunia setiap tahun tewas dengan gejala diare," katanya.

Penelitian itu dilakukan Ibu Naim atas keprihatinannya terhadap produksi udang yang terus merosot selama empat tahun terakhir di Indonesia akibat serangan virus. Padahal, Indonesia pernah menjadi produsen udang terbesar keempat di dunia. Penelitian ini terbilang jarang dilakukan karena memakan waktu lama dan perlu ketelatenan. ia memperoleh dukungan dana penelitian dari berbagai sponsor.

Salah satunya L'Oreal-Unesco for Women in Science yang diperolehnya lewat proses seleksi ketat. Ibu Naim adalah salah satu dari 15 perempuan peneliti muda dunia yang memperoleh beasiswa 40.000 dollar AS dari internasional L'Oreal-Unesco for Women in Science, Paris, Perancis.


 

Namun, jumlah itu belum cukup untuk membiayai penelitiannya selama dua tahun karena syarat deposit pendidikan per tahun di Universitas Harvard sebesar 40.000 dollar AS.

"Saya pikir Harvard hanya ingin menguji mental mahasiswa, bukan karena lembaga ini mau mencari keuntungan. Beruntung ada beasiswa dari Fullbright dan perusahaan pengeboran minyak Schlumberger," ujarnya.

Ketertarikan Ibunda Naim meneliti infeksi virus pada udang bermula tahun 2006 saat terjadi serangan infectious myonecrosis virus (IMNV) pada udang vaname (penaeus vannamei) di Indonesia. Padahal, saat itu virus tersebut baru ditemukan pada ternak udang vaname di Brasil.

"Serangan virus IMNV itu menjadi pertanyaan saya sampai kini. Kenapa semula hanya di Brasil, kemudian muncul di Indonesia?" ujarnya.


Dari pertanyaan itu, ia mulai mengamati interaksi virus IMNV pada udang. Dari hasil pengamatannya sementara ini, rasio serangan IMNV menyebabkan 70 persen udang mati dan 30 persen hidup. Udang yang bertahan hidup akan diamati. Di sisi lain, IMNV memiliki anatomi yang sama dengan rotavirus, penyebab kematian anak balita dengan gejala diare terus-menerus.

Oleh karena itu, hasil investigasi ini akan berguna untuk memahami infeksi rotavirus pada anak balita. Itu pula sebabnya penelitiannya dijalani pada studi kedokteran di Harvard. Penelitian Ibu Naim akan melengkapi hasil penelitian sebelumnya tentang pengendalian penyakit white spot syindrome virus (WSSV) pada udang yang dialkukan di Universitas Arizona selama dua tahun terakhir.

Dari hasil penelitiannya di Universitas Arizona, Ibunda Naim menemukan infeksi WSSV pada udang dapat dikendalikan. Caranya, menerapkan sistem polikultur paa budidaya udang yang sudah diterapkan sebelumnya di salah satu lembaga penelitian di Jawa Timur. Ternak udang dipelihara dalam satu kolam bersama ikan nila, ditambah rumput laut untuk meningkatkan nilai ekonomi.

"Temuan ini hasil observasi saya dibantu pembimbing saya, Profesor Kevin Fitzsimmons, ahli ikan nila di Universitas Arizona," katanya.

Terima Kasih Ibu, Semoga Kami Semua dapat mengikuti jejak ibu.

Amin.

Allhamdulilah.

Misi Masa Depan Ke Planet Mars

Destination Mars 



Belajar dan Bekerja Keras Mungkin Suatu Saat Nanti Anda yang Sedang Berada di Kelas Akan Menjadi Manusia Pertama yang Mengunjungi Planet Mars.

Follow two childhood friends from the moment Curiosity's landing on Mars captures their imaginations to the time not so far away when they become the first humans to walk on the red planet. 


Sources:

Northrop Grumman 

NASA

Saturday, 25 May 2013

Mendesain Pabrik Uranium

Nuclear Fuel Fabrication

Fuel fabrication is the final stage in nuclear fuel preparation prior to use in a reactor.

Nuclear fuel assemblies are specifically designed for particular types of reactors and are made to exacting standards.

Utilities and fabricators have collaborated to greatly improve fuel assembly performance.



ABSTRAK 

EVALUASI KELAYAKAN INVESTASI PABRIK YELLOW CAKE DARI URANIUM HASIL SAMPING PABRIK ASAM FOSFAT PADA TAHAP BASIC DESAIN 

Telah dilakukan evaluasi kelayakan investasi pendirian pabrik yellow cake dari uranium hasil samping pabrik asam fosfat pada tahap basic desain kapasitas 66,182 ton U3O8/tahun. 

Dari parameter seleksi yang telah dihitung dengan menggunakan program profitabilit as analysis xls 1.1 disimpulkan bahwa: periode pengembalian modal 3,76 th; pengembalian atas investasi ( ROI) = 18,9 %; rentabilitas usaha pada harga keekonomian US 205/kg U 3O8 cukup baik, dan menghasilkan laba mulai tahun ketiga ( Th 2022) sebesar US $ 2.693.400 dan akumulasi keuntungan selama 20 tahun adalah US $145.069.10; nilai netto sekarang (NPV) pada capital cost 15% menunjukkan harga positif yaitu sebesar US$ 1.260.700; arus pengembalian internal (IRR) sebesar 15,58 % ; nilai indeks profitabilitas > 1 yaitu sebesar 1,288 yang mengindikasikan pabrik masih menarik untuk dibangun; benefit cost ratio (BCR) bernilai >1 yaitu 1,618 yang menunjukkan bahwa pabrik akan memberikan manfaat dan layak untuk dibangun.

Selain itu untuk mendirikan pabrik yellow cake dari uranium hasil samping pabrik asam fosfat diperlukan total biaya investasi permanen sebesar US $ 32.035.000,-, modal kerja sebesar US $ 2.052.700,- serta biaya produksi sebesar US $ 7.463.993/tahun.

Kata kunci: 

Pabrik yellow cake, pengembalian atas investasi, nilai netto sekarang, arus pengembalian internal, U3O8 

Sumber:

Dr. Bambang G. Susanto, M.Sc., MBA.
Pusat Rekayasa Perangkat Nuklir (PRPN)-BATAN Kawasan PUSPIPTEK Serpong.

World Nuclear Association