Thursday, 28 March 2013

Resep Membangun Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi

"Tanah tempat kita berpijak, Bumi tempat kita dilahirkan, mengandung energi maha dahsyat yang dapat digunakan bagi kemaslahatan seluruh umat manusia"


"Jadi Mirip Power Rangers" 

Peneliti muda bersama kawan-kawan mengunjungi Unit Bisnis Pembangkitan Kamojang (sayang namanya bukan Mojang he.,he.,^_^) Unit PLTP Darajat. Garut, Jawa Barat. Indonesia. 
Indonesia memiliki potensi panas bumi yang sangat besar yaitu lebih dari 28 Gigawatt (GW) dan tersebar di 299 titik namun hingga kini pemanfaatannya masih sangat minim yaitu baru mencapai 1.341 Megawatt (MW). 
Padahal energi panas bumi termasuk energi yang ramah lingkungan karena emisi gas CO2 yang dihasilkan lebih sedikit dibandingkan energi fosil, disamping itu pengembangan panas bumi dapat menjaga kelestarian hutan karena untuk menjaga keseimbangan sistem panas bumi diperlukan perlindungan hutan yang berfungsi sebagai daerah resapan, kemudian energi ini pasokannya jangka panjang dalam arti tidak akan habis terbukti kehandalan pasokan (security of supply) tenaga listrik panas bumi terbukti dapat dipertahankan dalam jangka panjang (bisa lebih dari 30 tahun). 
Energi panas bumi juga memiliki kelebihan, yaitu pada umumnya capacity factor pembangkit tenaga listrik panas bumi yang ada di Indonesia bisa mencapai 90 persen per tahun, sehingga dapat dijadikan sebagai beban dasar dalam sistem ketenagalistrikan. 
Lalu kelebihan lain, pengangkutan sumber daya panas bumi tidak terpengaruh oleh risiko transportasi karena tidak menggunakan mobile transportation tetapi hanya menggunakan jaringan pipa dalam jangkauan yang pendek, kemudian produktivitas sumber daya panas bumi relatif tidak terpengaruh oleh perubahan iklim tahunan sebagaimana yang dialami oleh sumber daya air yang digunakan oleh pembangkit listrik tenaga air (PLTA), tidak memerlukan lahan yang luas (no foot print) dan selain untuk pembangkit listrik, panas bumi dapat dimanfaatkan secara langsung.

Cieeeee yang Sedang Berdiskusi


 Bagaimana ini sahabat-sahabat kita harus bisa membuat Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi 
agar Pasokan Energi Kita Aman.

How much does a geothermal power plant cost?

According to studies, an economically competitive geothermal power plant can cost as low as $3400 per kilowatt installed. While the cost of a new geothermal power plant is higher than that of a comparable natural gas facility, in the long run the two are similar over time. This is because natural gas construction costs account for only one third of the total price of the facility, while the cost of the fuel at a natural gas facility represents two thirds of the cost. The initial construction costs of a geothermal facility, in contrast, represent two thirds or more of total costs. So although initial investment is high for geothermal, natural gas and geothermal are still economically comparable over a long term.

What factors influence the cost of a geothermal power plant?

There are many factors that influence the cost of a geothermal power plant. In general, geothermal plants are affected by the cost of steel, other metals and labor, which are universal to the power industry. However, drilling costs may vary as well. Geothermal projects are site-specific, thus the costs to connect to the electric grid vary from project to project. Also, whether the project is the first in a particular area or reservoir impacts both risks and costs. The acquisition and leasing of land also varies, because to fully explore a geothermal resource a developer is required to lease the rights to 2,000 acres or more. Challenges to leasing and permitting vary from project to project; especially on federal lands. These factors include:

    * Size of the plant
    * Power plant technology
    * Knowledge of the resource
    * Temperature of the resource
    * Chemistry of the geothermal water
    * Resource depth and permeability
    * Environmental policies
    * Tax incentives
    * Markets
    * Financing options and cost
    * Time delays

Economics


Geothermal power requires no fuel, it is therefore immune to fuel cost fluctuations. However, capital costs tend to be high. Drilling accounts for over half the costs, and exploration of deep resources entails significant risks. A typical well doublet in Nevada can support 4.5 megawatt (MW) of electricity generation and costs about $10 million to drill, with a 20% failure rate.

In total, electrical plant construction and well drilling cost about 2-5 million € per MW of electrical capacity, while the levelised energy cost is 0.04-0.10 € per kW·h. Enhanced geothermal systems tend to be on the high side of these ranges, with capital costs above $4 million per MW and levelized costs above $0.054 per kW·h in 2007. Geothermal power is highly scalable: a small power plant can supply a rural village, though capital can be high.

Chevron Corporation is the world's largest private producer of geothermal electricity. The most developed geothermal field is the Geysers in California. In 2008, this field supported 15 plants, all owned by Calpine, with a total generating capacity of 725 MW.

Mempelajari Perusahaan Geotermal Hebat Dunia

Kita juga harus mempelajari perusahaan-perusahaan hebat dalam bidang energi, memahami manajemennya, pengelolaan perusahaan, pengembangan dan hal-hal teknis lainnya:
Salah satunya Chevron Corporation yang merupakan perusahaan Energi Terbesar di Dunia.
Juga Indonesian Power dan Pertamina Geothermal Energy.


Sedikit tayangan video dari Chevron Corporation mengenai:

Memproduksi Energi Panas Bumi di Indonesia



Chevron adalah produsen energi panas bumi terbesar di dunia dan memiliki operasi yang besar di Indonesia. Energi geothermal dihasilkan dari panas yang berasal dari dalam perut bumi. Energi ini mampu menghasilkan listrik yang andal tanpa efek gas rumah kaca.

Anak perusahaan Chevron Geothermal mengoperasikan dua proyek geothermal di Indonesia:  Darajat dan Salak, keduanya berada di Pulau Jawa. Proyek Darajat menyediakan energi geothermal, yang mampu menghasilkan listrik berkapasitas 259 megawatt. Seluruh listrik yang dihasilkan dari operasi Darajat dijual langsung untuk kebutuhan listrik nasional. Chevron memiliki 95 persen kepemilikan operasi di Darajat.

Chevron memiliki dan mengoperasikan proyek Salak. Operasi geothermal ini merupakan salah satu yang terbesar di dunia, dengan total kapasitas operasi mencapai 377 megawatt.

Hasil gabungan dari operasi geothermal Darajat dan Salak kini mampu menghasilkan energi terbarukan yang cukup untuk kebutuhan sekitar 4 juta rumah di Indonesia.

Mengirimkan Pelajar dan Peneliti di Bidang Energi Geotermal

Membangun jurusan dan fakultas serta grup-grup pendidikan, riset, dan pengembangan dalam bidang geothermal.
Memberikan beasiswa bagi pelajar yang berminat melakukan penelitian dan pengembangan dalam bidang Industri pemanfaatan Energi Panas Bumi.

Kunjungi Juga:

1. http://www.chevron.com/
2. http://www.indonesiapower.co.id/SitePages/Home.aspx
3. http://pge.pertamina.com/
4. http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_geothermal_power_stations
5. http://en.wikipedia.org/wiki/Geothermal_power_in_Indonesia
6. http://www.ebtke.esdm.go.id/

Ucapan Terima Kasih Kepada:

Sahabat-sahabatku:

Ridwan Firdaus (Geografi Universitas Negeri Jakarta),
Ade Akhyar Nurdin (Teknik Geologi Universitas Jendral Soedirman),
Widia Prima M. (Teknik Sipil, Sekolah Tinggi Teknologi Garut),
Deni Nugraha (Ilmu Pemerintahan STISIP Banjar),
Ismail Muhammad S. (Sosial Ekonomi Pertanian Universitas Jendral Soedirman),
Farid Waliyuddin R. (Sekolah Tinggi Akuntansi Negara),
Muhlaso Dian A. (Institute Pemerintahan Dalam Negeri),
Ricky Aji Pratama (Sekolah Tinggi Sandi Negara).

Tak lupa kepada Kang Alan atas foto-fotonya, nuhun.

Wednesday, 27 March 2013

Ada Apa dengan Komputasi dan Informasi Quantum?

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Ilahi Robbi yang telah memberikan anugrah tak terkira dan nikmat dapat belajar hingga hari ini.

Salah satu kebahagiaan seorang pelajar adalah merasa diperhatikan oleh pengajarnya, hal itu saya alami tadi pagi ketika salah seorang Dosen Idola, Bpk. Dr. rer. nat. Muhammad Farchani Rosyid, M.Sc. mengomentari notes sederhana saya mengenai Fisika Komputasional dan mengirimkan 1 buah e-buku terbitan Cambridge University Press berjudul: 

Quantum Computation and Quantum Information

Buah karya para ilmuwan legendaris: Prof. Michael Aaron Nielsen, Ph.D. dan Prof. Isaac L. Chuang, Ph.D.

Sedikit Biografi Prof. Michael:

Nationality Australian
Fields Physicist
Institutions Los Alamos National Laboratory
Caltech
University of Queensland
Perimeter Institute
Alma mater University of New Mexico
Doctoral advisor Carlton M. Caves
Notable awards Richard C. Tolman Prize Fellow at Caltech, Fulbright Scholar

 Sedikit Biografi Prof. Isaac:

Residence United States
Fields Electrical Engineering
Institutions MIT
IBM
University of California Berkeley
Los Alamos National Laboratory
Alma mater Stanford University
MIT
Doctoral advisor Yoshihisa Yamamoto
Known for NMR quantum computing

Bapak. Dr. rer. nat. Muhammad Farchani Rosyid, M.Sc. juga mengirimkan satu buah paper berjudul:

Entropy, Information, and Computation

Karya: Dr. J. Machta

Department of Physics and Astronomy, University of Massachusetts, Amherst, Massachusetts. USA.


Abstract

The relation between entropy, information, and randomness is discussed. Algorithmic information theory is introduced and used to provide a fundamental definition of entropy. The relation between algorithmic entropy and the usual Shannon–Gibbs entropy is discussed.

© 1999 American Association of Physics Teachers.


Terima Kasih bapa, semoga kami dapat memanfaatkan ini semua, amin.

"To myself I am only a child playing on the beach, while vast oceans of truth lie undiscovered before me."
~Isaac Newton~


"Ber-gaya di depan papan tulis, hadooooh @_@"

"Saling mengasihi, saling berbagi pengetahuan dan kebijakan mungkin akan menjadi jalan kita menuju ampunan dan hidayah-Nya"

~A.N~

Thanks to: 

All my friends

Seni Membedah Kertas Ilmiah

“Ilmu pengetahuan, Tuan-tuan, betapa pun tingginya, dia tidak berpribadi. Sehebat-hebatnya mesin, dibikin oleh sehebat-hebatnya manusia, dia pun tidak berpribadi. Tetapi sesederhana-sederhana cerita yang ditulis, dia mewakili pribadi individu atau malahan juga bangsanya”. 
~Pramoedya Ananta Toer~

Introduction: 

In academic publishing, a scientific journal is a periodical publication intended to further the progress of science, usually by reporting new research. There are thousands of scientific journals in publication, and many more have been published at various points in the past (see list of scientific journals).

Secara umum, karya ilmiah dapat diartikan sebagai suatu tulisan yang merujuk pada topik tertentu yang dibahas dan dianalisa secara detil menggunakan studi literatur. Literatur dapat bersumber dari buku teks, jurnal ilmiah, hasil penelitian, atau artikel-artikel dari media cetak maupun media elektronik yang terpercaya kebenarannya.

Penulisan karya ilmiah menggunakan bahasa yang baku dan formal serta terikat dengan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar. Sistematika penulisan karya ilmiah bermacam-macam, namun pada intinya terdapat pendahuluan, isi tulisan beserta analisis, dan kesimpulan.

Membedah Sebuah Kertas Ilmiah

Banyak pelajar menganggap bahwa menulis kreatif haruslah berbentuk fiksi, padahal tidak juga lho, justru banyak tulisan non fiksi yang menggoda hati. Bahkan Science Fiction banyak digemari juga. 

Menulis kreatif adalah seni menyampaikan gagasan yang ada dalam pikiran atau hati sanubari kita kepada seseorang atau khalayak.

Ide, gagasan atau pikiran-pikiran yang cemerlang bisa saja lewat begitu saja dalam benak kita, nah agar ide atau gagasan brilian itu tak lenyap begitu saja maka kita harus menangkapnya dengan sebuah tulisan atau "notes" yang sederhana.

Suatu waktu kita dapat mengembangkan tulisan tersebut menjadi lebih lengkap dan terperinci.

Jurnal-jurnal Ilmiah yang berkaliber Internasional sudah cukup banyak, jumlah paper ilmiah pun semakin hari, semakin deras banyaknya, tentunya kita selaku pelajar atau pengajar perlu melihat peluang ini untuk diberdayakan lebih lanjut.

Seni membedah sebuah scientific paper dalam bahasa formalnya adalah Me-review Paper atau Menganalisis paper.

Sebuah jurnal ilmiah biasnya dijalankan secara beramai-ramai. Pentolan-pentolan sebuah jurnal bergabung ke dalam Editorial Board, yang  dipimpin oleh seorang Editor-In-Chief (EIC), yang dibantu oleh beberapa orang Associate Editor (AE).

Tugas mereka sebetulnya sama: mengelola manuskrip-manuskrip yang dikirimkan oleh para penulis (akademisi / researcher / professor), menjalankan proses reviewing, memutuskan diterima / tidaknya sebuah paper, dan memutuskan berbagai hal tentang penerbitan satu edisi jurnal.

Nah sahabat ku paper ilmiah itulah yang telah berhasil layak uji dan siap kita analisis, biasanya paper-paper tersebut terdapat pada jurnal-jurnal ilmiah terkemuka dan berwibawa.

Beberapa langkah sederhana dalam membedah kertas ilmiah:

1. Kita akan lihat dulu manuskrip/paper Ilmiah ini berasal dari jurnal top atau tidak. Kalau top, kita langsung pasang settingan untuk mempelajarinya bersama-sama.

Kalau tidak top, kita beri beri toleransi dengan melihat isi pikiran/ide utama paper tersebut.

2. Kita cek cara penulisan manuskripnya/paper ilmiah. Apakah ditulis dengan format yang benar. Untuk bahasa Inggrisnya kita tidak terlalu mempermasalahkannya:
(nyadar kalau kita bukan native English guy he.,he,.), kecuali untuk masalah typos (kesalahan penulisan kata). Biasanya, banyak penulis yang tidak memperhatikan titik, koma, terutama pada penulisan rumus, penomoran gambar dan rumus, dan sebagainya.

3. Berikutnya kita cek persamaan fisika/matematika yang ditampilkan. Ini bagian paling sulit, karena di jurnal eksak, rumus itu menggambarkan cara berpikir penulisnya.

Sulit juga membaca cara berpikir orang lain. Tapi inilah kesempatan kita belajar ide-ide orang.

Biasanya, pada bagian ini banyak kesalahan disebabkan oleh: tidak adanya definisi atas beberapa simbol yang digunakan, kesalahan notasi operasi fisika-matematika.

Bahkan terkadang kita akan menemukan kesalahan perhitungan, sehingga dengan mudahnya kita beri komentar: kalo bagian ini saja sudah salah, bagian lain sudah pasti salah.

4. Kalau semua persamaan fisika-matematikanya sudah valid, kita cek kontribusi manuskrip tersebut. Cara kita memeriksa kontribusi adalah dengan melihat referensi-referensi yang digunakan, terutama referensi yang menjadi acuan utama penulis untuk membuat manuskrip ini.

Ini bisa dilihat di bagian Introduction dan Related Works. Biasanya kita akan cari kalimat “Our contribution(s) in this paper is(are)….”, atau “In this paper, we focus on….” atau kalimat lain yang bermakna menjelaskan kontribusi.

Beberapa manuscript langsung mengemukakan keuntungan / advantage metode yang diajukan dibandingkan dengan hasil pekerjaan yang sudah ada.

Bermacam-macam cara orang untuk menunjukkan kontribusi paper mereka.

Pada fase ini, begitu tidak ketemu kalimat yang tidak mengindikasikan kontribusi, kita biasanya langsung putuskan : Reject !


Tetapi bila kita menemukan manuskrip yang menjelaskan keuntungan metode mereka di bagian analisis. Kalau yang ini kita dapat komentari :

Reject tetapi bisa dikirimkan lagi asal Anda jelaskan kontribusi Anda di Introduction.

Untuk kontribusi inipun kita harus melihat-lihat juga level jurnalnya.

Jika kontribusi manuskrip ini memberi pengaruh besar pada kajian bidang ilmu, kita komentari :

Accept.

Jika ada kontribusi tetapi kurang memberi pengaruh besar, kita lihat-lihat dulu level jurnalnya.

Kalau level jurnalnya rendah, kita Accept, kalau tinggi, biasanya kita Reject

5. Kadang-kadang, kalau kita tidak menemukan hal-hal yang mendukung sebagai alasan untuk menolak, kita cari di bagian Simulation Results atau Experimental Results.

Biasanya pada bagian ini titik lemah para penulis adalah tidak dapat menampilkan data yang mendukung klaim bahwa metode mereka valid.

Semoga Bermanfaat

Terima Kasih Kepada teman-teman, guru, dosen dan pembimbing yang telah banyak memotivasi kami untuk rajin berkarya.


"Sahabat Penulis sedang membaca sebuah buku fisika tingkat tinggi"


Sumber:

1. Arip Nurahman Notes
2. Wikipedia
3. http://arxiv.org/
4. Kak Anugrah Kusumo, M.Sc.,
Saat ini beliau sedang menjalani studi Ph.D. di Pusan National University, Busan, Korea Selatan. Topik riset "Path planning and control for multiple robots".
Sangat tertarik pada implementasi robotika untuk membantu tugas-tugas yang sulit dilakukan manusia.